Seni Berputar - Membentuk Kerajinan Cantik dengan Alat Putar
Tahap-tahap Proses Pembuatan Keramik
Ada beberapa tahapan proses yang dilakukan unutk membuat suatu keramik yaitu:
1. Pengolahan bahan
Tujuan pengolahanan adalah untuk megnolah bahan baku dari material yang belum siap pakai menjadi bahan keramik plastik yang siap pakai. Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah atau kering, baik secara manual atau masinal.
- Pengurangan ukuran butir
- Penyaringan
- Pencampuran dan pengadukan
- Pengurangan kadar air
- Pengulian
2. Pembentukan
Tahap ini adalah tahap proses mengubah bongkahan badan tanah liat plastis menjadi benda-benda yang diinginkan. Terdapat tiga teknik utama dalam membentuk benda keramik, yaitu:
- Pembentukan tangan langsung (handbuilding)
- Teknik putar (throwing)
- Teknik cetak (castin)
3. Pengeringan
4. Pembakaran
Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik, di mana proses ini merubah massa yang rapuh menjadi massa yang padat, keras, dan kuat. Pembakaran dilakukan sebuah tungku dengan suhu tinggi.
Pada pembakaran tahap pertama, keramik yang sudah kering akan menuju tungku pembakaran. Suhu yang digunakan yaitu 700 derajat hingga 1.000 derajat celcius.
5. Pengglasiran
Pengglasiran merupakan tahap sebelum dilakukannya pembakaran glasir. Keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang, dan disemprot. Glasir berfungsi untuk menambah keindahan, agar lebih kedap air dan menambahkan efek-efek tertentu.
6. Pendekorasian
Pendekorasian berfungsi untuk mempercantik keramik yang sudah dibuat, terdapat beberapa teknik dekorasi keramik diantaranya.
- Dekorasi ukir.
- Dekorasi toreh.
- Dekorasi melubangi.
- Dekorasi cap atau stempelan.
- Dekorasi tempel.
- Dekorasi lukis.
- Dekorasi sablon.
- Dekorasi stiker
Teknik Pembuatan Keramik
Pengrajin keramik juga perlu menguasai sejumlah teknik untuk membuat sebuah kerajinan keramik. Berikut penjelasan setiap teknik dalam pembuatan keramik yang perlu diketahui.
1. Teknik pilin
Teknik pertama yang perlu dipelajari adalah teknik pilin atau coiling . Teknik pilin adalah pembuatan keramik dengan cara dipilin di atas meja berputar. Kamu hanya perlu melakukan pilihan sedikit demi sedikit untuk membentuk tanah liat menjadi keramik yang diinginkan.
Agar lebih rapi, kamu perlu menyatukan pilinan dengan menekan tanah liat dari atas ke bawah. Teknik pilin juga bisa dipakai untuk menumpuk tanah liat sehingga menjadi kerajinan keramik yang lebih tinggi dan besar.
2. Teknik putar
Untuk melakukan teknik putar, tentu saja kamu butuh alat pemutar elektrik supaya memudahkan dalam membuat kerajinannya. Tanah liat yang ingin dibentuk dengan teknik putar perlu ditaruh di atas meja dan dibentuk sambil memutarnya.
Tangan kamu hanya perlu menekan untuk membuat bentuk keramik yang diinginkan. Biasanya, teknik putar ini dipakai untuk membuat kerajinan keramik berbentuk bulat, lonjong, atau tabung yang tinggi.
3. Teknik lempeng
Kamu tidak membutuhkan meja putar untuk melakukan teknik lempeng dalam pengerjaan keramik. Teknik lempeng atau slabbing membuat tanah liat dipipihkan sebelum diolah. Selanjutnya, lempengan tanah liat ini diproses dengan menggunakan rolling pin .
Barulah tanah liat dibentuk sesuai dengan keinginan. Tidak jarang teknik ini membentuk keramik dengan hasil jadi yang tidak simetris atau rumit.
4. Teknik cetak
Seperti namanya, teknik cetak membutuhkan alat cetak untuk membuat hasil jadi keramik berbentuk rapi, simetris, dan sesuai dengan keinginan. Teknik cetak ini sering kali dipakai untuk industri dalam skala menengah hingga besar.
Klasifikasi Keramik
Perlu diketahui bahwa keramik pada prinsipnya dibedakan menjadi 2 yakni, keramik tradisional dan keramik halus. Adapun penjelasan dari masing-masing keramik adalah sebagai berikut.
1. Keramik Tradisional
Keramik tradisional adalah keramik yang komposisi utamanya berasal bahan alam, seperti, kuarsa, kaolin, dsb. Contoh dari keramik tradisional yaitu, industri (refractory), barang pecah belah (dinnerware), dan keperluan rumah tangga (tile, bricks).
