Sikap Kreatif yang Mendalam dalam Menghasilkan Karya Kerajinan Menyulam dan DIY
Tips Sukses Menjadi Wirausaha Kerajinan Limbah
Sampah Bisa Menjadi Peluang Usaha Ramah Lingkungan (Sumber: Freepik.com)
Bagi Anda yang ingin memulai menjadi seorang wirausaha kerajinan limbah, Ada bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini:
1. Kreatif
Seorang wirausaha harus kreatif dan memiliki pemikiran out of the box, karena untuk mengelola limbah menjadi barang jadi Anda perlu menuangkan pikiran kreatif agar terus berkembang.
Semua orang bisa menjadi orang kreatif dengan terus belajar dan mencari informasi referensi sebanyak-banyaknya. Terus berproses karena tidak mungkin ada hal yang instan untuk meraih kesuksesan.
2. Inovatif dan Visioner
Tips berikutnya untuk menjadi seorang wirausaha kerajinan limbah adalah menjadi seorang yang inovatif dan visioner, artinya Anda harus bisa memberikan inovasi dengan memperhatikan setiap aspek dari produk agar layak dijual dan dipasarkan.
Mulai dari nilai estetika, kualitas, bentuk, kegunaan dan beberapa hal lainnya yang memang diperlukan dan menjadi hal dasar yang wajib untuk diperhatikan.
Berikutnya adalah visner, dimana Anda harus memiliki kemampuan untuk berfikir maju ke depan dengan mempertimbahkan dan menyiapkan segala macam hal tentang kemungkinan yang akan terjadi.
Sehingga, rencana pasar yang Anda kembangkan bisa menjadi optimal, efisien dan terarah.
3. Berani Mengambil Resiko
Sikap ini sebenarnya tidak hanya untuk para wirausaha kerajinan limbah saja, melainkan untuk semua pebisnis, karena tidak ada yang bisa menjamin kesuksesan dan kelancaran sebuah usaha meskipun sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang.
4 Totalitas
Terakhir dan penting untuk diterapkan, dalam membuka sebuah bisnis seorang wirausaha/ pengusaha wajib memiliki totalitas tinggi dalam mengelola bisnisnya, termasuk untuk bisnis kerajinan dari bahan limbah.
Ide Kerajinan dari Bahan Limbah Jadi Peluang Usaha
Untuk Anda yang ingin memulai menjadi wirausaha kerajinan bahan limbah ada beberapa ide kreasi yang bisa dicoba dan dikembangkan. Berikut rekomendasi dan penjelasan ide kerajinan berdasarkan dari bahan dasarnya:
1. Kerajinan Limbah dari Botol Plastik
Ide kerajinan pertama adalah kerajinan dari bahan dasar botol plastik. Dengan tabung dan bahan dasar yang mudah dikreasikan dan tidak mudah hancur botol plastik menjadi bahan dasar yang paling sering dikreasikan.
Sederhananya, Anda bisa memanfaatkannya menjadi vas bunga, tempat pensil, pot bunga, hingga replika bunga dan masih banyak lagi yang bisa Anda coba dan mungkin saja akan menjadi trend di masa depan.
Untuk menjadikan kerajinan limbah memiliki nilai jual yang tinggi, Anda perlu memperhatikan bentuk produk, kualitas dan bagaimana detailnya hingga orang merasa ingin membeli produk yang Anda kreasikan, karena memang produk yang Anda produksi layak untuk dijual.
2. Kerajinan Limbah dari Kaleng
Bahan dasar limbah lainnya yang bisa dijadikan sebagai kerajinan limbah ada kaleng bekas, kaleng ini bisa dijadikan menjadi dekorasi menarik atau peralatan tambahan yang bisa membantu kehidupan sehari-hari.
Jika Anda mengelolanya dengan praktis dan efisien maka Anda bisa menjadikan limbah kaleng ini menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis.
Benda yang bisa dikreasikan dari limbah kaleng ini diantaranya: Hiasan lampu tidur, celengan, empat alat tulis, pot tanaman hingga miniatur dan masih banyak lagi.
3. Kerajinan Limbah dari Kayu
Jenis kerajinan ini sangat cocok untuk Anda yang berada di lingkungan para pengrajin kayu atau daerah yang memiliki banyak kayu dan tidak ada yang memanfaatkannya.
Peluang limbah kayu ini bisa menjadi ide bisnis dengan dikreasikan menjadi banyak benda bermanfaat, tidak ada benda khusus yang ditetapkan karena limbah kayu bisa dimanfaatkan menjadi puluhan hingga ratusan benda bermanfaat.
1. Tidak memerhatikan struktur karya tulis.
Karya ilmiah memiliki sistematika penenulisan yang berbeda dengan karya tulis lainnya. Sistematika penulisan karya ilmiah perlu dipatuhi dengan struktur umum sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Pembatasan Masalah
1.3 Rumusan Masalah
1.4 Tujuan Penelitian
1.5 Manfaat Penelitian
Bab II Landasan Teori
Bab III Metode Penelitian
Bab IV Hasil dan Pembahasan
Bab V Kesimpulan dan Saran
Penulis yang menulis karya ilmiah tidak dapat menghilangkan salah satu atau bagian yang lain dalam struktur karya tulisnya. Namun, tak jarang banyak orang menuliskan isi dari bagian struktur karya tulis tidak sesuai dengan yang seharusnya. Misalkan, dibagian latar belakang terlalu banyak mengambil porsi bab II Lansasan teori.
Desain Ragam Hias
Desain ragam hias yang terdapat di wilayah Indonesia ini beberapa di antaranya sudah merupakan pola baku ragam hias wilayah tertentu. Desain ragam hias dapat dikelompokkan dalam jenis pola sebagai berikut.
- Jenis pola tunggal (pattern), yaitu bentuk pola yang disusun dengan ukuran yang berdiri sendiri tanpa diberi bentuk yang lain.
- Jenis pola ulang himpunan (assemblage), yaitu bentuk pola yang tiap bagian merupakan suatu kelompok dan kumpulan dari beberapa bentuk atau unsur yang masih bersifat satu-kesatuan.
- Jenis pola ulang menyeluruh, yaitu ragam hias dengan kombinasi-kombinasi ulangan disertai dengan membubuhkan bentuk lain yang tidak tercakup dalam kelompok tanpa merusak bentuk pokok dari ragam hias tersebut.
Pola pada ragam hias biasanya terdiri atas ragam hias pokok, ragam hias pendukung, dan ragam hias isian atau pelengkap. Proses penataan ragam hias secara garis besar dapat dikelompokkan dalam proses sebagai berikut:
- Proses pengulangan sejajar, baik secara vertikal maupun horizontal, disusun dalam posisi yang sama, jarak dan ukuran yang sama. Proses tersebut sangat mudah dijumpai dalam ragam hias geometris sebagai desain tepi maupun dalam susunan diagonal dan sudut.
- Proses pengulangan berpotongan, yaitu pada proses pembuatan motif saling bertumpangan dan berpotongan terhadap bidang gambar. Ragam hias pada tekstil tradisional pada umumnya menggunakan proses pengulangan yang disusun simetris. Pada tekstil modern, proses pengulangan ragam hias, baik yang sejajar maupun yang berpotongan, selain disusun secara simetris sering pula digunakan secara asimetris, bahkan bersifat acak.
Tags: kerajinan yang adalah