"Kelemahan Sistem Konsinyasi Produk Kerajinan di Pasar Global"
Keuntungan Bisnis Konsinyasi
Bisnis yang baik adalah yang menghasilkan keuntungan dengan cukup maksimal. Usaha konsinyasi juga dapat memberikan keuntungan untuk 2 pihak, Yaitu pihak pemilik barang dan penjual barang.
Keuntungan Sistem Penjualan Konsinyasi bagi Produsen (Konsinyor):
- Dapat Memperluas Pasar serta Menghemat Biaya Promosi
Melalui konsinyasi, Para pemilik barang atau produk dapat memperluas pasar, serta menghemat biaya promosi dengan cukup maksimal. Selain itu, produknya juga dapat dipasarkan di tempat yang sesuai keinginan penjual.
Keuntungan dari bisnis konsinyasi adalah para konsinyor juga dapat lebih fokus terhadap produknya. Konsinyor dapat lebih meningkatkan kualitas produk, serta menerapkan inovasi-inovasi yang baru, agar produknya lebih unggul.
Keuntungan lainnya adalah a pabila menggunakan SPG, nanti si SPG lah yang ada pengelola penjualan di toko penyalur.
Keuntungan Bisnis Konsinyasi Bagi Para Penjual (Konsinyi):
- Mendapatkan Keuntungan tanpa Modal
Pihak penjual dapat menjual produknya, tanpa harus menjadi produsen bagi produk tersebut. Ini berarti, penjual mendapatkan keuntungan tanpa modal sedikit pun.
Penjual mendapatkan keuntungan dari harga yang sudah ditetapkan dalam kerja sama konsinyasi sebelumnya. Penjual juga boleh menambahkan harga jual, yang akan menjadi keuntungan pribadinya.
Jika kamu pemilik toko dan menjalin kerja sama konsinyasi, maka display di toko kamu akan lebih banyak dan bervariasi. Penambahan produk tentunya akan meningkatkan penjualan bagi pemilik toko.
- Risiko Barang Tidak Laku Lebih Kecil
Dengan usaha konsinyasi Jika ada barang yang memang tidak laku, Maka pihak pemilik barang nantinya akan mengambil kembali produk tersebut. Sebagai penjual, kamu sama sekali tidak mengalami kerugian. Pihak pemilik barang yang mengalami kerugian.
Pengertian, Mekanisme, dan Keuntungan Konsinyasi
Mari kita cari tahu lebih dalam mengenai pengertian sistem konsinyasi, manfaatnya, serta memahami bagaimana praktik bisnis ini mampu menjadi pendorong kesuksesan bagi pelaku usaha di era kontemporer.
Konsinyasi adalah sebuah perjanjian bisnis antara pemasok atau produsen (consignor) dan pengecer atau agen di negara tujuan (consignee). Dalam perjanjian ini, consignor setuju untuk mengirimkan barang-barang ke consignee untuk dijual di pasar negara tujuan.
Yang membedakan sistem konsinyasi pada perdagangan internasional dengan pasar domestik adalah cara pembayaran. Dalam konsinyasi internasional, consignee tidak membayar consignor terlebih dahulu untuk barang-barang yang diterima.
Konsep konsinyasi internasional memberikan kesempatan bagi consignor untuk memasuki pasar asing tanpa harus menghadapi risiko pembayaran upfront atau kepemilikan stok di negara tujuan. Di lain sisi, consignee juga dapat menawarkan beragam produk baru tanpa harus mengeluarkan modal pembelian terlebih dahulu, sehingga membantu dalam mengurangi risiko bisnisnya.
Konsinyasi dalam perdagangan internasional memerlukan perjanjian yang jelas dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak untuk memastikan kelancaran proses distribusi dan penjualan produk di pasar asing.
Bagaimana mekanisme penjualan barang konsinyasi?
Sistem penjualan konsinyasi melibatkan beberapa tahapan dan proses yang melibatkan consignor (pemasok atau produsen) dan consignee (pengecer atau agen di negara tujuan).
Berikut adalah langkah-langkah umum dalam sistem penjualan barang konsinyasi.
Tahap 1 : Membuat perjanjian konsinyasi
Consignor dan consignee akan menandatangani perjanjian konsinyasi yang menjelaskan persyaratan, tanggung jawab, dan hak masing-masing pihak.
Perjanjian ini mencakup detail seperti jenis barang yang dikonsinyasikan, jumlah stok yang akan dikirim, harga jual, komisi yang diberikan kepada consignee, batas waktu penjualan, Payment Terms , dan aturan pengembalian barang yang tidak terjual.
Pengertian Konsinyasi
Konsinyasi (Sumber: freepik.com)
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan bahwa konsinyasi adalah penitipan barang dagangan kepada agen atau orang lain yang bertugas menjualkan dengan sistem pembayarannya diberikan di lain waktu sesuai kesepakatan kedua belah pihak.
