... 4 Hal yang Tidak Wajib Diperhatikan dalam Merancang Kerajinan Rajutan Sendiri

Tidak Termasuk dalam Persyaratan Perancangan Kerajinan adalah...

Contoh Perusahaan yang Menerapkan Design Thinking

Berikut adalah sejumlah contoh perusahaan yang dikenal menerapkan prinsip-prinsip design thinking dalam berbagai aspek bisnis mereka:

GOJEK

Mereka menggunakan pendekatan ini untuk merancang pengalaman pengguna yang intuitif dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Apa solusi yang GOJEK berikan?

Yap, menjembatani antara pengguna ojek dan tukang ojek, cukup sederhana namun sangat terasa sekali manfaatnya.

GoPay

Sebagai penyedia layanan pembayaran digital, GoPay menggunakan design thinking dalam mengembangkan fitur dan layanan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan para pengguna mereka, khususnya bagi pengguna GOJEK pada awalnya.

Mereka berfokus pada menciptakan pengalaman pembayaran yang lebih aman, cepat, dan nyaman bagi pelanggan mereka.

Tokopedia

Tokopedia fokus pada memahami kebutuhan pengguna untuk menciptakan pengalaman berbelanja online yang lebih menyenangkan, efisien, dan tentunya aman.

Sebelum ada Tokopedia, orang-orang sering melakukan jual beli di forum ternama dan terbesar di Indonesia, tapi sayangnya forum tersebut tidak menghadirkan rasa aman karena adanya oknum penipu di dalamnya.

Bukalapak

Mirip dengan Tokopedia, ada Bukalapak yang juga turut menerapkan design thinking di dalam produknya

Dengan memahami kebutuhan pengguna dengan lebih baik, Bukalapak mampu meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan kepuasan serta jumlah pelanggan meskipun kini namanya kurang begitu terkenal lagi seperti di awal-awal kemunculannya.

Syarat Utama

Sebelum memulai perancangan benda kerajinan, sangat penting untuk memahami kebutuhan dan tujuan dari pembuatan benda tersebut. Hal ini berguna sebagai acuan untuk dapat menentukan desain benda yang ingin dibuat. Kebutuhan dan tujuan juga akan mempengaruhi pilihan bahan, ukuran, warna, dan bentuk dari benda kerajinan. Misalnya, jika tujuannya untuk hadiah pernikahan, maka benda kerajinan tersebut harus dibuat dengan bahan yang baik dan memiliki model yang elegan.

Selain memahami kebutuhan dan tujuan pembuatan benda kerajinan, syarat utama lainnya adalah menjaga keseimbangan antara fungsi dan estetika. Setiap benda kerajinan memiliki fungsi utama yang harus dipertahankan meskipun sudah dibentuk dengan bentuk yang estetis. Benda kerajinan yang bagus haruslah tidak hanya indah dipandang mata, tetapi juga memiliki fungsi yang jelas. Misalnya, sebuah vas bunga yang indah dipandang mata, tetapi jika tidak dapat menampung air dengan baik, maka fungsinya sebagai tempat meletakkan bunga tidak terpenuhi.

Sementara itu, selain memiliki fungsi yang jelas, benda kerajinan juga harus memiliki nilai estetika yang tinggi. Estetika benda kerajinan bersifat subjektif, tetapi harus memiliki bentuk, warna, dan proporsi yang pas sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembuatan benda tersebut. Benda kerajinan yang baik harus mampu menghasilkan perasaan senang, nyaman, dan tenang saat dilihat dan digunakan.

Motif Ragam Hias

Ragam hias merupakan karya seni rupa yang diambil dari bentuk-bentuk flora, fauna,figuratif, dan bentuk geometris. Ragam hias tersebut dapat diterapkan pada media dua dan tiga dimensi.

Bentuk ragam hias umumnya memiliki pola atau susunan yang diulang-ulang. Pada bentuk ragam hias yang lain, pola yang ditampilkan dapat berupa pola ragam hias yang teratur, terukur, dan memiliki keseimbangan. Pola ragam hias geometris dapat ditandai dari bentuknya seperti persegi empat, zigzag, garis silang, segitiga, dan lingkaran.

Pola bidang tersebut merupakan pola geometris yang bentuknya teratur. Bentuk lain dari pola geometris adalah dengan mengubah susunan pola ragam hias tak beraturan dan tetap memperhatikan segi keindahan.

Ragam hias di Indonesia, berdasarkan pada pola dan bentuk visualnya, dibagi dalam klasifikasi sebagai berikut.

  1. Ragam hias geometris adalah ragam hias yang mengulang suatu bentuk baku tertentu dengan ukuran tertentu dalam komposisi yang seimbang pada seluruh sisinya.
  2. Ragam hias Tumbuh-tumbuhan adalah ragam hias yang mengambil inspirasi dari tumbuh- tumbuhan pada wilayah tertentu untuk dimodifikasi menjadi ragam hias yang mencerminkan ciri khas wilayah tersebut.
  3. Ragam hias makhluk hidup adalah ragam hias yang mengambil inspirasi dari makhluk hidup di darat, laut, dan udara pada wilayah tertentu dan dimodifikasi menjadi ragam hias khas wilayah tersebut. Ragam hias ini biasanya dimasukkan dalam kelompok ragam hias untuk menggambarkan dunia tengah.
  4. Ragam hias Dekoratif adalah ragam hias yang bersifat artifisual dan biasanya merupakan penggabungan dari beberapa inspirasi ragam hias pada kelompok yang ada sebelumnya yang dimodifikasi sehingga menjadi sebuah bentuk ragam hias yang baru dan memiliki nilai estetika tersendiri.

Apa itu Design Thinking?

Pengertian design thinking adalah suatu mindset (pola pikir) dan pendekatan terhadap problem-solving (pemecahan masalah) dan inovasi desain yang berorientasi pada manusia.

Meskipun metode ini sudah ada sejak lama, namun design thinking ini tetap memiliki daya tarik di dunia bisnis modern.

Design thinking berbeda dari proses inovasi dan ide-ide lainnya, karena pemikiran ini berbasis pada solusi dan berorientasi pada user, bukan berbasis masalah.

Artinya, fokusnya adalah pada penyelesaian suatu masalah, bukan pada masalah itu sendiri.

Jika tim Anda merasa kesulitan saat menjalani pekerjaan remote (jarak jauh), maka metodologi design thinking ini bisa teman-teman gunakan untuk mencari bagaimana cara meningkatkan produktivitas mereka.

Di sini Anda akan lebih fokus terhadap solusinya daripada fokus pada masalahnya, yaitu produktivitas yang menurun.

Inti dari design thinking adalah berorientasi atau terfokus pada manusia dan user, tentang apa masalah dan solusinya.

Seperti pertanyaan “Siapa yang akan menggunakan produk ini?” dan “Apa manfaat yang akan dirasakan oleh orang-orang jika produk/sistem ini ada?”

Unsur Ergonomis Karya Kerajinan

Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah seperti berikut:

  1. Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
  2. Kenyamanan (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan
    adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
  3. Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Produk terap/pakai dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.

Tags: kerajinan yang adalah syarat

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia