Seni Tenun Corak Insang - Kecantikan dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Kain Tenun Corak Insang
Kain tenun ini merupakan kain yang biasa digunakan oleh orang-orang Melayu khususnya di kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pada tahun 1777 yaitu pada masa Kesultanan Kadriyah kain ini digunakan oleh para bagsawan dan hanya dipakai di wilayah istana saja. Kain tenun corak insang digunakan pada saat acara pertemuan antar kerajaan atau sebagai oleh khas kerajaan.
Diberi nama corak insang sebab motif kain ini terinspirasi dari anggota tubuh seekor ikan yaitu bagian insang. Insang dianggap memiliki filosofi yaitu alat kehidupan dan hasil akal budi yang akan digunakan dalam hidup. Motif ini juga menggambarkan kehidupan masyarakat Pontianak yang bermukim di sepanjang sungai Kapuas.
Lomba Desain Motif Corak Insang 2020
Corak insangku, ini jati diriku. Itulah tema yang diambil dalam pagelaran lomba ini, bagi kamu puya skill desain yang jago dan ingin memperlihatkan karya terbaik kamu dalam merancang motif corak insang kamu harus ikut lomba ini.
Persyaratan dan Ketentuan Lomba Desain Motif Tenun Corak Insang 2020 :
Hadiah Pemenang Lomba Desain Motif Tenun Corak Insang 2020
Kategori Desain Motif Corak Insang Asli
- Pemenang I: Rp. 6.500.000,-
- Pemenang II: Rp. 6.000.000.-
- Pemenang III: Rp. 5.500.000,-
Kategori Desain Motif Corak Insang Kreasi
- Pemenang I: Rp. 6.500.000,-
- Pemenang II: Rp. 6.000.000.-
- Pemenang III: Rp. 5.500.000,-
*Masing-masing pemenang juga mendapatkan plakat/piagam penghargaan dari Wali Kota Pontianak.
Link pendaftaran:
Kegiatan ini tidak hanya mencetak perancang baru yang inovatif dan kreatif saja akan tetapi membuka wawasan bahwa motif tenun corak insang itu juga bisa dijadikan salah satu pilihan dalam berkreasi di bidang fashion hingga dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di era new normal. Semoga bermanfaat ^^
Info Pendaftaran dapat menghubungi:
Oktavia Nengsih: 089604144644
Margi Dwiayanto: 089523970711
Jln. Sultan Abdurrahman No. 140 ( pukul 9 pagi – 4 sore)
Referensi:
- Tenun Corak Insang: https://id.wikipedia.org/wiki/Tenun_Corak_Insang
- Press Release Deskranasda Kota Pontianak: Lomba Desain Lomba Desain Motif Tenun Corak Insang 2020
Kain Tenun Samarinda
Sarung merupakan kain yang umum digunakan di Indonesia terutama para laki-laki. Samarinda ternyata memiliki kain sarung tradisionalnya sendiri yang dikenal sebagai sarung tenun Samarinda atau Tajong Samarinda dalam bahasa lokal. Dalam proses pembuatannya memakan waktu cukup lama sebab kain ini ditenun dengan menggunakan alat tenun bukan mesin. Tak heran jika satu lembar kain sarung membutuhkan waktu hingga 2 minggu.
Asal usul dari kain sarung ini dimulai sejak tahun 1668 yang dibawa oleh seseorang dari Bugis. Ia adalah Sultan La Madukelleng bersama dengan rombongannya dan meminta sebidang tanah kepada penguasa Kutai saat itu. Permintaan pun dipenuhi oleh Raja dengan syarat harus tetap patuh pada pemerintah Kutai. Tanah ini lah yang sekarang disebut dengan Samarinda.
Sultan Madukelleng dan rombongan pun memanfaatkan wilayah mereka agar berkembang. Mereka pun menerapkan budaya menenun Bugis ke Samarinda hingga terciptalah kain sarung tenun Samarinda. Kain ini memiliki banyak sekali motif namun yang paling umum adalah motif geometris.
Berita Terkait
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tengah menyempurnakan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 Kota Pontianak. Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menerangkan, Raperda tersebut merupakan tindak lanjut dari RPJPN.
“Kami bacakan kepada legislatif sebagai dasar nanti bagi mereka yang akan maju menjadi calon wali kota,” ungkapnya, usai Rapat Paripurna 3 dan 4 Masa Persidangan III di Gedung DPRD Kota Pontianak, Kamis (4/7/2024).
Bagi individu yang hendak mencalonkan diri menjadi Wali Kota Pontianak, terang Ani Sofian, perlu mengacu pada RPJPD 2025-2045 dalam merumuskan visi dan misi sebelum menjadi kepala daerah.
“Para calon mengacu RPJPD dalam merumuskan visi dan misi untuk menjadi Wali Kota Pontianak ke depan,” imbuh Ani Sofian.
Bersamaan dengan penyampaian Raperda tersebut, Pj Wali Kota juga mendengarkan pandangan fraksi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Pontianak tahun 2023.
“Jadi banyak hal yang harus tingkatkan sesuai dengan pendapat fraksi tadi dan besok kami akan menyampaikan jawaban dari pandangan umum DPRD Kota Pontianak,” jelasnya.
Ani Sofian menerangkan, pandangan fraksi banyak fokus membahas peningkatan pendapatan daerah lewat retribusi daerah. Selain itu juga perbaikan drainase di beberapa titik di Kota Pontianak.
“Dipandang teman-teman DPRD sektor ini masih bisa ditingkatkan karena potensinya masih banyak, tentu didukung masyarakat Kota Pontianak agar peningkatan pembangunan bisa dilaksanakan,” sambungnya.
Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menerangkan, pihaknya mendorong eksekutif untuk meningkatkan pendapatan daerah Kota Pontianak. Ia menilai, potensi pendapatan perlu dioptimalkan.
“Sudah banyak membahas itu, besok kita mendengar jawaban dari Pj Wali Kota seperti apa, ada beberapa target belum tercapai apakah SDM kurang atau bagaimana akan kita perdalam di pembahasan anggaran,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
r e g e n b o g e n
Kota Pontianak memiliki kain khas tradisional yang disebut kain corak insang. Kain ini biasanya dipergunakan untuk melengkapi pakaian tr.
Umberto Eco terkenal di seluruh dunia melalui dua novelnya, The Name of The Rose, dan Foucault’s Pendulum . Kedua karya ini mengarah ke a.
Review tugas filsafat kebudayaan ah. haha ini juga hasil copas dari internet sih. males baca bukunya yang asli. apalagi kalo kepepet ngum.
hahaha nemu ini di map. ntah surat main-main semester satu atau dua, aku juga lupa. yg jelas ini seriusan main-main. mereka pada iseng nuli.
format makalah filsafat bahasa yang dikumpulin buat UAS :" iniloh takehome pengganti UAS, jadwalnya hari terakhir. malah selesai pa.
Tags: tenun