Motif Ragam Hias dalam Kerajinan - Inspirasi Indah untuk Karya Rajut dan DIY Anda
Jenis-Jenis Bahan Kulit Binatang
Bahan dasar kulit yang digunakan untuk berbagai macam jenis kerajinan ini terdiri dari beberapa jenis kulit hewan. Tentunya harga yang ditawarkan dari kerajinan yang terbuat dari berbagai macam jenis kulit tersebut juga beragam.
Lalu apa saja sih jenis kulit hewan yang bisa digunakan agar menjadi kerajinan yang cantik tersebut? Maka dari itu, yuk simak penjelasan dibawah ini!
Kulit Bison
Apakah kalian tahu apa itu kulit bison? Kulit bison merupakan kulit yang agar mirip dengan kulit sapi, dimana kulit bison mempunyai tekstur yang bisa digunakan untuk melindungi manusia, seperti pada saat mengendarai motor, biasanya kulit bison ini digunakan untuk membuat jaket kulit.
Kulit Buaya Dan Aligator
Jenis kulit selanjutnya yang bisa digunakan untuk membuat kerajinan adalah kulit buaya, dimana kulit ini mempunyai bentuk kotak-kotak.
Kulit buaya termasuk kedalam jenis kulit yang mahal, sehingga tidak heran apabila kerajinan yang dibuat dari bahan dasar kulit buaya atau aligator juga dihargai dengan harga yang cukup mahal.
Kulit Domba
Jenis kulit selanjutnya adalah kulit domba, dimana kulit hewan yang satu ini tentunya juga tidak asing bagi kita semua bukan? Kulit domba merupakan kulit yang mempunyai tekstur mewah dan juga elegan serta sangat lembut.
Bukan hanya itu saja, kerajinan yang dibuat dari bahan dasar kulit domba ini juga bisa tahan dengan waktu yang cukup lama.
Kulit Kambing
C. Pola Ragam Hias
Penyusunan motif-motif ragam hias biasanya dengan cara kombinasi atau penggabungan lebih dari satu jenis motif. Untuk menghasilkan ragam hias yang baik diperlukan cara penyusunan motif yang disebut dengan istilah pola. Pola ragam hias adalah hasil susunan motif sesuai prinsip komposisi dan aturan tertentu. Beberapa bentuk pola ragam hias tersebut biasanya berupa penyusunan dan pengulangan motif. Di bawah ini merupakan tujuh macam pola ragam hias:
1. Pola Simetris
Pola pada ragam hias yang terbentuk dari susunan motif-motif ragam hias yang memiliki keseimbangan dan bentuk yang sama dalam setiap susunannya antara kanan dan kiri
2. Pola Asimetris
Pola ragam hias yang terbentuk dari komposisi yang tidak sama antara kanan dan kiri
3. Pola Tepi
Pola ragam hias yang bentuknya berupa pengulangan dari bentuk sebelumnya dan digunakan untuk menghias bagian tepi pada bagian tertentu
4. Pola Menyudut
Pola ragam hias yang membentuk pola segitiga. Umumnya memiliki bentuk ragam hias yang berbeda dan disesuaikan dengan bentuk ragam hias yang sudah ada
5. Pola Memusat/ Gabungan
Pola ragam hias yang bentuk coraknya merupakan gabungan dari beberapa motif dan pola yang dipusatkan di tengah
6. Pola Beraturan
Pola ragam hias yang tersusun dari motif-motif yang sama secara teratur
7. Pola Tidak Beraturan
Pola ragam hias sebaran dari beberapa motif yang berbeda dengan penyusunan yang tidak teratur
Sesuai namanya, ragam hias bersifat menghias/dekoratif, sehingga semua bentuknya cenderung dibuat indah. Motif-motif ragam hias dibuat menggunakan teknik realis/natural, stilasi dan deformasi. Realis/natural adalah teknik menggambar ragam hias dengan cara objek dibuat mirip, apa adanya dengan objek aslinya tanpa banyak perubahan. Teknik ini biasanya diterapkan pada pahatan batu dan ukiran kayu, namun untuk ragam hias pada tekstil biasanya tidak digunakan. Stilasi adalah penggayaan atau pengembangan bentuk untuk memperindah bentuk sebelumnya. Deformasi adalah suatu teknik mengubah, menyederhanakan atau memisahkan beberapa bagian bentuk.
