Keindahan dan Fungsi Elemen Pengemasan dalam Kerajinan Rajut dan DIY
Teknik Pengemasan Produk Kerajinan
Teknik pengemasan adalah suatu metode tertentu yang digunakan dalam pengemasan suatu produk menggunakan bahan kemasan yang sesuai agar terlindungi dan terjaga kualitasnya dengan maksimal. Sedangkan, teknik pengemasan dalam produk kerajinan lebih fleksibel dan cenderung kreatif.
Produk kerajinan yang hendak dipasarkan maupun dijual tentunya harus mempunyai penampilan yang menarik. Pengemasan produk kerajinan yang menarik akan menambah nilai estetik, daya tahan dan daya jual yang tinggi. Teknik pengemasan produk kerajinan sebaiknya disesuaikan dengan bahan, bentuk dan ukurannya. Nah, berikut ini teknik pengemasan untuk beberapa produk kerajinan
Produk Kerajinan Berbahan Logam
Teknik pengemasan produk kerajinan berbahan logam biasanya berbentuk perhiasan seperti emas dan perak, dengan cara memasukkannya ke dalam wadah yang terbuat dari bahan kaca atau akrilik serta dapat dibuka dan ditutup sehingga menjadikan tampilan lebih mewah, menarik, praktis dan istimewa.
Produk Kerajinan Berbahan Batu
Teknik pengemasan produk kerajinan berbahan batu dengan berbagai ukuran dapat dilakukan secara khusus menggunakan wadah atau bahan kemasan tertentu yang sesuai seperti bubble wrap dan lainnya jika hendak disimpan maupun dikirim.
Sementara, ketika akan segera digunakan, tentu tanpa pengemasan pun tidak masalah karena produk kerajinan dari batu ini biasanya juga mudah dicuci dan dibersihkan.
Produk Kerajinan Berbahan Plastik
Produk kerajinan berbahan plastik ini biasanya berupa hiasan, cendera mata dan lainnya. Untuk teknik pengemasannya sendiri bisa menggunakan wadah khusus dari kardus atau bahan lainnya yang sesuai, tergantung kreativitas dari masing-masing brand/produsen. Nah, apabila akan disimpan ataupun dikirim lebih baik tambahkan plastik wrapping untuk mengemasnya agar lebih terjaga dan terlindungi kualitasnya.
Apa Artinya Pengemasan Produk?
ilustrasi Pengertian Kemasan Produk. source envato
Artinya, pengemasan adalah suatu bentuk kegiatan untuk memberi wadah atau pembungkus suatu produk.
Dalam proses pelaksanaannya, terdapat kegiatan melindungi, mengawetkan, mengangkut, memberikan informasi dan menjual suatu produk.
Untuk itu, tujuan utama dari memberikan kemasan pada produk adalah guna melindungi dan juga mencegah adanya kerusakan atas produk yang dijual.
Selain itu, kemasan juga berguna sebagai sarana informasi dan juga pemasaran yang baik dengan membuat suatu desain kemasan yang kreatif.
Hal tersebut membuat produk terlihat lebih menarik dan mudah diingat oleh konsumen atau pelanggan.
Bahan Pengemasan
Bahan pengemasan adalah bahan yang digunakan dalam berbagai macam pengemasan sesuai dengan kebutuhan produk. Bahan pengemasan ini terdiri dari banyak jenis dan fungsi khusus masing-masing sesuai dengan karakteristik produk.
Bahan Pengemasan Produk Kerajinan
Bahan pengemasan produk kerajinan adalah bahan-bahan dasar yang kerap digunakan dalam pengemasan produk kerajinan untuk melindungi sekaligus mempercantik tampilan produk kerajinan. Bahan-bahan ini juga berperan penting dalam melindungi produk ketika dalam pengiriman dan pendistribusian. Ada 3 bahan utama dalam pengemasan produk kerajinan, diantaranya adalah
Bahan Kayu
Bahan kayu ini tentunya terdiri dari bahan dasar kayu seperti pallet kayu, papan kayu dan sejenisnya yang dibuat sesuai dengan ukuran dan bentuk produk, digunakan untuk pengemasan produk kerajinan yang rawan pecah seperti keramik, guci, barang-barang antik dan lainnya.
Bahan Kertas
Bahan kertas biasanya dibentuk menjadi tas kertas (paper bag) atau kardus dengan kelebihannya yang tahan banting dan fleksibel, digunakan untuk pengemasan produk kerajinan kulit dan serat alam.
Bahan Plastik
Bahan plastik yang digunakan dalam produk kerajinan ialah jenis polietilen, polipropilen, poliester, nilon, dan vinil film. Biasa digunakan sebagai pelapis produk kerajinan berbahan keras.
Tujuan Kemasan Produk
Menurut Louw & Kimber (2007, dalam Firmansyah, 2019, hlm. 181) kemasan produk dan pelabelan kemasan mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut.
- Physical Production.
Melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya. - Barrier Protection.
Melindungi dari hambatan oksigen uap air, debu, dan sebagainya. - Containment or Agglomeration.
Benda-benda kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk efisiensi transportasi dan penanganan. - Information Transmission.
Informasi tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang, atau membuang paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label. - Reducing Theft.
Kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik (menunjukkan tanda-tanda pembukaan) sangat membantu dalam pencegahan pencurian. Paket juga termasuk memberikan kesempatan sebagai perangkat anti pencurian. - Convenience.
Fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali. - Marketing.
Kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli produk.
Selanjutnya, menurut Firmansyah (2019, hlm. 177) ada beberapa alasan dilakukannya pengemasan sebuah produk. Beberapa tujuan kemasan produk tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.
- Kemasan untuk keamanan produk yang dipasarkan.
Kemasan dapat melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen. Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca. - Kemasan untuk membedakan dengan produk pesaing.
Melalui kemasan, identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing dan membedakan produknya. - Kemasan untuk meningkatkan penjualan.
Kemasan harus dibuat menarik dan unik, dengan demikian diharapkan dapat memikat perhatian konsumen, sehingga penjualan meningkat.
Tags: kerajinan produk yaitu tujuan