... Teknik Pengolahan Kerajinan: Panduan Lengkap untuk Kerajinan Menjahit DIY

Teknik Pengolahan Kerajinan - Seni Mempercantik Karya Rajut dan DIY

4. Teknik Dekorasi

Dekorasi Tekstil adalah teknik menghias tekstil dengan cara memberikan motif atau hiasan pada tekstil. Teknik yang digunakan ada bermacam-macam yang bertujuan untuk menambah keindahan pada tekstil.Teknik dekorasi diantaranya adalah sulam dan bordir.

Sulam dan bordir selama ini menjadi unsur estetis sebagai perannya dalam mempercantik tampilan kerajinan tekstil. Keduanya jika dilihat memiliki tampilan yang sama, namun sebenarnya keduanya berbeda. Teknik pembuatan bordir dilakukan menggunakan mesin. Sedangkan sulam adalah hiasan yang dibuat di atas kain menggunakan jarum jahit dan dilakukan dengan tangan. Terdapat berbagai jenis mesin bordir yang sering digunakan, namun tidak ada mesin sulam. Karena sulam pada dasarnya adalah mengaplikasikan tusuk jelujur, tusuk kelim, tusuk rantai, dan tusuk silang.

Teknik Sulam
Teknik Bordir

Dekorasi dapat kita lakukan dengan memanfaatkan teknik bordir, yaitu teknik sulam yang di kerjakan dengan bantuan mesin jahit modifikasi. Beberapa daerah di Indonesia dikenal dengan kerajinan sulam dan bordirnya, yaitu Tasikmalaya, Sumatra Barat, Gorontalo, Aceh, Sumatra Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Proses sulam atau bordir adalah sebagai berikut.

  1. Menyiapkan kain yang akan disulam atau dibordir.
  2. Menentukan pola sulam/bordir atau motif atau ragam hias.
  3. Menjiplak pada kertas minyak dengan menggunakan spidol atau balpoin.
  4. Menjiplak ke atas kain dengan menggunakan kertas karbon.
  5. Menyiapkan kain pada gelang ram atau pamidangan dengan meregangkan kain sampai ketegangan maksimum.
  6. Kain siap untuk disulam atau dikerjakan dengan teknik bordir.

Teknik kerajinan pengolahan kerajinan tekstil dapat kita lakukan dengan berupa pembentukan bahan, pembuatan motif dan nishing. Pengolahan bahan: serut, pintal, tarik. Pembentukan motif: tenun ikat pakan, tenun ikat lungsin, tenun ikat ganda, batik tulis, batik cap, printing mesin, sablon tangan, batik kombinasi, songket, sasirangan, dan lain-lain. Pada tahap nishing: dikanji, kerawang, aplikasi kain, manik, payet, prada, hiasan logam, kerang-kerangan, dan lain-lain. Kita dapat menghasilkan karya tekstil yang inovatif dan unik dengan kreativitas kita mengolah tekstil dengan teknik-teknik tersebut, secara khusus ataupun mencampurkan beberapa teknik.

Pengertian Kerajinan Tekstil

Kerajinan tekstil suatu karya seni yang berasal dari bahan-bahan tekstil. Tekstil merupakan suatu bahan yang berasal dari serat yang sudah diolah dari benang maupun kain.

Tekstil dapat dibentuk dengan berbagai cara salah satunya seperti pengikatan, penjahitan, penyulaman dan pressing. Sedangkan istilah dari tekstil sendiri dalam sehari-hari dapat dikategorikan sebagai benang atau kain.

Namun ada perbedaan antara dua istilah tersebut, tekstil dapat digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan benang tenung, sedangkan kain merupakan hasil yang sudah jadi. Contoh kerajinan tekstil yang sudah jadi seperti

Secara umum serat tekstil dapat digolongkan ke dalam 3 golongan, yaitu :

1. Serat Alam

Serat alam merupakan serat yang diperoleh dari alam, yaitu tumbuhan dan hewan. Bahan serat tumbuhan terdiri dari serat dari batang, buah , daun dan biji, serat-serat tumbuhan juga dikenal dengan serat selulosa (cellulose).

Contoh dari serat alam atau tumbuhan (linen), jute, rami, henep, serat sabut kelapa, sisal, serat abaca (manila), henequen, dan serat kapas.

Serat binatang atau hewan terdiri dari rambut, bulu kulit dan serat dari kepompong. Serat-serat pada hewan disebut dengan serat protein (proteine). Contoh jenis serat binatang yaitu serat dari unta, alpaca, kashir, mohair, serat wol dan serat sutera.

2. Serat Buatan

Serat buatan dibagi menjadi 2 yaitu serat setengah buatan dan serat tekstil buatan (sintesis). Serat setengah buatan merupakan segala sesuatu yang asi dari selulosa serat tekstil buatan.

Mengenal Teknik Pembuatan Keramik

Semua kerajinan keramik dibuat menggunakan bahan alami yang diekstraksi dari bumi, kemudian dibentuk menjadi ubin keramik yang umum dijumpai.

Secara umum, ada beberapa teknik membuat keramik yang digunakan pengrajin. Beberapa di antaranya seperti:

1. Teknik Lempeng

Teknik lempengan ini juga dikenal dengan nama slabing. Pengrajin akan membuat lempengan tanah liat yang digilas dengan roller kayu.

Cara pembuatannya adalah tanah liat ditaruh di atas meja putar. Kemudian mejanya diputar secara perlahan sambil tangan menekan tanah liat sampai menjadi bentuk keramik yang diinginkan.

2. Teknik Pijat (Pinching)

Sesuai namanya, pada teknik ini, pengrajin akan langsung menggunakan tangannya untuk memijat keramik hingga mendapatkan bentuk yang diinginkan.

Hasilnya berupa kerajinan tanah liat yang padat dan tidak mudah mengelupas, membuatnya bisa bertahan sangat lama.

3. Teknik Pilin

Teknik juga langsung menggunakan kedua tangan pengrajin. Tanah liat akan dipilin seperti tali. Hasil pilinan bisa dibentuk menjadi lingkaran atau bentuk lainnya.

4. Teknik Putar

Teknik akan memanfaatkan subak pelarik atau alat putar. Ambil segumpal tanah liat, letakan di atas meja putar. Selama tanah liat diputar, pengrajin akan menekannya serta membentuknya hingga mendapatkan bentuk silindris atau bentuk yang diinginkan.

5. Teknik Cetak (Press)

Pada teknik ini, proses pembentukan keramik menggunakan cetakan. Hal ini menjadikan bentuk tanah liat sesuai dengan cetakan yang digunakan.

Adapun bentuk cetakannya bisa memiliki beragam bentuk. Jika tanah liat sudah masuk ke dalam cetakan, maka bahan ini siap menuju proses selanjutnya.


Tags: kerajinan teknik pengolahan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia