Keindahan dan Fungsi Elemen Pengemasan dalam Kerajinan Rajut dan DIY
Jenis-Jenis Kemasan Produk Kerajinan
Jenis kemasan dalam produk kerajinan diklasifikasikan dalam beberapa bentuk, antara lain
Kemasan Kayu
Kemasan kayu seperti palet, peti ataupun tong kayu sangat berperan penting dalam melindungi produk kerajinan seperti keramik dan lainnya dari risiko pecah ataupun kerusakan lainnya dalam suatu pengiriman maupun pendistribusian.
Kemasan Kertas
Banyak keunggulan dari kemasan kertas ini seperti penggunaan yang fleksibel, harga yang cenderung murah dan cara mendapatkannya pun mudah. Kemasan kertas juga merupakan bentuk kemasan fleksibel yang mempelopori ditemukannya plastik dan aluminium foil serta masih banyak digunakan hingga saat ini yang mampu bersaing dengan kemasan lainnya seperti stretch film, logam dan banyak lagi lainnya.
Kemasan Plastik
Akrilik merupakan salah satu jenis kemasan plastik yang paling sering dijumpai dan digunakan dalam pengemasan produk kerajinan, dengan kelebihannya yang bersifat kaku dan transparan, penopang yang baik akan oksigen dan cahaya serta titk leburnya yang rendah.
Pengemasan Produk Kerajinan yang Menarik akan Menambah Nilai Estetik
Kita tentu pernah melihat produk kerajinan atau bahkan memilikinya di rumah, entah itu sebagai benda koleksi, barang siap pakai maupun hiasan yang mempercantik tampilan ruangan. Produk kerajinan adalah sebuah karya estetik dengan kandungan nilai-nilai seni yang dibuat dengan keterampilan tangan manusia.
Produk kerajinan juga merupakan peluang bisnis yang menjanjikan dengan produsen produk tersebut yang terus berkembang dan bertumbuh setiap waktunya, baik itu dalam produk kerajinan massal maupun tunggal. Dalam produk kerajinan, semakin tinggi keterampilan yang dibutuhkan untuk membuat produk maka semakin tinggi pula nilai dan harga jualnya.
Produk kerajinan sangat menonjol akan nilai keindahannya, namun dalam pengemasannya seringkali kurang diperhatikan, sehingga produk kerajinan tersebut tampil kurang menarik dan bahkan tidak terlindungi dengan baik, padahal pengemasan produk kerajinan yang menarik akan menambah nilai estetik dan daya jual.
Nah, agar produk kerajinan terlindungi dengan baik sekaligus tampil lebih menarik dan meningkatkan daya jual. Anda perlu memahami akan berbagai hal yang terkait dengan pengemasan produk kerajinan yang akan diuraikan di bawah ini.
Tujuan Pengemasan Produk Kerajinan
Secara umum, tujuan pengemasan adalah untuk melindungi produk dari berbagai kemungkinan risiko kerusakan dan membantu mempertahankan kualitas. Dalam pengemasan produk kerajinan terdapat beberapa tujuan penting yang kiranya harus Anda ketahui, diantaranya ialah
Barrier Protection
Barrier Protection merujuk pada tujuan untuk melindungi produk kerajinan dari berbagai risiko hambatan berupa air, debu, uap, oksigen dan lainnya.
Containment of Agglomeration
Containment of Agglomeration merupakan tujuan yang bermaksud untuk mengelompokkan produk agar nantinya proses pengelolaan dan pendistribusian berjalan lebih efektif dan efisien.
Convenience
Convenience sendiri memiliki tujuan dalam meningkatkan kenyamanan, penggunaan, pengelolaan, pendistribusian, penjualan, tampilan dan masih banyak lagi lainnya.
Information Transmission
Information Transmission lebih kepada tujuan untuk memuat informasi tertentu yang memudahkan pengguna, seperti halnya tentang daur ulang, cara penggunaan transportasi atau cara membuang kemasan pada produk kerajinan yang dikemas.
Marketing
Marketing artinya bertujuan untuk meningkatkan daya tarik dan minat beli konsumen melalui pengemasan produk kerajinan yang menarik entah dari sisi desain maupun labelnya.
Physical Production
Physical production adalah suatu pengemasan produk kerajinan yang bertujuan untuk melindungi dari risiko gangguan atau kerusakan dari semacam getaran, goncangan, iklim maupun suhu, tekanan dan faktor lain sejenisnya.
Reducing Theft
Reducing Theft yang berarti bertujuan sebagai pencegah akan adanya aksi pencurian dengan perlindungan lebih pada kemasan produk kerajinan.
Fungsi Pengemasan Produk Kerajinan
Pada dasarnya fungsi pengemasan adalah untuk melindungi dan menjaga kualitas produk dalam penyimpanan, pengiriman maupun pendistribusian produk. Namun, dalam beberapa pengemasan produk seperti jenis kerajinan, memiliki beragam fungsi khusus lainnya yaitu
1. Sebagai Identitas Brand/Produsen
Pengemasan pada produk kerajinan mempunyai fungsi sebagai identitas brand/produsen itu sendiri karena terdapat logo atau tulisan nama brand sekaligus terkandung warna, ukuran, bentuk dan jenis font pada label yang menjadikan brand Anda tampil berbeda dari brand lainnya.
Hal ini juga memudahkan para pelanggan dalam mengenali produk Anda. Untuk menampilkan identitas brand/merek ini cukup mudah dan terjangkau yakni dengan menggunakan lakban printing sebagai segel pengemasan.
2. Mengawetkan dan Melindungi Produk
Produk kerajinan umumnya tidak tahan terhadap kondisi lingkungan tertentu dengan suhu atau cuaca yang dingin, lembap maupun panas. Untuk itulah dibutuhkan pengemasan yang baik agar mampu melindungi produk tersebut.
Sebagai gambaran, misalnya saja contoh pengemasan pada produk kerajinan dengan bahan kulit yang cukup rawan akan tumbuhnya jamur terutama pada kondisi lembap ataupun musim penghujan, maka cara pengemasannya bisa dengan menggunakan silica gel untuk menjaga kelembapan atau suhu agar tetap kering sehingga menjadikan produk kerajinan tersebut lebih awet dan terawat.
3. Mempermudah Pengiriman ataupun Pendistribusian
Produk kerajinan tentu tak lepas dari proses pengiriman maupun pendistribusian ke pihak konsumen maupun distributor, jika produk dikemas dengan baik tentunya sangat membantu dalam meningkatkan kecepatan pendistribusian dan keefisienan proses kerja, di mana pengemasan ini mempermudah ketika dibawa, diangkat, maupun diatur kembali saat berada di gudang atau tempat penyimpanan, proses pengririman hingga sampai ke konsumen.
Tujuan Kemasan Produk
Menurut Louw & Kimber (2007, dalam Firmansyah, 2019, hlm. 181) kemasan produk dan pelabelan kemasan mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut.
- Physical Production.
Melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya. - Barrier Protection.
Melindungi dari hambatan oksigen uap air, debu, dan sebagainya. - Containment or Agglomeration.
Benda-benda kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk efisiensi transportasi dan penanganan. - Information Transmission.
Informasi tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang, atau membuang paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label. - Reducing Theft.
Kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik (menunjukkan tanda-tanda pembukaan) sangat membantu dalam pencegahan pencurian. Paket juga termasuk memberikan kesempatan sebagai perangkat anti pencurian. - Convenience.
Fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali. - Marketing.
Kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli produk.
Selanjutnya, menurut Firmansyah (2019, hlm. 177) ada beberapa alasan dilakukannya pengemasan sebuah produk. Beberapa tujuan kemasan produk tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.
- Kemasan untuk keamanan produk yang dipasarkan.
Kemasan dapat melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen. Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca. - Kemasan untuk membedakan dengan produk pesaing.
Melalui kemasan, identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing dan membedakan produknya. - Kemasan untuk meningkatkan penjualan.
Kemasan harus dibuat menarik dan unik, dengan demikian diharapkan dapat memikat perhatian konsumen, sehingga penjualan meningkat.
Tags: kerajinan produk yaitu tujuan