Mengapa Benang Atas Sering Putus - Penyebab dan Solusi dalam Kerajinan Menjahit dan DIY
Kerusakan Mesin Jahit dan Cara Mengatasinya (Pemula)
Kerusakan mesin jahit merupakan masalah umum yang dapat mengganggu produktivitas dan kreativitas para penjahit. Mesin jahit yang bekerja dengan baik adalah alat penting dalam dunia fashion, kerajinan, dan pembuatan tekstil.
Meskipun mesin jahit dirancang untuk keandalan, kerusakan dapat terjadi karena pemakaian yang intensif, keausan komponen, atau masalah mekanis. Kerusakan umum meliputi benang yang sering putus, jarum patah, atau ketegangan benang yang salah.
Selain itu, ada masalah teknis seperti masalah motor, masalah pedal, atau kerusakan elektronik pada mesin jahit yang lebih modern. Memahami jenis-jenis kerusakan ini, penyebabnya, dan cara memperbaikinya adalah langkah penting dalam menjaga kualitas pekerjaan penjahit.

Pergerakan Kain Tidak Lancar
Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, meliputi banyaknya serat kain yang menumpuk di sekitar gigi penguap serta tinggi rendahnya gigi penguap yang tidak sesuai.
Jika jarum sering patah ketika digunakan untuk menjahit bahan tertentu, bisa jadi masalah tersebut muncul karena kualitas jarum yang digunakan kurang baik. Selain itu, masalah ini juga bisa muncul karena pemasangan yang tidak tepat serta jarum yang membentur sepatu, needle plate atau sekoci (bobin case).
Berikut adalah beberapa cara untuk masalah yang satu ini yaitu, ganti jarum lama dengan jarum baru yang berkualitas. Pasang jarum sesuai dengan buku pedoman yang disertakan mesin jahit. Periksa kembali apakah pemasangan sepatu, needle plate, dan sekoci sudah benar atau belum. Selain itu, berikut adalah informasi mengenai ukuran jarum yang cocok untuk bahan-bahan yang berbeda:
9: Sutra, chifon, voile, dan organdi
11: Paris, brokat halus, dan katun
13: Katun, shantung, tafeta, dan linen
14: Linen, poplin, semi wol, dan wol
16: Jeans tebal
18 dan 20: Terpal dan kain jok
DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

Berbagai Kerusakan Mesin Jahit dan Cara Mengatasinya
Ada banyak jenis kerusakan yang dapat terjadi pada mesin jahit, baik dari mesin jahit itu sendiri maupun yang berhubungan dengan jarum dan benang. Seperti penjelasan berikut:
1. Mesin Berisik
Biasanya hal ini terjadi mesin menjadi kotor akibat debu yang bertumpuk dan menyangkut di mesin. Termasuk juga sisa benang yang dipakai yang bisa membuat gigi mesin terganggu. Apalagi jika penggunaan minyak pelumas yang kurang berkualitas. Gesekan seperti ini bisa menimbulkan bunyi.
Cara mengatasinya cukup mudah namun memang harus dilakukan secara rutin, yaitu dengan membersihkan mesin dari bekas benang atau serat kain. Gunakan sikat gigi atau sikat kecil yang halus agar bisa mengangkat semua serpihan serat dan debu yang bersarang.
Gunakan minyak pelumas yang bermutu baik yang memang disesuaikan untuk mesin jahit. Jangan memberikan pelumas secara berlebihan agar tidak memberikan noda minyak pada kain.
2. Mesin Tidak Mau Menjahit
Jika masalah ini terjadi, solusinya adalah dengan memperhatikan “needle hook” yaitu tempat di mana jarum bekerja. Bukalah sekoci dan perhatikan apakah ada benang yang kusut. Karena biasanya masalah ini disebabkan oleh benang kusut yang menghalangi hook bekerja.
3. Pergerakan Kain Tidak Lancar
Meskipun bisa disebabkan oleh beberapa hal yang berbeda, namun umumnya masalah ini diakibatkan oleh tumpukan serat kain pada gigi penyuap. Hal lain adalah akibat gigi penyuap tidak sesuai tinggi rendahnya.

Fungsi Sekring
Fungsi dari sekring sendiri adalah sebagai berikut:
1. Menghindari terjadinya korsleting pada komponen kelistrikan vital seperti lampu-lampu, CDI/ ECU, serta komponen kelistrikan lain.
2. Menghemat biaya kerusakan, hal tersebut karena jika nantinya ada korsleting atau ketidak normalan arus listrik, maka yang akan dikorbankan pertama kali adalah fuse atau sikring ini. Fuse atau sikring ini harganya cukup murah kok, satu buahnya berharga kurang dari sepuluh ribu rupiah.
Perlu digaris bawahi bahwa sikring tidak sepenuhnya membuat komponen listrik aman dari terbakar atau putus atau mengalami kerusakan. Hal tersebut karena jika ketidak normalan pada sistem kelistrikan sudah parah maka sikring pun biasanya sulit mendeteksi ketidak normalan itu.
Contohnya bagaimana? Contohnya saat kiprok motor rusak maka biasanya arus berlebih dengan mudah langsung menyerang aki hingga lampu utama.
Selain itu jika motor terendam banjir saat keadaan sistem listrik menyala, maka biasanya kerusakan komponen listrik langsung menuju komponen-komponen vital.

Penyebab Sekring Honda Beat Sering Putus
Nah adapun penyebab dari Honda Beat yang sering mengalami putus pada sekring dapat diakibatkan oleh beberapa hal berikut:
1. Menggunakan lampu atau aksesoris kelistrikan yang tidak standar yang dapat memberi tambahan beban pada kelistrikan motor dan membuat sekring motor jadi mudah putus. Jangan gunakan lampu yang memiliki beban lebih tinggi dari lampu bawaan motor, terlebih pada sektor lampu utama dan lampu rem.
2. Ada kabel yang short atau koslet. Hal ini sering terjadi jika kita sering mengoprek kelistrikan motor atau karena motor sudah terlampau tua sehingga ada kabel positif dan kabel negatif pada motor yang terhubung dan menyebabkan sikring putus.
3. Kualitas sekring pengganti yang kurang berkualitas. Jika kita sudah mengalami putus sekring, maka usahakan gunakan pula sekring yang kualitasnya sama dengan sekring awal. Hal tersebut agar tidak menyusahkan kita dikemudian hari karena sekring yang murahan akan mudah kembali putus.
4. Ada kerusakan pada komponen kelistrikan motor yang mengalami kerusakaan namun tidak kunjung diperbaiki. Contohnya adalah kiprok motor yang rusak dan tak kunjung diperbaiki sehingga membuat sekring mudah putus.
Nah artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.
Hallo, Saya Irvan, Saya adalah blogger yang sudah aktif menulis mengenai seluk-beluk permotoran sejak tahun 2019 dan sekarang merambah ke permobilan. Saya adalah lulusan SMK Otomotif di tahun 2015 dan lulus sebagai Sarjana Ekonomi di tahun 2019.

Tags: benang penyebab putus