Seni Tenun Klaten - Warisan Budaya dan Kreativitas DIY
Daya Tarik Alun-Alun Klaten
1. Tempat Nyantuy Yang Asyik
Alun-Alun sering dijadikan lokasi untuk bersantai, karena tempatnya yang berada di tengah kota membuatnya dapat dijangkau dari mana saja.
Pepohonan rindang di sekitar Alun-Alun Klaten membuat adem dan nggak begitu panas jika berkunjung di siang hari. Biasanya tempat wisata gratis di Klaten yang satu ini ramainya di pagi dan malam hari.
Untuk kamu yang sedang mencari tempat wisata malam di Klaten, Alun-Alun Klaten dapat menjadi salah satu rujukannya. Bisa juga dijadikan lokasi untuk hunting kuliner, atau hanya sekedar menikmati suasana malam di Kota Seribu Candi.
2. Wahana Bermain Anak
Di Alun-Alun Klaten juga terdapat wahana bermain anak-anak yang bisa pengunjung gunakan secara gratis, jadi pengunjung bisa menikmati kebersamaan bersama keluarga dengan keuangan yang ramah di kantong.
Selain tempat bersantai dan bermain bersama keluarga tercinta, Alun-Alun Klaten ternyata juga bisa digunakan sebagai lokasi untuk berolahraga. Baik itu lari hingga bermain basket.
3. Spot Foto Yang Instagrammable
Wajah baru Alun-Alun Klaten terletak pada beberapa spot foto instagramable yang diletakkan di beberapa titik, yang menjadi incaran pengunjung ialah berfoto bersama air mancur dan landmark dari Alun-Alun Klaten itu sendiri.
Suasana di malam hari jelas akan sangat berbeda, dimana Alun-Alun Klaten akan dihiasi oleh beberapa lampu taman.
Artikel lainnya
- Hutan Kota Gergunung Klaten, Ruang Terbuka Hijau Yang Cocok Untuk Ngadem
- Rowo Jombor Klaten, Wisata Keluarga Tempat Rekreasi Sambil Menikmati Pesona Alam
- Taman Lampion, Wisata Klaten Yang Asri Di Pagi Hari dan Cantik Di Malam Hari
- Bukit Sidoguro, Wisata Terbaru Klaten Yang Recommended
- Wahana Soko Alas, Mahakarya Cantik Di Desa Ponggok Klaten
- Umbul Nilo Klaten, Terbaru Lengkap Dengan Area Waterboom
Bengkel lurik ATBM milik Rahmad
Sementara itu, pintu rumah Rahmad tertutup rapat. Sepi dari luar, tapi terdengar ramai di dalam. Rasa penasaran menuntun saya mendatangi sumber suara. Seorang perempuan yang sedang membawa semangkok lauk masuk ke dalam rumah. Ia yang mendengar suara saya kemudian datang menghampiri. Memperkenalkan diri sebagai warga asli Klaten, saya diijinkan masuk mengambil gambar sembari menyaksikan proses pembuatan tenun lurik Pedan.
Sejarah panjang hadirnya tenun lurik Pedan tidak terlalu diangkat dalam panggung industri pariwisata. Sumber Sandang adalah salah satu bagian dari sejarah kejayaan tenun lurik Pedan–Klaten. Meski bukan konglomerat, Rahmad adalah pengusaha senior yang masih bertahan dengan bisnis lurik menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).
Pria kelahiran 17 Agustus 1932 ini memiliki riwayat panjang layaknya seorang pahlawan veteran yang tak ingin dikenal. Tak lama mengambil gambar di bengkel tenun luriknya, Rahmad datang dengan menuntun sepedanya.
Sebagai lulusan ilmu sejarah Universitas Indonesia, Rahmad bertutur tentang riwayat tekstil Indonesia tanpa jeda. Ibarat pepatah ‘hidup segan, mati pun tak mau’. Meski banyak usaha tenun lurik bermesin yang menjadi saingan Sumber Sandang, Rahmad tetap teguh mempertahankan bisnis yang dirintis orang tuanya. Selain merawat budaya menenun menggunakan ATBM, Rahmad berkomitmen menyediakan ladang pekerjaan bagi mereka yang berbakat, namun terbatas pada alat.
Tags: tenun