Tenun Toraja - Karya Seni Rajutan Tradisional yang Membuat Anda Terinspirasi
Jenis Kain Tenun Khas Indonesia
Berikut ini adalah beberapa jenis kain tenun khas Indonesia yang wajib Moms ketahui!
Foto: kain tenun pandai sikek (indonesiakaya.com)
Ini adakah kerajinan kain tenun khas Indonesia asal Minangkabau, Sumatera Barat yang sudah dikenal sejak lama.
Pandai Sikek sebenarnya adalah nama sebuah desa di kaki gunung Singgalang.
Di desa ini, Moms bisa menemukan puluhan rumah tenun menggunakan ratusan penenun di sana.
Sebenarnya terdapat pula desa lain di Minangkabau yang menekuni kerajinan tenun, akan tetapi Pandai Sikek mempunyai industri tenun yang lebih maju dibandingkan desa lainnya.
Kain tenun ini biasanya dipakai dalam upacara perkawinan atau penyambutan tamu. Dalam hal motif, tenun Pandai Sikek sebenarnya terbilang sedikit.
Hanya terdapat dua jenis motif yang umumnya digunakan pada kain tenun Pandai Sikek, yaitu motif Cukie dan Sungayang.
Motif Cukie adalah pola yang mengisi bagian berdasarkan kain, baik kepala, badan juga tepi kain. Sementara motif Sungayang adalah motif keseluruhan menurut kain tenun.
Sementara itu, ada dua jenis tenun Pandai Sikek, yaitu Balapak dan Bacatua.
Balapak merupakan kain yang ditenun dengan melewatkan benang emas di seluruh bidang kain.
Sementara Bacatua merupakan kain tenun yang terdiri dari benang lungsi dan pakan dan di bagian tertentu diberi hiasan benang emas.
Motif Kain Songket dan Maknanya
Songket umumnya tidak untuk dikenakan sehari-hari, ini menandakan bahwa kain songket tidak untuk dipakai sembarangan, karena selain “terlalu mewah” jika dikenakan sehari-hari, Songket juga mengandung makna-makna tertentu. Makna yang merupakan perlambang dari si pemakainya.
Sebagai contoh, songket yang dikenakan untuk upacara perkawinan berbeda dengan Songket yang digunakan dalam upacara adat lainnya.
Berikut adalah beberapa motif songket beserta maknanya :
- Misalnya Songket dengan motif bunga tanjung yang melambangkan keramah-tamahan, dipakai untuk menyambut tamu, khususnya dipakai tua rumah sebagai ungkapan dari selamat datang.
- Songket dengan motif bunga melati melambangkan keanggunan, kesucian, dan sopan santun. Kain songket dengan motif bunga melati biasanya dikenakan oleh perempuan yang belum menikah.
- Songket dengan motif pucuk rebung melambangkan sebuah harapan, sebuah doa dan kebaikan. Motif pucuk rebung selalu mengambil tempatnya dalam setiap perayaan adat, Motif tersebut hadir sebagai kepala kain atau tumpal. Mengenakan motif pucuk rebung dimaksudkan agar si pemakai diberkati dengan keberuntungan dan kemudahan dalam setiap langkah hidupnya.
Ragam Motif Tenun Aceh
Motif tenun aceh yang diaplikasikan pada sehelai kain yang bukan hanya untuk hiasan, tapi juga mengandung makna yang filosofis. Ragam hias pada kain tenun juga menggambarkan keadaan lingkungan alam sekitar.
Berikut ini adalah Beberapa ragam motif yang terdapat pada kain tenun Aceh, berikut ulasannya.
1. Tenun Aceh Motif Bungong Kalimah
Motif Bungong Kalimah berasal dari Aceh Besar, dan didaerah ini sangat banyak menyimpan motif-motif hias yang cantik. Motif Bungong Kalimah merupakan motif yang berisi kalimah Allah. Kain tenun yang bermotif ini, digunakan sebagai selendang atau penutup kepala wanita. Motif ini biasanya di apklikasikan pada ujung kain tenun.
2. Tenun Aceh Motif Bunga Delimah
Motif ini dipilih berdasarkan pada konsep buah yang disebutkan di dalam Kitab Suci Al-Quran bahwa buah delima merupakan salah satu jenis buah yang terdapat didalam surga.
3. Tenun Aceh Motif Tumpuk Manggis/mongeute
Motif ini banyak beredar di masyarakat Gayo/Alas. Motif ini menggambarkan kondisi lingkungan setempat yang subur, karena buah manggis dianggap sebagai raja buah dengan kandungan anti oksidan yang tinggi.
4. Motif Hias Tuleng Iken/Tulang Ikan dan Peger/Pagar.
Motif ini sama halnya dengan motif sebelumnya, yaitu beredar di masyarakat Gayo/Alas. Motif hias tuleng iken/tulang ikan menggambarkan ikan depik yang menjadi ikan khas di Gayo/Alas sedangkan motof peger/pagar melambangkan perlindungan, yaitu bahwa selembar kain mampu memberikan perlindungan kepada pemakainnya terhadap rasa malu karena mampu menutup aurat dengan baik. Dan 2 motif ini hanya akan di jumpai di masayarakat Gayo/Alas saja.
4. Tenun Aceh Kain Tenun Ija Blah Blah
Pohon hayat yang menjadi ciri kain tenun Siem serta terdapat pada kain tenun ija dua blah blah melambangkan kehidupan dan harapan. Masyarakat Aceh zaman dulu, mempercayai bahwa selembar kain yang dipakai oleh pemakainya mampu mengandung harapan dan rezeki yang baik.
3. Kain Tenun Songket (Palembang)
Foto: kain tentun songket (id.wikipedia.org/Gunkarta)
Kain tenun khas Indonesia selanjutnya adalah kain songket yang sudah dikenal di Palembang sejak zaman kerajaan Sriwijaya.
Songket Palembang banyak dipengaruhi kebudayaan Cina dan India yang dibawa oleh pedagang yang datang ke Sriwijaya.
Ciri spesial kain songket adalah kain yg berwarna merah dengan benang emas yang hampir menutupi seluruh kain.
Kain songket umumnya digunakan dalam acara pernikahan.
Tidak hanya mempelai yang menggunakan, keluarga bahkan tamu yang tiba pun menggunakan songket.
Kain songket juga umumnya digunakan sang penari Gending Sriwijaya untuk menyambut tamu kehormatan.
Motif songket Palembang diwariskan secara turun temurun sehingga polanya tidak banyak berubah.
Dalam sehelai songket Palembang, umumnya terdapat dua sampai tiga kombinasi motif.
Motif-motif ini menghasilkan gugusan gambar yang berhasil membuat kain tenun khas Indonesia ini menjadi kain yang indah dan menarik.
Tags: dari tenun toraja