... 5 Sikap yang Harus Dikembangkan dalam Mengerjakan Karya Kerajinan: Tips DIY dan Sulam

Sikap Kreatif yang Mendalam dalam Menghasilkan Karya Kerajinan Menyulam dan DIY

Bersikap profesional saat bekerja

ilustrasi orang sedang bekerja (unsplash.com/Tim van der Kuip)

Profesionalisme merupakan sikap paling penting di dunia kerja. Sikap satu ini mencakup aspek-aspek kuat dalam membangun kualitas diri karyawan, seperti dedikasi terhadap pekerjaan, menghargai waktu, menepati janji, mematuhi aturan, hingga menjaga integritas.

Seseorang dikatakan profesional saat mampu memfokuskan diri pada pekerjaan yang sedang dilakoni. Terlepas dari tekanan yang mungkin terjadi, dia punya rasa tanggung jawab besar untuk menyelesaikan pekerjaannya sebaik mungkin. Sikap profesional dapat memudahkan rekan kerja untuk bekerja sama.

Desain Ragam Hias

Desain ragam hias yang terdapat di wilayah Indonesia ini beberapa di antaranya sudah merupakan pola baku ragam hias wilayah tertentu. Desain ragam hias dapat dikelompokkan dalam jenis pola sebagai berikut.

  1. Jenis pola tunggal (pattern), yaitu bentuk pola yang disusun dengan ukuran yang berdiri sendiri tanpa diberi bentuk yang lain.
  2. Jenis pola ulang himpunan (assemblage), yaitu bentuk pola yang tiap bagian merupakan suatu kelompok dan kumpulan dari beberapa bentuk atau unsur yang masih bersifat satu-kesatuan.
  3. Jenis pola ulang menyeluruh, yaitu ragam hias dengan kombinasi-kombinasi ulangan disertai dengan membubuhkan bentuk lain yang tidak tercakup dalam kelompok tanpa merusak bentuk pokok dari ragam hias tersebut.

Pola pada ragam hias biasanya terdiri atas ragam hias pokok, ragam hias pendukung, dan ragam hias isian atau pelengkap. Proses penataan ragam hias secara garis besar dapat dikelompokkan dalam proses sebagai berikut:

  1. Proses pengulangan sejajar, baik secara vertikal maupun horizontal, disusun dalam posisi yang sama, jarak dan ukuran yang sama. Proses tersebut sangat mudah dijumpai dalam ragam hias geometris sebagai desain tepi maupun dalam susunan diagonal dan sudut.
  2. Proses pengulangan berpotongan, yaitu pada proses pembuatan motif saling bertumpangan dan berpotongan terhadap bidang gambar. Ragam hias pada tekstil tradisional pada umumnya menggunakan proses pengulangan yang disusun simetris. Pada tekstil modern, proses pengulangan ragam hias, baik yang sejajar maupun yang berpotongan, selain disusun secara simetris sering pula digunakan secara asimetris, bahkan bersifat acak.
BACA: Alasan Wirausaha Selalu Mengevaluasi Strategi Usahanya

1. Tidak memerhatikan struktur karya tulis.

Karya ilmiah memiliki sistematika penenulisan yang berbeda dengan karya tulis lainnya. Sistematika penulisan karya ilmiah perlu dipatuhi dengan struktur umum sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Masalah

1.2 Pembatasan Masalah

1.3 Rumusan Masalah

1.4 Tujuan Penelitian

1.5 Manfaat Penelitian

Bab II Landasan Teori

Bab III Metode Penelitian

Bab IV Hasil dan Pembahasan

Bab V Kesimpulan dan Saran

Penulis yang menulis karya ilmiah tidak dapat menghilangkan salah satu atau bagian yang lain dalam struktur karya tulisnya. Namun, tak jarang banyak orang menuliskan isi dari bagian struktur karya tulis tidak sesuai dengan yang seharusnya. Misalkan, dibagian latar belakang terlalu banyak mengambil porsi bab II Lansasan teori.

Tips Sukses Menjadi Wirausaha Kerajinan Limbah

Sampah Bisa Menjadi Peluang Usaha Ramah Lingkungan (Sumber: Freepik.com)

Bagi Anda yang ingin memulai menjadi seorang wirausaha kerajinan limbah, Ada bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini:

1. Kreatif

Seorang wirausaha harus kreatif dan memiliki pemikiran out of the box, karena untuk mengelola limbah menjadi barang jadi Anda perlu menuangkan pikiran kreatif agar terus berkembang.

Semua orang bisa menjadi orang kreatif dengan terus belajar dan mencari informasi referensi sebanyak-banyaknya. Terus berproses karena tidak mungkin ada hal yang instan untuk meraih kesuksesan.

2. Inovatif dan Visioner

Tips berikutnya untuk menjadi seorang wirausaha kerajinan limbah adalah menjadi seorang yang inovatif dan visioner, artinya Anda harus bisa memberikan inovasi dengan memperhatikan setiap aspek dari produk agar layak dijual dan dipasarkan.

Mulai dari nilai estetika, kualitas, bentuk, kegunaan dan beberapa hal lainnya yang memang diperlukan dan menjadi hal dasar yang wajib untuk diperhatikan.

Berikutnya adalah visner, dimana Anda harus memiliki kemampuan untuk berfikir maju ke depan dengan mempertimbahkan dan menyiapkan segala macam hal tentang kemungkinan yang akan terjadi.

Sehingga, rencana pasar yang Anda kembangkan bisa menjadi optimal, efisien dan terarah.

3. Berani Mengambil Resiko

Sikap ini sebenarnya tidak hanya untuk para wirausaha kerajinan limbah saja, melainkan untuk semua pebisnis, karena tidak ada yang bisa menjamin kesuksesan dan kelancaran sebuah usaha meskipun sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang.

4 Totalitas

Terakhir dan penting untuk diterapkan, dalam membuka sebuah bisnis seorang wirausaha/ pengusaha wajib memiliki totalitas tinggi dalam mengelola bisnisnya, termasuk untuk bisnis kerajinan dari bahan limbah.

Jenis-Jenis Seni Kriya

Indonesia memiliki beragam bentuk dan jenis seni kriya yang dikerjakan dengan teknik dan anke bahan untuk membuatnya. Dari beragam bentuk hasil karya seni kriya di nusantara ada yang masih menggunakan hiasan atau ornamen tradisional daerah dan ada pula yang sudah memakai gaya meodern mengikuti perkembangan pasar. Berikut ini jenis-jenis seni kriya Nusantara berdasarkan bahan yang digunakan untuk membuatnya, antara lain,

a. Seni Kriya Kayu
Kriya kayu merupakan salah satu jenis seni kriya/ kerajinan yang dalam pengerjaannya selalu menggabungkan antara nilai kegunaan atau fungsi sekaligus nilai keindahan/ hias menggunakan bahan dari kayu. Pembuatan seni kriya kayu dapat dikerjakan dengan berbagai teknik seperti teknik pahat, ukir, dan lain-lain. Jenis kayu yang dapat dimanfaatkan untuk membuat karya seni kriya sangat beragam. Seni kriya kayu umumnya menggunakan bahan kayu keras seperti kayu jati, jayu mahoni, kayu akasia dan lain-lain. Hasil karya seni kriya kayu diantaranya seperti patung, topeng, wayang golek, furnitur, dan hiasan ukir-
ukiran.

b. Seni Kriya Tekstil
Seni kriya tekstil adalah salah satu jenis kriya dengan bahan dasarnya berupa kain. Istilah tekstil memiliki lingkup yang luas dan mencakup bermacam-macam aneka jenis kain yang pembuatannya pembuatannya dilakukan dengan cara diikat, dipres, ditenun, dan masih banyak teknik pembuatankarya seni kriya menggunakan kain. Umumnya kain terbuat dari serat yang diputar atau dipilin agar menghasilkan benang yang panjang, selanjutnya dirajut atau ditenun agar menghasilkan kain berupa barang jadi. Jenis karya seni kriya tektil nusantara dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu kriya tenun dan kriya batik.

c. Seni Kriya Keramik
Seni kriya keramik adalah salah satu jenis seni kriya dari bahan tanah liat yang dibakar untuk menghasilkan beragam benda fungsional maupun benda estetis. Pembuatan seni kriya keramik dapat dikerjakan dengan teknik slab/lempeng, putar/throwing, pilin/pinching, atau teknik cetak tuang. Daerah-daerah penghasil seni kriya keramik diantaranya adalah daerah bandung, jepara, cirebon, banjarnegara, malang, purwerejo, jogyakarta, banjar negara, dan sulawesi selatan.


Tags: kerajinan yang adalah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia