... 10 Ide Produk Kerajinan Keramik DIY yang Mudah Dibuat Sendiri

"Keajaiban Kerajinan Keramik - Memperindah Rumah Anda dengan Karya Seni Terbaik!"

Kerajinan Kayu

Apabila pada pembahasan sebelumnya kayu dijadikan sebagai bahan utama pembuatan kerajinan ukir, maka kali ini kayu digunakan sebagai pembuatan jam. Bagi milenial mungkin bukan hal yang mengherankan lagi.

Sebab, belakangan ini banyak hadir merek jam tangan yang dibuat menggunakan bahan dasar kayu. Salah satu merek jam tangan kayu yang terkenal dan menjadi salah satu wirausaha produk kerajinan untuk pasar global adalah Matoa.

Sebagai produk jam tangan lokal asal Bandung, Jawa Barat, Matoa hadir dengan konsep yang unik dan berbeda jam tangan lainnya. Sebab, Matoa menghadirkan jam tangan dengan kolaborasi seni, kreativitas dan pola pikir ekologi.

Maka dari itu, hasil dari jam tangan Matoa ini berbeda, unik dan menarik. Dengan begitu, tidak heran bukan apabila kerajinan kayu jam tangan ini masuk di wirausaha produk kerajinan untuk pasar global.

Upaya Pemerintah

Pemerintah lewat Kementerin Perdagangan melakukan serangkaian seminar web untuk meningkatkan peluang ekspor ke berbagai negara di dunia. Salah satu seminar webnya mengambil tema Mendorong Ekspor Produk Kerajinan Tangan ke Pasar Jepang” yang digelar secara virtual pada Rabu, 30 Juni 2021. Pada kesempatan ini diundang pembicara yang merupakan importir produk-produk kerajinan Asia ke Jepang yang sekaligus Direktur Utama dari PT Kasana Internasional Kreatif, Yoshio Yokobor.

Seminar web tersebut menyampaikan mengenai berbagai informasi yang diharapkan membuat para pelaku usaha kerajinan bisa menangkap informasi mengenai tren yang berkembang di masyarakat Jepang, referensi konsumen di Jepang, regulasi yang berlaku, serta standar produk agar dapat dijual di negara bersangkutan. Sehingga, akhirnya para pelaku usaha dapat mengembangkan strategi untuk bisa memasuki pasar internasional khususnya negara Jepang itu sendiri.

Dalam seminar web tersebut, terungkap banyak peluang produk ekspor ke Jepang seperti fesyen. Indonesia rutin mengekspor topi renda dan penutup kepala lainnya, wig sintetis (synthetic wigs dan wigs), janggut palsu (false beards), alis dan bulumata palsu dari rambut manusia (eyebrows and eyelashes of human hair).

Business matching melibatkan lima pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor untuk produk fesyen dan tujuh pelaku UKM berorientasi ekspor untuk produk kerajinan tangan binaan BBPPEI dan BHMTC.

Distribusi logistic pun tergaggu akibat adanya pembatasan dan control yang ketat. Program Indonesian SEA dicanangkan oleh pemerintah sebagai penjawab permasalahan-permasalahan tersebut. Pemerintah akan berupaya mendata keberadaan muatan apa saja yang akan diekspor, terkhusu muatan yang berasal dari para pengusaha UKM. Akan diklasifikasikan juga muatannya seperti apa, berapa banyak container yang akan digunakan, Pelabuhan tujuan ekspornya ke Pelabuhan mana.

Nantinya terdapat juga sebuah media komunikasi untuk memperlancar kegiatan tersebut yaitu Shipping Enterprises Alliance Communication Media (SEACOMM). Media komunikasi tersebut akan digunakan sebagai jembatan antara pengusaha pelayaran dan produsesn terkait ketersediaan ruang muat di atas kapal.

4. Piring Hias

Kerajinan dari keramik lainnya yang wajib dimiliki oleh pecinta keramik ialah piring hias yang cantik.

Penempatan piring hias cantik sebagai pajangan yang unik tidak hanya disimpan di meja saja, tapi bisa juga disimpan pada dinding rumah supaya tidak terlihat monoton, dan tampak unik.

Sebelum menjadikan piring hias sebagai salah satu jenis kerajinan unik di rumah, ada baiknya untuk memilih tema sesuai preferensi desain rumah.

Dengan begitu, piring hias tersebut memiliki satu kesatuan desain yang tepat, sehingga terlihat cocok saat dipajang di dinding atau meja sekalipun.

Selain terlihat indah untuk dipandang, harga piring hias juga cukup terjangkau.

Mulai dari Rp40 ribuan saja, kamu sudah bisa memilih piring hias yang dapat meningkatkan nilai estetika rumah.

Piring keramik berbagai motif di Shopee, harganya kurang dari Rp50 ribu!

Dampak Pandemi dan Peluang Pertumbuhan

Pandemi COVID-19 memberikan berbagai dampak bagi seluruh lapisan masyarakat. Industri kerajinan juga terdampak akibat penyakit menular lewat tetesan ini. Dampaknya banyak terasa pada biaya logistijk yang meningkat.

Contohnya adalah hambatan proses pengurusan sertifikat layak fungsi, masih berlakunya sistem verifikasi legalitas kayu yang meningkatkan biaya, stabilitas harga dan pasokan kayu, kelangkaan bahan baku rotan, dan masalah bahan-bahan penunjang produk kerajinan seperti mur, baut, dan juga kain tekstil.

Pelaku UKM mebel dan angkota HIMKI menyebutkan bahwa terjadinya peningkatan biaya muat barang sebesar 500% pada 2020. Di mana sebelum pandemic, biaya muat berkisar 2.800 dolar AS unuk mengirim barang ke Jerman. Sedangkan saat pandemic ini, harganya naik menjadi 12.800 dolar AS untuk mengirimkan barang ke Jerman dan membutuhkan sekitar 20.000 dolar AS untuk mengirimkan barang ke Amerika Serikat.

Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia menyatakan bahwa tetap optimis dengan kondisi pemulihan sekarang ini. Ia menuturkan bahwa industry ini masih memiliki peluang yang besar dan akan terus mengalami pertumbuhan.

Ia juga percaya bahwa dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang melimpah selagi memperbaiki dan meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia dapat menjadikan Indonesia sebagai pemimpin pasar untuk industri kerajinan di Asia Tenggara.

Peluang ini juga sejalan dengan hasil penelitian Research And Markets yang menyebutkan bahwa infusti furnitur dan kerjinan global akan tumbuh sebesar 18,9% atau menjadi 671,07 miliar dolar AS yang sebelumnya sebesar 564,17 miliar dolar AS.

Semangat Bangkit

Pandemi memang membuat banyak permasalahan kompleks, namun di satu sisi juga memberikan peluang yang besar bagi industri. Industri kerajinan sendiri masih memiliki banyak peminat dan banyak sekali yang bisa dilakukan oleh para pengrajin.

Dengan banyaknya peluang di masa depan, para pengrajin bisa meningkatkan standar dan kualitas produk selaras dengan meningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah juga berupaya mendorong agar ekspor kerajinan dapat menjadi komoditas yang membuat neraca perdagangan Indonesia surpus dan menciptakan cadangan devisa bagi negara.

Selayaknya sebuah perahu naga, pemerintah dan para pengrajin harus bahu-membahu menggenjot perekonomian dan ekspor demi kapal industry kerajinan bisa tetap menglaju pada kecepatan yang tinggi.

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.


Tags: kerajinan produk

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia