... 6 Tujuan Penting Pengemasan Produk Kerajinan Dalam Dunia Jahitan DIY

Keindahan dan Fungsi Elemen Pengemasan dalam Kerajinan Rajut dan DIY

Fungsi Kemasan Produk

Kemasan produk bukanlah hanya sekedar pembungkus produk, akan tetapi memiliki fungsi yang jauh lebih luas dari itu. Menurut Kotler (dalam Firmansyah, 2022, hlm. 179) terdapat empat fungsi kemasan sebagai satu alat pemasaran, fungsi-fungsi kemasan produk tersebut di antarnya adalah sebagai berikut.

  1. Self service.
    Kemasan semakin berfungsi lebih banyak lagi dalam proses penjualan, di mana kemasan harus menarik, menyebutkan ciri-ciri produk, meyakinkan konsumen dan memberi kesan menyeluruh yang mendukung produk.
  2. Consumer offluence.
    Konsumen bersedia membayar lebih mahal bagi kemudahan, penampilan, ketergantungan dan prestise dari kemasan yang lebih baik.
  3. Company and brand image.
    Perusahaan mengenal baik kekuatan yang dikandung dari kemasan yang dirancang dengan cermat dalam mempercepat konsumen mengenali perusahaan atau merek produk.
  4. Inovational opportunity.
    Cara kemasan yang inovatif akan bermanfaat bagi konsumen dan juga memberi keuntungan bagi produsen.

Sementara itu, menurut Simamora (2007, dalam Firmansyah, 2019, hlm. 179) pengemasan produk mempunyai dua fungsi utama, yaitu sebagai berikut.

  1. Fungsi Protektif.
    Berkenaan dengan proteksi produk, perbedaan iklim, prasarana transportasi, dan saluran distribusi yang semua berimbas pada pengemasan. Dengan pengemasan protektif, para konsumen tidak perlu harus menanggung risiko pembelian produk rusak atau cacat.
  2. Fungsi Promosional.
    Peran kemasan pada umumnya dibatasi pada perlindungan produk. Namun kemasan juga digunakan sebagai sarana promosi. Menyangkut promosi, perusahaan mempertimbangkan preferensi konsumen menyangkut warna, ukuran, dan penampilan.

Selain berfungsi sebagai media pemasaran, kemasan juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu sebagai berikut:

Tujuan Pengemasan Produk Kerajinan

Secara umum, tujuan pengemasan adalah untuk melindungi produk dari berbagai kemungkinan risiko kerusakan dan membantu mempertahankan kualitas. Dalam pengemasan produk kerajinan terdapat beberapa tujuan penting yang kiranya harus Anda ketahui, diantaranya ialah

Barrier Protection

Barrier Protection merujuk pada tujuan untuk melindungi produk kerajinan dari berbagai risiko hambatan berupa air, debu, uap, oksigen dan lainnya.

Containment of Agglomeration

Containment of Agglomeration merupakan tujuan yang bermaksud untuk mengelompokkan produk agar nantinya proses pengelolaan dan pendistribusian berjalan lebih efektif dan efisien.

Convenience

Convenience sendiri memiliki tujuan dalam meningkatkan kenyamanan, penggunaan, pengelolaan, pendistribusian, penjualan, tampilan dan masih banyak lagi lainnya.

Information Transmission

Information Transmission lebih kepada tujuan untuk memuat informasi tertentu yang memudahkan pengguna, seperti halnya tentang daur ulang, cara penggunaan transportasi atau cara membuang kemasan pada produk kerajinan yang dikemas.

Marketing

Marketing artinya bertujuan untuk meningkatkan daya tarik dan minat beli konsumen melalui pengemasan produk kerajinan yang menarik entah dari sisi desain maupun labelnya.

Physical Production

Physical production adalah suatu pengemasan produk kerajinan yang bertujuan untuk melindungi dari risiko gangguan atau kerusakan dari semacam getaran, goncangan, iklim maupun suhu, tekanan dan faktor lain sejenisnya.

Reducing Theft

Reducing Theft yang berarti bertujuan sebagai pencegah akan adanya aksi pencurian dengan perlindungan lebih pada kemasan produk kerajinan.

Jenis Kemasan Produk

ilustrasi Pengertian Kemasan Produk. source envato

Setidaknya ada tiga kategori dalam pengemasan produk, yaitu:

1. Berdasarkan Struktur Isi

Jenis kemasan berdasarkan struktur isi ini dibedakan menjadi tiga jenis utama, yaitu:

  • Kemasan Primer: pengertian kemasan produk primer adalah bahan yang diolah menjadi wadah langsung untuk bahan makanan, seperti kaleng susu, botol minum, dll.
  • Kemasan Sekunder: pengertian kemasan produk sekunder adalah suatu wadah yang memiliki fungsi dalam hal memberikan perlindungan pada kelompok kemasan lain, seperti kotak kardus, kotak peti kayu, dll.
  • Kemasan Tersier: pengertian kemasan produk tersier adalah suatu kemasan yang bisa dimanfaatkan untuk melindungi produk selama proses pengiriman berlangsung.

2. Berdasarkan Frekuensi Pemakaian

Jenis kemasan produk berdasarkan frekuensi pemakaiannya pun terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Kemasan Disposable: kemasan yang hanya digunakan dalam satu kali pakai dan langsung dibuang, seperti kemasan plastik, kemasan daun pisang, dll.
  • Kemasan Multi Trip: kemasan produk yang bisa digunakan berkali-kali oleh para konsumen dan bisa dikembalikan kembali pada agen penjual untuk bisa digunakan kembali, seperti galon air minum, botol kaca saus, dll.
  • Kemasan Semi Disposable: pengertian kemasan produk semi disposable adalah kemasan yang tidak dibuang karena bisa digunakan lagi oleh konsumen, contoh sederhananya adalah kaleng biskuit atau botol kaca sirup.

3. Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pakai

Berdasarkan tingkat kesiapan penggunaannya, maka kemasan produk terbagi menjadi dua, yaitu:

Bahan Pengemasan

Bahan pengemasan adalah bahan yang digunakan dalam berbagai macam pengemasan sesuai dengan kebutuhan produk. Bahan pengemasan ini terdiri dari banyak jenis dan fungsi khusus masing-masing sesuai dengan karakteristik produk.

Bahan Pengemasan Produk Kerajinan

Bahan pengemasan produk kerajinan adalah bahan-bahan dasar yang kerap digunakan dalam pengemasan produk kerajinan untuk melindungi sekaligus mempercantik tampilan produk kerajinan. Bahan-bahan ini juga berperan penting dalam melindungi produk ketika dalam pengiriman dan pendistribusian. Ada 3 bahan utama dalam pengemasan produk kerajinan, diantaranya adalah

Bahan Kayu

Bahan kayu ini tentunya terdiri dari bahan dasar kayu seperti pallet kayu, papan kayu dan sejenisnya yang dibuat sesuai dengan ukuran dan bentuk produk, digunakan untuk pengemasan produk kerajinan yang rawan pecah seperti keramik, guci, barang-barang antik dan lainnya.

Bahan Kertas

Bahan kertas biasanya dibentuk menjadi tas kertas (paper bag) atau kardus dengan kelebihannya yang tahan banting dan fleksibel, digunakan untuk pengemasan produk kerajinan kulit dan serat alam.

Bahan Plastik

Bahan plastik yang digunakan dalam produk kerajinan ialah jenis polietilen, polipropilen, poliester, nilon, dan vinil film. Biasa digunakan sebagai pelapis produk kerajinan berbahan keras.

Pengemasan Produk Kerajinan yang Menarik akan Menambah Nilai Estetik

Kita tentu pernah melihat produk kerajinan atau bahkan memilikinya di rumah, entah itu sebagai benda koleksi, barang siap pakai maupun hiasan yang mempercantik tampilan ruangan. Produk kerajinan adalah sebuah karya estetik dengan kandungan nilai-nilai seni yang dibuat dengan keterampilan tangan manusia.

Produk kerajinan juga merupakan peluang bisnis yang menjanjikan dengan produsen produk tersebut yang terus berkembang dan bertumbuh setiap waktunya, baik itu dalam produk kerajinan massal maupun tunggal. Dalam produk kerajinan, semakin tinggi keterampilan yang dibutuhkan untuk membuat produk maka semakin tinggi pula nilai dan harga jualnya.

Produk kerajinan sangat menonjol akan nilai keindahannya, namun dalam pengemasannya seringkali kurang diperhatikan, sehingga produk kerajinan tersebut tampil kurang menarik dan bahkan tidak terlindungi dengan baik, padahal pengemasan produk kerajinan yang menarik akan menambah nilai estetik dan daya jual.

Nah, agar produk kerajinan terlindungi dengan baik sekaligus tampil lebih menarik dan meningkatkan daya jual. Anda perlu memahami akan berbagai hal yang terkait dengan pengemasan produk kerajinan yang akan diuraikan di bawah ini.


Tags: kerajinan produk yaitu tujuan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia