Menyulam Seni - Menghadirkan Kecantikan Budaya Melalui Bingkai Wayang Kulit
Kelir
Kelir sebagai tempat bayangan wayang ditampilkan. (Desawisatamas.com)
Dalam Lontar Dharma Pewayangan, kelir merupakan simbol atau lambang akasa atau langit. Kelir merupakan kain putih seperti layar yang dibentangkan. Bayangan wayang akan muncul di kelir ini.
Kelir juga menjadi pembatas antara penonton dengan dalang wayang di Bali. Seperti diketahui, dalam pementasan wayang di Bali, dalang wayang berada di belakang kelir atau tidak terlihat penonton. Sangat berbeda dengan pertunjukan wayang di Pulau Jawa.
Ukuran kelir berbeda-beda, tergantung kebutuhan dari dalang dan kondisi pementasan. Pada zaman dahulu, kelir dibuat sangat sederhana. Saat itu, beberapa pergelaran wayang menggunakan kelir dengan hiasan yang memberi kesan mewah. Biasanya menggunakan perlengkapan bernama gayor, yang digunakan untuk mengikat tali dan membentangkan kelir. Gayor dibuat dari kayu dengan ukiran khas Bali.
Penutup
Pembuatan kerajinan dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai bahan, baik alami maupun buatan. Meskipun bahan alami berasal dari alam, kerajinan bahan buatan yang dibuat oleh manusia memiliki nilai jual dan estetika yang tidak kalah penting.
Terdapat berbagai teknik pembuatan produk kerajinan bahan buatan, tergantung pada jenis bahan yang digunakan. Untuk bahan keras seperti logam, kaca, kawat, kaleng, dan timah, teknik-teknik seperti las, patri, ukiran, dan bubut sering digunakan. Sementara itu, untuk bahan lunak, seperti cetak, coil, putar, tenun, dan bordir, digunakan dalam pembuatan kerajinan.
Beberapa contoh kerajinan bahan buatan yang bisa dibuat termasuk kerajinan sabun batangan dengan teknik ukir atau cetak, kerajinan gips dengan mencetak dan memodifikasi gypsum, kerajinan lilin dengan mencairkan lilin dan mencetaknya dalam cetakan, kerajinan plastik dengan mengubah kemasan bekas menjadi tas, dompet, dan lain-lain, kerajinan clay dengan membentuk tanah liat menjadi bentuk yang diinginkan, kerajinan kain dengan memotong atau menjahit kain menjadi produk seperti tas atau baju, kerajinan kaca dengan teknik cold working, flameworking, fusing, hot sculpting, dan slumping, kerajinan fiberglass dengan mencampurkan filamen kaca dan resin dalam cetakan, kerajinan kulit sintetis dengan memanfaatkan kulit sintetis menjadi tas, sandal, dan sepatu, dan kerajinan bubur kertas dengan menghancurkan kertas dan membentuknya menjadi berbagai produk.
Nah, sekian 10 contoh yang menarik untuk dicoba. Kerajinan bahan buatan di atas kebanyakan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar. Jadi, kamu tidak perlu kesulitan dalam mengkreasikan produk kerajinan bahan buatan yang dimodifikasi.
Tags: kerajinan yang produk kulit hiasan