Tari Tenun Songket - Karya Seni Jarum yang Memukau dalam Dunia Kerajinan dan DIY
Sejarah dan Asal-Usul Tari Tenun
Tari Tenun – Bali, selain memiliki banyak keunggulan wisata, ternyata juga mempuyai salah satu kesenian unggulan, yaitu tari tenun. Tari tenun sudah ada sejak lama dan hingga kini tetap dipentaskan pada acara tertentu.
Salah satu ajang atau even yang digunakan untuk mementaskan tari tenun adalah Festival Petitenget.
Dalam festival ini, para penari yang dilibatkan mencapai ribuan penari.
Biasanya Ada ribuan penari Tari tenun yang ikut serta memeriahkan dan memperagakan tarian adat bali yang satu ini.
Festival Tari Tenun Massal di Festival Petitenget. Foto: balikami.com
Sesuai namanya, Tari Tenun memang berhubungan dengan kegiatan menenun yang sering dilakukan oleh masyarakat Bali.
Banyak wisatawan asing yang merasa terpesona dengan keindahan gerakan dari tari tenun.
Dibalik keindahan dan keunikan gerakannya, tari tenuh ini juga memiliki sejarah dan asal-usul tersendiri.
Berikut ini akan kami ulas mengenai sejarah, asal-usul, serta gerakan yang ditarikan pada tari tenun.
Semoga membantu kalian yang sedang membutuhkan refrensi yah.
Mengenal Kain Songket: Sejarah, Jenis Motif dan Maknanya
Kain songket adalah – Indonesia memiliki banyak warisan dari leluhur dan tersebar di seluruh wilayah nusantara. Contohnya seperti Sumatera Barat yang terkenal dengan rumah gadang serta masakan khasnya berupa rendang dan kain bernama songket.
Kain songket adalah kain yang memiliki motif serta tekstur mewah dan salah satu komponen yang tidak boleh dilewatkan ketika mengenakan pakaian adat khas Sumatera Barat atau Minangkabau.
Sebab, biasanya kain songket dikenakan dalam upacara adat tingkat tinggi yang penting. Baik itu upacara pengangkatan pemimpin adat atau disebut Batagak Pangulu atau rangkaian proses upacara pernikahan dengan adat Sumatera Barat. Kain songket tidak hanya terkenal di Indonesia saja, kain ini juga cukup populer di luar negeri karena kekhasan dan tentunya ragam motifnya.
Dilihat dari bahan, proses pembuatan, dan harga, songket dahulu adalah kain mewah bagi para bangsawan yang menunjukkan kemuliaan dan martabat pemakainya. Namun sekarang, songket tidak lagi hanya dimaksudkan untuk kelompok masyarakat kaya saja, karena adanya variasi harga yang mencakup yang terjangkau dan murah hingga yang eksklusif dan mahal.
Penggunaan benang emas sintetis juga membuat harga songket tidak lagi sangat mahal seperti dahulu yang menggunakan emas asli. Meskipun begitu, songket berkualitas terbaik masih dihargai sebagai bentuk seni yang indah dan harganya tetap cukup mahal.
Sejak dahulu hingga sekarang, songket tetap menjadi pilihan populer untuk busana adat pernikahan masyarakat Melayu, Palembang, Minangkabau, Aceh, dan Bali. Kain ini seringkali diberikan oleh pengantin laki-laki kepada pengantin wanita sebagai bagian dari hantaran pernikahan.
Saat ini, busana resmi laki-laki Melayu juga sering menggunakan songket sebagai kain yang dililitkan di atas celana panjang atau menjadi destar, tanjak, atau ikat kepala. Sementara itu, bagi perempuan, songket biasa dililitkan sebagai kain sarung yang dikombinasikan dengan kebaya atau baju kurung.
Pembuatan songket merupakan kerajinan tangan yang banyak ditemukan di beberapa pulau di Indonesia, seperti Sumatra, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Lombok, dan Sumbawa.
Daerah-daerah terkenal untuk kerajinan songket antara lain Songket Minangkabau di Pandai Sikek dan Silungkang di Sumatra Barat, Songket Palembang di Palembang di Sumatera Selatan, desa Sidemen dan Gelgel di Klungkung, Bali, desa Sukarara di kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, dan luar negeri seperti Malaysia dan Brunei.
Tari Adat Kebagh
Tari Adat Kebagih atau juga dikenal sebagai Tari Bidudari berasal dari daerah Dusun Pelang Kenidai. Tarian ini konon digunakan oleh para bidudari dalam bahasa setempat yang berarti bidadari cantik sebelum terbang ke khayangan.
Tarian Sumatra Selatan ini dahulu tidak sembarang dipentaskan dan ditujukan untuk menyambut para petinggi dan raja-raja. Dalam persiapan melakukan tarian ini diperlukan beberapa ritual adat agar acara yang dilaksanakan berjalan lancar juga para penari bisa tampil secantik bidadari saat menarikannya.
Gerak Tari Adat Kebagh memiliki ciri khas tangan melambai dan gemulai. Dari segi bentuk pakaian yang digunakan memakai baju kurung dan hiasan kepala unik serta kain dibagian bahu yang seperti sayap mempresentasikan seorang bidadari yang anggun dan cantik. Pakaian penari didominasi dengan warna merah, kuning, dan pink.
Itulah daftar 7 tarian Sumatra Selatan dengan berbagai bentuk dan ciri khas yang bisa kamu ketahui sebagai kekayaan budaya nusantara. Banyak diantara tarian tersebut yang perlu tetap dilestarikan agar keindahan dan keragaman budaya di Sumatra Selatan tetap terjaga.
Cara Memakai Songket [ sunting | sunting sumber ]
Kain songket pada umumnya dipakai sebagai pakaian adat masyarakat Palembang untuk menghadiri ritual adat antara lain upacara perkawinan, upacara cukur rambut bayi dan sebagai busana penari Gending Sriwijaya. Terdapat perbedaan motif cara memakai kain songket pada pria dan wanita. [6]
- ^ Songket Palembang https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailTetap=9
- ^ Rodgers, Susan, Summerfield, Anne, Summerfield, John (2007). Gold Cloths of Sumatra: Indonesia's Songkets from Ceremony to Commodity [Kain Emas Sumatra: Songket, dari Seremoni hingga Komoditas] (dalam bahasa Inggris). Worcester, Massachusetts: Cantor Art Callery. ISBN978-9067183123 . Diakses tanggal 15 January 2012 . [pranala nonaktif permanen]
- ^ ditindb (2014-03-05). "77 karya budaya ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2013". Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya . Diakses tanggal 2019-02-22 .
- ^"Mengenal Ragam Songket Palembang - Semua Halaman - Bobo.Grid.ID". Bobo.ID . Diakses tanggal 2019-02-22 .
- ^ MAKNA SIMBOLIS MOTIF TENUN SONGKET AESAN GEDE DALAM PROSESI PERNIKAHAN ADAT PALEMBANG SUMATERA SELATAN http://repository.isi-ska.ac.id/988/1/Tesis%20Endang%20Tri%20Wahyuni.pdf
- ^ Analisis Karakteristik dan Perilaku Konsumen Tenun Songket Palembang https://media.neliti.com/media/publications/12622-ID-analisis-karakteristik-dan-perilaku-konsumen-tenun-songket-palembang.pdf
Tags: tenun