Pengertian Kerajinan Rotan - Keindahan dan Kreativitas dalam Seni Merajut dengan Tangan
Produk Berbahan Rotan
Baik rotan alami maupun rotan sintetis dapat dijadikan bahan baku produk kerajinan rotan. Berbagai desain, inovasi dan pengembangan dilakukan untuk membuat produk handmade atau pabrikasi yang diminati masyarakat.
Berikut ini adalah beberapa produk berbahan rotan, antara lain:
1. Anyaman Furniture
Berbagai produk furniture seperti meja dan kursi dapat dibuat denagn bahan dasar rotan. Kesan tradisional adalah ciri utama barang-barang meubel yang terbuat dari rotan. Tidak hanya itu, produk furniture rumah tangga lain juga dapat dibuat dari anyaman rotan, seperti frame tempat tidur, rak buku atau rak sepatu.
Meski memiliki nuansa tradisioanal, akan tetapi banyak pengrajin yang mendesain ulang karyanya sehingga tampil minimalis dan berkesan modern. Anyaman rotan dari Indonesia pun menjadi promadona pasar luar negeri. Data di tahun 2015 menyebutkan bahwa nilai ekspor furniture rotan Indonesia mencapai lebih dari US$ 110 juta dari total nilai ekspor US$ 361 juta. Jumlah tersebut menyumbang 30% dari keseluruhan nilai ekspor furniture nasional.
baca juga: Pantai Dato Majene - Paduan Pasir Putih & Karang2. Tas dan Dompet
Tak hanya furniture, rotan juga dapat diolah menjado produk kerajinan seperti tas dan dompet yang disukai wanita. Estetika anyaman rotan ini sangat digemari oleh masyarakat Amerika.
Salah satunya adalah produk kerajinan rotan sintetis berlabel Chameo. Merek ini fokus di pasar luar negeri, khususnya amerika dengan memasarkan tas anyaman rotan. Bahkan karena kepopulerannya di dunia internasional, produk kerajinan rotan dari brand ini hilir mudaik di perhelatan Japan Fashion Week, Hingkon Fashion Week, hingga Pret a Porter di Paris.
3. Sepatu dan Sandal Etnik
Rotan yang diproses menjadi sandal dan sepatu akan menimbulkan kesan etik dan tradisional. Kesan tersebut turut mengangakat budaya lokal khas Indonesia, salah satunya adalah sepatu dan sandal rotan dari Dyah Chandra, Kalimantan Tengah.
Jenis-Jenis Kerajinan dan Contohnya
Ada banyak jenis kerajinan yang dapat kita temui di sekitar atau di pameran dan museum seni. Semakin kreatif seseorang, semakin mampu ia untuk membuat jenis kerajinan yang baru dan otentik. Beberapa jenis yang paling umum adalah:
1. Kerajinan Dari Tanah Liat
Selain mudah ditemukan, alasan utama mengapa tanah liat menjadi bahan favorit bagi banyak perajin adalah karena mudah dibentuk. Dengan teknik yang benar, Anda akan mendapatkan kerajinan yang tahan lama dan berkualitas baik dengan bahan dasar tanah liat.
Contoh kerajinan yang menggunakan bahan dasar tanah liat yaitu gerabah dan keramik. Kedua barang ini sangat bermanfaat dalam rumah tangga. Contohnya adalah teko, pot dan vas bunga, serta tempat penyimpanan lainnya.
2. Kerajinan Dari Kayu dan Bambu
Kayu dan bambu adalah dua material utama yang paling banyak digunakan sebagai bahan utama kerajinan. Contohnya adalah perabot, hiasan lampu, patung, dll. Jenis kayu yang dipakai adalah kayu jati, mahoni, pinus, dll. Semakin bagus dan kokoh konstruksinya, harganya akan lebih mahal.
Dalam membuat kerajinan berbahan dasar kayu, ada beberapa peralatan khas yang akan sangat membantu Anda. Pulpen ukir, cat kayu, vernis, lem kayu, serta amplas.
Cat kayu dan vernis pada dasarnya digunakan untuk melapisi kayu agar terlihat menarik, atraktif, sekaligus terhindar dari rayap maupun serangga yang berpotensi membuatnya lapuk.
Perbedaan utama antara cat kayu dan cat biasa adalah cat kayu dirancang khusus agar tahan air dengan daya rekat yang lebih kuat. Sedangkan pemakaian vernis berguna untuk mempertahankan warna dan tekstur asli kayu namun membuatnya menjadi lebih mengilap dan bercahaya
3. Kerajinan Dari Serat Alam
Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya alam. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk membuat kerajinan yang unik berbahan dasar alam. Apabila kayu dan bambu terdengar sangat mmebosankan, Anda dapat memanfaatkan serat alam lain.
Bahan Pembuat Kerajinan
Dalam kategori kerajinan berbahan keras, dibagi lagi menjadi dua material utama, yaitu keras alami dank eras buatan. Material keras alami adalah material yang dapat ditemukan di area lingkungan sekitar. Ciri utamanya adalah bentuknya keras dan kokoh. Contohnya bambu, kayu, dan rotan.
Ada pula barang kerajinan yang dibuat menggunakan bahan yang lunak. Tak jauh berbeda dengan bahan keras, material yang lunak pun dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu lunak alami dan buatan.
Contoh bahan lunak yang pasti sudah tak asing di mata Anda adalah serat alam, tanah liat, dan kulit hewan. Ini adalah contoh-contoh bahan lunak alami. Sedangkan untuk bahan buatan yang lunak dapat kita jumpai pada barang berbahan lilin, sabun, spons, maupun bubur kertas.
Budidaya
Untuk mendapatkan rotan dengan kualitas baik, maka penanaman dilakukan dibawah pohon pelindung, seperti di kawasan hutan tebangan, hutan sekunder, perkebunan buah dan perkebunan karet. Adanya budidaya juga bermanfaat untuk melindungi satwa liar, seperti orangutan yang menjadikan perkebunan rotan sebagai habitat tertinggi di Kalimantan.
Budidaya rotan dapat dilakukan secara generatif melalui biji, maupun perbanyakan secara vegetatif melalui pucuk daun, akar dan batang. Berikut ini adalah cara lengkap menanaman rotan beserta penjelasannya, yaitu:
1. Pengadaan Biji
Biasanya disekitar pohon induk akan ditemukan sisa kulit buah yang berguguran. Musim buah terjadi pada awal musim kemarau, namun pada beberapa jenis rotan waktu pembuahan dapat berbeda-beda.
2. Persiapan Semai
Lahan tanam untuk persemaian benih rotan yang sesuai seperti lahan datar atau miring dengan derajat kemiringan maksimal 5%, bebas genangan air, bebas hama dan penyakit, serta dekat dengan sumber air.
3. Pembibitan
Selain itu, perkecambahan juga dapat dilakukan pada bendengan penaburan. Biji jenis rotan besar seperti rotan manau ditanam pada larikan dengan jarak 2 cm x 4 cm, sedangkan jenis biji kecil seperti rotan sege atau irit jarak tanamnya lebih rapat.
baca juga: Biometrika Kehutanan - Pengertian dan Penerapan4. Penanaman
Penanaman yang baik umumnya dilakukan pada awal musim hujan sehingga memperoleh curah hujan cukup dan merata. Tanamlah pada waktu pagi hari, sore hari atau ketika cuaca berawan dan mendung.
5. Pemeliharaan
Agar hasil panen rotan sukses, diperlukan kegiatan penyiangan, penyulaman, perlindungan dari hama dan penyakit serta perlindungan dari kebakaran hutan.
Jenis-jenis rotan seperti manau, sega dan irit lebih rentan terhadap serangan hama, larva kumbang, belalang, jamur dan ulat. Sehingga perlu diberikan pestisida untuk mencegah serangan hama penyakit tersebut.
Morfologi
Rotan dikenal sebagai tanaman yang tumbuh cepat secara merambat atau memanjat pada pohon-pohon sekitarnya. Hal ini disebabkan adanya sulur pemanjat yang tumbuh pada ruas-ruas batangnya, meski terdapat pula jenis rotan tidak memiliki sulur namun berupa duri yang memiliki fungsi yang sama.
Batang tanaman rambat ini berbuku-buku atau beruas-ruas, berbentuk bulat atau segitiga yang menjalar hingga puluhan meter dengan diameter bervariasi sesuai jenisnya. Berdasarkan cara tumbuh batangnya, tumbuhan hutan ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu tumbuh soliter atau tunggal dan tumbuh berumpun.
Rotan yang tumbuh soliter hanya dapat dipanen satu kali dan tidak dapat beregenerasi atau tumbuh kembali. Sedangkan rotan berumpun mampu beregenerasi dan kembali tumbuh dari kuncup ketiak bawah batang yang dipotong.
Rotan mempunyai daun majemuk dan pelepah daun yang tumbuh menutupi ruas-ruas batang. Ukuran daunnya bervariasi tergantung jenisnya. Daun ini umumnya memiliki duri sebagai bentuk pertahanan diri dan tumbuh menghadap ke dalam sebagai kait antara batang rotan dengan pohon atau tumbuhan yang dijalarinya.
Sistem perakaran rotan adalah sistem perakaran serabut, berwarna mulai dari putih keabu-abuan, kekuningan, hingga kehitaman. Tumbuhan ini memiliki bunga majemuk yang terbungkus oleh seludang. Bunga jantan dan bunga betina biasanya berada dalam satu rumah, meskipun pada beberapa jenis bunganya berumah dua. Penyerbukan pada rotan dengan bunga berumah dua biasanya dibantu oleh serangga, angin atau air hujan.
Bunganya berukuran kecil, pada bunga jantan terdapat 5 benang sari dan pada bunga betina terdapat 3 putik. Tumbuhan rotan juga menghasilkan buah yang berbentuk bulat, oval atau lonjong dengan sisik berbentuk trapesium dan tersusun vertikal dari toksis buah.
Tags: kerajinan rotan pengertian