... Memory updatedFaktor Ergonomis dalam Desain Produk Kerajinan: Panduan Praktis

Memory updated"Unsur Ergonomis dalam Desain Produk Kerajinan"

Komentar

Posting Komentar

Hai Hai Hai, gw kembali lagiiiiiiiiiiiii!! Kali ini gw masuk ke bab Kerajinan, di postingan sebelumnya juga ada bab kerajinan, tapi itu untuk materi kelas 8 ya chingu. Kali ini gw akan bahas materi kerajinan untuk kelas 9, capcusssss!! Keragaman Muatan Nilai dalam Produk Kerajinan Banyaknya bentuk produk kerajinan tidak lepas dari gagasan ataupun ide manusia yang dapat berawal dari suatu pikiran dan kehendak melalui tindak cipta rasa. A) Produk dengan nilai fungsional sumber: http://www.kerajinanfurniturerotan.com/keranjang-kubu-grey-kerajinan-rotan/ B) Produk dengan Nilai Informatif sumber: http://hikmahcellmultimedia.blogspot.com/2015/02/bahan-baku-pin-bross-dan-pin-gantungan.html C) Produk dengan NIlai Simbolik sumber: https://sportourism.id/history/seni-lukis-kaca-cirebon-berawal-dari-masa-panembahan-ratu D) Produk dengan Nilai Prestise (wibawa) sumber: https://www.blibli.com/jual/tas-kulit-asli-pria--hunter-design/

Kesimpulan

Prinsip ergonomis sangat penting dalam pembuatan produk kerajinan untuk memastikan kualitas, keamanan, dan kenyamanan produk yang dihasilkan. Dengan memperhatikan desain produk, proses produksi, penggunaan alat bantu, dan evaluasi penggunaan produk, pembuat produk kerajinan dapat meningkatkan kualitas produk serta kesehatan dan keselamatan dalam proses produksi.

1. Apa itu prinsip ergonomis dalam pembuatan produk kerajinan?

Prinsip ergonomis dalam pembuatan produk kerajinan merupakan tata cara yang memperhatikan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi dalam proses produksi produk, sehingga produk yang dihasilkan dapat digunakan dengan nyaman tanpa menyebabkan masalah kesehatan.

2. Mengapa prinsip ergonomis penting dalam pembuatan produk kerajinan?

Prinsip ergonomis sangat penting karena dapat mempengaruhi kualitas, keamanan, dan kenyamanan produk kerajinan. Dengan menerapkan prinsip ergonomis, pembuat produk kerajinan dapat memastikan bahwa produk yang dihasilkan dapat digunakan dengan nyaman tanpa menimbulkan resiko cedera atau masalah kesehatan bagi penggunanya.

3. Bagaimana cara menerapkan prinsip ergonomis dalam pembuatan produk kerajinan?

Beberapa cara menerapkan prinsip ergonomis dalam pembuatan produk kerajinan antara lain dengan memperhatikan desain produk, perancangan proses produksi, penggunaan alat bantu, dan evaluasi penggunaan produk.

Desain Ragam Hias

Desain ragam hias yang terdapat di wilayah Indonesia ini beberapa di antaranya sudah merupakan pola baku ragam hias wilayah tertentu. Desain ragam hias dapat dikelompokkan dalam jenis pola sebagai berikut.

  1. Jenis pola tunggal (pattern), yaitu bentuk pola yang disusun dengan ukuran yang berdiri sendiri tanpa diberi bentuk yang lain.
  2. Jenis pola ulang himpunan (assemblage), yaitu bentuk pola yang tiap bagian merupakan suatu kelompok dan kumpulan dari beberapa bentuk atau unsur yang masih bersifat satu-kesatuan.
  3. Jenis pola ulang menyeluruh, yaitu ragam hias dengan kombinasi-kombinasi ulangan disertai dengan membubuhkan bentuk lain yang tidak tercakup dalam kelompok tanpa merusak bentuk pokok dari ragam hias tersebut.

Pola pada ragam hias biasanya terdiri atas ragam hias pokok, ragam hias pendukung, dan ragam hias isian atau pelengkap. Proses penataan ragam hias secara garis besar dapat dikelompokkan dalam proses sebagai berikut:

  1. Proses pengulangan sejajar, baik secara vertikal maupun horizontal, disusun dalam posisi yang sama, jarak dan ukuran yang sama. Proses tersebut sangat mudah dijumpai dalam ragam hias geometris sebagai desain tepi maupun dalam susunan diagonal dan sudut.
  2. Proses pengulangan berpotongan, yaitu pada proses pembuatan motif saling bertumpangan dan berpotongan terhadap bidang gambar. Ragam hias pada tekstil tradisional pada umumnya menggunakan proses pengulangan yang disusun simetris. Pada tekstil modern, proses pengulangan ragam hias, baik yang sejajar maupun yang berpotongan, selain disusun secara simetris sering pula digunakan secara asimetris, bahkan bersifat acak.
BACA: Alasan Wirausaha Selalu Mengevaluasi Strategi Usahanya

Proses Produksi Kerajinan Bahan Keras

Selain memiliki banyak pilihan bahan, teknik yang digunakan untuk menciptakan kerajinan bahan keras juga sangat bervariasi. Beberapa teknik yang dapat digunakan untuk membuat kerajinan bahan keras di antaranya adalah teknik pahat/ukir, cukil, anyam, potong sambung, lukis, batik, tatah, dan sebagainya.

Beragam benda kerajinan dari bahan keras alam dan buatan dapat diciptakan dan dibuat berdasarkan bentuk dan bahan yang digunakan. Semua disesuaikan dengan jenis bahan yang digunakan, kemanfaatan, dan rancangan produk kerajinan.

Oleh karena itu, proses produksi kerajinan bahan keras sangat bergantung pada produk apa yang akan dibuat. Untuk itu, berikut adalah beberapa proses produksi yang meliputi teknik, alat, bahan, dan langkah pembuatan kerajinan bahan keras berdasarkan bahan dan produk yang akan dibuat, dimulai dari kerajinan bahan keras alam.

1. Kerajinan Bahan Keras Alam

Indonesia memiliki hutan tropis yang banyak menyimpan kekayaan alam kayu terbesar di dunia. Kayu-kayu yang dihasilkan pun banyak macamnya, di antaranya adalah kayu jati, kayu mahoni, kayu pinus, kayu sawo, kayu hitam, kayu nangka, kayu kelapa, dan sebagainya. Produk kerajinan yang dihasilkan dari kayu juga bervariasi, mengikuti teknik pembuatan dan tekstur kayunya.

2. Kerajinan Bahan Keras Buatan

Beragam benda kerajinan dari bahan buatan dapat diciptakan dan dibuat berdasarkan bentuk dan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa kaleng, kaca, logam, dan sebagainya. Teknik yang digunakan juga sangat bervariasi, diantaranya bisa berupa lukis ataupun dipotong dan dirakit, dicor dan teknik lainnya.

Bahan alam yang termasuk dalam kategori logam juga banyak macamnya, seperti emas, perak, perunggu, aluminium, besi, dan kuningan. Kamu perlu untuk mengetahuinya. Namun berbagai logam ini harus diolah terlebih dahulu, dan sebagian logam akan dicampurkan satu dengan lainnya untuk membuat logam buatan jenis baru yang memiliki berbagai keunggulan tertentu.

Contoh produk yang terbuat dari bahan ini sangatlah beragam, tergantung kreativitas masing-masing. Dewi Sri Handayani dalam buku Prakarya Kelas 9 memberikan contoh beberapa kerajinan bahan keras buatan yang bisa dikerjakan di rumah.

1. Bahan Kaca

Kerajinan lukis kaca adalah jenis yang menampilkan gaya lukisan di atas kaca. Media kaca yang digunakan pun beragam, mulai dari yang permukaan datar seperti cermin, kaca pintu, dan kaca jendela atau permukaan yang cembung/cekung seperti botol, gelas, maupun piring.

2. Bahan Logam

Jenis logam bermacam-macam yakni emas, perak, perunggu, aluminium, besi, dan kuningan. Kebanyakan bahan logam digunakan sebagai perhiasan atau aksesori. Ada juga yang digunakan sebagai produk pakai seperti gelas, teko, nampan, kaleng, wadah serbaguna bahkan sampai piala sebagai simbol kejuaraan.

Produk kerajinan logam yang bisa dibuat di rumah adalah yang berbentuk kaleng, kawat, dan tutup botol. Kaleng, kawat, dan tutup botol bisa terbuat dari alumunium, baja, dan sejenisnya. Kita bisa melukis di atas permukaan kaleng bekas makanan maupun minuman untuk dijadikan vas bunga dan tempat pensil. Sedangkan untuk kawat, kita bisa memilin dan menyusunnya menjadi bentuk pohon. Untuk tutup botol logam bisa dibuat menjadi hiasan dinding.

3. Bahan Plastik

Jenis plastik yang digunakan untuk produk kerajinan bahan keras buatan bisa berasal dari limbah botol dan tutup botol plastik yang sudah tidak dipakai. Botol bisa dilukis maupun dipotong dan ditempel menjadi bentuk yang memiliki nilai artistik, seperti vas bunga, mobil-mobilan, dan sebagainya, sedangkan untuk tutup botol bisa disusun berdasarkan warnanya dan membentuknya menjadi bunga maupun bentuk artistik lainnya.


Tags: kerajinan produk tuliskan faktor ergonomis aspek

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia