Teknik Pembuatan Kerajinan dalam Konteks Menjahit dan DIY
Teknik Pembuatan Kerajinan Bahan Lunak
Teknik pembuatan kerajinan dari bahan lunak merupakan metode yang fleksibel dan mudah dipelajari. Bahan-bahannya mudah dibentuk dan diolah secara manual, menjadikannya ideal untuk pemula serta pengrajin berpengalaman. Berikut ini adalah beberapa contoh teknik yang sering digunakan dalam pembuatan kerajinan bahan lunak:
Teknik Utama:
Teknik memijat dan memilin dalam pembuatan kerajinan memanfaatkan tangan langsung untuk membentuk bahan lunak seperti tanah liat, kain, dan pasta polimer menjadi berbagai bentuk. Contoh kerajinan yang dibuat dengan metode ini termasuk boneka, miniatur, dan dekorasi rumah.
Teknik cetak memanfaatkan media cetakan untuk membentuk bahan-bahan lunak seperti tanah liat, sabun, dan resin. Metode ini menghasilkan karya-karya yang memiliki presisi dan keseragaman tinggi. Keramik, sabun, dan hiasan rumah merupakan beberapa contoh kerajinan yang dibuat dengan teknik cetak.
Teknik putar memanfaatkan alat pemutar untuk membentuk tanah liat menjadi beragam bentuk, termasuk vas bunga, mangkuk, dan piring. Hasil dari teknik ini adalah karya yang halus dan presisi.
Teknik ini menggunakan jarum dan benang untuk menyatukan potongan kain atau bahan lunak lainnya. Teknik menjahit dan menempel menghasilkan karya yang fungsional dan dekoratif. Contoh kerajinan dengan teknik menjahit dan menempel adalah tas, dompet, dan boneka.
Teknik Lain:
Teknik ini menggunakan benang dan jarum crochet untuk menghasilkan berbagai macam kerajinan, seperti amigurumi, doilies, dan selimut. Teknik crochet menghasilkan karya yang unik dan memiliki tekstur yang menarik.
Teknik ini menggunakan jarum felting untuk memadatkan serat wol menjadi berbagai bentuk. Teknik felting menghasilkan karya yang unik dan memiliki tekstur yang lembut. Contoh kerajinan dengan teknik felting adalah boneka, hiasan dinding, dan aksesoris.
Mengenal Teknik Pembuatan Keramik
Semua kerajinan keramik dibuat menggunakan bahan alami yang diekstraksi dari bumi, kemudian dibentuk menjadi ubin keramik yang umum dijumpai.
Secara umum, ada beberapa teknik membuat keramik yang digunakan pengrajin. Beberapa di antaranya seperti:
1. Teknik Lempeng
Teknik lempengan ini juga dikenal dengan nama slabing. Pengrajin akan membuat lempengan tanah liat yang digilas dengan roller kayu.
Cara pembuatannya adalah tanah liat ditaruh di atas meja putar. Kemudian mejanya diputar secara perlahan sambil tangan menekan tanah liat sampai menjadi bentuk keramik yang diinginkan.
2. Teknik Pijat (Pinching)
Sesuai namanya, pada teknik ini, pengrajin akan langsung menggunakan tangannya untuk memijat keramik hingga mendapatkan bentuk yang diinginkan.
Hasilnya berupa kerajinan tanah liat yang padat dan tidak mudah mengelupas, membuatnya bisa bertahan sangat lama.
3. Teknik Pilin
Teknik juga langsung menggunakan kedua tangan pengrajin. Tanah liat akan dipilin seperti tali. Hasil pilinan bisa dibentuk menjadi lingkaran atau bentuk lainnya.
4. Teknik Putar
Teknik akan memanfaatkan subak pelarik atau alat putar. Ambil segumpal tanah liat, letakan di atas meja putar. Selama tanah liat diputar, pengrajin akan menekannya serta membentuknya hingga mendapatkan bentuk silindris atau bentuk yang diinginkan.
5. Teknik Cetak (Press)
Pada teknik ini, proses pembentukan keramik menggunakan cetakan. Hal ini menjadikan bentuk tanah liat sesuai dengan cetakan yang digunakan.
Adapun bentuk cetakannya bisa memiliki beragam bentuk. Jika tanah liat sudah masuk ke dalam cetakan, maka bahan ini siap menuju proses selanjutnya.
Tags: kerajinan teknik