Bahan Keras Buatan - Mengapa Mereka Jadi Pilihan untuk Kerajinan?
Contoh Bahan Lunak Buatan untuk Kerajinan
Ilustrasi contoh bahan lunak , Sumber: Pixabay/NoName_13Dalam buku Saku Prakarya (Kerajinan): Untuk SMA Kelas X oleh Retno Murti Setyorini, S.Pd, M.Pd (2019:100) contoh bahan lunak buatan yang digunakan bisa berupa polymer clay, plastisin, gips fiberglass, sabun, lilindan parafin. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Polymer Clay
Contoh bahan lunak untuk kerajinan yang pertama yaitu polymer clay. Polymer clay memiliki ciri-ciri beraneka warna cerah, dan bertekstur padat lunak. Selain itu jenis bahan ini tidak mengandung minyak dan saat pengeringan, polymer clay dapat mengeras.
2. Plastisin
Plastisin memiliki ciri-ciri yang serupa dengan polymer yaitu memiliki aneka warna yang cerah, dan bertekstur padat lunak. Yang membedakan yaitu plastisin mengandung minyak dan saat mengering jenis bahan ini tidak berubah menjadi keras.
3. Fiberglass
Fiberglass memiliki struktur cair, dan jika mengering akan mengeras. Bahan ini juga dapat dibentuk ketika setengah mengeras. Kerajinan fiberglass dibuat dengan cara dicetak atau dicor. Campuran fiberglass adalah katalis yang membuat fiberglass dapat cepat mengeras.
Pewarnaan fiberglass dilakukan saat masih keadaan cair maupun saat bahan mengering. Bahan jenis ini tahan lama dan kuat serta wujudnya bening , sebening kaca atau air. Sehingga dapat dibentuk kerajinan yang menyerupai air.
4. Lilin dan Parafin
Lilin dan parafin berwujud padat, namun jika dipanaskan akan mencair. Pengolahan kerajinan dengan bahan lilin dan paraffin dilakukan dengan cara cetak atau cor dan pewarnaan dilakukan saat lilin mencair.
Lilin atau parafin dapat dicampur dengan aroma pewangi tertentu untuk menambah sensasi saat digunakan. Lelehan lilin atau parafin yang terbuang dapat dipanaskan dan dicetak kembali.
10 Contoh Kerajinan Bahan Buatan dan Cara Membuatnya
Membuat kerajinan dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai bahan. Misalnya saja bahan alami atau bahan buatan. Apabila bahan alami berasal dari alam, bahan buatan justru dibuat oleh manusia, baik dengan cara yang manual atau memakai mesin. Kerajinan bahan buatan memiliki nilai jual dan estetika yang tidak kalah dari bahan alami.
Ada banyak contoh bahan buatan yang dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan dengan menggunakan teknik tertentu. Supaya lebih paham mengenai jenis teknik pembuatan produk, berikut sudah ada penjelasannya sekaligus dengan 10 contoh kerajinan bahan buatan. Yuk simak selengkapnya!
- 1 Jenis Teknik Pembuatan Produk Kerajinan Bahan Buatan
- 1.1 Teknik Pembuatan Produk Kerajinan Bahan Lunak
- 2.1 1. Kerajinan Sabun Batangan
- 2.2 2. Kerajinan Gips atau Gypsum
- 2.3 3. Kerajinan Lilin
- 2.4 4. Kerajinan Plastik
- 2.5 5. Kerajinan Clay
- 2.6 6. Kerajinan Kain
- 2.7 7. Kerajinan Kaca
- 2.8 8. Kerajinan Fiberglass
- 2.9 9. Kerajinan Kulit Sintetis
- 2.10 10. Kerajinan Bubur Kertas
Jenis Teknik Pembuatan Produk Kerajinan Bahan Buatan
Bahan buatan umumnya terbagi menjadi bahan keras dan bahan lunak. Kedua bahan tersebut dapat menjadi karya seni atau kerajinan yang apik bila dibuat dengan teknik yang tepat. Jenis teknik pembuatan produk kerajinan bahan buatan untuk bahan keras dan lunak tidaklah sama. Berikut adalah perbedaannya.
Seperti namanya, bahan keras adalah bahan dasar kerajinan yang bersifat keras. Beberapa contoh bahan keras yang kerap digunakan sebagai kerajinan adalah logam, kaca, kawat, kaleng, dan timah.
Mengingat sifatnya yang keras tersebut, dibutuhkan jenis teknik pembuatan produk kerajinan bahan buatan yang sesuai. Ada 4 teknik yang kerap dipakai, misalnya, teknik las, teknik patri, teknik ukiran, dan teknik bubut.
Teknik Pembuatan Produk Kerajinan Bahan Lunak
Selain bahan keras, bahan yang sifatnya lunak juga sering dimanfaatkan untuk kegiatan pembuatan kerajinan. Kerajinan bahan buatan terbuat dari bahan lunak bisa memiliki nilai jual yang tinggi karena membutuhkan teknik yang tidak mudah. Jenis teknik pembuatan lunak umumnya berupa teknik cetak, teknik coil, teknik putar, teknik tenun, dan teknik bordir.
Teknik pembuatan kerajinan bahan keras
Mardhathillah Ayu Katu, dalam Pembelajaran Kerajinan Tangan dari Bahan Clay Tepung bagi Siswa Kelas VIII SMPN 3 Anggeraja Kabupaten Enrekang (2018) menyebutkan jika kerajinan bahan keras memiliki bahan dasar yang sifat fisiknya keras. Sehingga membutuhkan teknik pembuatan khusus dalam membuatnya.
Setidaknya ada empat teknik pembuatan yang sering digunakan dalam mengolah kerajinan bahan keras, yaitu:
Teknik ukir
Melansir dari Analisis Keterkaitan Ragam Teknik Ukir Tatah Tembaga terhadap Kemungkinan Bentuk yang Dihasilkan dalam Pertimbangan Desain (2019) karya Said F. Nasrullah dan Andry Masri, teknik ukir merupakan teknik pembuatan kerajinan yang dilakukan dengan menggoreskan, memahat, mencungkil bagian dari bahan dasar tersebut hingga membentuk pola yang diinginkan. Teknik ini cocok diterapkan pada bahan keras, seperti kayu dan batu.
Teknik anyam
Mengutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, teknik anyam yaitu teknik pembuatan kerajinan yang dilakukan dengan menyilangkan atau menggabungkan bahan anyaman, sampai membentuk pola kerajinan yang diinginkan. Jenis teknik ini cocok diterapkan pada bahan bambu dan rotan.
Teknik ukir tekan
Teknik ukir tekan yakni teknik membuat hiasan yang dilakukan di atas permukaan pelat dengan cara ditekan menggunakan alat khusus. Jenis teknik ini cocok diterapkan di kerajinan bahan keras buatan, seperti logam dan tembaga. Alat yang dibutuhkan dalam teknik ukir tekan diantaranya bambu dan kayu.
Teknik pahat
Teknik pahat merupakan teknik pembuatan kerajinan yang dilakukan dengan mengurangi atau membuang bahan yang tidak digunakan secara perlahan hingga membentuk pola bentuk kerajinan.
Biasanya teknik ini digunakan dengan memakai alat martil, pahat, kikir, dan lainnya. Teknik pahat cocok diterapkan pada bahan kayu.
Tags: kerajinan bahan membuat untuk keras ikat