... Pewarnaan Benda Kerajinan: Kapan dan Bagaimana Tahap Pengecatan Dilakukan?

Pewarnaan Benda Kerajinan - Tahapan Penting dalam Proses Pembuatan

Karakteristik Kerajinan Bahan Lunak

Kerajinan bahan lunak adalah sebuah hasil karya atau produk kerajinan yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak.

Sama seperti kerajinan pada umumnya, kerajinan bahan lunak juga memiliki jenis dan karakteristik tersendiri. Nah, berikut ini beberapa karakteristiknya:

  1. Mudah dibentuk
  2. Bahan lunak sangat mudah terurai oleh tanah
  3. Tanpa memerlukan alat yang banyak saat membuatnya
  4. Bahan lunak bisa didapatkan dari alam yang berada di sekitar dan tentunya tidak membutuhkan banyak biaya.
  5. Mudah disesuaikan dengan alam sekitar, artinya karya yang dihasilkan tersebut dari bahan lunak tidak akan mudah hancur sesuai dengan alam sekitar.

Prinsip Kerajinan Bahan Lunak

Bahan lunak sebagai bahan kerajinan juga mempunyai prinsip-prinsip antara lain ialah:

Pada bagian ini tahapan pembuatan kerajinan hanya akan menggunakan tangan-tangan yang handal sebagai tenaga manual dalam proses pembuatan kerajinan, walaupun kerajinan yang diperlukan banyak.

Dalam prinsip ini proses pembuatan kerajinan akan dilakukan secara terus menerus berdasarkan pada kecakapan teknik. Biasanya kerajinan yang dihasilkan juga memiliki ciri khas tertentu, detail, dan terkesan yang rumit.

Dalam prinsip ini proses pembuatan kerajinan yang dibuat akan lebih mengutamakan nilai guna yang mempunyai sifat umum, akan tetapi masih dipengaruhi dengan nilai-nilai tradisional maupun adat istiadat.

Penutup

Kerajinan bahan ini akan mempunyai nilai jual yang tinggi karena bentuknya yang unik dan menarik. Selain digunakan sebagai benda hias, kerajinan dari bahan lunak juga bisa digunakan untuk beberapa keperluan.

Demikian penjelasan mengenai kerajinan bahan lunak, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

2 komentar untuk “Kerajinan Bahan Lunak”

Cara Membuat Sasirangan

1. Tahap Persiapan

Pertama, siapkan dulu bahan-bahan untuk mendesain kain. Seperti kain putih, benang dan jarum, tinta warna-warni, serta gunting. Siapkan juga peralatan lain pensil hitam, dan penggaris untuk membuat pola pada kain.

2. Tahap Pembuatan

Selanjutnya adalah tahap membuat pola-pola pada kain sasirangan sebagai patokan menjahit. Kemudian, jahit pola-pola itu dengan metode jelujur menggunakan benang putih atau bahan perintang yang sejenis. Jarak jelujurnya adalah sekitar dua sampai tiga milimeter.

Macam-macam pola jelujur untuk sasirangan |Foto: mitraikhtiar.blogspot.com

3. Tahap Pewarnaan

Tahap ketiga adalah memberi warna pada kain dengan cara mencelup atau mencoletnya. Begitu sudah mendapat warna, maka inilah waktunya melepas jelujur dan mencuci kain. Keringkan kain di tempat yang sejuk dan jangan terkena sinar matahari langsung.

4. Tahap Perawatan

  1. Pada pencucian pertama, pisahkan kain dengan cucian lain.
  2. Cuci dengan pewangi atau pelembut atau deterjen cair khusus "kain batik". Hindari memakai deterjen bubuk.
  3. Cuci manual dengan tangan, jangan dimasukkan mesin cuci agar kain tidak rusak.
  4. Saat menjemur letakkan di tempat yang teduh dengan posisi kain terbalik (bagian dalam menjadi di luar)
  5. Jika disetrika, sesuaikan panasnya dengan jenis bahan kain.
Sumber:
https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/kain-sasirangan/
https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailCatat=937
https://regional.kompas.com/read/2022/07/26/152921478/mengenal-sasirangan-asal-kalimantan-selatan-sejarah-ciri-ciri-dan-motif?page=all
https://www.orami.co.id/magazine/kain-khas-kalimantan-selatan
https://indoborneonatural.blogspot.com/2015/01/mengenal-jenis-dan-macam-macam-motif.html
https://sasiranganmodern.blogspot.com/2016/05/motif-sasirangan-banjar-bag-1.html
https://mitraikhtiar.blogspot.com/2013/03/batik-sasirangan.html

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu

Penerapan ragam hias pada kayu umumnya terdapat di atas permukaan kayu berbentuk dua dimensi dan tiga dimensi. Banyak perabotan dari kayu dan bagian bangunan yang diberi sentuhan ragam hias dengan tujuan untuk menambah nilai keindahan dan juga mengandung makna simbolis. Hal ini banyak dilakukan oleh masyarakat adat tradisional sebagai bentuk budaya yang dilakukan secara turun temurun.

Penerapan ragam hias pada bahan kayu terdapat pada benda-benda kerajinan tradisional antara lain seperti topeng kayu, tameng/ perisai kayu, bagian rumah adat tradisional, perabotan rumah tangga, hiasan dinding, dan lain-lain.

1. Contoh Ragam Hias pada Kerajinan Topeng Kayu

2. Contoh Ragam Hias pada Tameng/Perisai

3. Contoh Ragam Hias pada Rumah Adat

4. Perabot Rumah tangga


Tags: kerajinan pada tahap

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia