Memahami Kerajinan Lokal dalam Konteks Kerajinan Tangan dan DIY
Bahan Pembuat Kerajinan
Dalam kategori kerajinan berbahan keras, dibagi lagi menjadi dua material utama, yaitu keras alami dank eras buatan. Material keras alami adalah material yang dapat ditemukan di area lingkungan sekitar. Ciri utamanya adalah bentuknya keras dan kokoh. Contohnya bambu, kayu, dan rotan.
Ada pula barang kerajinan yang dibuat menggunakan bahan yang lunak. Tak jauh berbeda dengan bahan keras, material yang lunak pun dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu lunak alami dan buatan.
Contoh bahan lunak yang pasti sudah tak asing di mata Anda adalah serat alam, tanah liat, dan kulit hewan. Ini adalah contoh-contoh bahan lunak alami. Sedangkan untuk bahan buatan yang lunak dapat kita jumpai pada barang berbahan lilin, sabun, spons, maupun bubur kertas.
Bentuk Kearifan Lokal
Dikutip dari laman Repository UNISBA, ada dua bentuk kearifan lokal, yakni yang berwujud nyata (tangible) dan yang tidak berwujud (intangible). Berikut ini penjelasan dari tiap-tiap bentuk kearifan lokal tersebut.
1. Kearifan lokal yang berwujud nyata (tangible)
Berbagai bentuk kearifan lokal yang dapat dilihat secara nyata melibatkan beberapa aspek berikut:
- Tekstual: Beberapa jenis kearifan lokal, seperti sistem nilai, tata cara, dan ketentuan khusus, diabadikan dalam catatan tertulis, seperti yang terdapat dalam kitab tradisional primbon, kalender, dan prasi (budaya tulis pada lembaran daun lontar).
- Bangunan: Banyak bangunan tradisional mencerminkan kearifan lokal, seperti rumah-rumah rakyat di Bengkulu. Bangunan vernakular ini memiliki keunikan karena mengikuti proses pembangunan yang didasarkan pada pengetahuan dan metode turun-temurun dari para leluhur.
- Benda Cagar Budaya: Kearifan lokal juga tercermin dalam benda-benda cagar budaya yang memiliki nilai sejarah dan kearifan tradisional.
2. Kearifan lokal yang tidak berwujud (intangible)
Selain bentuk kearifan lokal yang dapat dilihat, terdapat pula yang bersifat tidak nyata, seperti petuah yang disampaikan secara lisan dan turun-temurun. Ini bisa berupa nyanyian dan kidung yang mengandung nilai-nilai ajaran tradisional.
Melalui petuah atau bentuk kearifan lokal tak berwujud lainnya, nilai-nilai sosial disampaikan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Tags: kerajinan pengertian