Pengrajin Eceng Gondok dalam Dunia Kerajinan Tangan dan DIY
Manfaat Eceng Gondok sebagai Bahan Kerajinan Tangan yang Kreatif dan Ramah Lingkungan
Pernahkah Anda mendengar tentang pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan kerajinan tangan? Jika belum, jangan khawatir! Eceng gondok, yang sering dianggap sebagai rerumputan liar yang mengganggu, ternyata memiliki potensi yang luar biasa untuk dijadikan bahan kerajinan tangan yang kreatif dan ramah lingkungan.
Pada dasarnya, eceng gondok adalah tumbuhan air yang tumbuh subur di perairan dangkal dan lamban. Meskipun sering dianggap sebagai masalah lingkungan yang perlu diberantas, sebenarnya eceng gondok dapat dimanfaatkan dengan beragam cara, salah satunya adalah sebagai bahan baku untuk kerajinan tangan.
Salah satu manfaat utama dari eceng gondok sebagai bahan kerajinan tangan adalah keunikan seratnya. Serat eceng gondok yang kuat dan fleksibel memungkinkan para pengrajin untuk menciptakan berbagai macam produk dengan desain yang menarik. Mulai dari tas, dompet, hiasan dinding, hingga keranjang yang cantik dan fungsional – semua dapat dibuat dengan menggunakan bahan dasar eceng gondok.
Tidak hanya itu, penggunaan eceng gondok sebagai bahan kerajinan tangan juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Dengan memanfaatkan eceng gondok yang terkadang menjadi permasalahan di perairan, kita turut membantu mengurangi jumlah tumbuhan liar tersebut dan mencegah penyebarannya yang berlebihan. Dengan kata lain, kita dapat berpartisipasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus menciptakan produk kerajinan yang unik.
Selain keunikan dan manfaat ekologis yang dimiliki, produk kerajinan tangan dari eceng gondok juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Warna alami eceng gondok yang cenderung lembut dan tekstur seratnya yang halus memberikan sentuhan alami dan elegan pada produk kerajinan. Tidak hanya itu, penggunaan bahan baku alami ini juga dapat menjadi salah satu tren dalam industri kerajinan tangan, yang semakin dikembangkan dan dihargai oleh masyarakat.
Tetap Bertahan di Masa Pandemi, Pengrajin Enceng Gondok Raup Ratusan Juta per Bulan
Merdeka.com - Seperti yang sudah diketahui, Pandemi Covid 19 berdampakhampir ke semua sektor, terutama di bidang ekonomi. Tidak sedikit perusahaan harus mengurangi jumlah karyawan, bahkan gulung tikar akibat Pandemi Covid 19. Beberapa daerah di Indonesia juga mengalami dampaknya, tak terkecuali di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
Melansir dari ANTARA, pada bulan April lalu, setidaknya terdapat 199 karyawan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan 587 dirumahkan di Kabupaten Gunungkidul. Beberapa perusahaan tidak mampu mempertahankan karyawan karena dari internal juga mengalami pengurangan kegiatan atau bahkan diberhentikan.
Kendati demikian, ada banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Gunungkidul yang berhasil bertahan atau tetap melakukan produksi saat Pandemi. Bahkan, tak jarang para pelaku UMKM justru mengalami peningkatan omzet selama Pandemi. Salah satunya dirasakan oleh Sugiyanti (47), pemilik usaha kerajinan enceng gondok "Ridho Craft" di Padukuhan Ngaglik, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul.
Adapun hasil produksi enceng gondok tersebut tak hanya diminati konsumen dalam negeri, tapi juga tembus pasar internasional seperti Eropa dan Australia. Berikut kisah selengkapnya:
22+ Kerajinan Dari Eceng Gondok yang Mudah dan Sederhana
Kerajinan Dari Eceng Gondok – Eceng gondok atau biasa dikenal gulma adalah tanaman yang habitatnya di air. Tanaman ini sangat cepat menyebar apabila sudah ada gerombolan kecil diatas air. Tak banyak yang mengetahui bahwa tanaman ini memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai kerajinan dari eceng gondok.
Harga jual kerajinannya pun terbilang cukup tinggi. Mulai dari puluhan ribu bahkan sampai mencapai jutaan rupiah. Meski tanaman ini dianggap merugikan ekosistem di air, tapi jika sudah dibuat kerajinan maka memiliki nilai jual yang tinggi.
Bahkan banyak orang yang menggunakan eceng gondok sebagai pakan ternak agar tidak merusak ekosistem air. Kerajinan dari tanaman ini juga sudah terkenal sampai pasar internasional, lho. Jika tertarik untuk membeli atau bahkan membuat sendiri kerajinan dari tanaman ini, berikut beberapa contoh yang bisa dijadikan referensi:
Proses Produksi Kerajinan Enceng Gondok
Awal merintis kerajinan enceng gondok, Giyanti hanya memiliki karyawan sekitar 20 orang. Seiring berjalannya waktu, kerajinan enceng gondok semakin diminati konsumen dan jumlah pengrajin juga semakin meningkat.
Saat ini, jumlah pengrajin enceng gondok miliknya mencapai lebih dari 150 orang. Jumlah menyebar di beberapa Kapanewon di Gunungkidul, seperti Kapanewon Semanu, Tanjungsari, Ponjong, dan Panggang.
"Saya sendiri nggak mematok target produksi untuk setiap pengrajin. Karena sebagian besar dikerjakan oleh ibu rumah tangga dan rata-rata dijadikan pekerjaan sampingan," terang Giyanti.
Meski demikian, jika ada pesanan yang harus segera dikirim, Giyanti meminta para pengrajin untuk mengusahakan agar kerajinan tersebut segera selesai. Salah seorang pengrajin, Siwin (38), mengungkapkan, ia sudah menekuni kerajinan enceng gondok sejak 2002.
"Proses produksi kerajinan enceng gondok kan dilakukan secara bertahap. Ada yang buat untiran-untirannya saja, terus ada pengrajin yang membentuk pola, sampai ke proses finishing," ungkap Siwin saat ditemui Merdeka.com, Senin (01/12/2020).
"Kalau saya lebih memilih bikin untiran, ya, rata-rata pendapatan sehari bisa Rp60 ribu. Tapi kalau ndak ada kegiatan lain, ya, bisa lebih. Namanya juga ibu rumah tangga, banyak hal lain yang harus dikerjakan," imbuhnya.
Siwin juga menambahkan, di masa Pandemi seperti sekarang, adanya kerajinan enceng gondok sangat membantu perekonomian keluarga. Hal ini karena kerajinan enceng gondok tetap berproduksi, sehingga roda perekonomian keluarga tetap berjalan seperti biasa.
Tags: gondok eceng