Pengrajin Eceng Gondok dalam Dunia Kerajinan Tangan dan DIY
22+ Kerajinan Dari Eceng Gondok yang Mudah dan Sederhana
Kerajinan Dari Eceng Gondok – Eceng gondok atau biasa dikenal gulma adalah tanaman yang habitatnya di air. Tanaman ini sangat cepat menyebar apabila sudah ada gerombolan kecil diatas air. Tak banyak yang mengetahui bahwa tanaman ini memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai kerajinan dari eceng gondok.
Harga jual kerajinannya pun terbilang cukup tinggi. Mulai dari puluhan ribu bahkan sampai mencapai jutaan rupiah. Meski tanaman ini dianggap merugikan ekosistem di air, tapi jika sudah dibuat kerajinan maka memiliki nilai jual yang tinggi.
Bahkan banyak orang yang menggunakan eceng gondok sebagai pakan ternak agar tidak merusak ekosistem air. Kerajinan dari tanaman ini juga sudah terkenal sampai pasar internasional, lho. Jika tertarik untuk membeli atau bahkan membuat sendiri kerajinan dari tanaman ini, berikut beberapa contoh yang bisa dijadikan referensi:
Awal Merintis Usaha: Modal Rp4 Juta
"Waktu itu, saya cuman punya modal Rp4 juta, itu pun dikasih pinjaman sama pabrik tempat dulu saya kerja. Dengan modal segitu, ya cuma bisa pasrah aja sama Yang Kuasa," ujarnya saat ditemui Merdeka.com pada Selasa, 1 Desember 2020.
Modal Rp4 juta tersebut, Giyanti gunakan untuk membeli bahan baku dan berbagai alat pembuatan kerajinan enceng gondok. Bahan baku tersebut ia dapatkan dari berbagai daerah, seperti Ambarawa dan Demak. Bersama warga sekitar, yang mayoritas ibu rumah tangga, Giyanti mulai membuat beberapa anyaman enceng gondok.
"Awalnya, saya dikasih contoh oleh pabrik yang ada di Cirebon itu kerajinan enceng gondok, terus nyampe rumah saya bongkar-bongkar, kemudian saya pasang lagi. Kegiatan itu saya lakukan secara berulang sama ibu-ibu sekitar, pokoknya sampai bisa," imbuh perempuan lulusan SMK N 1 Wonosari itu.
Giyanti mengaku, proses memperkenalkan produk tersebut ke pasar memerlukan waktu yang tidak sebentar. Setidaknya butuh waktu lima tahun sebelum akhirnya pada 2007 kerajinan enceng gondok miliknya mulai diminati konsumen atau diterima pasar.
Bahaya Eceng Gondok Untuk Ekosistem Sungai
Meskipun kaya akan manfaat, keberadaannya yang tak terkendali juga mengancam kelestarian ekosistem perairan karena pada dasarnya ia adalah tanaman invasif. Tanaman invasif ini membahayakan ekosistem karena keberadaannya dapat mengurangi jumlah spesies lain dan menurunkan keanekaragaman hayati.
Invasi eceng gondok pada ekosistem perairan terjadi karena ia membutuhkan suplai oksigen yang cukup besar dari perairan yang didiaminya untuk proses evapotranspirasi (proses penguapan oleh tumbuhan air). Tanaman ini menyerap banyak oksigen dan menurunkan kadar oksigen air yang dibutuhkan oleh ikan. Akibatnya banyak ikan yang mati karena kekurangan oksigen. Selain itu, ia juga dapat menghalangi masuknya cahaya matahari ke air yang mempersulit proses reproduksi ikan dan merusak habitat ikan. Tak hanya yang hidup yang menyebabkan masalah lingkungan, yang mati pun juga menyebabkan pendangkalan sungai. Hal ini dapat meningkatkan resiko banjir.
Memahami dampak positif dan negatif dari tumbuhan ini, tentunya kita harus bijak dalam memanfaatkan tanaman ini baik untuk mengatasi masalah pencemaran sungai, penyediaan sumber energi terbarukan, dan pemanfaatan dalam bidang pertanian. Menjaga jumlah populasi tumbuhan ini agar tidak merusak ekosistem juga harus dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan pemenuhan kebutuhan manusia. Keseimbangan andalah kunci dari konsumsi dan produksi berkelanjutan.
- Tag: citarum repair , eceng gondok , ekosistem sungai , pencemaran sungai , sungai
Tetap Bertahan di Masa Pandemi, Pengrajin Enceng Gondok Raup Ratusan Juta per Bulan
Merdeka.com - Seperti yang sudah diketahui, Pandemi Covid 19 berdampakhampir ke semua sektor, terutama di bidang ekonomi. Tidak sedikit perusahaan harus mengurangi jumlah karyawan, bahkan gulung tikar akibat Pandemi Covid 19. Beberapa daerah di Indonesia juga mengalami dampaknya, tak terkecuali di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
Melansir dari ANTARA, pada bulan April lalu, setidaknya terdapat 199 karyawan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan 587 dirumahkan di Kabupaten Gunungkidul. Beberapa perusahaan tidak mampu mempertahankan karyawan karena dari internal juga mengalami pengurangan kegiatan atau bahkan diberhentikan.
Kendati demikian, ada banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Gunungkidul yang berhasil bertahan atau tetap melakukan produksi saat Pandemi. Bahkan, tak jarang para pelaku UMKM justru mengalami peningkatan omzet selama Pandemi. Salah satunya dirasakan oleh Sugiyanti (47), pemilik usaha kerajinan enceng gondok "Ridho Craft" di Padukuhan Ngaglik, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul.
Adapun hasil produksi enceng gondok tersebut tak hanya diminati konsumen dalam negeri, tapi juga tembus pasar internasional seperti Eropa dan Australia. Berikut kisah selengkapnya:
Manfaat Eceng Gondok
Meski dianggap sebagai gulma, eceng gondok memiliki berbagai manfaat untuk lingkungan dan manusia jika jumlahnya terkendali. Untuk lingkungan, ia mampu mengurangi pencemaran air dan dimanfaatkan menjadi pakan ternak, pupuk kompos, dan bioenergi.
Eceng gondok adalah tanaman air yang banyak menyerap timbal untuk kebutuhan nutrisi pertumbuhan. Oleh karena itu, tanaman ini acap kali ditemukan pada sungai yang tingkat pencemarannya tinggi. Tanaman ini juga menjadi indikator suatu sungai tercemar atau tidak. Tanaman ini cukup efektif untuk mengurangi pencemaran air karena ia menyerap banyak fosfor dan dan nitrogen dari air yang tercemar limbah bahan beracun.
Tumbuhan ini memiliki kandungan nutrisi yang tinggi sehingga cocok untuk pakan ternak dan pupuk. Tanaman ini digunakan sebagai pakan ternak karena kandungan mineral dan air yang tinggi. Untuk memperkaya nutrisi, ia dapat dicampur dengan dedak untuk menambah kandungan karbohidrat. Selain pakan ternak, tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Ia memiliki kandungan fosfor, nitrogen, dan kalium yang tinggi. Untuk bisa digunakan sebagai pupuk, eceng gondok harus diolah menjadi kompos terlebih dahulu.
Eceng gondok juga bermanfaat sebagai sumber energi alami. Tanaman ini bisa diolah menjadi bioenergi, bahan bakar yang terbuat dari pengolahan tanaman (biomassa). Hasil olahan bioenergy dari eceng gondok menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar pada skala rumah tangga. Selain itu juga dapat diubah menjadi biogas karena tanaman ini memiliki kandungan hemiselulosa dan selulosa yang cukup besar yaitu 43% dan 17%. Proses hidrolisis dari dua kandungan tersebut menghasilkan gas metana dan karbon dioksida. Karena pembuatan juga melalui proses fermentasi, kandungan air tinggi yang mencapai 95% dan struktur jaringan yang berongga turut menghasilkan gas.
Tags: gondok eceng