"Keunikan Motif Ukiran Kayu Cirebon - Benangan yang Memukau"
Ragam Hias Nusantara motif Cirebon
Di kota Cirebon dan sekitarnya terdapat seni ukir kayu yang mempunyai gaya tersendiri. Pada dasarnya motif ragam hias tersebut dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu ragam hias awan, bukit batu karang, dan motif tumbuh-tumbuhan. Masing-masing mempunyai ciri khas yang menunjukkan perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya.
Ragam hias awan diketahui dengan adanya garis sudut-menyudut yang terpajang dari pilin berupa belah ketupat yang letaknya mendatar. Pada rangkaian belah ketupat tidak terdapat rangkaian tanaman dan dapat juga diketahui dari cara meletakkannya. Ragam hias batu karang yang menjalar pada pilin –pilin seperti belah ketupat yang berantai, bagian pinggir bergelombang dan sudutnya dibulatkan. Garis sudut menyudut yang terpajang belah ketupat berdiri tegak.
Adapun ragam hias cirebon yang bentuknya merupakan gubahan bentuk hampir sama dengan motif Padjajaran. Begitu pula bentuk timbul cekungnya meneunjukkan perbedaan yang jelas sekali. Gambar orang dan binatang menurut ragam hias Cirebon sering dilukiskan dalam bentuk ragam hias tanaman. Selain ragam cirebon yang diwujudkan dengan suluran kembang bakung, banyak juga ragam hias lain dengan motif Pohon Hayat.
Kenali: Ragam Motif Ukiran Jawa
Berikut adalah berbagai jenis motif ukir nusantara, beserta ciri-ciri khas yang dimilikinya:
Ciri-ciri umum motif ukir Pajajaran adalah kecenderungan bentuk cembung atau membulat. Bentuk cembung ini meliputi semua bentuk ukiran daun, mulai dari daun pokok, daun trubus, daun patran dan bunga serta buah-buahan.
Sedangkan ciri-ciri khususnya adalah keberadaan angkup besar pada daun pokok, angkup sedang pada daun sedang dan angkup kecil pada daun trubusan.
Dalam motif ukiran Pajajaran juga terdapat cula (motif berbentuk melengkung menghadap ke depan), endong (bentuk ukiran yang tumbuh berdampingan dengan daun pokok), simbar (pemanis daun pokok berbentuk khas), benangan (bentuk timbul seperti tangkai pada muka ukiran daun pokok) dan pecahan (garis pemanis yang menjalar pada daun pokok dan daun-daun lain).
Seni Budaya | Belajar Ragam Hias Nusantara (Motif Flora)
Belajar Ragam Hias Nusantara (Motif Flora) - Ragam hias atau motif adalah bentuk dasar hiasan yang umumnya diulang-ulang sehingga menjadi pola dalam suatu karya kerajinan atau kesenian. Ragam hias dapat dihasilkan dari proses menggambar, memahat, mencetak dsb. untuk meningkatkan mutu dan nilai pada suatu benda atau karya seni.
Ragam hias yang diulang-ulang, dipadukan, atau diatur sedemikian rupa sehingga tampak rapi dapat disebut sebagai pola atau corak. Sementara itu, satu atau lebih paduan ragam hias dapat disebut ornamen. Ornamen umumnya terdiri dari satu atau lebih ragam hias yang diatur dalam pola-pola tertentu.
Ragam hias ukiran yang melimpah pada rumah gadang
Ragam hias Nusantara dapat ditemukan pada motif batik, tenunan, anyaman, tembikar, ukiran kayu, dan pahatan batu. Ragam hias ini muncul dalam bentuk-bentuk dasar yang sama namun dengan variasi yang khas untuk setiap daerah. Dalam karya kerajinan atau seni Nusantara tradisional, sering kali terdapat makna spiritual yang dituangkan dalam stilisasi ragam hias.
Berikut contoh ragam hias Nusantara(motif flora), antara lain sebagai berikut.
Fungsi Seni Ukir
Adapun fungsi seni ukir dalam kehidupan bermasyarakat adalah sebagai berikut:
Pada zaman dulu seni ukir dipercayai mempunyai kekuatan spiritual, oleh karena itu di beberapa daerah di Indonesia hasil karya seni ukir ada yang dikeramatkan.
Seni ukir berfungsi sebagai benda atau sekat untuk sebuah bangunan.
Seni ukir sebagai fungsi simbolik maksudnya menjadi karakteristik dari suatu wilayah, budaya, dan lainnya.
Dalam hal ini ukiran biasanya disematkan pada bangunan rumah yang memberikan perbedaan dengan rumah lainnya.
Karya seni ukir yang berfungsi untuk menambah nilai jual suatu benda sehingga dapat memberikan peluang kerja untuk masyarakat.
Karya seni ukir sebagai hiasan yang tidak memiliki makna tertentu.
Tags: benang yang kayu motif ukiran berbentuk cirebon