2. Keramik Halus
Keramik halus atau bahasa inggris disebut fine ceramics adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam, seperti, AI2O3, ZrO2, MgO, dsb.
Penggunaan elemen tersebut digunakan untuk pemanas, semikonduktor, komponen turbin dan juga sangat berguna dalam bidang medis.
Sifat Keramik
Sifat yang umum dan mudah sekali dilihat pada kebanyakan jenis keramik ialah mudah rapuh dan gampang pecah.
Hal ini dapat kita temukan pada jenis keramik tradisional seperti barang pecah belah yang meliputi gerabah, kendi, gelas dan lain sebagainya.
Namun sifat yang rapuh ini tidak berlaku pada jenis keramik tertentu, terutama pada jenis keramik hasil sintering dan campuran sintering antara keramik dengan logam.
Mengenal Teknik Sambung, Potong, & Lipat dalam Pembuatan Kerajinan
Terdapat tiga teknik dasar yang biasa digunakan dalam membuat kerajinan, yaitu sambung, potong, dan lipat.
tirto.id - Produk kerajinan tangan baik yang berupa benda pakai maupun benda hias dapat dibuat dengan berbagai teknik. Terdapat tiga teknik dasar yang biasa digunakan dalam membuat kerajinan, yaitu sambung, potong, dan lipat.
Ketiga teknik bisa digunakan secara bertahap atau secara bersamaan sesuai dengan kebutuhan atau jenis kerajinan tangan yang dibuat. Teknik-teknik tersebut juga bisa dilakukan dengan menggunakan bantuan alat-alat khusus.
Namun, sebelum mengenal lebih jauh mengenai teknik sambung, potong, dan lipat, ada baiknya mengenal tentang apa itu kerajinan tangan. Menurut rangkuman materi "Karya Seni Rupa dengan Teknik Potong, Lipat, dan Sambung" kerajinan tangan adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan manusia.
Kerajinan tangan dibuat untuk menghasilkan produk hias yang indah ataupun produk guna yang fungsional. Selain memiliki nilai estetika, produk kerajinan tangan yang baik juga mempunyai nilai ekonomi karena bisa diperjual-belikan.
Nurfiani Sri Hattari dalam Prakarya dan Kewirausahaan (2020) menyebutkan ada sejumlah kemampuan yang harus dimiliki oleh pengrajin dalam membuat kerajinan, yaitu:
- gagasan yang unik,
- imajinasi yang tinggi,
- estetika dan seni,
- kemampuan untuk menciptakan kerajinan bernilai, mudah diterima, dan menarik daya beli masyarakat.
Perencanaan Proses Produksi Kerajinan dari Bahan Lunak
Untuk membuat produk kerajinan, diperlukan perencanaan yang matang, misalnya produk kerajinan pakaian. Dalam perancangan produk kerajinan pakaian, diperlukan berbagai interaksi ilmu pengetahuan, misalnya pengetahuan tentang kebiasaan masyarakat (antropologi dan sejarah), ukuran badan (antropometri), ukuran pakaian (standardisasi), bentuk dan perhiasan (pendidikan moral: etika, gaya hidup), pengetahuan bahan (fisik), teknik pembuatan (rekayasa), perhitungan biaya produksi (akuntansi), promosi (publikasi), pemasaran (marketing), kemasan (desain), dan ilmu yang lainnya.
Perencanaan produk kerajinan umumnya lebih menitikberatkan pada nilai-nilai estetika, keunikan (craftmanship), keterampilan, dan efislensi. Sementara dalam pemenuhan fungsinya, lebih menekankan pada pemenuhan fungsi pakai yang lebih bersifat fisik (fisiologis), misalnya: benda-benda pakai, perhiasan, furnitur, dan sandang.
Sistem produksi merupakan sistem integral yang mempunyai komponen struktural dan fungsional. Komponen struktural yang membentuk sistem produksi terdiri atas: bahan (material), mesin dan peralatan, tenaga kerja modal, energi, informasi, tanah dan Iain-lain. Komponen fungsional terdiri atas supervisi, perencanaan, pengendalian, koordinasi dan kepemimpinan, yang kesemuanya berkaitan dengan manajemen dan organisasi.
Suatu sistem produksi selalu berada dalam lingkungan sehingga aspek-aspek lingkungan seperti perkembangan teknologi, sosial dan ekonomi, serta kebijakan pemerintah sangat memengaruhi keberadaan sistem produksi itu.
Produk kerajinan umumnya diproduksi ulang atau diperbanyak dalam skala home industry. Oleh karena itu, dibutuhkan persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dipenuhi dalam proses perancangannya.
Pengelolaan Sumber Daya Usaha
Dalam perencanaan proses produksi, diperlukan pengelolaan yang baik untuk mencapai tujuan perusahaan/industri. Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dapat dikatagorikan atas enam tipe sumber daya (6M), yaitu sebagai berikut.
Tags: kerajinan alat teknik