A. Ragam Hias pada Bahan Tekstil
Ragam hias tidak hanya digunakan untuk memperindah karya-karya seni kerajinan tradisional, namun sampai saat ini sangat mudah ditemukan pada banyak karya seni ataupun benda lain. Salah satunya adalah tekstil. Tekstil dalam kehidupan sehari-hari sering disamakan dengan istilah kain. Namun sebenarnya terdapat sedikit perbedaan antara kedua istilah tersebut, tekstil dapat digunakan untuk menyebut bahan apapun yang terbuat dari tenunan benang, sedangkan kain merupakan hasil jadinya, yang sudah bisa digunakan.
Tekstil merupakan material fleksibel yang terbuat dari tenunan benang yang dapat dikerjakan dengan cara penyulaman, penjahitan, dan pengikatan. Tekstil juga dapat diartikan jalinan antara lungsi dan pakan atau dapat dikatakan sebuah anyaman yang mengikat satu sama lain, tenunan dan rajutan benang. Proses pembuatan bahan tekstil dapat menggunakan alat tenun tradisional maupun modern.
Perkembangan ragam hias pada tekstil sangat pesat karena mengikuti mode dan trend fashion yang sentiasa berkembang. Ragam hias pada tekstil banyak diterapkan pada pakaian-pakaian adat yang ada di Indonesia. Penerapan ragam hias flora, fauna, dan geometris pada bahan tekstil banyak dijumpai pada produk kerajinan tekstil di berbagai daerah.
Bahan tekstil pada kehidupan masyarakat Indonesia tidak terlepas dari kebutuhan upacara adat terutama kain tradisional. Kain tradisional merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan upacara-upacara yang dilaksanakan di berbagai daerah Nusantara. Setiap adat memiliki kain tradisional sebagai bagian dari upacara. Pengertian ragam hias tekstil adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya disusun secara berulang-ulang sesuai pola tertentu, diterapkan pada kain yang tujuannya untuk memperindah atau menghias.
Ragam Hias Flora dan Fauna
Ragam hias flora dan fauna adalah jenis motif ragam hias yang dikembangkan dari objek flora dan fauna. Setiap daerah di Indonesia memiliki karakteristik dan keunikan flora, fauna yang cukup beragam. Keberadaan flora dan fauna tersebut dapat menjadi sumber inspirasi dalam proses penciptaan motif ragam hias suatu daerah. Sebagai contoh misalnya kerajinan batik papua yang menggunakan burung cenderawasih sebagai ciri khas motif ragam hiasnya. Selanjutnya ada pula batik bengkulu yang menggunakan objek flora yaitu bunga raflesia arnoldi sebagai motif ragam hiasnya. Dan beberapa daerah lainnya yang menjadikan objek flora dan fauna daerahnya sebagai sumber inspirasi dalam penciptaan motif ragam hias. Berikut ini pengertian dari jenis-jenis motif ragam hias yang dikembangkan dari objek flora, fauna, geometris, dan figuratif.
Berikut ini contoh gambar motif ragam hias flora dan fauna dari yang mudah digambar hingga yang cukup rumit namun memiliki bentuk yang indah dan menarik.
Ragam Hias Flora dan Fauna, Geometris, Figuratif, Beserta Contoh Gambarnya
Setiap karya seni memiliki keunikan dan keindahan yang dapat dinikmati. Demikian juga dengan karya seni rupa berupa kerajinan. Karya seni kriya atau kerajinan umumnya memiliki hiasan-hiasan yang indah. Hiasan-hiasan tersebut dibuat dengan tujuan memperindah suatu karya, seperti pakaian, topeng, perabotan rumah tangga, candi, dan dekorasi ruang. Hiasan pada karya seni kerajinan disebut dengan istilah ragam hias atau ornamen. Ragam hias atau ornamen berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata "ornare" yang artinya hiasan atau perhiasan. Ragam hias adalah bentuk-bentuk dasar hiasan yang biasanya disusun sesuai pola tertentu secara berulang-ulang yang diterapkan pada karya seni kriya/ kerajinan.
Ragam hias mulai berkembang sejak jaman prasejarah. Ragam hias yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dapat ditemukan dengan mudah pada hasil tenunan, kulit, motif batik, tembikar, ayaman, ataupun ukiran kayu dan pahatan batu. Meskipun bentuk dasar ragam hias antara yang satu dengan yang lain memiliki kemiripan, namun masing-masing memiliki ciri khas yang secara simbolis memiliki makna yang berbeda-beda.
Tags: kerajinan membuat contoh sebutkan motif