Pengrajin Eceng Gondok dalam Dunia Kerajinan Tangan dan DIY
22+ Kerajinan Dari Eceng Gondok yang Mudah dan Sederhana
Kerajinan Dari Eceng Gondok – Eceng gondok atau biasa dikenal gulma adalah tanaman yang habitatnya di air. Tanaman ini sangat cepat menyebar apabila sudah ada gerombolan kecil diatas air. Tak banyak yang mengetahui bahwa tanaman ini memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai kerajinan dari eceng gondok.
Harga jual kerajinannya pun terbilang cukup tinggi. Mulai dari puluhan ribu bahkan sampai mencapai jutaan rupiah. Meski tanaman ini dianggap merugikan ekosistem di air, tapi jika sudah dibuat kerajinan maka memiliki nilai jual yang tinggi.
Bahkan banyak orang yang menggunakan eceng gondok sebagai pakan ternak agar tidak merusak ekosistem air. Kerajinan dari tanaman ini juga sudah terkenal sampai pasar internasional, lho. Jika tertarik untuk membeli atau bahkan membuat sendiri kerajinan dari tanaman ini, berikut beberapa contoh yang bisa dijadikan referensi:
Proses Produksi Kerajinan Enceng Gondok
Awal merintis kerajinan enceng gondok, Giyanti hanya memiliki karyawan sekitar 20 orang. Seiring berjalannya waktu, kerajinan enceng gondok semakin diminati konsumen dan jumlah pengrajin juga semakin meningkat.
Saat ini, jumlah pengrajin enceng gondok miliknya mencapai lebih dari 150 orang. Jumlah menyebar di beberapa Kapanewon di Gunungkidul, seperti Kapanewon Semanu, Tanjungsari, Ponjong, dan Panggang.
"Saya sendiri nggak mematok target produksi untuk setiap pengrajin. Karena sebagian besar dikerjakan oleh ibu rumah tangga dan rata-rata dijadikan pekerjaan sampingan," terang Giyanti.
Meski demikian, jika ada pesanan yang harus segera dikirim, Giyanti meminta para pengrajin untuk mengusahakan agar kerajinan tersebut segera selesai. Salah seorang pengrajin, Siwin (38), mengungkapkan, ia sudah menekuni kerajinan enceng gondok sejak 2002.
"Proses produksi kerajinan enceng gondok kan dilakukan secara bertahap. Ada yang buat untiran-untirannya saja, terus ada pengrajin yang membentuk pola, sampai ke proses finishing," ungkap Siwin saat ditemui Merdeka.com, Senin (01/12/2020).
"Kalau saya lebih memilih bikin untiran, ya, rata-rata pendapatan sehari bisa Rp60 ribu. Tapi kalau ndak ada kegiatan lain, ya, bisa lebih. Namanya juga ibu rumah tangga, banyak hal lain yang harus dikerjakan," imbuhnya.
Siwin juga menambahkan, di masa Pandemi seperti sekarang, adanya kerajinan enceng gondok sangat membantu perekonomian keluarga. Hal ini karena kerajinan enceng gondok tetap berproduksi, sehingga roda perekonomian keluarga tetap berjalan seperti biasa.
Manfaat Eceng Gondok sebagai Bahan Kerajinan Tangan yang Kreatif dan Ramah Lingkungan
Pernahkah Anda mendengar tentang pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan kerajinan tangan? Jika belum, jangan khawatir! Eceng gondok, yang sering dianggap sebagai rerumputan liar yang mengganggu, ternyata memiliki potensi yang luar biasa untuk dijadikan bahan kerajinan tangan yang kreatif dan ramah lingkungan.
Pada dasarnya, eceng gondok adalah tumbuhan air yang tumbuh subur di perairan dangkal dan lamban. Meskipun sering dianggap sebagai masalah lingkungan yang perlu diberantas, sebenarnya eceng gondok dapat dimanfaatkan dengan beragam cara, salah satunya adalah sebagai bahan baku untuk kerajinan tangan.
Salah satu manfaat utama dari eceng gondok sebagai bahan kerajinan tangan adalah keunikan seratnya. Serat eceng gondok yang kuat dan fleksibel memungkinkan para pengrajin untuk menciptakan berbagai macam produk dengan desain yang menarik. Mulai dari tas, dompet, hiasan dinding, hingga keranjang yang cantik dan fungsional – semua dapat dibuat dengan menggunakan bahan dasar eceng gondok.
Tidak hanya itu, penggunaan eceng gondok sebagai bahan kerajinan tangan juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Dengan memanfaatkan eceng gondok yang terkadang menjadi permasalahan di perairan, kita turut membantu mengurangi jumlah tumbuhan liar tersebut dan mencegah penyebarannya yang berlebihan. Dengan kata lain, kita dapat berpartisipasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus menciptakan produk kerajinan yang unik.
Selain keunikan dan manfaat ekologis yang dimiliki, produk kerajinan tangan dari eceng gondok juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Warna alami eceng gondok yang cenderung lembut dan tekstur seratnya yang halus memberikan sentuhan alami dan elegan pada produk kerajinan. Tidak hanya itu, penggunaan bahan baku alami ini juga dapat menjadi salah satu tren dalam industri kerajinan tangan, yang semakin dikembangkan dan dihargai oleh masyarakat.
Contoh Kerajinan dari Eceng Gondok
Harga jual kerajinan ini cukup tinggi, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Kerajinan yang bisa Anda coba di antaranya yaitu:
1. Sandal
Siapa sangka ternyata tumbuhan hama in bisa disulap menjadi sandal. Bahkan kerajinan tersebut bisa dijual dengan harga tinggi loh, apalagi dibuat dengan model unik sehingga menarik konsumen.
Pembuatan kerajinan ini cukup mudah, caranya dengan teknik menganyam seperti bambu maupun rotan. Namun sebelum dianyam pastikan eceng gondok tersebut sudah benar-benar kering supaya mudah di buat.
2. Keranjang Buah
Ingin tampilan meja makan terlihat cantik dan unik, yuk gunakan keranjang buah yang terbuat dari eceng gondok. Warna yang alami membuat tampilan keranjang semakin cantik dan sangat cocok diletakkan di meja makan.
Selain itu, kerajinan ini juga bisa dibawa kemana-kemana seperti bersantai di taman, memanen buah, dan lain sebagainya.
3. Tudung Saji
Perabotan dapur ini tentu mempunyai fungsi yang penting, yakni menutup makanan supaya nggak dihinggapi lalat maupun hewan lainnya.
Supaya tampilan meja makan lebih menarik daripada meja makan lainnya, maka bisa menggunakan tudung saji yang dibuat dari eceng gondok.
Bentuknya bulat dan memiliki aksen melengkung di gagang yang berfungsi untuk mengangkat tudung sajinya.
Cara Bertahan di Masa Pandemi
Selama masa Pandemi Covid 19, Giyanti mengaku usaha enceng gondok miliknya tidak mengalami penurunan pemesanan. Hanya saja pada awal Pandemi, memang sempat kesulitan mencari bahan baku karena beberapa daerah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, hal ini hanya berlangsung sebentar dan produksi kerajinan tetap berjalan.
"Selama Pandemi, kami tetap berproduksi dan nggak ada penurunan omzet. Sampai saat ini, Alhamdulillah masih stabil," katanya.
Tidak ada strategi khusus untuk mempertahankan usaha kerajinan enceng gondok agar tetap bertahan di masa Pandemi. Hal ini karena bahan baku enceng gondok masih sangat mudah didapatkan, sehingga untuk proses produksi tidak mengalami kendala. Hanya saja, untuk mempertahankan sebuah usaha agar tetap berproduksi, harus bisa menjaga kepercayaan konsumen.
"Kalau orang kerjasama kan yang dipegang ketepatan waktu, jadi bagaimana caranya harus sesuai target, melakukan inovasi, dan tetap menjaga kualitas produk," pungkasnya.
Tags: gondok eceng