Istilah konsinyasi sudah digunakan di berbagai aspek, seperti bisnis, hukum, pertahanan dan keamanan, serta lainnya. Dalam artikel ini akan lebih membahas tentang konsinyasi di bidang bisnis
Konsinyasi dalam bidang bisnis dapat diartikan sebagai suatu bentuk kerja sama yang dilakukan oleh produsen atau pemasok barang dengan penerima barang atau pengecer. Pemilik atau pemasok barang akan memberikan sejumlah barang yang ia miliki kepada penjual atau pengecer. Namun, pemilik barang atau produsen tidak akan menerima penghasilan selama produk atau barang yang ia titipkan kepada penjual belum laku terjual.
Konsinyasi sangat menguntungkan bagi penerima barang karena mereka tidak membutuhkan modal besar untuk membeli barang yang mereka jual. Selain itu, keuntungan lain yang diperoleh dari penjual atau penerima barang adalah apabila barang yang dititipkan tidak laku maka barang-barang tersebut dapat dikembalikan kepada produsen atau pemilik barang tanpa perlu membayar atau ganti rugi. Akan tetapi, konsinyasi tetap saling menguntungkan, baik untuk produsen atau pemasok barang, dan penjual atau penerima barang.
Contoh Bisnis Konsinyasi
Tika adalah seorang pengusaha yang memproduksi makanan pedas kekinian. Ia ingin menjual produknya di toko pusat kota.
Tika ingin melakukan pengujian, Apakah produk makanan pedas kekiniannya ini bisa laku di pasaran. Dia membuat perjanjian (bisnis konsinyasi) dengan pemilik toko makanan, dan menjual 50 bungkus makanan kekiniannya.
Dalam perjanjian, Tika akan mengambil hasil penjualan setiap 30 hari. 30 Hari pertama, Ia mengambil hasilnya ke toko, namun hanya terjual 30 bungkus. Pemilik toko mengembalikan 20 bungkus makanan pedasnya ke Tika.
Secara bisnis konsinyasi, Kasus seperti ini terbilang sukses. Tika dan penjual makanan pedasnya sama-sama mendapatkan keuntungan.
Nah, itu sedikit penjelasan mengenai Pengertian Penjualan Konsinyasi, semoga informasi mengenai sistem kerja sama penjualan konsinyasi ini bisa menjadi referensi untuk Anda yang ingin membuka usaha. Jika Anda ingin membuka usaha bidang kuliner, sistem penjualan konsinyasi juga bisa dicoba.
Tapi perlu diingat juga, sebaiknya jika Anda ingin melakukan kerja sama Konsinyasi, baik Anda sebagai produsen maupun mitra/toko, harus diperhatikan sistemnya nanti bagaimana. Khususnya dalam hal bagi hasil atau pengambilan keuntungannya. Karena ini tergantung dari kesepakatan bersama. Jangan sampai hanya sekedar melihat mudahnya kerja sama Konsinyasi, akhirnya Anda menghiraukan hal-hal yang vital seperti itu. Akan lebih baik ada hitam di atas putih.
Jadi konsinyasi adalah sistem penjualan yang sebenarnya juga ada untung ruginya. Untuk itu sebagai produsen juga perlu melihat apa nanti risikonya jika produk Anda dijual melalui sistem konsinyasi di toko atau partner A. Jangan asal kerja sama.
Originally posted 2019-12-09 07:39:02.
Kekurangan Sistem Konsinyasi
Meskipun sistem konsinyasi memiliki banyak kelebihan, namun juga terdapat beberapa kekurangan yang harus diperhatikan oleh pengrajin dan pengecer atau agen. Berikut ini adalah beberapa kekurangan sistem konsinyasi:
- Pembayaran yang Lambat: Dalam sistem konsinyasi, pengrajin harus menunggu produk mereka terjual sebelum mendapatkan pembayaran. Ini bisa menjadi masalah jika produk tidak laku atau jika pengecer atau agen mengalami kendala keuangan.
- Risiko Kerugian: Jika produk rusak, hilang, atau dicuri saat dalam pengeceran, pengrajin dapat mengalami kerugian. Oleh karena itu, penting bagi pengrajin untuk memastikan bahwa pengecer atau agen yang mereka pilih dapat menjaga keamanan produk.
- Kepercayaan dan Transparansi: Sistem konsinyasi membutuhkan kepercayaan yang tinggi antara pengrajin dan pengecer atau agen. Pengrajin harus yakin bahwa pengecer atau agen akan menjual produk mereka dengan harga yang adil dan tidak menyalahi ketentuan perjanjian.
Tags: kerajinan untuk produk sebutkan global sistem