Langkah-Langkah Dalam Produksi Kerajinan Bahan Serat untuk DIY dan Needlework
Produk Kerajinan Serat Tumbuhan
Apakah kamu pernah melihat produk kerajinan yang terbuat dari daun? Daun-daun tersebut merupakan salah satu jenis serat alam yang dapat dijadikan bahan kerajinan. Beberapa contoh serat alam dari daun antara lain adalah daun eceng gondok, daun pandan, daun jagung, daun pisang atau pelepah pisang, janur atau daun kelapa muda, daun lontar, daun pandan wanggi, dan daun gebang.
1. Bahan Serat Alam dari Tumbuhan
Berikut ini adalah beberapa bahan serat alam yang berasal dari tumbuhan yang bisa dijadikan produk kerajinan. Cara mengolahnya cukup mudah yaitu dengan menjemurnya di bawah sinar matahari sampai kering.
Serat pelepah pisang
Serat daun pandan
Serat eceng gondok
Dari bahan-bahan serat alam tersebut dapat dibuat aneka produk kerajinan tangan yang beragam, seperti tas, dompet, topi, taplak meja, dan lampu hias.
2. Alat Pembuatan Kerajinan Serat Alam dari Tumbuhan
Untuk membuat produk kerajinan dari bahan serat alam diperlukan berbagai alat. Alat-alat tersebut disesuaikan dengan kebutuhan. Ada juga alat-alat berat yang dibutuhkan untuk membuat kerajinan tertentu, misalnya mesin jahit, mesin tenun, mesin pengurai sabut kelapa, dan berbagai mesin lainnya yang sesuai dengan jenis bahan serat alam.
3. Produk Kerajinan dari Bahan Serat Alam Tumbuhan
Bahan serat alam yang didapat dari sabut/sabut kelapa bisa dijadikan sebagai keset atau isi bantal.
Produk Kerajinan Serat Hewan
Serat hewan adalah salah satu bahan alami yang dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang menarik dan berkualitas. Serat hewan berasal dari bulu, rambut, atau kulit hewan tertentu yang memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri. Beberapa contoh serat hewan yang sering dimanfaatkan adalah:
– **Serat wol** dari bulu domba, yang memiliki sifat hangat, lembut, dan elastis. Serat wol dapat dijadikan bahan kain wol yang digunakan untuk membuat pakaian hangat, syal, topi, sepatu, tas, dan lain-lain. Serat wol juga dapat dibuat menjadi sarung bantal kursi atau taplak meja yang nyaman dan indah.
– **Serat sutra** dari kepompong ulat sutera, yang memiliki sifat halus, berkilau, dan kuat. Serat sutra dapat dijadikan bahan kain sutra yang digunakan untuk membuat pakaian formal, batik, kain ikat celup, syal, dan lain-lain. Serat sutra juga dapat dibuat menjadi hiasan bunga atau gantungan kunci yang cantik dan elegan.
– **Serat alpaca** dari bulu alpaca, yang memiliki sifat ringan, hangat, dan tahan air. Serat alpaca dapat dijadikan bahan selimut, pakaian rajut, kaos kaki, sarung tangan, dan lain-lain. Serat alpaca juga dapat dibuat menjadi boneka atau mainan yang lucu dan menggemaskan.
Untuk mengolah serat hewan menjadi produk kerajinan, diperlukan beberapa alat produksi yang sesuai dengan jenis dan bentuk seratnya. Beberapa alat produksi kerajinan serat hewan adalah:
– **Gunting**, untuk memotong serat hewan sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
– **Alat pencukur bulu**, untuk merapikan bulu hewan yang panjang atau tidak rata.
– **Baskom**, untuk mencuci serat hewan agar bersih dan bebas dari kotoran atau bakteri.
– **Jarum jahit**, untuk menyambung atau menjahit serat hewan menjadi bentuk tertentu.
Selain alat produksi manual, ada juga mesin produksi kerajinan serat hewan yang dapat mempercepat dan mempermudah proses pengolahan seratnya. Beberapa mesin produksi kerajinan serat hewan adalah:
Tahap pertama dalam proses produksi kerajinan tangan adalah menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan.
Bahan yang dibutuhkan akan berbeda-beda tergantung pada jenis kerajinan tangan yang akan dibuat. Alat yang dibutuhkan juga akan berbeda-beda, tetapi beberapa alat yang umum digunakan adalah:
6. Pembuatan pola
Jika membuat pola dengan tangan, maka dapat menggunakan kertas atau kain sebagai medianya. Jika membuat pola dengan komputer, maka dapat menggunakan software desain grafis.
7. Pembentukan
Tahap selanjutnya adalah pembentukan. Pembentukan adalah proses mengubah bahan lunak menjadi bentuk yang diinginkan. Cara pembentukan akan berbeda-beda tergantung pada jenis bahan yang digunakan.
Misalnya, tanah liat dapat dibentuk dengan tangan, kulit dapat dibentuk dengan gunting, dan adonan tepung dapat dibentuk dengan rolling pin.
8. Pengeringan
9. Peng finishingan
Tahap terakhir adalah peng finishingan. Peng finishingan adalah proses memberikan sentuhan akhir pada kerajinan tangan agar terlihat lebih menarik. Cara peng finishingan akan berbeda-beda tergantung pada jenis bahan yang digunakan.
Misalnya, tanah liat dapat diwarnai dengan cat, kulit dapat dilapisi vernis, dan adonan tepung dapat dihias dengan permen.
Proses produksi kerajinan tangan dari bahan lunak dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Selain dapat menghasilkan produk yang indah, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan.
Sumber: KEMDIKBUD-RI.2017
Tags: kerajinan bahan produk proses