Seni Tenun Corak Insang - Kecantikan dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Kain Tenun Samarinda
Sarung merupakan kain yang umum digunakan di Indonesia terutama para laki-laki. Samarinda ternyata memiliki kain sarung tradisionalnya sendiri yang dikenal sebagai sarung tenun Samarinda atau Tajong Samarinda dalam bahasa lokal. Dalam proses pembuatannya memakan waktu cukup lama sebab kain ini ditenun dengan menggunakan alat tenun bukan mesin. Tak heran jika satu lembar kain sarung membutuhkan waktu hingga 2 minggu.
Asal usul dari kain sarung ini dimulai sejak tahun 1668 yang dibawa oleh seseorang dari Bugis. Ia adalah Sultan La Madukelleng bersama dengan rombongannya dan meminta sebidang tanah kepada penguasa Kutai saat itu. Permintaan pun dipenuhi oleh Raja dengan syarat harus tetap patuh pada pemerintah Kutai. Tanah ini lah yang sekarang disebut dengan Samarinda.
Sultan Madukelleng dan rombongan pun memanfaatkan wilayah mereka agar berkembang. Mereka pun menerapkan budaya menenun Bugis ke Samarinda hingga terciptalah kain sarung tenun Samarinda. Kain ini memiliki banyak sekali motif namun yang paling umum adalah motif geometris.
Lomba Desain Motif Corak Insang 2020
Corak insangku, ini jati diriku. Itulah tema yang diambil dalam pagelaran lomba ini, bagi kamu puya skill desain yang jago dan ingin memperlihatkan karya terbaik kamu dalam merancang motif corak insang kamu harus ikut lomba ini.
Persyaratan dan Ketentuan Lomba Desain Motif Tenun Corak Insang 2020 :
Hadiah Pemenang Lomba Desain Motif Tenun Corak Insang 2020
Kategori Desain Motif Corak Insang Asli
- Pemenang I: Rp. 6.500.000,-
- Pemenang II: Rp. 6.000.000.-
- Pemenang III: Rp. 5.500.000,-
Kategori Desain Motif Corak Insang Kreasi
- Pemenang I: Rp. 6.500.000,-
- Pemenang II: Rp. 6.000.000.-
- Pemenang III: Rp. 5.500.000,-
*Masing-masing pemenang juga mendapatkan plakat/piagam penghargaan dari Wali Kota Pontianak.
Link pendaftaran:
Kegiatan ini tidak hanya mencetak perancang baru yang inovatif dan kreatif saja akan tetapi membuka wawasan bahwa motif tenun corak insang itu juga bisa dijadikan salah satu pilihan dalam berkreasi di bidang fashion hingga dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di era new normal. Semoga bermanfaat ^^
Info Pendaftaran dapat menghubungi:
Oktavia Nengsih: 089604144644
Margi Dwiayanto: 089523970711
Jln. Sultan Abdurrahman No. 140 ( pukul 9 pagi – 4 sore)
Referensi:
- Tenun Corak Insang: https://id.wikipedia.org/wiki/Tenun_Corak_Insang
- Press Release Deskranasda Kota Pontianak: Lomba Desain Lomba Desain Motif Tenun Corak Insang 2020
References
Hadisurya, Irma. (2011). Kamus Mode Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Chodijah., Alim, Z. (2001). Desain mode tingkat dasar. Jakarta : Meutia Cipta Sarana
Tambunan, T. (1999). Perkembangan Industri Skala Kecil Di Indonesia. Jakarta: PT. Mutiara Sumber Widya.
Santoso, B., Mulyono,EWS. (2015). Penapisan Zat Warna Alam Golongan Anthocyanin dari Tanaman Sekitar Sebagai Indikator Asam Basa. Jurnal Fluida 11 (2) 1-8.
Sunarto. (2008). Teknik Pencelupan dan Pencapan. Direktorat Pembinaaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.
Fitrihana., N (2007). Teknik Eksplorasi Pewarna Alam dari Tanaman di Sekitar Kita untuk Pencelupan Bahan Tekstil. Yogya : Kanisius
Lubis, H, Agusti, R.S, Suliyanthini, D. (2007). Pemberdayaan Ibu-Ibu di Babakan Madang Sentul dengan Pelatihan Membuat Produk Jumputan. Jurnal Sarwahita Volume 11 No. 2
Rini, Sancaya dkk. (2011). Pesona Warna Alam Indonesia. Jakarta: Kehati.
Tags: tenun