Memahami Kerajinan Lokal dalam Konteks Kerajinan Tangan dan DIY
Ciri-Ciri Kearifan Lokal
- Mampu bertahan di tengah gempuran budaya luar yang semakin masif,
- Memiliki kemampuan menyediakan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan unsur-unsur dari budaya luar,
- Mempunyai kemampuan penggabungan atau pembauran terhadap unsur budaya luar ke dalam budaya asli,
- Mempunyai kemampuan mengendalikan, memberi arah pada perkembangan budaya.
Dikutip dari laman Lemhannas, terdapat sejumlah jenis kearifan lokal yang secara lengkap ialah sebagai berikut:
- Kesejahteraan,
- Kerja keras,
- Disiplin,
- Pendidikan,
- Kesehatan,
- Gotong royong,
- Pengelolaan gender,
- Pelestarian dan kreativitas budaya,
- Peduli lingkungan,
- Kedamaian,
- Kesopansantunan,
- Kejujuran,
- Kesetiakawanan sosial,
- Kerukunan dan penyelesaian konflik,
- Komitmen,
- Pikiran positif,
- Rasa syukur,
- Toleransi.
Bentuk Kearifan Lokal
Dikutip dari laman Repository UNISBA, ada dua bentuk kearifan lokal, yakni yang berwujud nyata (tangible) dan yang tidak berwujud (intangible). Berikut ini penjelasan dari tiap-tiap bentuk kearifan lokal tersebut.
1. Kearifan lokal yang berwujud nyata (tangible)
Berbagai bentuk kearifan lokal yang dapat dilihat secara nyata melibatkan beberapa aspek berikut:
- Tekstual: Beberapa jenis kearifan lokal, seperti sistem nilai, tata cara, dan ketentuan khusus, diabadikan dalam catatan tertulis, seperti yang terdapat dalam kitab tradisional primbon, kalender, dan prasi (budaya tulis pada lembaran daun lontar).
- Bangunan: Banyak bangunan tradisional mencerminkan kearifan lokal, seperti rumah-rumah rakyat di Bengkulu. Bangunan vernakular ini memiliki keunikan karena mengikuti proses pembangunan yang didasarkan pada pengetahuan dan metode turun-temurun dari para leluhur.
- Benda Cagar Budaya: Kearifan lokal juga tercermin dalam benda-benda cagar budaya yang memiliki nilai sejarah dan kearifan tradisional.
2. Kearifan lokal yang tidak berwujud (intangible)
Selain bentuk kearifan lokal yang dapat dilihat, terdapat pula yang bersifat tidak nyata, seperti petuah yang disampaikan secara lisan dan turun-temurun. Ini bisa berupa nyanyian dan kidung yang mengandung nilai-nilai ajaran tradisional.
Melalui petuah atau bentuk kearifan lokal tak berwujud lainnya, nilai-nilai sosial disampaikan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Tenun
Tenun merupakan hasil kerajinan yang berupa bahan kain yang dibuat dari benang, serat kayu, sutra, dan lain-lain. Teknik membuatnya menggunakan alat tenun tangan yang disebut lungsin.
Lungsin adalah jajaran benang yang terpasang membujur. Pada saat sekarang penggunaan alat tenun sudah dikembangkan menjadi alat tenun yang lebih modern, seperti ATBM (alat tenun bukan mesin) yang dibuat dari kayu dan peralatan yang menghasilkan tenunan lebih cepat. Baca juga: Kerajinan Bahan Lunak: Definisi, Jenis, dan Contohnya Untuk pewarnaan pada kain tenun, dilakukan dengan cara khusus sehingga warna tidak mudah pudar karena waktu atau terkena sinar matahari. Salah satu cara memberi pewarnaan adalah dengan merendam kain ke dalam minyak kemiri yang dicampur abu kayu serta cairan alkali. Selain itu juga dapat menggunakan tumbuh-tumbuhan dan akar-akaran. Seperti warna merah yang dihasilkan oleh akar mengkudu.
Tags: kerajinan pengertian