"Alasan Utama Benang Mesin Jahit Sering Putus"
Masalah umum dan cara praktis memperbaiki mesin jahit sendiri
Cara memperbaiki mesin jahit yang berisik
Mesin jahit yang suaranya tidak halus saat digunakan biasanya disebabkan pelumas sudah tidak cukup sehingga mesin tidak dilumasi dengan baik dan menimbulkan suara yang berisik. Cara praktis memperbaiki suara berisik tersebut adalah menambahkan pelumas.
Pilih pelumas yang berkualitas agar tahan lama dan bisa melumasi mesin dengan baik, merek khusus mesin jahit yang sering digunakan adalah Singer, caranya teteskan minyak pelumas ke bagian-bagian besi mesin yang bergerak seperti penutup gigi mesin.
Mesin yang berisik juga bisa disebabkan benang-benang nyangkut dan debu yang jarang dibersihkan. Cobalah gunakan sikat gigi bekas untuk menjangkau seluruh bagian yang berdebu, pastikan anda membersihkan seluruhnya baru teteskan pelumas pada bagian yang perlu.
Cara memperbaiki benang atas mesin jahit yang sering putus
Penyebab benang nyangkut lalu putus biasanya karena menjahit dari arah yang salah. Penyebab lain benang atas sering putus adalah pemasangan jarum jahit yang terlalu ke bawah sehingga benang tegang dan mudah putus.
Cara memperbaiki mesin jahit yang mengalami masalah ini adalah:
- Pastikan putaran roda mesin tidak terbalik. Caranya coba beberapa saat dan lihat arah putaran harus stabil ke arah yang benar
- Pastikan posisi jarum jahit pada mesin sudah benar (terpasang di posisi yang tepat)
- Pastikan nomor benang dan nomor jarum sesuai dengan kain yang akan dijahit. Tebal/tipisnya kain akan menentukan nomor jarum yang digunakan, nomor jarum yang salah bisa mengakibatkan benang putus berulang-ulang.
Baca juga artikel kami tentang : Cara menjahit baju

Kerusakan Mesin Jahit dan Cara Mengatasinya (Pemula)
Kerusakan mesin jahit merupakan masalah umum yang dapat mengganggu produktivitas dan kreativitas para penjahit. Mesin jahit yang bekerja dengan baik adalah alat penting dalam dunia fashion, kerajinan, dan pembuatan tekstil.
Meskipun mesin jahit dirancang untuk keandalan, kerusakan dapat terjadi karena pemakaian yang intensif, keausan komponen, atau masalah mekanis. Kerusakan umum meliputi benang yang sering putus, jarum patah, atau ketegangan benang yang salah.
Selain itu, ada masalah teknis seperti masalah motor, masalah pedal, atau kerusakan elektronik pada mesin jahit yang lebih modern. Memahami jenis-jenis kerusakan ini, penyebabnya, dan cara memperbaikinya adalah langkah penting dalam menjaga kualitas pekerjaan penjahit.

Tips memiilih ukuran jarum mesin jahit yang sesuai dengan kain
Beberapa masalah yang umum terjadi salah satunya disebabkan nomor benang yang tidak sesuai dengan jenis bahan. Nah untuk menghindari kesalahan memilih ukuran jarum, gunakan referensi berikut untuk menentukan nomor jarum yang tepat sesuai jenis kain.
- Jarum jahit nomor 9: Cocok untuk bahan chiffon, voile dan organdi
- Jarum jahit nomor 11: Cocok untuk bahan brokat halus dan katun
- Jarum jahit nomor 13: Cocok untuk bahan shantung, taffeta dan linen
- Jarum jahit nomor 14: Cocok untuk bahan linen, poplin, semi wool dan wool
- Jarum jahit nomor 16: Cocok untuk jeans tebal
- Jarum jahit nomor 18 dan 20: Cocok untuk bahan terpal dan jok
Nah sekarang kalau anda menemui masalah seperti diatas, anda sudah tahu cara memperbaiki sendiri mesin jahit di rumah. Dengan teratur membersihkan mesin dan memastikan pemasangan jarum dan perlengkapan dengan benar, anda akan menjahit dengan lebih nyaman.

Cara Memperbaiki Mesin Jahit Benang Loncat
Mesin jahit seringkali mengalami beberapa kendala selama penggunaan, salah satunya adalah masalah benang loncat yang dapat diakibatkan oleh sejumlah faktor. Berikut adalah beberapa cara yang dapat diambil untuk memperbaiki masalah benang loncat berdasarkan penyebabnya:
1. Ukuran Jarum
Benang loncat bisa disebabkan oleh penggunaan ukuran jarum yang tidak sesuai. Ukuran jarum yang terlalu besar atau terlalu kecil dapat mengakibatkan masalah ini. Solusinya adalah menggunakan ukuran jarum yang sesuai agar dapat menghindari jahitan loncat atau skip saat menjahit.
2. Jarum Bekas
Penggunaan jarum yang sudah tua dan aus juga dapat menyebabkan benang loncat. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya selalu menggunakan jarum jahit yang baru. Selain untuk mencegah benang loncat, penggunaan jarum baru juga dapat meningkatkan ketajaman benang jahit.
3. Kurang Oli
Mesin jahit yang kurang pelumasan akan mengakibatkan penurunan kinerjanya dan dapat mempengaruhi masalah benang loncat. Solusinya adalah dengan memberikan pelumasan secara teratur pada bagian-bagian tertentu. Pelumasan tidak hanya mencegah benang loncat tetapi juga memastikan pergerakan mesin jahit tetap lancar.
4. Kurang Tekanan
Tekanan benang yang terlalu kencang atau kendur dapat mengakibatkan kebingungan pergerakan mesin jahit, sehingga memicu benang loncat. Solusinya adalah dengan memastikan tekanan benang jahit sesuai dengan jenis kain yang digunakan, sehingga meminimalkan risiko benang loncat.
Dengan memperhatikan dan mengatasi penyebab-penyebab tersebut, pemilik mesin jahit dapat meningkatkan kualitas jahitan, mengurangi benang loncat, dan meningkatkan performa mesin jahit secara keseluruhan.
Itulah beberapa penyebab dan cara memperbaiki mesin jahit dengan kondisi benang lompat. Selamat mencobanya dan semoga bermanfaat.

Tags: jahit benang mesin penyebab putus