Keindahan Tenunan NTT dalam Karya Jahitan dan Kerajinan Sendiri
Motif kain tenun sumba timur
Salah satu motif Kain Tenun Sumba Timur yang paling terkenal adalah Motif Kuda. Motif kuda dalam kain tenun sumba adalah melambangkan kepahlawanan, keagungan dan kebangsawanan, karena kuda dianggap sebagai simbol harga diri masyarakat Sumba.
Selain itu ada juga motif kain tenun sumba timur berupa motif buaya atau naga menggambarkan kekuatan dan kekuasaan raja, motif ayam melambangkan kehidupan wanita dan motif burung, umumnya kakatua, melambangkan persatuan.
Selain itu, pada kain-kain yang kuno dijumpai pula motif mahang atau singa, rusa, udang, kura-kura, dan hewan lain.
Karena makna mendalam yang terkandung disetiap kain tenun ini yang membuat keunikan tersendiri dibandingkan dengan kain tenun lainnya.
Kain tenun yang dihasilkanpun biasanya sangat indah dan tentunya memiliki arti yang sangat besar bagi masyarakat sumba itu sendiri.
Tahukah kamu bahwa kuda juga hampir disejajarkan dengan arwah nenek moyang.
Kain tenun sumba timur ini tidak hanya dijadikan sebagai keperluan sehari-hari oleh masyarakat sumba, melainkan untuk keperluan penyambutan kelahiran, perayaan pernikahan hingga untuk pengantar orang yang sudah meninggal.
Cara pemakaian kain tenun ini untuk orang yang sudah meninggal yaitu dengan cara dibaluti disekujur tubuhnya dengan kain bermotif udang.
Biasanya orang sumba timur juga menjadikan kain tenun sebagai mata pencahariannya. Dari membuat atau menjual kain tenun, masyarakat sumba dapat menyekolahkan anak-anak dan memberi makan keluarga.
Mengenal Sejarah Keindahan Kain Tenun Khas NTT
Selain itu, pola desain tenun yang dibuat oleh penenun juga berbeda. Tak heran, jika proses menenun akan dibanderol atau menghasilkan harga kain yang fantastik tingginya. Harga kain NTT bahkan bisa dijual sampai dengan ratusan juta rupiah. Sebelumnya kain tenun khas NTT ini diproduksi dengan tujuan untuk bisa digunakan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Namun belakangan cara penggunaan kain NTT ini mulai berkembang dan dijadikan sebagai bahan kebutuhan umum seperti untuk pakaian pertunjukan tari, upacara, pernikahan dan pesta. Hingga saat ini, kain tenun juga banyak digunakan sebagai sarung yang digunakan oleh kaum laki-laki, selendang, selimut, dan pakaian adat yang banyak dicintai masyarakat.
Diyakini bahwa masyarakat Nusa Tenggara Timur sudah ada sejak 3500 tahun yang lalu. Kerajaan pertama rakyat NTT terbentuk pada abad ke-3 Masehi. Diperkirakan masyarakat setempat kemudian mengenal seni dan budaya seperti menenun. Karya tersebut sangat berharga sehingga kain yang digunakan masih dibandrol dengan harga jual yang tinggi.
Tags: tenun