"Suksesnya Tokoh Wirausahawan Kerajinan - Inspirasi untuk Semua!"
7 Kisah Inspiratif Tokoh Wirausahawan Sukses di Bidang Kerajinan
Kisah wirausaha sukses di bidang kerajinan pertama datang dari Pulau Dewata. Ialah Komang Adi, seorang pelukis terkenal hingga kancah internasional. Pria lulusan Sekolah Menengah Seni Rupa ini mengawali karirnya dari titik nol di tahun 1997. Komang Adi memulai karir sebagai penjual pigura lukisan dan foto. Tidak mudah bagi Komang Adi untuk mewujudkan mimpinya sebab seni lukis pada masa tersebut masih sepi peminat. Akan tetapi Komang Adi tetap tidak menyerah.
Tiga tahun kemudian, Komang turut menjual lukisannya bersama dengan pigura. Komang melakukan usaha keras mempromosikan bisnisnya. Strategi promosi jitu pilihan Komang yakni melalui kerjasama dengan tour guide. Tujuannya tak lain agar para tour guide mengajak turis berlibur ke tempatnya menjual lukisan.
Artikel terkait Startup Company : Pengertian dan Perkembangannya
Eni Aryani, Pebisnis Kaleng Bekas yang Merambah Pasar Australia
Wirausaha sukses di bidang kerajinan lainnya adalah Eni Aryani. Wanita kelahiran Yogyakarta tahun 1979 ini sukses mengolah sampah kaleng hingga menjadi barang unik dan bermanfaat seperti tempat kue, ember, vas bunga, dan lainnya. Setiap barang yang diproduksi oleh Eni memiliki kualitas baik dan oleh karena itu, satu item kerajinan tangan Eni mampu menembus harga hingga 1,2 juta rupiah.
Kisah wirausaha sukses lain datang dari Bali yakni dari Kioski Gallery. Galeri seni kayu ini dimiliki oleh Made Sutamaya. Uniknya, Made membuat karya seni desain interior senilai jutaan rupiah dari sampah kayu yang ia kumpulkan sendiri.
Made hanyalah seorang lulusan SMA, namun ia mendapatkan skill mengolah kayu berkat pengalamannya selama 23 tahun bekerja sebagai pegawai mebel. Bisnisnya dimulai ketika Made melihat ada banyak sampah kayu berserakan di tepi pantai. Ia pun terpikir untuk mengolahnya menjadi kerajinan. Berbekal paku, gergaji dan lem kayu, Made merintis bisnisnya.
Bisnis Made tidak langsung berjalan dengan lancar. Pada awalnya, galeri Made sangat sepi pembeli. Setiap hari Made menunggu pembeli yang tak kunjung datang. Namun ia tidak cepat putus asa. Akhirnya ia memutuskan mengikuti pameran kesenian dan memperkenalkan produknya di sana.
Artikel terkait 5 Aspek Pemasaran Dalam Kewirausahaan
Diah Rahmalita – Lita Art
Tak mudah bagi Diah Rahmatila untuk memulai usaha kerajinan yang ia beri nama Lita Art. Wanita yang akrab disapa dengan panggilan Bunda Lita ini membangun usaha kerajinan decoupage, yakni seni kerajinan dengan menempelkan kertas tisu lalu melukisnya dengan cat lukis.
Produk Lita Art juga beragam mulai dari tas lukis, sepatu lukis, vas lukis, dan masih banyak lagi. Dalam bisnisnya, Diah hanya memiliki showroom dan workshop di Malang, Jawa Timur. Meski demikian produknya tak hanya jadi buruan di pasar dalam negeri, namun juga berhasil menembus pasar berbagai negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, India, China, Hungaria, Kroasia, Turki, Swiss, bahkan Italia. Dalam satu bulan omset yang didapat sekitar Rp10 hingga Rp20 juta per bulan.
Fauziah, Si Pengusaha Kain Songket dari Palembang
Tokoh wirausaha sukses di bidang kerajinan yang terakhir adalah Fauziah. Ia menekuni bidang kerajinan kain songket berkat warisan keahlian dari orang tuanya. Sedari kecil Fauziah diajarkan cara membuat kain songket. Kemudian, ketika beranjak dewasa Fauziah pun diberikan kesempatan untuk meneruskan bisnis kain songket milik kedua orang tuanya.
Perjuangan Fauziah dalam mempertahankan bisnisnya patut diacungi jempol. Bisnisnya sempat terhenti dikarenakan masalah modal. Akan tetapi masalah tersebut berhasil teratasi berkat bantuan dana yang ia dapatkan dari PLN sebesar 21 juta. Fauziah tak mudah menyerah.
Ia terus berkarya dan memastikan produk kain songketnya memiliki kualitas terbaik. Hingga saat ini, Fauziah mampu meraih untung bersih hingga 100 juta rupiah per bulannya. Kain songket buatannya pun sudah dijual hingga Jakarta dan Medan. Fauziah juga dikenal sebagai pengrajin kain songket terbaik di Palembang.
Itulah kisah inspiratif dari tokoh wirausahawan sukses di bidang kerajinan. Pengalaman mereka membuktikan bahwa mimpi bisa dicapai jika dibarengi keberanian, tekad, dan kegigihan dalam mewujudkannya. Semoga kisah mereka mampu menjadi inspirasi bagi Anda.
Sampai bertemu lagi di artikel berikutnya!
Tokoh Wirausahawan Sukses di Bidang Kerajinan
1. Komang Adi
Setamatnya dari SMSR pada 1997, Komang Adi langsung terjun ke dunia usaha bidang seni lukis.
Pada saat itu, peminat lukisan masih belum banyak, dan Komang pun menyambi usahanya dengan menjual berbagai aneka pigura atau bingkai foto dan lukisan.
Sembari menjual pigura foto dan lukisan, Komang tetap melatih kemampuan melukisnya sambil mengamati pasar lukisan.
Di tahun 2000, Komang mulai memasarkan lukisannya dengan tekun dan konsisten. Mulai dari menjual satu hingga dua lukisan, lalu berkembang sampai ia memiliki galeri lukisan sendiri yang dinamai Komang Adi Galeri.
Usaha kerajinan lukisan Komang pun berlanjut sampai ia berhasil menjual lukisannya ke luar negeri, yang mana tiap 3 bulan ia bisa mengekspor sekitar 300 lukisan ke berbagai negara.
Lukisan Komang diminati negara-negara lain mulai dari Australia, Amerika Serikat, Jerman, hingga Perancis.
Kini, omzet yang diperoleh komang sudah mencapai Rp. 175 juta rupiah per bulan, dengan tiap lukisan di galerinya yang ia hargai mulai dari Rp. 50 ribu hingga Rp. 45 juta rupiah.
2. Diah Rahmalita
Diah memulai usaha kerajinan berbahan limbahnya pada tahun 2007 dengan modal awal yang hanya sebesar Rp. 1 juta rupiah.
Dengan melihat peluang yang ada, yaitu menggabungkan kemampuan melukisnya dengan pemanfaatan bahan limbah seperti piring, gelas, hingga botol beling diah berani memulai usaha kerajinannya.
Ia pun berani mengambil risiko dengan memutuskan resign dari pekerjaannya dan fokus untuk mengembangkan usahanya.
Modal ketekunan dan keseriusan dalam menggarap kerajinan seni yang mengubah limbah sampah tak bernilai menjadi karya seni yang bernilai ini membawa Diah Rahmalita kepada kesuksesan.
Tags: kerajinan toko usaha wirausahawan sukses