... Sulam Alis Adalah: Apa Itu dan Bagaimana Melakukannya Sendiri?

Sulam Alis Adalah Seni Menyulam Alis dengan Kreativitas DIY

Microfeathering

Teknik microfeathering adalah teknik sulam alis yang diciptakan oleh eyebrow artist Kristie Steicher. Kristie terkenal akan tampilan alis feathery-nya, makai ia pun terinspirasi dan menciptakan dan men-trademark teknik tersebut.

Microfeathering menggunakan teknik yang sama dengan microblading, namun memiliki cara mengisi alis yang berbeda. Bila microblading menciptakan mayoritas atau seluruh rambut alismu, maka microfeathering menggunakan alis asli klien sebagai starting base dan hanya mengisinya bila diperlukan.

Hasilnya akan lebih halus dan natural dari microblading, namun microfeathering lebih cepat pudar dari microblading. Keawetannya akan tergantung dari jenis kulit, kulit berminyak akan lebih cepat pudar, umur dan rutinitas perawatan wajah. Secara keseluruhan, microfeathering akan menebalkan alismu dari 8 hingga 12 bulan.

Jadi, yang mana pilihanmu?

Shading Korea atau Misty Powder

Sulam alis dengan teknik Misty Powder Brow ini adalah teknik shading alis yang bisa dibilang baru, karena baru hadir sekitar 2 tahun belakangan. Shading alis dari Korea ini memberi hasil alami menyerupai rambut alis secara manual.

Namun begitu, Misty Powder menggunakan teknik yang berbeda dengan sulam alis 4D dan 6D. Misty powder pakai teknik gambar microshading, yaitu pisau tak membentuk garis-garis halus namun titik-titik kecil. Hasilnya akan terlihat lebih natural, seperti kamu menggunakan produk eyebrow powder. Misty Powder memiliki daya tahan yang sama dengan microblading 4D atau 6D, yaitu 1 tahun.

Efek Samping Sulam Alis

Melansir dari Society of The Permanent Cosmetics Professional (SPCP), kemungkinan masalah dengan prosedur riasan permanen jarang terjadi jika semua standar kesehatan dipatuhi, terutama dalam hal desinfeksi dan sterilisasi peralatan.

Studi dalam jurnal Clinical Interventions in Aging menegaskan bahwa tato kosmetik seperti sulam alis memiliki risiko yang sama dengan jenis prosedur tato lainnya.

Melansir dari Mayo Clinic, berikut beberapa contoh risiko yang dapat terjadi saat melakukan tato atau sulam alis, yaitu:

  • Dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit, seperti ruam gatal,
  • Infeksi pada kulit,
  • Iritasi,
  • Masalah kulit seperti granuloma dan keloid,
  • Menggunakan alat yang tidak steril, kemungkinan dapat menyebabkan penyakit hepatitis B dan C,

Melakukan perawatan dan mengonsumsi obat-obatan diperlukan jika Moms mengalami reaksi alergi dan mengalami infeksi, atau masalah kulit lain di sekitar area alis yang disulam.

Pada dasarnya, risiko tersebut dapat diminimalkan jika konsumen dan penyulam alis mengetahui risiko-risiko tersebut.


Tags: sulam adalah alis

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia