"Strategi Penetapan Harga Produk Kerajinan di Pasar Lokal"
5 Cara Menghitung Harga Jual dengan Mudah
Hi, guys! Pernah gak elo bertanya-tanya, “Kenapa ya, kok ada produk yang harganya mahal, ada juga yang murah, bahkan murahnya kebangetan!?”. Nah, hal ini bisa terjadi karena ada cara & rumus menentukan harga jual pada suatu produk.
Perlu elo tau kalo penentuan harga jual produk tidak diputuskan seenaknya lho. Yuk, kita bahas cara & rumus menentukan harga jual.
Ada beberapa pertimbangan dari para pedagang sehingga mereka menemukan rumus harga jual yang pastinya masih menguntungkan.
Indikator yang harus dipertimbangkan untuk memperoleh rumus menentukan harga jual antara lain adalah biaya-biaya yang muncul selama proses produksi. Tapi apakah hanya biaya produksi aja?
Nah, melalui artikel ini, gue akan membahas secara rinci mulai dari pengertian, cara mencari harga jual hingga faktor apa saja yang menentukan harga jual produk tersebut. Simak sampai selesai ya!
Komponen Penting Ketika Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan
Ketika menentukan harga jual produk, pastinya terdapat beberapa komponen penting dalam menentukan harga jual produk agar tidak rugi. Bahkan cara menentukan harga jual produk fashion dan cara menentukan harga jual produk makanan memiliki komponen penting dalam hal menentukan harga jual. Harga jual produk adalah harga yang Anda tentukan dalam menjual suatu produk. Simak terus artikel berikut untuk tahu cara hitung harga jual.
Komponen-komponen yang penting ketika menentukan harga jual produk kerajinan adalah:
- Biaya Modal (BM) yang dapat dikatakan seluruh barang yang menjadi alat patokan dalam proses pembuatan produk. Seperti mesin jahit, gunting, dan alat tambahan lainnya.
- Material/Bahan (M) yang dapat dikatakan seluruh biaya yang digunakan untuk membuat sebuah produk. Seperti Kain kanvas, benang rajut, dan lain sebagainya sesuai dengan kerajinan yang dibuat.
- Upah Lelah (UL), ini ditentukan sesuai dengan kerumitan produk yang dibuat.
- Biaya Operasional (BO), biaya yang termasuk dalam operasional adalah biaya packing, transportasi, pulsa, kuota internet, dan listrik.
- Keuntungan (K) yang selalu diharapkan dalam setiap bisnis maupun jualan. Anda dapat mengalokasikan keuntungan yang Anda harapkan dalam bentuk persentase.
Komponen-komponen diatas merupakan hal penting dalam menentukan harga jual yang dapat dirumuskan menjadi:
Harga Jual = (BM + M + UL + BO) + K
Biaya Distribusi dan Pemasaran
Selain biaya produksi, produsen kerajinan juga perlu mempertimbangkan biaya distribusi dan pemasaran. Beberapa biaya distribusi dan pemasaran yang umum termasuk:
1. Biaya penyimpanan: Biaya penyimpanan meliputi biaya menyewa ruang penyimpanan untuk menyimpan stok produk kerajinan. Biaya ini dapat bervariasi tergantung pada ukuran stok dan lokasi penyimpanan.
2. Biaya distribusi: Biaya distribusi merujuk pada biaya mengirim produk kerajinan dari produsen ke toko-toko atau agen penjualan. Biaya ini dapat termasuk biaya transportasi, biaya bongkar muat, dan biaya penanganan barang.
3. Biaya penjualan: Biaya penjualan mencakup biaya yang terkait dengan aktivitas penjualan seperti komisi penjualan, biaya promosi penjualan, dan biaya lainnya yang terkait dengan upaya penjualan produk kerajinan.
4. Biaya layanan pelanggan: Biaya layanan pelanggan meliputi biaya yang terkait dengan memberikan dukungan pelanggan seperti layanan purna jual, pemeliharaan produk, dan pengembalian barang.
