Tarian Gerakan Tenun - Menyulam Kisah dalam Benang dan Gerakan
Keunikan Tari Pontanu
Terinspirasi dari wanita Donggala yang melakukan aktivitas menenun Sarung Donggala, Tari Pontanu juga dibawakan oleh para wanita. Jumlah penarinya berkisar mulai dari 4 orang bahkan lebih.
Ada beberapa keunikan dari Tari Pontanu, mulai dari gerakannya, hingga iringan musiknya. Berikut ini adalah keunikannya yang menjadi ciri khas dari Tari Pontanu.
1. Gerakan Tari Pontanu yang Khas
Gerakan Tari Pontanu Membentangkan Sarung Donggala. Foto: wadaya.rey1024.com
Gerakan awal yang biasanya diperagakan oleh penari Tari Pontanu adalah gerakan kreasi. Kemudian, dilanjutkan dengan gerakan tari seperti menenun dan diakhiri dengan gerakan membentangkan Sarung Donggala untuk diperlihatkan kepada para penonton pertunjukan.
Sesuai dengan tujuan awal dari penciptaan tari ini, hampir semua gerakan yang ada di Tari Pontanu merupakan gerakan yang mencerminkan proses menenun Sarung Donggala.
Lalu, pada babak akhirnya pun, Sarung Donggala yang dibentangkan menunjukkan kalau masyarakatnya ingin supaya para penonton menyaksikan indahnya hasil tenunan Sarung Donggala sekaligus memperkenalkan kesenian tersebut kepada masyarakat lebih luas.
2. Kostum Tari Pontanu yang Bernilai Adat
Kostum atau busana yang dikenakan oleh para penari Tari Pontanu merupakan pakaian adat khas daerah setempat. Untuk bagian atasan, penari menggunakan Baju Nggembe atau baju tanpa lengan yang longgar. Sementara itu, untuk bagian bawahan, penarinya menggunakan sarung yang disebut Buya Sabe.

Musik pengiring tari jaipong
Tari Jaipong, sebagai salah satu tarian tradisional Indonesia yang kaya akan budaya dan keindahan, tidak dapat dipisahkan dari musik pengiringnya yang menawan. Dalam setiap penampilan tari Jaipong, alunan musik yang mengiringinya memainkan peran penting dalam menciptakan suasana magis dan memukau.
Biasanya, iringan tari Jaipong dimainkan dengan menggunakan alat musik tradisional seperti gendang, gong, krecek dan lain sebagainya. Alat-alat musik ini memberikan warna khas dan aroma keaslian pada setiap gerakan tarian Jaipong. Gendang, sebagai salah satu instrumen utama dalam pengiringan tarian ini, memberi ritme yang kuat dan enerjik. Suaranya yang berdentam-dentum mampu menghidupkan semangat para penari serta menambah kekuatan ekspresi gerakan mereka.
Selain itu, terdapat juga alat musik seperti gong yang memberikan sentuhan harmonis dalam keseluruhan komposisi musikal. Suara gemuruh dari gong mampu menciptakan atmosfer dramatis dan penuh keagungan bagi penonton. Tidak lupa pula ada krecek yang memberikan warna unik dengan suara khasnya yang mirip dengan bunyi “kretek”. Krecek ini menjadi elemen penting dalam pengaturan tempo serta memberikan variasi nuansa pada irama.
Dengan menggunakan alat-alat musik tradisional tersebut, iringan tari Jaipong berhasil menciptakan harmoni antara gerakan tubuh penari dengan melodi-melodi indah yang dihasilkan. Melalui kombinasi yang apik antara musik dan gerakan, tarian Jaipong mampu menyampaikan cerita dan emosi yang mendalam kepada penonton.
Musik pengiring tari Jaipong memberikan kehidupan pada setiap pertunjukan dan mengangkat pengalaman menonton menjadi lebih berkesan. Dengan kehadiran alat-alat musik tradisional ini, tari Jaipong tetap mempertahankan.

Properti, Fungsi, Cara Menarikan Tarian Jaipong dan Pola Lantai Tari Jaipong
Tari Jaipong, sebuah warisan budaya yang kaya dan indah, memiliki peran yang sangat penting dalam dunia seni tari di Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi properti apa saja yang digunakan, fungsi yang terdapat dari tarian ini, bagaimana cara menarikannya, dan apa itu pola lantai yang menjadi ciri khas dari tarian jaipongan ini.
Properti Tari Jaipong
Properti Tari Jaipong memainkan peran penting dalam menciptakan atmosfer dan nuansa unik dalam setiap penampilan. Biasanya, properti yang digunakan meliputi kipas tradisional atau “kawung”, selendang warna-warni yang dipakai oleh penari wanita, serta payung cantik sebagai aksesori tambahan. Semua elemen ini memberikan sentuhan estetika dan keanggunan pada pertunjukan Tari Jaipong.
Fungsi Tari jaipong
Selain nilai estetika, Tari Jaipong juga memiliki fungsi sosial dan budaya yang kuat. Sebagai bentuk ekspresi seni tradisional Jawa Barat, tarian ini digunakan untuk merayakan berbagai acara seperti upacara adat, festival budaya, pernikahan tradisional, atau bahkan sebagai hiburan di tempat-tempat wisata. Fungsi utama dari Tari Jaipong adalah untuk menghibur penonton dengan gerakan-gerakan elegan serta ritme musik yang enerjik.
Menarikan Tarian Jaipong
Untuk menarikan Tari Jaipong dengan baik diperlukan pemahaman mendalam tentang gerakan-gerakan dasar serta nuansa keseluruhan dari tarian tersebut. Gerakan-gerakan seperti “goyang”, “lungsur”, dan “jipang” harus dilakukan dengan kegrasian dan kelembutan yang tepat. Selain itu, penari juga perlu memahami ritme musik yang khas dari Jaipong dan bagaimana menggabungkannya dengan gerakan tubuh yang tepat.
Pola Lantai Tari Jaipong

Busana Tari Tenun
Hal yang tidak kalah penting dari pertunjukan tari tenun yaitu busana yang dikenakan oleh penarinya.
Bagian kepala dari penari memakai lelunakan, bunga sandat sebanyak tiga buah, kembang goyang, bunga kamboja serta bunga semanggi.
Untuk pakaian yang dipakai berupa tapih, kamen, serta selendang yang dililitkan di dada ditambah dengan stagen prada.
Potret Busana yang dikenakan Penari Tari Tenun – Foto: sejarahtaribali.blogspot.com
Alat musik juga menjadi salah satu komponen penting. Tanpa adanya musik, pertunjukan tari akan terasa kurang lengkap.
Alat musik yang digunakan di tari tenun juga banyak macamnya, antara lain beberapa gender, ceng-ceng, kendang, riong, kempur, kempluk, dan suling.
Musik pengiring dari tenun ini sering disebut dengan gamelang Kong Kebyar. Dari sejarah dan asal-usul tari tenun di atas, memang membuktikan jika Tari Tenun pantas untuk tetap dilestarikan.
Keunikan Tari Tenun yang mencoba mengangkat kegiatan dari masyarakat sekitarnya juga patut untuk diapresiasi.
Akan tetapi, selain tari tenun, Bali juga masih memiliki banyak kesenian tradisional yang cukup memukau.
Kekayaan kesenian tradisional ini membuat Bali semakin menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan dalam negeri.
Baca Juga:

Tags: yang adalah