... 10 Desain Tenun Songket Palembang yang Menginspirasi untuk Proyek Kerajinan DIY

Keindahan Tenun Songket Palembang - Seni Sulaman dan Karya DIY

Keywords
Kerajinan, Tenun, Songket, Tanjung Laut, Tanjung Batu, Ogan Ilir

Abdurrahman, Dudung. (2011). Metodelogi Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Ar-Ruz Media Group

Adie. (2022). Festival Burai 2022, Pertunjukan Seni Budaya Terbesar di Ogan Ilir Siap Digelar.https://beritaanda.net/festival-burai-2022-pertunjukan-seni-budaya-terbesar-di-ogan-ilir-siap-digelar/

Agustini. (2004). Tenun Sutera dan Songket Sambas. Semarang: Ombak.

Aryani, Dwi, Kusuma. (2022). Jenis-jenis Motif Tenun Songket. Hasil Wawancara Pribadi 23 Mei 2022.

Bahtra, Ahmad. (2022). Dampak Kerajinan Tenun Songket Bagi Masyarakat. Hasil Wawancara Pribadi. 24 Mei 2022.

Berlian, Z. (2018). Strategi Promosi Songket Palembang (Studi Kasus Kerajian Songket Cek Ipah). An Nisa'a, 13(1).

BPS Kabupaten Ogan Ilir. (2018). Jumlah Penduduk Kecamatan Tanjung Batu Menurut Kelurahan dan Jenis Kelamin (Jiwa) 2015-2018. https://oganilirkab.bps.go.id/indicator/12/76/1/jumlah-penduduk-kecamatan-tanjung-batu-menurut-kelurahan-dan-jenis-kelamin-jiwa-.html

Chavoshbashi, F., Ghadami, M., Broumand, Z., & Marzban, F. (2012). Designing dynamic model for measuring the effects of cultural values on Iran’s economic growth. African Journal of Business Management, 6 (26), 7799–7815.

Daldjoeni. (1982). Pengantar Geografi. Bandung: Alumni.

Dumairy. (1996(. Perekonomian indonesia. Jakarta: Erlangga.

Efriyanto. (2021). Songket Palembang, Seminar sehari. Workshop songket Palembang di Museum Negeri Sumatera Selatan, Rabu 01 Desember 2021.

Giharni. (2022). Tahapan Pembuatan Songket. Hasil Wawancara Pribadi. 13 April 2022

Hasan, M. A., & Liliana, D. Y. (2020). Pengenalan Motif Songket Palembang Menggunakan Deteksi Tepi Canny, PCA dan KNN. Jurnal Multinetics, vol, 6, 1-7.

Irmeilyana, I., & Desiani, A. (2018). Analisis perbandingan profil pengrajin di tiga sentra kerajinan tenun songket Palembang. Jurnal Infomedia: Teknik Informatika, Multimedia & Jaringan, 3(2), 58-63.

Inilah Keunikan Kain Tenun Khas Palembang “Ratu Segala Kain”

Palembang adalah sebuah kota terbesar kedua di Pulau Sumatera yang dulunya merupakan tempat dimana Kerajaan Sriwijaya berdiri, Kerajaan Buddha terbesar di Asia Tenggara.

Tidak hanya itu, kota ini juga sangat dikenal untuk salah satu kerajinan seni kriyanya, yaitu kerajinan kain tenun songket.

Kain tenun songket khas Palembang merupakan kain yang paling diminati saat ini karena memiliki tampilan yang sangat berkelas dan terbilang cukup mewah, seperti halnya Kain Tenun Bali.

Sehingga, sangat sering dipilih oleh banyak orang untuk dijadikan sebagai kain bawahan untuk menghadiri acara-acara yang bersifat formal maupun semi-formal.

Sejarah [ sunting | sunting sumber ]

Menurut cerita lisan yang berkembang di masyarakat Palembang, awal mula kain songket berasal dari pedagang Cina yang membawa sutra, pedagang India dan timur tengah membawa emas sehingga terciptalah kain songket yang berlapis emas di tangan penduduk asli Melayu di Palembang. Keberadaan tradisi kain songket di Indonesia juga kerap dikaitkan dengan masa kemakmuran dan kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang pada abad ke-7- ke 13.

