Keberhasilan Wirausahawan dalam Kerajinan Jahit dan DIY - Kisah Inspiratif
7. Achmad Zaky
Sesuai dengan namanya, Bukalapak berasal dari kata “membuka lapak” yang memiliki misi “fair economy for all” dan untuk mewujudkan misi tersebut, Achmad Zaky membuat beberapa inovasi yang dikhususkan untuk para UMKM.
Achmad Zaky memberikan tempat untuk para pelaku UMKM untuk mendapat akses yang sama terhadap modal, memanfaatkan teknologi, memanfaatkan infrastruktur, serta terhubung dengan konsumen melalui Bukalapak.
Strategi bisnis Achmad Zaky sukses membuat Bukalapak memiliki lebih dari 100 juta pengguna dan 15 juta mitra UMKM. Pada tahun 2017, Bukalapak berhasil menjadi perusahaan startup unicorn yang memiliki valuasi hingga USD 1,5 miliar atau Rp 21,9 triliun.
5 Faktor Faktor Kegagalan Wirausaha yang Wajib Diwaspadai
Tidak hanya faktor keberhasilan wirausaha saja, ada juga faktor faktor kegagalan wirausaha yang wajib diwaspadai seperti:
1. Gagal Menyediakan Keinginan Pasar
Faktor faktor kegagalan wirausaha yang pertama adalah gagal menyediakan permintaan atau keinginan pasar (konsumen). Logika saja, Anda pasti tidak akan membeli produk yang tidak bisa memenuhi kebutuhan atau keinginan Anda sendiri, ‘kan?
Ketika memilih produk atau jasa untuk dijual, coba pikirkan lagi apa saja permasalahan yang dihadapi masyarakat. Usahakan supaya barang yang Anda tawarkan sungguh-sungguh bermanfaat untuk menarik minat belanja mereka.
2. Tidak Punya Visi Misi
Visi misi adalah “tujuan” Anda dalam berbisnis. Semisal bisnis Anda punya visi misi untuk turut menjaga kelestarian lingkungan dengan menjual produk-produk organik. Maka Anda akan lebih mudah mengembangkan usaha dengan prinsip tersebut.
Bisnis yang tidak punya visi misi cenderung bergerak berdasarkan trend saja. Semisal ketika dunia fashion sedang ngetrend, Anda ikut membuka toko busana. Namun saat trend berganti ke ranah lain, Anda langsung tak bersemangat lagi melanjutkan bisnis dan bangkrut.
3. Malas Berinovasi
Faktor faktor kegagalan wirausaha selanjutnya adalah tidak berinovasi. Inovasi adalah upaya memperbaharui bisnis Anda secara berkala, baik itu pada produk, pelayanan dan lain-lain.
Inovasi sangat penting dalam dunia bisnis karena akan membantu meningkatkan kualitas usaha Anda di mata konsumen. Bisnis yang inovatif selalu bergerak cepat menghadirkan pelayanan atau produk terbaik, sehingga semua perhatian masyarakat tertuju padanya.
4. Takut Resiko
Sekali lagi, tidak ada bisnis yang terlepas dari resiko. Mulai dari bisnis kecil sampai yang sudah besar dan berskala internasional pun semuanya punya resiko masing-masing.
Terkadang mengambil resiko adalah hal yang bagus dalam bisnis. Tak jarang beberapa pebisnis justru mendapat keuntungan besar saat memberanikan diri menghadapi resiko. Sedangkan pebisnis yang takut resiko pasti tidak akan pernah bergerak kemana-mana dan mendapat keuntungan segitu-segitu saja.
Tags: kerajinan yang usaha wirausahawan sukses