Sikap Kreatif yang Mendalam dalam Menghasilkan Karya Kerajinan Menyulam dan DIY
1. Tidak memerhatikan struktur karya tulis.
Karya ilmiah memiliki sistematika penenulisan yang berbeda dengan karya tulis lainnya. Sistematika penulisan karya ilmiah perlu dipatuhi dengan struktur umum sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Pembatasan Masalah
1.3 Rumusan Masalah
1.4 Tujuan Penelitian
1.5 Manfaat Penelitian
Bab II Landasan Teori
Bab III Metode Penelitian
Bab IV Hasil dan Pembahasan
Bab V Kesimpulan dan Saran
Penulis yang menulis karya ilmiah tidak dapat menghilangkan salah satu atau bagian yang lain dalam struktur karya tulisnya. Namun, tak jarang banyak orang menuliskan isi dari bagian struktur karya tulis tidak sesuai dengan yang seharusnya. Misalkan, dibagian latar belakang terlalu banyak mengambil porsi bab II Lansasan teori.
Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis Karya Ilmiah
Bahasa yang digunakan dalam menulis karya ilmiah adalah bahasa baku dan menggunakan bahasa keilmuan, yaitu ragam bahasa yang menggunakan istilah-istilah keilmuan yang khusus dan hanya dapat dipahami oleh pakar pada bidang tertentu. Untuk itu, karya tulis seharusnya ditulis oleh orang yang mendalami bidangnya sehingga karya ilmiah yang dihasilkan menggali suatu permasalahan secara mendalam. Namun, tidak jarang orang melakukan beberapa kesalahan umum dalam penulisan karya ilmiah. Untuk itu, kita perlu mempelajari kesalahan umum tersebut sehingga kita dapat menulis karya tulis yang banar. Berikut kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi:
Desain Ragam Hias
Desain ragam hias yang terdapat di wilayah Indonesia ini beberapa di antaranya sudah merupakan pola baku ragam hias wilayah tertentu. Desain ragam hias dapat dikelompokkan dalam jenis pola sebagai berikut.
- Jenis pola tunggal (pattern), yaitu bentuk pola yang disusun dengan ukuran yang berdiri sendiri tanpa diberi bentuk yang lain.
- Jenis pola ulang himpunan (assemblage), yaitu bentuk pola yang tiap bagian merupakan suatu kelompok dan kumpulan dari beberapa bentuk atau unsur yang masih bersifat satu-kesatuan.
- Jenis pola ulang menyeluruh, yaitu ragam hias dengan kombinasi-kombinasi ulangan disertai dengan membubuhkan bentuk lain yang tidak tercakup dalam kelompok tanpa merusak bentuk pokok dari ragam hias tersebut.
Pola pada ragam hias biasanya terdiri atas ragam hias pokok, ragam hias pendukung, dan ragam hias isian atau pelengkap. Proses penataan ragam hias secara garis besar dapat dikelompokkan dalam proses sebagai berikut:
- Proses pengulangan sejajar, baik secara vertikal maupun horizontal, disusun dalam posisi yang sama, jarak dan ukuran yang sama. Proses tersebut sangat mudah dijumpai dalam ragam hias geometris sebagai desain tepi maupun dalam susunan diagonal dan sudut.
- Proses pengulangan berpotongan, yaitu pada proses pembuatan motif saling bertumpangan dan berpotongan terhadap bidang gambar. Ragam hias pada tekstil tradisional pada umumnya menggunakan proses pengulangan yang disusun simetris. Pada tekstil modern, proses pengulangan ragam hias, baik yang sejajar maupun yang berpotongan, selain disusun secara simetris sering pula digunakan secara asimetris, bahkan bersifat acak.
Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Keras
Dalam proses pembuatan sebaiknya menggunakan berbagai jenis pahat ukir agar hasil ukiran maksimal. Kemudian tetap memperhatikan keselamatan kerja sehingga tercipta produk yang unggul dan berkualitas.
Teknik Kerja Bangku
Teknik Kerja Bangku adalah teknik dasar yang harus dikuasai oleh seseorang dalam mengerjakan produk kriya kayu. Pekerjaan kerjabangku penekanan pada pembuatan benda kontruksi dengan alattangan,dan dilakukan di bangku kerja. pekerjaan kerja bangku meliputi berbagai jenis kontruksi geometris, membuat geometris secara terukur,membuat sambungan, dan merakit beberapa komponen dengan bahan papan maupun balok kayu.
Persyaratan kualitas terletak kepada pemahaman seseorang dalam praktek kerja bangku dan pelaksanaannya di tempat kerja yang meliputi : tingkat ketrampilan dasar penguasaaan alat tangan , tingkat kesulitan produk yang dibuat, tingkat keapresisian hasil karya.
Untuk memperoleh hasil yang presisi pekerjaan kerja bangku biasanya dibantu dengan menggunakan alat-alat semi masinal,disamping untuk mempercepat proses kerja. Tingkat kejelasan gambar yang dipergunakan, kualitas peralatan baik alat potong, serut, pahat alat penghalus sangat menentukan hasil produk.
Teknik Bubut
Dalam pekerjaan membubut diperlukan alat pemotong yang berfungsi untuk mengiris, menyayat/menggaruk dan membentuk benda. Proses Kerja Teknik Bubut:
- Potonglah kayu sesuai dengan ukuran pada gambar kerja ditambah 2 cm pada setiap ujungnya.
- Buatlah garis diagonal pada setiap ujung kayu dengan menggunakan penggaris dan pensil untuk menentukan titik senter. Tandailah titik senter dengan menggunakan drip atau palu besi.
- Ketamlah sudut-sudut kayu menjadi segi delapan dengan menggunakan ketam baja.
- Pasanglah benda kerja pada senter mesin bubut . Kemudian aturlah ketinggian penyangga pahat sesuai dengan senter mesin bubut 6 Mulailah pembubutan dari bentuk segi delapan menjadi silinder dengan menggunakan pahat kuku besar.
- Ratakan bentuk silinder dengan menggunakan pahat lurus atau pahat miring/sero.
Ide Kerajinan dari Bahan Limbah Jadi Peluang Usaha
Untuk Anda yang ingin memulai menjadi wirausaha kerajinan bahan limbah ada beberapa ide kreasi yang bisa dicoba dan dikembangkan. Berikut rekomendasi dan penjelasan ide kerajinan berdasarkan dari bahan dasarnya:
1. Kerajinan Limbah dari Botol Plastik
Ide kerajinan pertama adalah kerajinan dari bahan dasar botol plastik. Dengan tabung dan bahan dasar yang mudah dikreasikan dan tidak mudah hancur botol plastik menjadi bahan dasar yang paling sering dikreasikan.
Sederhananya, Anda bisa memanfaatkannya menjadi vas bunga, tempat pensil, pot bunga, hingga replika bunga dan masih banyak lagi yang bisa Anda coba dan mungkin saja akan menjadi trend di masa depan.
Untuk menjadikan kerajinan limbah memiliki nilai jual yang tinggi, Anda perlu memperhatikan bentuk produk, kualitas dan bagaimana detailnya hingga orang merasa ingin membeli produk yang Anda kreasikan, karena memang produk yang Anda produksi layak untuk dijual.
2. Kerajinan Limbah dari Kaleng
Bahan dasar limbah lainnya yang bisa dijadikan sebagai kerajinan limbah ada kaleng bekas, kaleng ini bisa dijadikan menjadi dekorasi menarik atau peralatan tambahan yang bisa membantu kehidupan sehari-hari.
Jika Anda mengelolanya dengan praktis dan efisien maka Anda bisa menjadikan limbah kaleng ini menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis.
Benda yang bisa dikreasikan dari limbah kaleng ini diantaranya: Hiasan lampu tidur, celengan, empat alat tulis, pot tanaman hingga miniatur dan masih banyak lagi.
3. Kerajinan Limbah dari Kayu
Jenis kerajinan ini sangat cocok untuk Anda yang berada di lingkungan para pengrajin kayu atau daerah yang memiliki banyak kayu dan tidak ada yang memanfaatkannya.
Peluang limbah kayu ini bisa menjadi ide bisnis dengan dikreasikan menjadi banyak benda bermanfaat, tidak ada benda khusus yang ditetapkan karena limbah kayu bisa dimanfaatkan menjadi puluhan hingga ratusan benda bermanfaat.
Tags: kerajinan yang adalah