Selimut Tenun Bali - Keindahan dan Keterampilan dalam Kerajinan Menyulam
Proses Pembuatan Kain Tenun Endek Khas Bali
Proses membuat Kain Tenun Endek Khas Bali terdiri dari beberapa proses, yakni :
Ngelos
Pengkelosan merupakan proses penggulungan benang yang akan digunakan untuk membuat kain endek. Proses ini dilakukan untuk merubah bentuk gulungan benang dan meningkatkan kualitas benang. Adapun benang yang digunakan di Pelangi Traditional Weaving ini adalah benang sutra metris yang berkualitas sangat baik.
Mempen (Pemidangan)
Pemidangan merupakan proses memasukkan (mempen) benang ke dalam rak benang, yang kemudian ditata ke dalam penamplik dengan cara diputar. Jumlah putaran atau tumpukan dalam proses ini menentukan besar kecilnya motif yang akan dibuat. Ketika saya mencoba mempen benang, putaran yang dilakukan adalah sebanyak 10 kali.
Mebed (Pembuatan motif)
Mebed merupakan ciri khas dari teknik tenun ikat. Benang pakan yang sudah dipempen kemudian diikat menggunakan tali rapia berwarna-warni sesuai dengan jenis motif yang diinginkan. Teknik ikat berarti mengikat bagian- bagian benang agar ketika dicelup tidak terkena warna celupan, sehingga dapat menghasilkan perbedaan warna yang membentuk motif kain tenun endek.
Pencelupan
Proses pencelupan merupakan proses pemberian pewarnaan menggunakan warna dasar yang diinginkan.
Nyantri (Pencoletan)
Jenis Kain Tenun Khas Indonesia
Berikut ini adalah beberapa jenis kain tenun khas Indonesia yang wajib Moms ketahui!
Foto: kain tenun pandai sikek (indonesiakaya.com)
Ini adakah kerajinan kain tenun khas Indonesia asal Minangkabau, Sumatera Barat yang sudah dikenal sejak lama.
Pandai Sikek sebenarnya adalah nama sebuah desa di kaki gunung Singgalang.
Di desa ini, Moms bisa menemukan puluhan rumah tenun menggunakan ratusan penenun di sana.
Sebenarnya terdapat pula desa lain di Minangkabau yang menekuni kerajinan tenun, akan tetapi Pandai Sikek mempunyai industri tenun yang lebih maju dibandingkan desa lainnya.
Kain tenun ini biasanya dipakai dalam upacara perkawinan atau penyambutan tamu. Dalam hal motif, tenun Pandai Sikek sebenarnya terbilang sedikit.
Hanya terdapat dua jenis motif yang umumnya digunakan pada kain tenun Pandai Sikek, yaitu motif Cukie dan Sungayang.
Motif Cukie adalah pola yang mengisi bagian berdasarkan kain, baik kepala, badan juga tepi kain. Sementara motif Sungayang adalah motif keseluruhan menurut kain tenun.
Sementara itu, ada dua jenis tenun Pandai Sikek, yaitu Balapak dan Bacatua.
Balapak merupakan kain yang ditenun dengan melewatkan benang emas di seluruh bidang kain.
Sementara Bacatua merupakan kain tenun yang terdiri dari benang lungsi dan pakan dan di bagian tertentu diberi hiasan benang emas.
Tags: tenun selimut