Pengolahan Material Plastik yang Bukan Termasuk dalam Proses Pembuatan Kerajinan
Sejarah
Produk seperti plastik pertama kali dibuat pada tahun 1862 oleh Alexander Parkes yang berbahan selulosa. Bahan temuan Parkes ini disebut Parkesine.
Pada tahun 1907, seorang ahli kimia dari New York yang bernama Leo Baeklend berhasil membuat bahan sintetis pertama. Dia mengembangkan Bakelite yang merupakn resin cair.
Material ini tidak terbakar, tidak mencair, dan tidak meleleh dalam larutan asam cuka. Hal tersebut menyebabkan bahan ini ketika terbentuk tidak bisa berubah lagi.
Plastik merupakan material yang baru, secara luas digunakan dan dikembangkan sejak pada tahun 1975 yang diperkenalkan oleh Montgomery Ward, Jodan Marsh, J.C. Penny, Sears dan toko-toko retail besar lainnya (Marpaung, 2009).
Bahan polimer ini berkembang secara luar biasa penggunaannya dari hanya beberapa ratus ton pada tahun 1930-an, menjadi 150 juta ton/tahun pada tahun 1990-an dan 220 juta ton/tahun pada tahun 2005 (Putra dan Yuriandala 2010).
Klasifikasi
Benda ini dibedakan berdasarkan bisa atau tidaknya produk ini dibentuk kembali, kinerja, dan berdasarkan sifat daur ulangnya.
3.1 Jenis Plastik berdasarkan Bisa atau Tidaknya Dibentuk Kembali
Benda ini dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu thermosetting dan thermoplastik.
Berdasarkan sifat kedua kelompok di atas, thermoplastik adalah jenis yang memungkinkan untuk dapat didaur ulang.
3.2 Jenis Plastik berdasarkan Kinerja
Berdasarkan kinerja dan penggunaannya, benda ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: teknik, teknik khusus, dan komoditas.
Plastik teknis memiliki sifat yang tahan panas hingga di atas 100°C dan memiliki sifat mekanik yang baik. Jenis plastik ini sering digunakan dalam pembuatan komponen elektronik ataupun otomotif.
Contohnya adalah PA, PC, POM dan PBT.
Plastik khusus merupakan jenis yang memiliki sifat tahan panas hingga di atas 150°C yang banyak digunakan untuk komponen pembuatan pesawat, contohnya adalah PSF, PAR, PAI dan PES.
Plastik komoditas merupakan jenis tidak tahan panas dan memiliki sifat mekanik yang kurang baik.
Biasanya jenis ini digunakan sebagai pembungkus makanan, kemasan barang-barang elektronik, botol minuman, dan sebagainya.
Contohnya ABS, PE, SAN dan PE.
3.3 Jenis Plastik berdasarkan Sifat Daur Ulang
Bentuk ini merupakan simbol daur ulang dan di dalamnya terdapat nomor yang merupakan kode dan resin yang memiliki informasi tertentu.
Adapun jenis-jenis benda ini berdasarakan kodenya adalah sebagai berikut:
3.3.1 PET
PET (polyethylene terephthalate) penggunaannya untuk sekali penggunaan saja, contohnya botol minyak goreng, botol kemasan air mineral, botol sambal, jus, botol kosmetik, dan botol obat.
3.3.2 HDPE
HDPE (High-Density Polyethylene) salah satu yang aman penggunaannya karena dapat mencegah reaksi kimia sehingga cocok untuk botol susu cair, botol obat, botol kosmetik, dan jerigen pelumas.
Proses Pembuatan Keramik
Dalam proses pembuatan keramik ada 5 tahapan yang harus dilalui, yaitu sebagai berikut.
1. Pengolahan Bahan
Dalam tahapan ini para pengrajin akan mencampurkan bahan tanah liat dengan material yang lain termasuk air.
Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan, antara lain:
2. Pembentukan
Dalam proses pembentukan ini ada 3 teknik yang kerap digunakan diantaranya adalah:
Teknik pijit tekan (pinching) merupakan teknik yang paling populer dikalangan para pengarajin keramik. Pada teknik ini pembentukan badan keramik dilakukan secara manual.
Cara menggunakan teknik yaitu, tanah liat cukup dipijit tekan dari bentuk bola menjadi bentuk yang diinginkan dengan menggunakan jari-jari tangan.
Teknik pilin (coiling) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual. Cara menggunakan teknik ini tanah liat digulung hingga terbentuk pilinan tanah.
Teknik lempengan (slabbing) adalah pembentukan badan keramik dengan cara membentuk lempengan rol. Lempengan kerap digunakan untuk membuat sebuah keramik yang berbentuk persegi/ silinder.
Teknik putar atau disebut juga teknik pilin merupakan proses pembentukan badan keramik menggunakan alat putar kaki (kickwheel).
Keramik yang dibuat menggunakan teknik putar biasanya menghasilkan bentuk yang simetris.
Pembuatan keramik menggunakan teknik ini mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi dibanding teknik lain.
Oleh karena itu diperlukan waktu yang tidak sebentar dalam melatih jari-jari agar terebntuk feeling dalam waktu membuat keramik.
Dalam teknik ini keramik tidak dibentuk secara langsung dengan tangan. Melainkan menggunakan bantuan cetakan yang dibuat dari gipsum.
Industri
Tahun 1960-an industri plastik merupakan industri yang berkembang pesat di Indonesia.
Namun perkembangan industri ini semakin menurun dari waktu ke waktu seiring tantangan yang dihadapi industri ini.
Industri ini sebagai bahan pengemasan menghadapi berbagai persoalan, salah satunya sampah plastik yang tidak dapat diurai dengan mudah oleh mikroorganisme tanah sehingga terjadi penumpukan sampah yang semakin banyak.
Kendala lain adalah sampah jenis ini yang berbahan dasar minyak bumi yang tidak dapat diperbarui lagi sehingga keberadaannya yang semakin menipis.
Bahan baku dari plastik yang masih diimport dari luar negeri juga menyulitkan berkembangnya industri ini.
Tapi apakah Anda sudah benar-benar mengurangi penggunaan plastik?
Karena nyatanya semua pengemasan untuk kebutuhan kita sehari-hari masih banyak yang menggunakan plastik sebagai bahan dasarnya.
Air minum kemasan yang berbentuk gelas sangat banyak kita jumpai dalam berbagai kegiatan.
Sabun mandi, deterjen, ataupun shampo mulai dari yang botol sampai yang sachetan semuanya terbuat dari bahan plastik.
Makanan cepat saji juga yang kita konsumsi semua pengemasannya hampir menggunakan plastik.
Dengan semua ini tidak menutup kemungkinan yang semula industri plastik diprediksi akan semakin menurun akan berkebalikan menjadi semakin meningkat dan tak terkendali.
Semua kembali lagi dari kita sebagai konsumen.
Tags: kerajinan yang adalah plastik proses