Seni Tenun Pria - Menggali Kecantikan dan Kreativitas dalam Kerajinan Jarum dan Benang
Ciri-Ciri Baju Adat Nias
Setiap pakaian adat memiliki ciri khasnya masing-masing mulai dari baju, perhiasan, senjata, dan motif tertentu. Hal itu menjadi identitas tersendiri bagi suatu daerah, serta memiliki filosofinya masing-masing. Begitu juga dengan Nias, yang memiliki baju adat bernama Baru Ohulo. Ciri-ciri dan filosofi baju Nias dapat dibedakan berdasarkan warna dan coraknya, berikut penjelasannya:
- Bagian baju berwarna kuning dengan corak segi empat atau dikenal dengan istilah Ni’obakola dan corak motif bunga kapas atau Ni’obowo Gafasi. Baju dengan motif ini hanya dipakai oleh kaum bangsawan karena menggambarkan kejayaan dan kekuasaan pemakainya.
- Baju corak berwarna merah berpadu dengan corak berbentuk segitiga atau Ni’ohulayo. Digunakan oleh pendekar prajurit untuk menggambarkan keberanian dan kapabilitas mereka dalam membela tanah kelahirannya.
- Baju warna hitam digunakan oleh rakyat dari kalangan rendah dan biasa saja. Warna hitam ini menggambarkan kesedihan, kewaspadaan, dan ketabahan. Orang-orang yang memakai baju dengan corak hitam ini, bisa dibilang rakyat jelata menurut sistem kerajaan umum.
- Baju warna putih, digunakan oleh para Ere (pemuka agama kuno). Para pemuka agama tersebut adalah orang-orang yang dianggap suci, dan mampu memanjatkan doa dan kebaikan bagi masyarakatnya. Warna ini menggambarkan kesucian, damai, dan ketulusan.
Pada dasarnya, baju adat Nias Selatan sama saja dengan baju adat Nias Utara. Hanya saja terdapat sedikit perbedaan pada corak dan ukurannya. Selain baju, Nias juga memiliki beragam perhiasan yang dipakai untuk mempercantik dan menggambarkan kedudukan pemakainya. Perhiasan tersebut mulai dari anting, kalung, gelang, dan lain-lain. Berikut uraiannya:

Menjelajahi Sejarah Rompi: Dari Militer Hingga Dunia Fashion
Penggunaan rompi awalnya dicetuskan oleh Raja Charles II pada awal masa pemerintahannya di tahun 1630. Raja Charles II pada saat itu menginginkan sebuah pakaian sederhana namun tetap modis yang dapat dipakai oleh para Pria. Penggunaan rompi ini dimaksudkan untuk mengganti keberadaa justaucorps yang dinilai terlalu “berlebihan”.
Menarik untuk dicatat bahwa pada awalnya lengan baju merupakan bagian integral dari pakaian ini, tetapi selama tahun 1700-an, lengan baju secara bertahap dihilangkan karena alasan kepraktisan.

Tags: tenun pria