Apa Itu Harga Jual?
Sebelum membahas mengenai cara mencari harga jual, elo harus memahami dulu apa pengertian dari harga jual.
Hmmm .. apakah seperti itu definisi dari harga jual?
Menurut Mulyadi, dalam buku Akuntansi Biaya tahun 2005, pengertian harga jual adalah besarnya harga yang akan dibebankan kepada konsumen, dan diperoleh atau dihitung dari biaya produksi ditambah biaya non produksi, serta laba yang diharapkan.
Berarti dari definisi ini elo udah bisa tau kalau harga jual diperoleh dari hasil biaya produksi + biaya non-produksi + laba yang diharapkan.
Yap , penentuan harga jual sangat penting bagi perusahaan, karena dari situlah dapat ditentukan laba yang akan diperolehnya.
Meski terlihat mudah, nyatanya penentuan harga jual gak semudah itu lho . Terdapat dua tantangan yang harus dihadapi, antara lain:
- Pertama, harga jual yang terlalu murah akan menjual produk atau jasa lebih banyak. Namun, keuntungan yang akan dihasilkan tidak lebih banyak, bahkan bisa rugi lho .
- Kedua, harga jual yang terlalu mahal, akan membuat produk atau jasa yang terjual sedikit, bahkan tidak ada. Pelanggan tidak merasa rela untuk mengeluarkan uang hanya untuk produk mahal yang perusahaan keluarkan.
Terlebih jika kompetitor perusahaan tersebut menjual produk atau jasa yang sama dengan harga jauh lebih rendah. Hal ini juga bisa membuat perusahaan rugi.
Biasanya kedua hal ini terjadi karena kesalahan perhitungan harga pokok penjualan (HPP). Atau perusahaan kurang pandai dalam melakukan riset supplier , sehingga mendapatkan bahan pokok yang mahal. Itulah mengapa elo harus paham cara & rumus menentukan harga jual.
Cara Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan
Beberapa cara menentukan harga jual produk kerajinan yang dapat Anda terapkan untuk mendapatkan keuntungan maksimal:
- Anda dapat menerapkan markup pricing, dimana ini adalah metode yang dilakukan untuk menentukan harga jual dengan cara menambah harga beli (modal) dan keuntungan yang ingin Anda ambil. Metode ini cukup sederhana dan banyak digunakan pelaku bisnis. Rumus markup pricing adalah harga jual = bahan baku modal + (bahan baku modal x markup).
- Anda juga dapat menerapkan margin pricing, dimana metode ini terlebih dahulu menentukan berapa harga produk yang akan dijual. Rumus margin pricing adalah Margin = (Harga jual – Bahan baku modal) / Harga jual.
- MSRP (Manufacturer Suggested Retail Price), dimana MSRP ini adalah cara menentukan harga jual yang sudah diatur atau diberikan oleh produsen. MSRP di Indonesia sendiri lebih dikenal dengan istilah harga eceran yang disertakan. Tetapi bisa juga menaikkan maupun menurunkan harga. MSRP lebih umum ditemukan dalam perusahaan manufaktur, seperti kendaraan mobil, motor, dan obat-obatan.
- Anda juga dapat menerapkan VBP (Value Based Pricing), dimana metode ini membutuhkan responden dan survey. Lebih tepatnya pebisnis melakukan riset pasar dengan menanyakan kepada responden berapa harga jual yang tepat atau pantas.
- Anda juga dapat menerapkan Keystone pricing, dimana metode ini adalah menggandakan harga beli atau modal dari produk yang akan dijual. Metode ini sangat menguntungkan karena profit yang dihasilkan dapat mencapai dua kali lipat atau lebih dari harga modal.
- Anda juga dapat mencoba menerapkan bundling, meski keuntungan yang didapat tidak banyak tetapi ini cukup efektif untuk menaikkan produk yang dijual dan terlihat terjual lebih banyak.
Tags: kerajinan untuk produk jual