"Keunikan Motif Ukiran Kayu Cirebon - Benangan yang Memukau"
Ragam Hias Nusantara motif Yogyakarta
Motif ragam hias Yogyakarta mengambil gubahan sulur-sulur yang berbentuk pilin tegar. Sulur bunga sebetulnya akar gantung, melilit menyerupai tali yang bergelombang. Pada jarak-jarak ada tertentu dari buku-buku dari sinilah selalu tumbuh keluar tangkai daun, yang berbentuk seperti pilin.
Pilin-pilin ini mengikal kekanan dan kekiri berganti-ganti. Pada ujung tiap-tiap tangkai daun, ada buah dan bunganya. Daun-daun yang menempel pada tangkainya, mengikal berlawanan arah. Penjelasan ini diberikan oleh Dr. Brandes.
Ragam hias tersebut banyak digunakan pada hiasan-hiasan aluminium, perak, emas dari barang-barang kerajinan yang dihasilkan oleh penduduk Yogyakarta, misalnya: alat-alat seperti sendok, asbak, kerangka/sarung keris, gong, bejana, cerana, dll.
Pokok motif ini diambil dari gubahan sulur yang berbentuk pilin yang tegar, bertangkai bulat, mempunyai daun yang mengikal berlawanan, mempunyai pecahan dan angkup.
Perbedaan Seni Ukir dan Seni Pahat
Sebelum membahas perbedaan seni ukir dan seni pahat, akan lebih baik jika kita memahami pengertian keduanya. Pengertian seni ukir sudah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya.
Seni pahat adalah salah satu cabang snei rupa yang hasil karyanya berupa seni tiga dimensi.
| Perbedaan | Seni Ukir | Seni Pahat |
| Karya Seni | Karya seni yang dihasilkan lebih mengarah pada seni dua dimensi | Menghasilkan karya seni tiga dimensi seperti patung |
| Seni Ukir | Seni ukir menggunakan bidang datar yang dibentuk bagian cembung dan cekung untuk menghasilkan pola seni | Karya seni ukir yang dibuat bisa empat hingga lima dimensi |
Ragam Hias Nusantara motif Cirebon
Di kota Cirebon dan sekitarnya terdapat seni ukir kayu yang mempunyai gaya tersendiri. Pada dasarnya motif ragam hias tersebut dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu ragam hias awan, bukit batu karang, dan motif tumbuh-tumbuhan. Masing-masing mempunyai ciri khas yang menunjukkan perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya.
Ragam hias awan diketahui dengan adanya garis sudut-menyudut yang terpajang dari pilin berupa belah ketupat yang letaknya mendatar. Pada rangkaian belah ketupat tidak terdapat rangkaian tanaman dan dapat juga diketahui dari cara meletakkannya. Ragam hias batu karang yang menjalar pada pilin –pilin seperti belah ketupat yang berantai, bagian pinggir bergelombang dan sudutnya dibulatkan. Garis sudut menyudut yang terpajang belah ketupat berdiri tegak.
Adapun ragam hias cirebon yang bentuknya merupakan gubahan bentuk hampir sama dengan motif Padjajaran. Begitu pula bentuk timbul cekungnya meneunjukkan perbedaan yang jelas sekali. Gambar orang dan binatang menurut ragam hias Cirebon sering dilukiskan dalam bentuk ragam hias tanaman. Selain ragam cirebon yang diwujudkan dengan suluran kembang bakung, banyak juga ragam hias lain dengan motif Pohon Hayat.
Tags: benang yang kayu motif ukiran berbentuk cirebon