Seni dan Keindahan dalam Proses Pembuatan Kain Tenun - Panduan DIY dan Keterampilan Menjahit
Proses Pembuatan Kain Tenun Sumba
Proses pembuatan kain tenun sumba – Sumber: FrameATrip.com
Kain tenun sumba timur khususnya biasanya dibuat selama tiga tahun lamanya. Tak heran jika kamu harus membayar dengan uang yang cukup mahal untuk membeli sebuah kain tenun yang berasal dari sumba timur. Kenapa bisa selama itu?
Alasannya adalah pembuatan kain tenun sumba timur ini memiliki 42 tahap pengerjaan. Awal mula pembuatannya ini dimulai dengan meramu tumbuhan dan hewan sebagai bahan pewarna kain.
Tahapan lain dalam pembuatan kain Sumba ini juga menguji kesabaran seperti menyimpannya dalam keranjang tertutup untuk mematangkan warnanya.
Dalam tahap ini kain itu dibiarkan tidur, seperti kita menidurkan anak. Dalam proses ini penenun membiarkan alam ikut campur agar kain menjadi lebih indah.
Baca juga artikel lainnya:
Proses pembuatan kain tenun
Mengenal Kain Tenun NTT, Dari Proses Pembuatan Sampai Jenisnya! – Kamu udah sering bolak-balik liburan ke Nusa Tenggara Timur, tapi belum pernah bawa oleh-oleh kain tenun khasnya? Atau mungkin belum familiar nih?!
Kain tradisional khas Indonesia yang dibuat dengan cara ditenun atau biasa kita sebut sebagai Kain Tenun sebenarnya hampir dimiliki oleh sebagian besar daerah di Indonesia. Tentu dengan ciri khasnya masing-masing.
Gak terkecuali dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kain tenun di NTT ini diberdayakan dan dikembangkan hampir oleh setiap suku yang ada di sana, lho!
Oleh karena itu, kalau kamu main ke provinsi di Timur Indonesia ini, kamu pasti akan menemukan banyak kain tenun dengan berbagai jenisnya.
Di NTT, kain tenun dikenal sebagai salah satu harta kekayaan keluarga yang bernilai tinggi lho Sobat Indahnesia! Semakin sulit pembuatan dari kain tenun itu sendiri, maka semakin mahal pula harganya.
Jangan kaget yaa saat kamu menemukan kain tenun NTT dengan harga yang cukup fantastis!
Tingginya harga kain tenun NTT, menjadikan kain ini masih tetap punya nilai jual bahkan jika kain itu berstatus “bekas pakai”. Keren ya guys, sudah seperti brand-brand kelas internasional!
Intip Proses Pembuatan Kain Tenun Khas Bima
pexel.com/Kiara Coll
Warga di Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki salah satu mata pencaharian, yaitu menenun. Kota ini dijadikan sebagai tempat wisata sekaligus sebagai tempat membeli kain tenun khas Bima.
Jenis alat tenun yang digunakan oleh masyarakat Bima adalah alat tenun jenis Gedogan, yaitu dengan cara alat tenun dipangku oleh penenun dan posisi duduk serta kaki penenun yang diselonjorkan.
Salah satu hasil tenun Bima adalah Tembe atau sarung. Contohnya Tembe Nggoli, Tembe Songke, Tembe Me'e dan Tembe Kafa Nae yang merupakan jenis kain tenun Bima dengan beberapa motif. Motifnya antara lain Kakando, Nggusu Waru, Nggusu Tolu, B'ali Mpida, B'ali Lomba,Tagambe, serta Aruna.
Kain tenun Bima juga ada yang dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari seperti Tembe Nggoli dengan bahan yang sangat nyaman serta lembut untuk digunakan. Apalagi kain ini akan terasa hangat saat musim dingin dan terasa dingin saat cuaca yang panas. Kain sejuta umat masyarakat Bima ini dapat digunakan untuk salat, tidur, digunakan sebagai rimpu (menutup tubuh bagian atas) untuk perempuan dan katente untuk lelaki. Selain itu, ada jenis kain tertentu seperti songke yang digunakan pada acara-acara formal seperti upacara adat atau hajatan.
Dalam menenun kainnya, terdapat empat proses utama yaitu penggulungan benang atau “Moro Kafa”, pemisahan benang atau “Ngane Kafa”, “Luru Kafa”, dan yang terakhir adalah “Muna”. Selembar kainnya membutuhkan waktu pembuatan yang lumayan lama karena masih menggunakan cara manual dan juga alat-alat tradisional untuk menjaga kualitas kain tenun itu sendiri. Ini beberapa proses dalam membuat kain tenun tradisional Bima.
Ngane Kafa (pemisahan benang)
Dok. Pribadi/Ayu Mara Qonita
Di kelurahan Ntobo Kecamatan Raba Kota Bima, hanya terdapat lima orang tukang ngane. Selain mendapat orderan ngane dari warga Ntobo, mereka juga mendapat orderan dari kelurahan lain seperti kelurahan Rite, Penanae, dan Lelamase.
Pada tahap ngane, benang-benang akan dipisahkan sesuai dengan warnanya. Lama atau tidaknya proses ini tergantung pada motif atau banyaknya warna yang akan ditenun. Jika warna yang digunakan sedikit atau polos seperti pada pembuatan Tembe Nggoli, maka dalam sehari mereka dapat menyelesaikan dua sampai tiga kali pemisahan benang.
Hal ini juga berpengaruh pada upah yang mereka dapatkan. Satu lembar kain berukuran 4-5 meter dengan motif sederhana biasanya diupah sebesar Rp6.000 dan Rp8.000 per lembar bagi kain dengan pola warna yang rumit. Upah per bulannya dapat mencapai Rp3.000.000 atau lebih.
Tags: tenun proses