... 10 Ide Kreatif Tenun Corak Insang untuk Proyek DIY Anda

Seni Tenun Corak Insang - Kecantikan dalam Kerajinan Tangan dan DIY

Lomba Desain Motif Corak Insang 2020

Corak insangku, ini jati diriku. Itulah tema yang diambil dalam pagelaran lomba ini, bagi kamu puya skill desain yang jago dan ingin memperlihatkan karya terbaik kamu dalam merancang motif corak insang kamu harus ikut lomba ini.

Persyaratan dan Ketentuan Lomba Desain Motif Tenun Corak Insang 2020 :

Hadiah Pemenang Lomba Desain Motif Tenun Corak Insang 2020

Kategori Desain Motif Corak Insang Asli

  • Pemenang I: Rp. 6.500.000,-
  • Pemenang II: Rp. 6.000.000.-
  • Pemenang III: Rp. 5.500.000,-

Kategori Desain Motif Corak Insang Kreasi

  • Pemenang I: Rp. 6.500.000,-
  • Pemenang II: Rp. 6.000.000.-
  • Pemenang III: Rp. 5.500.000,-

*Masing-masing pemenang juga mendapatkan plakat/piagam penghargaan dari Wali Kota Pontianak.

Link pendaftaran:

Kegiatan ini tidak hanya mencetak perancang baru yang inovatif dan kreatif saja akan tetapi membuka wawasan bahwa motif tenun corak insang itu juga bisa dijadikan salah satu pilihan dalam berkreasi di bidang fashion hingga dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di era new normal. Semoga bermanfaat ^^

Info Pendaftaran dapat menghubungi:
Oktavia Nengsih: 089604144644
Margi Dwiayanto: 089523970711
Jln. Sultan Abdurrahman No. 140 ( pukul 9 pagi – 4 sore)

Referensi:

  • Tenun Corak Insang: https://id.wikipedia.org/wiki/Tenun_Corak_Insang
  • Press Release Deskranasda Kota Pontianak: Lomba Desain Lomba Desain Motif Tenun Corak Insang 2020

Cantiknya Kain Tenun Corak Insang

Kain tenun Corak Insang merupakan satu diantara warisan budaya tradisional khas masyarakat suku Melayu di Kota Pontianak yang patut untuk dilestarikan.

Kain tenun ini sudah dikenal sejak masa Kesultanan Kadriah di bawah kekuasaan Sultan Syarif Abdurrahman Al Qadrie tahun 1771 hingga saat ini.

Kalau kita lihat sejarahnya, dulu corak ini menjadi tolok ukur keterampilan anak gadis dalam menenun. Tenun Corak Insang memiliki banyak fungsi lain, selain sebagai barang hadiah ulang tahun bagi raja, juga sebagai barang pengantar iringan pengantin dan pengantar sirih pinang pada saat acara pernikahan dan upacara-upacara tradisional lainnya.

FYI: Kain Tenun Corak Insang menggambarkan peradaban masyarakat Pontianak yang saat itu bermukim di sepanjang pinggiran Sungai Kapuas. Kain Corak Insang mencerminkan kehidupan masyarakat Pontianak yang sangat bergantung dengan Sungai Kapuas.

Tenun Corak Ingsang melambangkan nafas dan gerakan dalam kehidupan. Tenun Corak Insang adalah wujud ungkapan rasa cinta kepada alam dan lingkungan serta semangat keseharian yang bersifat berubah-ubah.

Dengan mengikuti perkembangan jaman, kain ini mulai hits kembali dengan diterapkan ke berbagai karya lainnya bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, tas, sepatu, dompet, masker dan masih banyak lagi.

Semua itu dengan alasan bahwasannya Tenun Corak Insang ini merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan, memahami itu Deskranasda Kota Pontianak mengambil peran untuk memperkenalkan motif tersebut ke ranah yang lebih luas, sehingga diadakannya sebuah lomba Desain Motif Tenun Corak Insang 2020.

r e g e n b o g e n

Kota Pontianak memiliki kain khas tradisional yang disebut kain corak insang. Kain ini biasanya dipergunakan untuk melengkapi pakaian tr.

Umberto Eco terkenal di seluruh dunia melalui dua novelnya, The Name of The Rose, dan Foucault’s Pendulum . Kedua karya ini mengarah ke a.

Review tugas filsafat kebudayaan ah. haha ini juga hasil copas dari internet sih. males baca bukunya yang asli. apalagi kalo kepepet ngum.

hahaha nemu ini di map. ntah surat main-main semester satu atau dua, aku juga lupa. yg jelas ini seriusan main-main. mereka pada iseng nuli.

format makalah filsafat bahasa yang dikumpulin buat UAS :" iniloh takehome pengganti UAS, jadwalnya hari terakhir. malah selesai pa.

Kain Tenun Corak Insang

Kain tenun ini merupakan kain yang biasa digunakan oleh orang-orang Melayu khususnya di kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pada tahun 1777 yaitu pada masa Kesultanan Kadriyah kain ini digunakan oleh para bagsawan dan hanya dipakai di wilayah istana saja. Kain tenun corak insang digunakan pada saat acara pertemuan antar kerajaan atau sebagai oleh khas kerajaan.

Diberi nama corak insang sebab motif kain ini terinspirasi dari anggota tubuh seekor ikan yaitu bagian insang. Insang dianggap memiliki filosofi yaitu alat kehidupan dan hasil akal budi yang akan digunakan dalam hidup. Motif ini juga menggambarkan kehidupan masyarakat Pontianak yang bermukim di sepanjang sungai Kapuas.

References

Hadisurya, Irma. (2011). Kamus Mode Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Chodijah., Alim, Z. (2001). Desain mode tingkat dasar. Jakarta : Meutia Cipta Sarana

Tambunan, T. (1999). Perkembangan Industri Skala Kecil Di Indonesia. Jakarta: PT. Mutiara Sumber Widya.

Santoso, B., Mulyono,EWS. (2015). Penapisan Zat Warna Alam Golongan Anthocyanin dari Tanaman Sekitar Sebagai Indikator Asam Basa. Jurnal Fluida 11 (2) 1-8.

Sunarto. (2008). Teknik Pencelupan dan Pencapan. Direktorat Pembinaaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.

Fitrihana., N (2007). Teknik Eksplorasi Pewarna Alam dari Tanaman di Sekitar Kita untuk Pencelupan Bahan Tekstil. Yogya : Kanisius

Lubis, H, Agusti, R.S, Suliyanthini, D. (2007). Pemberdayaan Ibu-Ibu di Babakan Madang Sentul dengan Pelatihan Membuat Produk Jumputan. Jurnal Sarwahita Volume 11 No. 2

Rini, Sancaya dkk. (2011). Pesona Warna Alam Indonesia. Jakarta: Kehati.


Tags: tenun

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia