... 10 Tokoh Wirausahawan Kerajinan Jarum DIY yang Sukses: Kisah Inspiratif & Tips

"Inspirasi Kesuksesan - Tokoh Wirausahawan Kerajinan yang Gemilang"

Diah Rahmalita – Lita Art

Tak mudah bagi Diah Rahmatila untuk memulai usaha kerajinan yang ia beri nama Lita Art. Wanita yang akrab disapa dengan panggilan Bunda Lita ini membangun usaha kerajinan decoupage, yakni seni kerajinan dengan menempelkan kertas tisu lalu melukisnya dengan cat lukis.

Produk Lita Art juga beragam mulai dari tas lukis, sepatu lukis, vas lukis, dan masih banyak lagi. Dalam bisnisnya, Diah hanya memiliki showroom dan workshop di Malang, Jawa Timur. Meski demikian produknya tak hanya jadi buruan di pasar dalam negeri, namun juga berhasil menembus pasar berbagai negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, India, China, Hungaria, Kroasia, Turki, Swiss, bahkan Italia. Dalam satu bulan omset yang didapat sekitar Rp10 hingga Rp20 juta per bulan.

Tokoh Wirausahawan di Bidang Kerajinan yang Sukses di Luar Negeri

Selain dari dalam negeri, terdapat juga wirausahawan di bidang kerajinan dari luar Indonesia yang bisa kamu lihat dan pelajari kisah suksesnya, dan mungkin bisa kamu terapkan beberapa pelajarannya ke usaha kerajinan yang kamu miliki.

4. Erin Garcia

Wirausahawan kerajinan dari San Francisco, Amerika Serikat ini memulai bisnisnya pada tahun 2011.

Saat itu ia baru lulus dari SMA dan teman-temannya mendukung Erin untuk menjual hasil kerajinannya yaitu berupa kartu ucapan dan hiasan dinding.

Erin yang memiliki kegemaran untuk membuat kerajinan tangan pun mengikuti saran teman-temannya untuk menjual kerajinan yang dibuatnya.

Alhasil, berkat kegigihannya, kerajinan Erin dilirik oleh beberapa pemilik toko kerajinan dan produk Erin mulai dijajakan di toko tersebut.

5. Camilla Westergaard

Gadis Britania Raya ini memulai usahanya yang berkaitan dengan kerajinan di Sheffield, Inggris.

Dia sendiri tumbuh di rumah yang penuh dengan hasil kerajinan tangan hasil karya ibunya yang merupakan seorang pembuat tembikar dan hal tersebut membuat Camilla jatuh cinta pada kerajinan tangan.

Hingga suatu saat ia terpikirkan ide untuk membuat suatu platform yang mengumpulkan para pembuat kerajinan tangan untuk menjual produknya.

Meskipun fokus Camilla bukan terletak pada membuat kerajinan, namun ia melihat tantangan ketika melihat banyak pengrajin yang hanya fokus pada kreativitasnya, sehingga mereka kesulitan untuk menjual produknya.

Folksy dibentuk oleh Camilla dan menjadi sebuah platform berupa e-commerce yang mengumpulkan para pengrajin di Inggris yang ingin memperkenalkan dan menjual karyanya ke pasar yang lebih luas secara online.

5 Resiko Menjadi Wirausahawan Bidang Kerajinan

Resiko erat kaitannya dengan ketidakpastian yang selalu menjadi pengalaman tersendiri bagi para tokoh wirausahawan di bidang kerajinan yang sukses . Meskipun risiko tidak dapat Anda hapus dalam proses usaha, Anda masih dapat meminimalisirnya dengan manajemen yang baik, seperti berikut ini:

1. Perang Harga

Perang harga dapat terjadi karena kebutuhan pasar yang menurun, sedangkan ketersediaan barang meningkat. Beberapa faktor pemicunya adalah banyaknya wirausahawan baru yang terjun di bidang kerajinan dan meledaknya barang yang diedarkan di pasaran.

Di sisi lain, secara psikologis, konsumen akan membandingkan produk, kemudian memilih barang yang memiliki harga yang lebih murah dengan kualitas yang sama. Namun, Anda tidak harus selalu mengikuti tren tersebut. Alih-alih untung, bila salah strategi usaha Anda bisa jatuh dalam kerugian.

Lalu, bagaimana solusinya? Untuk memenangkan persaingan tersebut, Anda dapat menawarkan beberapa benefit , seperti freebies , voucher , ataupun diskon pada calon konsumen. Bangun brand awareness Anda sambil menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan) yang tepat juga. Supaya tidak rugi.

2. Ketidakstabilan Kondisi Pasar

Seringkali kondisi perekonomian menimbulkan ketidakstabilan pada kondisi pasar. Hal ini umum terjadi di seluruh dunia. Akibatnya, masyarakat kehilangan minat konsumtifnya dan usaha pun banyak yang gulung tikar.

Satu-satunya jalan untuk tetap menghidupkan usaha Anda adalah kemampuan adaptasi yang tinggi. Beradaptasilah terhadap kenyataan yang terus berubah. Contohnya, toko kerajinan Anda harus tutup selama pandemi. Untuk menghindari kebangkrutan, Anda dapat memanfaatkan penjualan secara online .

3. Kenaikan Harga atau Kelangkaan Bahan Baku

Kenaikan harga berbanding lurus dengan kelangkaan bahan baku yang Anda gunakan untuk membuat produk kerajinan. Padahal bahan baku menjadi penentu penghasilan dan kualitas produk Anda. Seperti tokoh wirausahawan di bidang kerajinan yang sukses , mereka memilah-milah mana bahan yang berkualitas.

Tokoh Wirausahawan Sukses di Bidang Kerajinan

1. Komang Adi

Setamatnya dari SMSR pada 1997, Komang Adi langsung terjun ke dunia usaha bidang seni lukis.

Pada saat itu, peminat lukisan masih belum banyak, dan Komang pun menyambi usahanya dengan menjual berbagai aneka pigura atau bingkai foto dan lukisan.

Sembari menjual pigura foto dan lukisan, Komang tetap melatih kemampuan melukisnya sambil mengamati pasar lukisan.

Di tahun 2000, Komang mulai memasarkan lukisannya dengan tekun dan konsisten. Mulai dari menjual satu hingga dua lukisan, lalu berkembang sampai ia memiliki galeri lukisan sendiri yang dinamai Komang Adi Galeri.

Usaha kerajinan lukisan Komang pun berlanjut sampai ia berhasil menjual lukisannya ke luar negeri, yang mana tiap 3 bulan ia bisa mengekspor sekitar 300 lukisan ke berbagai negara.

Lukisan Komang diminati negara-negara lain mulai dari Australia, Amerika Serikat, Jerman, hingga Perancis.

Kini, omzet yang diperoleh komang sudah mencapai Rp. 175 juta rupiah per bulan, dengan tiap lukisan di galerinya yang ia hargai mulai dari Rp. 50 ribu hingga Rp. 45 juta rupiah.

2. Diah Rahmalita

Diah memulai usaha kerajinan berbahan limbahnya pada tahun 2007 dengan modal awal yang hanya sebesar Rp. 1 juta rupiah.

Dengan melihat peluang yang ada, yaitu menggabungkan kemampuan melukisnya dengan pemanfaatan bahan limbah seperti piring, gelas, hingga botol beling diah berani memulai usaha kerajinannya.

Ia pun berani mengambil risiko dengan memutuskan resign dari pekerjaannya dan fokus untuk mengembangkan usahanya.

Modal ketekunan dan keseriusan dalam menggarap kerajinan seni yang mengubah limbah sampah tak bernilai menjadi karya seni yang bernilai ini membawa Diah Rahmalita kepada kesuksesan.


Tags: kerajinan yang toko usaha wirausahawan sukses

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia