... Panduan Lengkap Membuat Kerajinan Tangan dari Eceng Gondok: Teknik dan Tips DIY untuk Pemula

Pengrajin Eceng Gondok dalam Dunia Kerajinan Tangan dan DIY

Tetap Bertahan di Masa Pandemi, Pengrajin Enceng Gondok Raup Ratusan Juta per Bulan

Merdeka.com - Seperti yang sudah diketahui, Pandemi Covid 19 berdampakhampir ke semua sektor, terutama di bidang ekonomi. Tidak sedikit perusahaan harus mengurangi jumlah karyawan, bahkan gulung tikar akibat Pandemi Covid 19. Beberapa daerah di Indonesia juga mengalami dampaknya, tak terkecuali di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Melansir dari ANTARA, pada bulan April lalu, setidaknya terdapat 199 karyawan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan 587 dirumahkan di Kabupaten Gunungkidul. Beberapa perusahaan tidak mampu mempertahankan karyawan karena dari internal juga mengalami pengurangan kegiatan atau bahkan diberhentikan.

Kendati demikian, ada banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Gunungkidul yang berhasil bertahan atau tetap melakukan produksi saat Pandemi. Bahkan, tak jarang para pelaku UMKM justru mengalami peningkatan omzet selama Pandemi. Salah satunya dirasakan oleh Sugiyanti (47), pemilik usaha kerajinan enceng gondok "Ridho Craft" di Padukuhan Ngaglik, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul.

Adapun hasil produksi enceng gondok tersebut tak hanya diminati konsumen dalam negeri, tapi juga tembus pasar internasional seperti Eropa dan Australia. Berikut kisah selengkapnya:

9. Tempat Peralatan Mandi/Bumbu Dapur

Jika ingin membuat dapur lebih rapi salah satunya dengan menyusun bumbu dapur agar terlihat lebih tertata. Bumbu dapur bisa diletakkan pada tempat penyimpanan yang terbuat dari eceng gondok ini. Jadi, tampilan dapur lebih tertata dan bumbu dapur lebih terlihat rapi.

Namun jika ingin menggunakannya sebagai tempat meletakkan peralatan mandi atau sabun juga bisa. Tampilan kamar mandi akan terlihat lebih segar karena ada aksen serat alam dari eceng gondok. Apalagi warnanya coklat yang netral, jadi akan terlihat semakin cantik dan tentunya unik.

Bahaya Eceng Gondok Untuk Ekosistem Sungai

Meskipun kaya akan manfaat, keberadaannya yang tak terkendali juga mengancam kelestarian ekosistem perairan karena pada dasarnya ia adalah tanaman invasif. Tanaman invasif ini membahayakan ekosistem karena keberadaannya dapat mengurangi jumlah spesies lain dan menurunkan keanekaragaman hayati.

Invasi eceng gondok pada ekosistem perairan terjadi karena ia membutuhkan suplai oksigen yang cukup besar dari perairan yang didiaminya untuk proses evapotranspirasi (proses penguapan oleh tumbuhan air). Tanaman ini menyerap banyak oksigen dan menurunkan kadar oksigen air yang dibutuhkan oleh ikan. Akibatnya banyak ikan yang mati karena kekurangan oksigen. Selain itu, ia juga dapat menghalangi masuknya cahaya matahari ke air yang mempersulit proses reproduksi ikan dan merusak habitat ikan. Tak hanya yang hidup yang menyebabkan masalah lingkungan, yang mati pun juga menyebabkan pendangkalan sungai. Hal ini dapat meningkatkan resiko banjir.

Memahami dampak positif dan negatif dari tumbuhan ini, tentunya kita harus bijak dalam memanfaatkan tanaman ini baik untuk mengatasi masalah pencemaran sungai, penyediaan sumber energi terbarukan, dan pemanfaatan dalam bidang pertanian. Menjaga jumlah populasi tumbuhan ini agar tidak merusak ekosistem juga harus dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan pemenuhan kebutuhan manusia. Keseimbangan andalah kunci dari konsumsi dan produksi berkelanjutan.

  • Tag: citarum repair , eceng gondok , ekosistem sungai , pencemaran sungai , sungai

Tembus Pasar Eropa dan Menghasilkan Omzet Ratusan Juta

Dengan keberanian dan tekad yang kuat, Giyanti terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas produk. Saat ini, hasil produksi enceng gondok banyak dikirim ke beberapa kota besar di Indonesia, seperti Bali dan Jakarta. Bahkan, juga menembus pasar internasional, seperti Eropa, Australia, dan Jepang.

"Agar bisa menembus pasar internasional, kami harus bekerja sama setidaknya dengan delapan perusahaan. Biasanya, mereka banyak memesan keranjang untuk menaruh kayu bakar untuk perapian," ujarnya.

Saat ini, hasil produksi tersebut sudah bisa mendapatkan omzet lebih dari Rp100 juta per bulan. Meski begitu, Giyanti mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut memerlukan proses yang tidak sebentar. Perlu adanya peningkatan kualitas produk, melakukan inovasi, dan berusaha untuk selalu tepat waktu saat pengiriman barang.


Tags: gondok eceng

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia