... Panduan Lengkap Membuat Kerajinan Tangan dari Eceng Gondok: Teknik dan Tips DIY untuk Pemula

Pengrajin Eceng Gondok dalam Dunia Kerajinan Tangan dan DIY

Tembus Pasar Eropa dan Menghasilkan Omzet Ratusan Juta

Dengan keberanian dan tekad yang kuat, Giyanti terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas produk. Saat ini, hasil produksi enceng gondok banyak dikirim ke beberapa kota besar di Indonesia, seperti Bali dan Jakarta. Bahkan, juga menembus pasar internasional, seperti Eropa, Australia, dan Jepang.

"Agar bisa menembus pasar internasional, kami harus bekerja sama setidaknya dengan delapan perusahaan. Biasanya, mereka banyak memesan keranjang untuk menaruh kayu bakar untuk perapian," ujarnya.

Saat ini, hasil produksi tersebut sudah bisa mendapatkan omzet lebih dari Rp100 juta per bulan. Meski begitu, Giyanti mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut memerlukan proses yang tidak sebentar. Perlu adanya peningkatan kualitas produk, melakukan inovasi, dan berusaha untuk selalu tepat waktu saat pengiriman barang.

Proses Produksi Kerajinan Enceng Gondok

Awal merintis kerajinan enceng gondok, Giyanti hanya memiliki karyawan sekitar 20 orang. Seiring berjalannya waktu, kerajinan enceng gondok semakin diminati konsumen dan jumlah pengrajin juga semakin meningkat.

Saat ini, jumlah pengrajin enceng gondok miliknya mencapai lebih dari 150 orang. Jumlah menyebar di beberapa Kapanewon di Gunungkidul, seperti Kapanewon Semanu, Tanjungsari, Ponjong, dan Panggang.

"Saya sendiri nggak mematok target produksi untuk setiap pengrajin. Karena sebagian besar dikerjakan oleh ibu rumah tangga dan rata-rata dijadikan pekerjaan sampingan," terang Giyanti.

Meski demikian, jika ada pesanan yang harus segera dikirim, Giyanti meminta para pengrajin untuk mengusahakan agar kerajinan tersebut segera selesai. Salah seorang pengrajin, Siwin (38), mengungkapkan, ia sudah menekuni kerajinan enceng gondok sejak 2002.

"Proses produksi kerajinan enceng gondok kan dilakukan secara bertahap. Ada yang buat untiran-untirannya saja, terus ada pengrajin yang membentuk pola, sampai ke proses finishing," ungkap Siwin saat ditemui Merdeka.com, Senin (01/12/2020).

"Kalau saya lebih memilih bikin untiran, ya, rata-rata pendapatan sehari bisa Rp60 ribu. Tapi kalau ndak ada kegiatan lain, ya, bisa lebih. Namanya juga ibu rumah tangga, banyak hal lain yang harus dikerjakan," imbuhnya.

Siwin juga menambahkan, di masa Pandemi seperti sekarang, adanya kerajinan enceng gondok sangat membantu perekonomian keluarga. Hal ini karena kerajinan enceng gondok tetap berproduksi, sehingga roda perekonomian keluarga tetap berjalan seperti biasa.


Tags: gondok eceng

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia