"Kreativitas Kerajinan Serat dalam Soal Prakarya Kelas 7 Semester 1"
Produk Kerajinan Serat Tumbuhan
Apakah kamu pernah melihat produk kerajinan yang terbuat dari daun? Daun-daun tersebut merupakan salah satu jenis serat alam yang dapat dijadikan bahan kerajinan. Beberapa contoh serat alam dari daun antara lain adalah daun eceng gondok, daun pandan, daun jagung, daun pisang atau pelepah pisang, janur atau daun kelapa muda, daun lontar, daun pandan wanggi, dan daun gebang.
1. Bahan Serat Alam dari Tumbuhan
Berikut ini adalah beberapa bahan serat alam yang berasal dari tumbuhan yang bisa dijadikan produk kerajinan. Cara mengolahnya cukup mudah yaitu dengan menjemurnya di bawah sinar matahari sampai kering.
Serat pelepah pisang
Serat daun pandan
Serat eceng gondok
Dari bahan-bahan serat alam tersebut dapat dibuat aneka produk kerajinan tangan yang beragam, seperti tas, dompet, topi, taplak meja, dan lampu hias.
2. Alat Pembuatan Kerajinan Serat Alam dari Tumbuhan
Untuk membuat produk kerajinan dari bahan serat alam diperlukan berbagai alat. Alat-alat tersebut disesuaikan dengan kebutuhan. Ada juga alat-alat berat yang dibutuhkan untuk membuat kerajinan tertentu, misalnya mesin jahit, mesin tenun, mesin pengurai sabut kelapa, dan berbagai mesin lainnya yang sesuai dengan jenis bahan serat alam.
3. Produk Kerajinan dari Bahan Serat Alam Tumbuhan
Bahan serat alam yang didapat dari sabut/sabut kelapa bisa dijadikan sebagai keset atau isi bantal.
Contoh Tes Tertulis Bentuk Pilihan Ganda Aspek Rekayasa
a. Kompetensi dasar
3.4 Memahami sistem, jenis, serta karakteristik persambungan dan penguatan pada konstruksi
b. Level proses kognitif: Level 3
c. Indikator Pencapaian Kompetensi
- Merancang sistem sambungan konstruksi .
- Merancang maket rumah
d. Tema
e. Sub Tema
Cara membuat miniatur rumah minimalis dari styrofoam
f. Tingkat kesulitan: sulit
g. Bentuk soal : Pilihan Ganda
Cara membuat miniatur rumah minimalis dari styrofoam. miniatur rumah sering di sebut maket dengan tampilan yang mirip dengan aslinya. Pembuatan miniatur rumah dapat dilakukan dengan bahan dasar styrofoam yang biasanya memiliki ukuran 60 cm x 395 cm. Langkah langkah membuat rumah rumahan dari bahan sangat diperlukan sebuah kreativitas yang tinggi untuk membuat dan menciptakan hasil miniatur yang mengesankan
Alat dan Bahan dalam Proses Pembuatan Konstruksi Miniatur Rumah
1. Lem dan double tape, sebagai perekat.
2. Penggaris, gunting , dan cutter sebagai alat bantu kerja.
3. Styrofoam dan kertas karton untuk membangun rumah pohon.
4. Kuas dan cat warna untuk mewarnai rumah.
Contoh tes tertulis bentuk uraian pada aspek pengolahan
Sahabat guru, berikut adalah contoh bentuk soal AKM mapel prakarya dalam bentuk uraian yang bisa dijadikan referensi.
Teks/stimulus
a. Peeling: untuk mengupas kulit seperti tomat, kacang-kacangan dan bawang
b. Flavor: meningkatkan flavor khas dari sayuran atau buah yang direbus.
c. Appearance, meningkatkan warna makanan terutama sayuran yang berwarna hijau supaya lebih kelihatan hijau dan mengkilap
d. Shelf life, menetralisir bakteri atau enzim yang berada di dalam makanan.
e. Blanching diperlukan dalam proses pengalengan sayuran supaya struktur sayuran menjadi lebih lembut daripada sayuran yang masih segar.
Jawablah pertanyaan di bawah ini! Soal:
"1. Tunjukkan yang kalian ketahui tentang memasak blanching?"
"2. Tunjukkan manfaat tehnik memasak blanching"
"3. Hubungkan proses blanching dengan penggorengan minyak banyak?"
"4. Tentukan cara menggunakan bahan sayuran pada metode blancing?"
"5. Tentukan teknik blancing pada proses peeling?"
Proses Produksi Kerajinan Bahan Serat
Kerajinan tekstil adalah seni yang menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari serat, benang, atau kain. Ada berbagai macam teknik dasar yang digunakan untuk mengolah bahan tekstil menjadi produk kerajinan yang menarik dan bermakna. Teknik dasar tersebut disesuaikan dengan jenis kerajinan yang ingin dibuat.
Salah satu contoh kerajinan tekstil adalah ikat celup, makrame, dan tapestri. Ketiga kerajinan ini memiliki ciri khas dan cara pembuatan yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasan singkat tentang teknik dasar pembuatan ketiga kerajinan tersebut.
1. Menenun
Menenun adalah teknik menghubungkan benang-benang secara melintang dan memanjang untuk membentuk kain atau permukaan. Menenun dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu seperti spanram atau bingkai yang berfungsi untuk merentangkan benang lungsi (benang memanjang) sebagai jalur untuk benang pakan (benang melintang). Salah satu produk kerajinan yang menggunakan teknik menenun adalah tapestri, yaitu kain hias yang biasanya bergambar atau bertulisan.
2. Menjahit
Menjahit adalah teknik menyambung kain atau bahan lain yang dapat dilewati oleh jarum dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan atau dengan mesin jahit. Teknik menjahit diperlukan dalam pembuatan kain ikat celup, yaitu kain yang memiliki pola warna yang dihasilkan dari proses pengikatan dan pencelupan. Teknik menjahit digunakan untuk merintang warna, yaitu mencegah warna menyebar ke bagian kain yang tidak diinginkan.
3. Mengikat
Mengikat adalah teknik menyatukan dua benang atau lebih dengan membentuk ikatan tertentu. Mengikat juga dapat diartikan sebagai menyatukan helai-helai kain dengan menggunakan alat pengikat untuk membentuk pola tertentu. Ikatan ini dapat berupa simpul atau pola warna. Salah satu produk kerajinan yang menggunakan teknik mengikat adalah makrame, yaitu kerajinan dari simpul-simpul benang yang membentuk pola geometris atau organik.
Produk dan Proses Kerajinan Bahan Serat
Untuk membuat produk kerajinan yang berkualitas, kita harus memahami kriteria-kriteria yang harus dipenuhi dalam proses pembuatannya. Beberapa kriteria perancangan benda kerajinan adalah:
1. Kegunaan (Utility)
Benda kerajinan harus memiliki nilai praktis, yaitu sesuai dengan fungsi dan kebutuhan pengguna. Misalnya mangkuk untuk menyimpan sayur.
2. Kenyaman (Comfortable)
Benda kerajinan harus memberikan kenyamanan dan kesenangan bagi pengguna. Misalnya cangkir yang didesain dengan pegangan.
3. Keluwesan (Flexibility)
Benda kerajinan harus menunjukkan keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya. Misalnya sepatu yang sesuai dengan bentuk dan ukuran kaki.
4. Keamanan (Safety)
Benda kerajinan tidak boleh menimbulkan bahaya bagi pengguna. Misalnya piring dari serat kelapa harus memperhatikan bahan cat pelapis/pewarna yang digunakan agar tidak berbahaya jika digunakan sebagai wadah makanan.
5. Keindahan (Aestetic)
Benda yang indah akan lebih menarik daripada benda yang biasa saja. Keindahan sebuah benda dapat dilihat dari beberapa aspek, seperti bentuk, hiasan atau ornamen, dan bahan bakunya.
Tags: kerajinan semester