... Panduan Selimut Tenun Bali: Cara Mudah Membuat Sendiri di Rumah

Selimut Tenun Bali - Keindahan dan Keterampilan dalam Kerajinan Menyulam

Pemanfaatan Tenun Insana

Dengan tampilannya yang sangat khas yakni berwarna cerah dan memiliki motif yang sangat menawan, kain tenun insana secara pada prinsipnya dapat dimanfaatkan untuk banyak keperluan. Berikut beberapa fungsi kain tenun insana jika dilihat dari sudut pandang budaya.

  • Kain tenun insana dapat difungsikan sebagai sarung, selimut dan selendang.
  • Sebagai pakaian untuk pesta dalam ritual-ritual adat seperti acara kematian, acara adat kawin-mawin dan penjumputan tamu.
  • Sebagai alat penghargaan dan pemberian perkawinan (mas kawin).
  • Sebagai mitos, lambang suku yang dijaga kelestariannya dan dihormati karena menurut kepercayaan suku tertentu.
  • Kain tenun insana dipercaya dapat melindungi pemakainya dari gangguaan alam, bencana, roh jahat dan lain-lain.
  • Untuk keperluan lain yang lebih luas kain tenun insana dengan warna yang colorfull sangat cocok dijadikan sebagai tas tenun, baju tenun atau aneka sovenir lainnya.

Pengertian Kain Endek

Kain endek adalah kain yang diwariskan oleh nenek moyang yang merupakan ciri khas kain Bali. Selain endek, Bali memiliki berbagai jenis kain khas seperti kain poleng, kain songket, kain kling, kain gringsing, dan kain cepuk. Jika berkunjung ke Bali maka akan banyak kita jumpai di toko toko atau tempat wisata berbagai jenis kain endek baik yang berbentuk selendang, sarung, lembaran, atau kain panjang.

Endek sendiri berasal dari kata “gendekan” atau “ngendek” yang berarti diam atau tetap, tidak berubah warnanya. Nama ini berasal dari proses pembuatannya yaitu dengan mengikat satu sisi kain dan dicelupkan ke pewarna sehingga kain yang diikat akan tetap warnanya.

Kain Endek Bali memiliki ciri khas lewat corak, motif, dan warna yang digunakan. Setiap symbol dalam kain yang satu ini sarat akan makna tersendiri. Kain ini banyak digunakan dalam upacara adat dan keagamaan di Bali, bahkan beberapa motif hanya boleh digunakan oleh raja atau bangsawan.

Kain endek mulai berkembang sejak tahun 1975, tepatnya pada masa pemerintahan Raja Dalem Waturenggong di Gelgel Klungkung. Kain endek kemudian berkembang di sekitar daerah Klungkung, salah satunya adalah di Desa Sulang. Pada tahun 1985-1995 kain tenun endek berkembang dengan pesat karena adanya dukungan dari pemerintah. Pada masa ini proses produksi kain endek menggunakan alat tenun bukan mesin atau (ATBM).

Pada tahun 1996-2012 kain endek sempat mengalami penurunan karena banyaknya persaingan, selain itu bahan baku yang sulit didapat juga menjadi penyebab penurunan kain endek. Namun pada tahun 2011 endek kembali berkembang karena murahnya bahan baku dan mulai diminati sebagai bahan untuk membuat seragam. Bahkan di Bali sudah diadakan pemilihan Duta Endek untuk melestarikan kain tradisional yang satu ini.

Mengenal Kain Tenun Endek Khas Bali Yang Mulai Mendunia

Mengenal Kain Tenun Endek – Berbicara soal keindahan budaya Bali memang tidak ada batasnya. Selalu saja ada hal unik yang hidup di tengah masyarakatnya yang memang masih memegang teguh budaya dan karya seni yang adiluhung.

Karya Seni Bali tidak hanya tentang lekuk menawan penari atau suara harmoni gambelannya saja, Bali juga punya karya seni yang tergambar di atas kain, yaitu Kain Tenun endek.

Research Trip kali ini, saya dan team UKM Tourism Research Community Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional mengunjungi Desa Sidemen, desa yang didaulat sebagai salah satu sentra pembuatan Kain Tenun Endek khas Bali . Diiringi gerimis hujan yang menyejukkan hati, kami tiba tepat pukul 09.00 WITA di sebuah galeri yang bernama Pelangi Traditional Weaving.

Sebelum dipandu lebih lanjut, kami langsung melipir ke ruangan besar tempat orang menenun. Semua penenun wanita tampak sibuk dengan alat tenunnya masing-masing. Tangannya lihai mendorong dan menarik kayu yang menggerakan benang. Seperti menari, mereka menenun dengan nurani.

Ngomong-ngomong soal Endek, kain ini bagi masyarakat Bali tidak hanya sebuah kain tenun semata. Namun merupakan sebuah karya seni yang diwariskan melalui keterampilan secara turun-temurun. Terbukti, banyak wanita asal Sidemen yang sudah pintar menenun diusia belia. Bahkan ada yang sudah bisa menenun pada usia 17 tahun, lho! Selain itu, rata-rata masyarakat Sidemen masih aktif menenun dalam usia 70 Tahun.

5. Tenun Sasak (Nusa Tenggara Barat)

Foto: tenun sasak (itjen.kemdikbud.go.id)

Menenun juga merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun pada suku Sasak, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menenun biasanya dilakukan oleh kaum wanita untuk mengisi waktu luang.

Jika dilihat, kain Tenun Sasak yang merupakan kain tenun khas Indonesia lainnya ini punya keunikan dibandingkan dengan kain tenun lainnya.

Keunikan tersebut ada pada bahan yang dipakai yang seluruhnya alami dan tidak dicampurkan bahan kimia.

Misalnya, benang yang digunakan berasa dari kapas.

Tenun sasak mempunyai ragam hias yang memiliki arti simbolik yang merupakan manifestasi menurut kehidupan dan agama yang dianut.

Itulah hal yang perlu dipahami seputar kain tenun khas Indonesia. Semoga semakin menambah wawasan dan pengetahuan akan budaya nusantara, ya!

Kain Tenun Endek Mulai Mendunia

Selain digunakan dalam kehidupan sehari-hari, Endek semakin dikenal pada saat pelaksanaan KTT APEC pada Oktober 2013 yang diselenggarakan di Nusa Dua. Pada saat jamuan gala dinner, semua pemimpin dunia beserta istri menggunakan busana Endek Khas Bali.

Selain itu, pada tahun 2020 ditengah kondisi pandemi Covid-19, Kain Endek didaulat sebagai salah satu kain yang akan digunakan Brand Internasional Christian Dior sebagai salah satu bahan fashionnya.

Selain diproses dengan manual, sebenarnya ada endek yang dibuat dengan bantuan mesin. Mesin tersebut digunakan untuk membuat motif pada kain dengan cara di cap. Meskipun harganya lebih murah, namun dari segi kualitas Kain Tenun Endek yang diproses secara tradisional jauh lebih baik.

Semoga Endek khas Bali ini tetap bisa dilestarikan dan menjadi khasanah budaya yang makin dikenal dunia. Jika bisa, dijadikan sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO, seperti Batik.

Bagaimana menurutmu? Apakah ada kain tradisional di daerahmu yang juga dibuat dengan proses yang unik dan rumit? Ceritakan pada kolom komentar ya!


Tags: tenun selimut

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia