Seni Sulaman - Perancangan dan Produksi Kerajinan untuk Pasar Global
Ringkasan Buku Sekolah
Kelas 12 ( SMA / MA / SMK )
PRAKARYA
Bab I Wirausaha Produk Kerajinan untuk Pasar Lokal
Hukum ekonomi dasar menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara ketersediaan barang di pasar (supply) dengan permintaan pembeli (demand). Titik temu antara permintaan dan pengadaan adalah penetapan harga jual produk.
Ketersediaan barang yang melebihi permintaan pembeli akan menurunkan harga barang. Sebaliknya, ketersediaan barang yang lebih rendah daripada permintaan pembeli, dapat menyebabkan harga barang menjadi tinggi.
Rancangan produk terwujud melalui kegiatan wirausaha dengan didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia, material, peralatan, cara kerja, pasar, dan pendanaan. Sumber daya yang dikelola dalam sebuah wirausaha dikenal pula dengan sebutan 6M, yakni Man (manusia), Money (uang), Material (bahan), Machine (peralatan), Method (cara kerja), dan Market (pasar).
Kegiatan wirausaha dapat dibagi menjadi tiga tahapan.
1) Pembentukan organisasi dan pembagian tugas
2) Menetapkan target dan strategi
3) Membuat jadwal kegiatan
4) Menetapkan biaya produksi dan harga jual, pembiayaan serta alur keuangan
1) Melakukan produksi
2) Melakukan Quality Control (QC)
3) Melakukan pengemasan
4) Melakukan promosi, penjualan, dan distribusi
1) Evaluasi kinerja dan keuangan
2) Penyusunan laporan evaluasi
Membuat Studi Model (Prototyping)
Studi model merupakan sketsa ide yang dibuat pada proses sebelumnya menjadi format dimensi. Perancangan produk kerajinan dalam pasar global tentunya akan dibuat dalam tiga dimensi namun ketika kamu membuat studi model dengan dua dimensi kamu akan memperoleh gambaran detail tentang apa yang ingin kamu buat serta dapat membantu dalam proses produksi kerajinan tersebut.
Alat bantu yang bisa digunakan dalam membuat studi model diantaranya yaitu gunting cutter, lem, selotip dan lain-lain yang mendukung untuk penggambaran sketsa produk kerajinan. Alasan mengapa prototype atau pembuatan studi model menjadi faktor pentingnya produk kerajinan untuk pasar global karena dalam membuat sebuah konsep perlu adanya pemetaan terlebih dahulu agar detail-detail di kecil dapat diperhatikan sehingga tidak melupakan bagian terpenting yang harus dibuat dalam produk kerajinan.
Banyak pengrajin yang sudah memiliki pengalaman terkadang meninggalkan faktor ini, hal ini tentu tidaklah salah karena untuk membuat studi model atau prototipe merupakan pilihan dari masing-masing pengrajin.
Namun yang perlu diingat adalah untuk membuat inovasi produk kerajinan kita akan selalu membutuhkan yang namanya pembuatan studi model sehingga dapat memudahkan kita menulis dan menggambar ide dan gagasan untuk menghasilkan produktivitas kerajinan terbaik.
Menemukan Ide Produk Kerajinan
Biasanya pengrajin sangat jarang memiliki usaha secara independen atau sendiri, hal itu dikarenakan pengrajin memiliki kelompok yang memiliki tugas dalam bidangnya masing-masing sehingga membutuhkan berbagai elemen untuk menghasilkan sebuah kerajinan.
Untuk membuat sebuah kerajinan perlu adanya ide produk kerajinan yang bisa dikembangkan melalui kelompok pengrajin, setiap kelompok kerajinan dapat mengadakan brainstorming atau curah pendapat agar mendapatkan ide produk kerajinan yang tepat.
Setiap anggota dalam kelompok ini harus mengekspresikan diri untuk menghasilkan ide dan gagasan yang bervariasi jangan sampai ada yang takut salah karena kunci sukses dari tahap ini yaitu menemukan ide terbaik berdasarkan masukan dari semua anggota.
Ketika ide tersebut disepakati bersama oleh kelompok pengrajin maka motivasi untuk menciptakan dan menghasilkan sebuah kerajinan dapat memiliki proses yang lancar serta optimal. Temukan ide dan gagasan yang terbaik melalui pertimbangan kelompok dari proses awal hingga akhir.
B Perancangan dan Produksi Kerajinan untuk Pasar Lokal
1. Mencari Ide Produk dengan Curah Pendapat
Gambar . Contoh sketsa ide rak pada proses brainstorming
Sumber: jgroffinsteward.com, houszz.com, gopixpic.com
Cara yang dapat dilakukan adalah melalui curah pendapat (brainstorming) yang dilakukan dalam kelompok.
Rasionalisasi adalah proses mengevaluasi ide-ide yang muncul dengan beberapa pertimbangan teknis, di antaranya, bagaimana cara menggunakan produk tersebut? Apakah material yang ada sudah tepat untuk mewujudkannya?
3. Prototyping atau Membuat Studi Model
Studi model dapat dilakukan dengan material sebenarnya maupun bukan material sebenarnya.
4. Penentuan Desain Akhir
Studi model dapat menghasilkan 3 sampai 5 buah model. Penetapan desain akhir dapat dilakukan melalui diskusi atau evaluasi.
Produksi Kerajinan untuk Pasar Lokal
Tahapan produksi secara umum terbagi atas pengolahan bahan atau pembahanan, pembentukan, perakitan, dan finishing.
Metode Produksi dan Keselamatan Kerja
Produksi dapat dilakukan dengan metode tradisional atau modern.
Pada metode tradisional, satu orang melakukan setiap tahapan produksi, sedangkan pada metode modern, satu orang hanya melakukan satu tahap produksi.
Kemasan sebagai Bagian Penting Kerajinan untuk Pasar Lokal
Kemasan produk kerajinan berfungsi untuk melindungi produk dari benturan dan cuaca, serta memberikan kemudahan membawa. Kemasan juga berfungsi untuk menambah daya tarik dan sebagai identitas atau brand dari produk tersebut.
Tags: kerajinan untuk produk global