Seni Tenun Songket - Keindahan dan Kreativitas dalam Kerajinan Jarum dan DIY
Mengenal Kain Songket: Sejarah, Jenis Motif dan Maknanya
Kain songket adalah – Indonesia memiliki banyak warisan dari leluhur dan tersebar di seluruh wilayah nusantara. Contohnya seperti Sumatera Barat yang terkenal dengan rumah gadang serta masakan khasnya berupa rendang dan kain bernama songket.
Kain songket adalah kain yang memiliki motif serta tekstur mewah dan salah satu komponen yang tidak boleh dilewatkan ketika mengenakan pakaian adat khas Sumatera Barat atau Minangkabau.
Sebab, biasanya kain songket dikenakan dalam upacara adat tingkat tinggi yang penting. Baik itu upacara pengangkatan pemimpin adat atau disebut Batagak Pangulu atau rangkaian proses upacara pernikahan dengan adat Sumatera Barat. Kain songket tidak hanya terkenal di Indonesia saja, kain ini juga cukup populer di luar negeri karena kekhasan dan tentunya ragam motifnya.
Perjalanan Menuju Rumah Nyak Mu
Akmal, pria muda yang menjadi tour guide saya selama berada di Aceh, melambatkan kendaraan saat memasuki desa Siem, lokasi dimana rumah Nyak Mu berada. Di sepanjang perjalanan, tampak deretan rumah kayu sederhana dan pohon-pohon tinggi yang tumbuh subur dengan dedaunan hijau yang menyegarkan mata. Satu pemandangan eksklusif yang jarang saya nikmati selama tinggal di kawasan industri.
Menyertai mobil yang saya tumpangi berjalan melambat di atas jalur aspal yang mulai berlubang disana-sini, saya tekun mengamati betapa bersahajanya kehidupan masyarakat beberapa kampung dan desa yang sedang saya lihat saat itu.
Pencarian terus berjalan. Google maps tidak membantu banyak karena jaringan internet yang kurang stabil. Jadi dengan bermodalkan keyakinan bahwa kami sudah memasuki desa Siem, Akmal mengajak saya untuk ikut melihat tanda-tanda atau signage yang kemungkinan bisa membantu pencarian.
Dugaan ini benar. Kami melihat sebuah spanduk kecil yang menuliskan jenama Nyak Mu. Spanduk ini terikat baik di salah satu pagar kayu yang feasible dari jalanan. Saya meyakinkan diri sendiri bahwa untuk jenama sekelas Nyak Mu yang sering menjadi perhatian pemerintah dan banyak organisasi petunjuk arah seperti ini bakal sangat membantu. Apalagi rumah sang legenda tidak berada persis di pinggir jalan. Semoga petunjuk jalan ini nantinya bisa diganti dengan materi yang lebih permanen dan kuat seperti besi atau kayu.
Akmal berbelok mengikuti petunjuk arah tersebut. Tak lama, beberapa menit kemudian, sebuah rumah panggung yang terbuat dari kayu dan dominan bercat merah terlihat dari kejauhan. Sebuah pemandangan yang membuat Akmal tersenyum lebar. Rumah yang sama persis seperti yang kami lihat di beberapa jaringan media sosial.
“Nah, itu Bu rumah Nyak Mu. Kita sudah di tempat yang tepat,” ujarnya dengan nada puas dan suka cita. Saya? Tentu saja sama senang dan semangatnya.
Dilihat dari bahan, proses pembuatan, dan harga, songket dahulu adalah kain mewah bagi para bangsawan yang menunjukkan kemuliaan dan martabat pemakainya. Namun sekarang, songket tidak lagi hanya dimaksudkan untuk kelompok masyarakat kaya saja, karena adanya variasi harga yang mencakup yang terjangkau dan murah hingga yang eksklusif dan mahal.
Penggunaan benang emas sintetis juga membuat harga songket tidak lagi sangat mahal seperti dahulu yang menggunakan emas asli. Meskipun begitu, songket berkualitas terbaik masih dihargai sebagai bentuk seni yang indah dan harganya tetap cukup mahal.
Sejak dahulu hingga sekarang, songket tetap menjadi pilihan populer untuk busana adat pernikahan masyarakat Melayu, Palembang, Minangkabau, Aceh, dan Bali. Kain ini seringkali diberikan oleh pengantin laki-laki kepada pengantin wanita sebagai bagian dari hantaran pernikahan.
Saat ini, busana resmi laki-laki Melayu juga sering menggunakan songket sebagai kain yang dililitkan di atas celana panjang atau menjadi destar, tanjak, atau ikat kepala. Sementara itu, bagi perempuan, songket biasa dililitkan sebagai kain sarung yang dikombinasikan dengan kebaya atau baju kurung.
Pembuatan songket merupakan kerajinan tangan yang banyak ditemukan di beberapa pulau di Indonesia, seperti Sumatra, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Lombok, dan Sumbawa.
Daerah-daerah terkenal untuk kerajinan songket antara lain Songket Minangkabau di Pandai Sikek dan Silungkang di Sumatra Barat, Songket Palembang di Palembang di Sumatera Selatan, desa Sidemen dan Gelgel di Klungkung, Bali, desa Sukarara di kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, dan luar negeri seperti Malaysia dan Brunei.
Sejarah Tari Tenun
Pementasan Tari Tenun. Foto: flickr.com
Pada zaman dulu, masyarakat Bali, terutama kaum perempuan masih aktif mengerjakan kerajinan tenun.
Akan tetapi, di beberapa daerah seperti Karangasem, Klungkung, dan Sidamen, masih banyak pengrajin tenun yang aktif bekerja sampai saat ini.
Para pengrajin tenun umumnya didominasi oleh kaum perempuan.
Lalu Gerakan yang mereka lakukan saat menenun memang sangat menarik untuk disaksikan. Hal inilah yang menginspirasi tercipatnya tari tenun.
Dari Tari Tenun pula, tergambar bahwa Bali merupakan daerah provinsi yang memiliki kebudayaan yang berorientasi pada masyarakat.
Tags: tenun