Seni Tenun Klaten - Warisan Budaya dan Kreativitas DIY
5 Kerajinan Khas yang Harus Kamu Beli Saat Liburan ke Klaten
instagram.com/kun_tama11
Terletak di antara kota Solo dan Yogyakarta membuat Klaten memiliki keunikannya tersendiri. Banyaknya orang yang melintasi Klaten untuk bolak-balik Solo-Yogyakarta menjadikan Klaten sebagai salah satu kota dengan berbagai hal menarik.
Tak hanya Umbul Ponggok saja yang melegenda, tapi Klaten punya berbagai makanan khas dan kerajinan yang sebaiknya kamu coba saat sedang liburan ke sini. Inilah lima kerajinan unik yang hanya khas Klaten yang hanya ada di #WonderfulIndonesia.
Sejarah perkembangan lurik di Pedan
Cerita tentang sejarah hadirnya tenun lurik pun ia ceritakan runtun. Bermula pada 1938, tersebutlah seorang pengusaha asal Pedan bernama Suhardi Hadisumarto yang berkesempatan mendulang ilmu menenun di sekolah Textiel Inrichting Bandoeng (TIB). Sepulang dari TIB, Suhardi mengajak keluarganya untuk membangun rumah usaha tenun lurik di Pedan.
Bisnis tenun yang dirintisnya menjadi perusahaan yang terkenal dengan omzet yang luar biasa. Namun nahasnya, pada 1948 terjadi agresi militer oleh Belanda yang menyebabkan bisnis tenun Pedan ikut terkena dampaknya. Pada masa itu, Bung Karno dan Bung Hatta pun sempat ditangkap Belanda. Gejolak Agresi Militer II ini kemudian membuat Suhardi harus menutup bisnis tenunnya dan hidup jauh di pengungsian.
Sementara itu, saat terjadi pengungsian besar-besaran pada 1950, masyarakat yang tergabung dalam BKR (Badan Keamanan Rakyat) melakukan perlawanan terhadap Belanda lewat gencatan senjata. Bukti yang tersisa adalah pabrik gula di Pedan milik SG (Sunan Ground) Solo yang ikut terbakar. Meski pada akhirnya, BKR berhasil melucuti senjata dan mengusir tentara Belanda dari Pedan.
Bisa jadi, Suhardi nelangsa merindukan aktivitas menenunnya. Selama dalam pengungsian, Suhardi menyempatkan diri berbagi pengalaman dan mengajarkan pembuatan tenun lurik untuk masyarakat pengungsi.
Bisnis lurik semakin laris dan dilirik banyak daerah. Dalam misi menyejahterakan masyarakat Pedan, pada 1952 didirikanlah koperasi primer PPT (Pengusaha Perusahaan Tenun). Orde lama pernah bersabda, ‘berdikari berpijak di kaki sendiri, tidak bergantung dari luar’. Benteng-benteng koperasi pun mulai berdiri. Seperti G.K.B.J (Gabungan Koperasi Batik Indonesia) maupun Kopteksi (Koperasi Tekstil Seluruh Indonesia), yang berlandaskan koperasi kerakyatan.
Keberadaan koperasi ini sangat mendukung dalam usaha industri tenun lurik di Pedan. Keperluan seperti bahan dasar tenun yang berupa benang dan pewarna dikoordinir oleh koperasi sehingga pengadaan bahan tenun tidak sembarang tempat dan harga pasar tidak dipermainkan tengkulak. Itulah sebabnya, Bapak Koperasi disematkan atas kebaikan Bung Hatta yang menaruh rasa peduli pada rakyat kecil melalui pendirian koperasi di Indonesia.
Tags: tenun