Songket Palembang dikenal dengan berbagai jenis dan fungsi yang ditampilkan dalam ragam motif dan ragam penggunaan benang. Motif yang tergambar dalam kain songket memiliki makna kehidupan dari masyarakat Palembang. Adapun ragam dan jenis Songket Palembang antara lain: [4]

  1. Songket Lepus. Songket ini dikenal sebagai songket pertama yang ada di Palembang. Makna harfiah dari lepus ialah menutupi sehingga Songket Lepus berarti kain songket yang tertutupi oleh anyaman benang emas. Hampir seluruh kain Songket Lepus tertutupi oleh benang emas. Songket Lepus dibagi menjadi tiga, dasar pembedaan ini bergantung pada motif dan benang yang digunakan: Lepus Berekam, Lepus Berantai, dan Lepus Penuh.
  2. Songket Tabur. Sesuai dengan namannya, songket ini dikenal dengan motif tabur yang memiliki ciri bertaburan, menyebar, dan motif dengan bentuk kecil-kecil seperti bunga dan bintang. Dikena tiga jenis yang tergolong dalam songket tabur yaitu: Songket Tawur Lintang, Songket Tawur Nampan Perak, dan Songket Tawur Tampak Magis.
  3. Songket Bunga. Terdapat dua jenis songket bunga yaitu Songket Bunga Emas dan Songket Bunga Pacik. Kedua jenis songket ini dibedakan atas penggunaan jenis benang. Songket Bunga Emas banyak digunakan oleh penduduk berketurunan Tionghoa sedangkan Songket Bunga Pacik dibuat menggunakan benang kapas putih yang banyak digunakan oleh penduduk berketurunan Arab.
  4. Songket Limar. Songket ini dikenal dengan jenis songket warna-warni, merujuk pada kata limar yang memiliki makna etimologis warna-warni. Untuk menghasilkan benang yang berwarna-warni, harus dilakukan pencelupan. Motif songket ini juga biasanya digabungkan dengan benang emas.
  5. Songket Tretes. Songket ini hanya memiliki motif di bagian ujung-ujung kain sedangkan pada bagian tengah dibiarkan kosong tanpa motif. Ada juga kreasi Songket Tretes yang mengisi area kosong ditengah kai dengan sejenis motif tabur.
  6. Songket Rumpak. Songket ini merupakan bagian dari pakaian pengantin laki-laki Palembang. Motif Songket Rumpak ini hampir sama dengan Songket Tretes, akan tetapi kain yang digunakan sudah memilik dasar motif berbentuk kotak-kotak seperti kain sarung.

Songket Palembang

Songket kerap dikaitkan dengan Kemaharajaan Sriwijaya sebagai asal mula tradisi songket berasal, beberapa jenis Songket yang populer pun tak lepas dari lokasi-lokasi yang pernah berada dibawah kekuasaan Sriwijaya, salah satu lokasi dominan yang juga diyakini sebagai ibukota Kemaharajaan Sriwijaya di masa lampau yakni Palembang, yang terletak di Sumatera Selatan. Selain Palembang, beberapa daerah di Sumatra juga menjadi lokasi penghasil Songket terbaik dalam kelasnya, yakni meliputi daerah-daerah di Minangkabau atau Sumatera Barat seperti Pandai Sikek, Silungkang, Koto Gadang, dan Padang. Di luar Sumatra, kain songket juga dihasilkan oleh daerah-daerah seperti Bali, Lombok, Sambas, Sumba, Makassar, Sulawesi, dan daerah-daerah lain di Indonesia.

Karena faktor sejarah kekuasaan Kemaharajaan Sriwijaya, perdagangan, dan perkawinan campuran, Songket pun juga menjadi populer di Kawasan Maritim Asia Tenggara khususnya di negara-negara sekitar Indonesia seperti Brunei, Malaysia, dan Singapura. [2]

Patut diketahui bahwa kain songket memiliki banyak keistimewaan jika dibandingkan kain tenun jenis lain. Salah satunya corak dan ragamnya yang berbeda, masing-masing memiliki makna tersendiri.

Bahan dasar kain songket yang terbuat dari benang emas dan perak membuat harga songket melambung tinggi. Teknik pembuatan kain yang unik dan cenderung rumit membuat songket berbeda dengan kain jenis lainnya.

Dari cara memakainya, songket pria dan perempuan memiliki perbedaan mendasar. Kain songket untuk pria disebut Rumpak (bumpak) dengan motif yang tidak penuh dengan tumpal (kepala kain) berada di belakang badan.


Tags: tenun

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia