... Berbagai Komponen Perhitungan Harga Jual Produk Kerajinan DIY - Panduan Lengkap

"Komponen Perhitungan Harga Jual Produk Kerajinan"

Komponen Penting Ketika Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan

Ketika menentukan harga jual produk, pastinya terdapat beberapa komponen penting dalam menentukan harga jual produk agar tidak rugi. Bahkan cara menentukan harga jual produk fashion dan cara menentukan harga jual produk makanan memiliki komponen penting dalam hal menentukan harga jual. Harga jual produk adalah harga yang Anda tentukan dalam menjual suatu produk. Simak terus artikel berikut untuk tahu cara hitung harga jual.

Komponen-komponen yang penting ketika menentukan harga jual produk kerajinan adalah:

  1. Biaya Modal (BM) yang dapat dikatakan seluruh barang yang menjadi alat patokan dalam proses pembuatan produk. Seperti mesin jahit, gunting, dan alat tambahan lainnya.
  2. Material/Bahan (M) yang dapat dikatakan seluruh biaya yang digunakan untuk membuat sebuah produk. Seperti Kain kanvas, benang rajut, dan lain sebagainya sesuai dengan kerajinan yang dibuat.
  3. Upah Lelah (UL), ini ditentukan sesuai dengan kerumitan produk yang dibuat.
  4. Biaya Operasional (BO), biaya yang termasuk dalam operasional adalah biaya packing, transportasi, pulsa, kuota internet, dan listrik.
  5. Keuntungan (K) yang selalu diharapkan dalam setiap bisnis maupun jualan. Anda dapat mengalokasikan keuntungan yang Anda harapkan dalam bentuk persentase.

Komponen-komponen diatas merupakan hal penting dalam menentukan harga jual yang dapat dirumuskan menjadi:

Harga Jual = (BM + M + UL + BO) + K

Cara Mencari Harga Jual

Untuk menentukan harga jual, ada beberapa rumus harga jual yang bisa digunakan.

Setidaknya ada lima cara & rumus menentukan harga jual yang bisa digunakan, tergantung pada indikator apa yang mempengaruhi harga jual.

Nah, gue udah rangkum nih supaya gak bingung, berikut merupakan rumus menghitung penentuan harga jual produk yaitu: Margin pricing, markup pricing, bundling, MSRP dan Value Based Pricing.

Lebih lengkapnya mengenai masing-masing rumus menentukan harga jual ini bisa langsung elo baca di bawah ya:

1. Margin Pricing

Cara mencari harga jual yang pertama adalah dengan cara margin pricing. Memang gak asing lagi ya istilah harga margin ini.

Caranya, pertama elo harus menentukan terlebih dahulu harga jualnya untuk menentukan margin. Jadi, elo harus tau dulu perkiraan harga jual yang diinginkan.

Berikut ini adalah rumus mencari harga jual menggunakan margin pricing:

Margin = (Harga Jual – Harga Perolehan)/Harga Jual

Dari situlah bisa ditentukan apakah harga jual tersebut terlalu murah atau mahal. Sehingga, tetap bisa bersaing secara baik dengan kompetitor.

Nah, supaya lebih paham, coba elo perhatikan contoh soal penentuan harga jual menggunakan margin pricing yang satu ini:

  1. Elo akan menjual suatu produk olahan makanan dengan perkiraan harga jualnya Rp35.000 untuk setiap boxnya. Biaya yang elo butuhkan untuk membuat produk tersebut sebesar Rp27.000. Dengan demikian, margin yang akan elo dapatkan yaitu:

Margin = (35.000 – 27.000)/35.000.

Margin = 0,23 atau 23%.

2. Markup Pricing

Harga markup atau mark up pricing adalah salah satu cara mencari harga jual yang digunakan untuk menentukan dan menghitung harga jual dengan menambahkan keuntungan langsung dari harga belinya.

Cara ini memang bisa dikatakan lebih sederhana, karena hanya menambahkan keuntungan sesuai dengan yang diharapkan.

Rumus Harga Jual: Inilah 5 Cara Menentukan Harga Jual Produk

Penetapan harga jual adalah salah satu keputusan penting yang perlu dibuat oleh pemilik usaha. Pasalnya, harga jual akan memengaruhi berbagai aspek dalam bisnis. Karena itu, pemilik usaha perlu mengetahui cara menentukan harga jual.

Harga jual sangat krusial sebab akan menentukan banyak hal, mulai dari cash flow, profit, hingga biaya yang sanggup ditanggung oleh bisnis. Lebih dari itu, harga jual juga memberikan dampak pada konsumen.

Price sensitivity merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan harga jual. Kini konsumen selalu memiliki banyak informasi terkait produk atau jasa yang akan digunakannya dan mereka menginginkan manfaat maksimal atas uang serta waktu yang mereka keluarkan.

Bahkan, terdapat studi yang menunjukkan bahwa selisih sedikit saja pada harga jual dapat meningkatkan atau menurunkan profit sekitar 20%-50%. Maka dari itu, kamu perlu mempunyai strategi penentuan harga dan menghitungnya dengan tepat.

Nah, sebelum kita mempelajari rumus harga jual, sebaiknya kita pahami terlebih dahulu apa itu harga jual serta komponen-komponen yang memengaruhinya.

Contoh Kasus Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan

Berikut contoh kasus menentukan harga jual produk kerajinan:

Anda membeli bahan baku dan peralatan untuk membuat kerajinan tangan, peralatan rajut sebesar Rp1.000.000 dengan beberapa material tambahan seperti kain kanvas 1m lebar 150cm = Rp 50.000, Benang Wol 1 Gulung = Rp25.000, dan tambahan material Rp20.000. Biaya Operasional nya adalah Rp100.000, Upah Lelah Rp50.000 karena susah dibuat dan keuntungan yang ingin didapat adalah 50% dari seluruh biaya yang ada.

Biaya Modal (BM) : 1.000.000 (diambil 2% untuk pemeliharan rutin = Rp20.000).

Material (M) : pemakaian kain 45cm x 70cm = Rp3.150, biaya kain 3,33 x Rp3.150 = Rp10.500, Benang Wol ¼ gulung = Rp6.250 dan Tambahan Material = Rp5.000. Total = Rp21.750

Biaya Operasional (BO) = Rp100.000

Upah Lelah (UL) = Rp50.000

Keuntungan (K) = 50%

Harga Jual = (BM + M + UL + BO) x K

Harga Jual = (20.000 + 21.750 + 50.000 + 100.000) x 50%

Harga Jual = 191.750 + 50%

Harga Jual = Rp287.625

Harga Jual = bahan baku modal + (bahan baku modal x markup)

Harga Jual = 191.750 + (191.750 x 50%)

Harga Jual = 191.750 + 95.875

Harga Jual = Rp287.625

Harga jual yang didapat sebesar Rp 287.625, Anda dapat bulatkan menjadi Rp288.000 atau Rp300.000. Dimana keuntungan yang Anda dapatkan adalah Rp95.875 yang nominal nya cukup besar dari harga modal Anda. Modal yang Anda keluarkan kecil, dapat mendapat keuntungan yang cukup besar.


Tags: kerajinan produk sebutkan jual

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia