... 10 Motif Ukiran Kayu Cirebon yang Inspiratif untuk Karya Benang DIY

"Keunikan Motif Ukiran Kayu Cirebon - Benangan yang Memukau"

Kenali: Ragam Motif Ukiran Jawa

Berikut adalah berbagai jenis motif ukir nusantara, beserta ciri-ciri khas yang dimilikinya:

Ciri-ciri umum motif ukir Pajajaran adalah kecenderungan bentuk cembung atau membulat. Bentuk cembung ini meliputi semua bentuk ukiran daun, mulai dari daun pokok, daun trubus, daun patran dan bunga serta buah-buahan.

Sedangkan ciri-ciri khususnya adalah keberadaan angkup besar pada daun pokok, angkup sedang pada daun sedang dan angkup kecil pada daun trubusan.

Dalam motif ukiran Pajajaran juga terdapat cula (motif berbentuk melengkung menghadap ke depan), endong (bentuk ukiran yang tumbuh berdampingan dengan daun pokok), simbar (pemanis daun pokok berbentuk khas), benangan (bentuk timbul seperti tangkai pada muka ukiran daun pokok) dan pecahan (garis pemanis yang menjalar pada daun pokok dan daun-daun lain).

Seni Budaya | Belajar Ragam Hias Nusantara (Motif Flora)

Belajar Ragam Hias Nusantara (Motif Flora) - Ragam hias atau motif adalah bentuk dasar hiasan yang umumnya diulang-ulang sehingga menjadi pola dalam suatu karya kerajinan atau kesenian. Ragam hias dapat dihasilkan dari proses menggambar, memahat, mencetak dsb. untuk meningkatkan mutu dan nilai pada suatu benda atau karya seni.

Ragam hias yang diulang-ulang, dipadukan, atau diatur sedemikian rupa sehingga tampak rapi dapat disebut sebagai pola atau corak. Sementara itu, satu atau lebih paduan ragam hias dapat disebut ornamen. Ornamen umumnya terdiri dari satu atau lebih ragam hias yang diatur dalam pola-pola tertentu.
Ragam hias ukiran yang melimpah pada rumah gadang

Ragam hias Nusantara dapat ditemukan pada motif batik, tenunan, anyaman, tembikar, ukiran kayu, dan pahatan batu. Ragam hias ini muncul dalam bentuk-bentuk dasar yang sama namun dengan variasi yang khas untuk setiap daerah. Dalam karya kerajinan atau seni Nusantara tradisional, sering kali terdapat makna spiritual yang dituangkan dalam stilisasi ragam hias.

Berikut contoh ragam hias Nusantara(motif flora), antara lain sebagai berikut.

Ragam Hias Nusantara motif Majapahit

Ragam hias majapahit berbentuk bulatan dan krawingan (cekung) dan terdiri dari ujung ukel dan daun – daun waru maupun pakis. Dalam raga mini patran dau diwujudkan krawing (cekung).

Bentuk ragam hias majapahit untuk ragam pokok berbentuk seperti tanda tanya. Ragam-ragam ini terdapat pada bekas-bekas potongan batu yang hanya sedikit dan pada potongan kayu yang sudah rusak. Ragam majapahit diketemukan oleh Ir. H. Maclaine Pont, seorang pejabat pada Museum Trowulan dan juga dapat dilihat pada tiang pendopo Masjid Demak.

Menurut sejarah tiang tersebut merupakan benda peninggalan kerajaan Majapahit yang dibawa oleh Raden Patah.

  1. campuran cekung dan cembung
  2. angkup
  3. jambul
  4. trubusan
  5. benangan
  6. simbar
  7. dan pecahan.
Ragam Hias Nusantara motif Jepara

Ragam hias Jepara dikembangkan oleh penduduk Jepara, untuk perhiasan rumah tangga didaerah itu sendiri. Juga diperdagangkan ke Luar Negeri. Ragam hias terseut dari Ukiran kayu, misalnya alat-alat rumah tangga, berupa peti untuk menyimpan barang-barang perhiasan, kursi tamu, almari, buffet, toilet dan lain-lainnya. Untuk keperluan rumah tangga misalnya, gebyok yakni dinding antara serambi rumah dengan ruang peringgitan (ruang muka) yang sering terdapat disekitar daerah Jepara dan Kudus. Peninggalan pertama yang masih dapat kita lihat yaitu hiasan ornamen yang ada di Makam Mantingan Jepara.
Pokok dan dasar ragam hias Jepara, garis besarnya berbentuk prisma segitiga yang melingkar-lingkar dan dari penghabisan lingkaran berpecah-pecah menjadi beberapa helai daun, menuju kelingkaran gagang atau pokok dan bercawenan seirama dengan ragam tersebut, buah, pecahan, dan lemahan.

Motif-Motif Seni Ukir Nusantara

Sebagai daerah atau kota yang terkenal dengan penghasil dan pengolah berbagai jenis kayu seperti kayu jati maupun mahoni. Jepara menghasilkan seni ukir yang indah dan juga terkenal seperti aneka furniture atau peralatan rumah tangga. Contohnya seperti lemari dan tempat tidur. Motif Seni ukir Jepara memiliki ciri khas yaitu:

    • Motif jumbai dan daun yang berbentuk relung
    • Ukiran daun berbentuk miring
    • Tangkai dari bentuk tanaman dibuat melengkung dan rantingnya mengisi ruang
    • Bersifat fleksibel sehingga dapat diaplikasikan pada benda interior dan eksterior

    Toraja cukup terkenal dengan motif utamanya adalah kayu. Leluhur Toraja mengartikan ukiran dari Toraja yang mengandung arti bahwa setiap masyarakat Toraja harus memilki sifat yang saling membantu sesama baik keluarga atau bukan. Motif Seni ukir Toraja memiliki ciri khas yaitu:

      • Merupakan hasil pengolahan unsur-unsur estetik dari titik, garis bidang, tekstur yang diorganisir sebagai kesatuan
      • Warna dasar pada umumnya menggunakan warna merah
      • Hitam yang banyak digunakan sebagai simbol tanah Toraja, serta pada kain yang biasa digunakan oleh suku Toraja
      • Digunakan sebagai hiasan baju dan sarung

      Seni ukir Bali terkenal dikalangan umat Hindu dan Budha karna pada ukiran seni tersebut terdapat ukiran yang melambangkan dan mengartikan dewa dewi dari kedua agama tersebut menjadikan seniman Bali sangat terkenal. Motif Seni ukir Bali memiliki ciri khas yaitu:

        • Angkup yang berikal pada ujungnya
        • Semua bentuk ukiran daun, buah dan bunga berbentuk cembung dan cekung
        • Benangnya berbentuk cembung dan miring sebagian tumbuh melingkar sampai pada ujung ikal
        • Sunggar yang tumbuh dari ujung ikal benangan pada daun pokok

        Motif ukir Yogyakarta berbentuk relung-relung (batang panjang melingkar) yang memunculkan buah. Daunnya di ukir dengan bentuk krawingan yang sangat khas dengan adanya bentuk-bentuk lipatan daun besar dan kecil. Motif Seni ukir Yogyakarta memiliki ciri khas yaitu:


        Tags: benang yang kayu motif ukiran berbentuk cirebon

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia