"Tujuan Kewirausahaan Kerajinan - Menginspirasi Inovasi dan Kreativitas"
Karakteristik Kewirausahaan
Aktivitas kewirausahaan dipraktikkan dengan menciptakan nilai tambah melalui cara-cara baru sekaligus inovatif dalam mengombinasikan berbagai sumber daya, untuk memenangkan persaingan di pasar. Maka itu, untuk bisa mejadi entreprenuer, seseorang harus memiliki kreativitas dan mampu berinovasi.
Objek pembelajaran dari kewirausahaan adalah kemampuan. Alasannya, kewirausahaan mempelajari mengenai nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang untuk berkreasi dan berinovasi. Kemampuan kewirausahaan terwujud jika seseorang usahawan mampu merumuskan tujuan hidup, kemampuan mengatur waktu, kemampuan belajar dari pengalaman, kemampuan menghadapi tantangan, hingga kemampuan mental yang kuat melawan beragam tantangan saat berusaha.
Pelaku kewirausahaan disebut dengan wirausahawan. Seorang wirausahawan merupakan sosok yang memiliki jiwa berani dalam mengambil risiko dalam melaksanakan pekerjaan, demi memperoleh hasil lebih baik. Wirausahawan berani membuka usaha ketika mendapatkan peluang dan tidak takut sekali pun berada dalam kondisi tidak pasti, seperti belum untung atau balik modal.
Wirausahawan adalah inovator yang menerapkan perubahan-perubahan pada pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Joseph Schumpeter (1934) berpendapat, kombinasi baru itu muncul dalam bentuk:
- Mengenalkan produk baru atau dengan kualitas baru
- Mengenalkan metode produksi baru
- Membuka pasar baru
- Mendapatkan sumber pasokan baru pada bahan atau komponen baru
- Menjalankan organisasi baru di suatu industri.
Sementara itu, dalam buku Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X (2017) terbitan Kemendikbud dijelaskan bahwa, wirausahawan memiliki beberapa sifat yang khas melekat padanya. Sifat tersebut adalah percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil risiko, berjiwa pemimpin, mengedepankan keaslian (orisinalitas), dan berorientasi ke masa depan.
Adapun karakteristik kewirausahaan dan bentuk perilakunya pada wirausahawan adalah sebagai berikut:
Keuntungan dan Kelemahan Wirausaha
Meskipun terdengar menjadi salah satu bidang paling mapan, seperti bidang lainnya, kewirausahaan juga memiliki keuntungan dan kelemahannya sendiri. Keuntungan menjadi wirausaha adalah sebagai berikut.
- Memiliki otonomi.
Maksudnya, pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha memposisikan seseorang menjadi “bos” yang memiliki kehendak terhadap kontrol bisnisnya. Hal ini juga didukung dengan pendapat Robert T. Kiyosaki (dalam Sadikin, 2020, hlm. 135) yang menyatakan bahwa pada dasarnya perspektif menjadi seorang wirausaha adalah pilihan karena mencari sebuah kebebasan. - Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi.
Peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungan sangat memotivasi wirausaha. - Kontrol finansial.
Bebas dalam mengelola keuangan, dan merasa kekayaan sebagai milik sendiri. - Memiliki legitimasi moral yang kuat untuk mewujudkan kesejahteraan dan menciptakan kesempatan kerja.
- Terbuka peluang untuk mencapai tujuan.
- Terbuka peluang mendemonstrasikan potensi secara penuh.
- Terbuka peluang memperoleh manfaat dan keuntungan secara maksimal.
- Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dengan usaha konkrit.
- Terbuka peluang untuk menjadi bos.
Sementara itu secara umum, kewirausahaan memiliki kerugian sebagai berikut.
- Penghasilan yang tidak pasti.
- Bekerja keras dengan waktu yang terbatas.
- Kualitas kehidupan rendah sebelum mereka berhasil.
- Tanggung jawabnya cukup besar, seperti keharusan mengambil keputusan walau mungkin belum mengusai permasalahan.
Tags: kerajinan adalah usaha tujuan