... 4 Hal yang Tidak Wajib Diperhatikan dalam Merancang Kerajinan Rajutan Sendiri

Tidak Termasuk dalam Persyaratan Perancangan Kerajinan adalah...

Pemilihan Bahan

Memilih bahan untuk pembuatan benda kerajinan adalah hal penting yang harus diperhatikan. Bahan yang dipilih harus sesuai dengan jenis benda kerajinan yang akan dibuat, memiliki kekuatan yang cukup, dan juga cocok dengan desain yang hendak dihasilkan.

Jenis Bahan Kerajinan

Jenis bahan kerajinan yang dipilih menjadi faktor utama dalam pembuatan suatu benda kerajinan, karena setiap bahan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Seperti kain, kayu, kertas, logam, atau bahkan barang bekas seperti botol atau kaleng. Sangat penting untuk memilih bahan yang tepat untuk membuat suatu benda kerajinan yang bermutu baik. Pastikan bahan yang dipilih mudah ditemukan di sekitar lokasi Anda, sehingga bisa menghemat biaya pembuatan benda kerajinan.

Kekuatan Bahan Kerajinan

Kekuatan bahan kerajinan sangat penting diperhatikan agar hasil kerajinan yang dihasilkan dapat bertahan lama. Pastikan bahan yang digunakan kuat dan tahan lama, terutama jika hendak digunakan untuk benda-benda yang sering digunakan atau ketika diharapkan untuk berfungsi sebagai benda praktis seperti tempat pensil atau taplak meja. Sebaiknya gunakan bahan yang tidak mudah rusak, retak, atau rapuh agar kerajinan tetap bagus.

Kecocokan Desain dengan Bahan

Kecocokan antara desain kerajinan dengan bahan yang akan digunakan harus dipertimbangkan dengan baik. Pilih bahan yang dapat diedit atau diukir agar bisa disesuaikan dengan desain. Jangan lupa untuk mempertimbangkan tampilan keseluruhan dari kerajinan yang akan dibuat. Pilihlah bahan yang sesuai dengan warna atau efek yang diinginkan, bahan yang digunakan akan menentukan hasil akhir dari benda kerajinan yang Anda buat.

Unsur Ergonomis Karya Kerajinan

Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah seperti berikut:

  1. Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
  2. Kenyamanan (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan
    adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
  3. Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Produk terap/pakai dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.

Ragam Hias Kerajinan

Ragam hias Kerajinan Tekstil Tradisional dan Modern pada kerajinan tekstil, estetika atau keindahannya dimunculkan oleh bentuk kerajinan, tekstur material, warna serta yang paling menonjol adalah ragam hiasnya. Ragam hias dan warna pada tekstil tradisional umumnya memiliki simbol dan makna tertentu, sedangkan pada tekstil modern ragam hias cenderung berfungsi sebagai nilai tambah estetika atau keindahan.

  1. Ragam hias murni, ialah ragam hias yang hanya berfungsi untuk memberi nilai tambah estetika pada benda tersebut dan tidak berhubungan dengan nilai fungsi benda tersebut. contoh : ragam hias pada pakaian (bordir dan batik), benda-benda rumah tangga seperti ukiran pada pintu, lukisan dsb.
  2. Ragam hias simbolis, ialah ragam hias yang selain berfungsi memperindah juga memiliki makna tertentu yang bersumber dari adat istiadat, agama maupun sistem sosial, yang harus ditaati norma-normanya untuk menghindari salah pengertian bagi pengguna ragam hias tersebut. Contoh ragam hias ini di antaranya kaligrafi, ragam hias pohon hayat, ragam hias burung phoenix, ragam hias swastika, dan sebagainya.contoh : kaligrafi, motif burung garuda sebagai perlambang kekuatan, motif pohon hayat sebagai lambang kehidupan dll.

Kesesuaian Dengan Pengguna

Benda kerajinan yang baik adalah benda yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dalam penentuan kebutuhan ini, kita harus mempertimbangkan kebutuhan fungsional maupun kebutuhan estetika. Kebutuhan fungsional mencakup pertimbangan akan bahan, ukuran, dan bentuk. Sedangkan kebutuhan estetika mencakup pertimbangan sejauh mana benda kerajinan tersebut dapat dipadukan dengan karakter pengguna.

Sebagai contoh, benda kerajinan yang digunakan untuk keperluan dapur haruslah terbuat dari bahan yang tahan terhadap panas dan air, seperti kayu, bambu, atau keramik. Selain itu, bentuk dan ukuran benda tersebut harus sesuai dengan kebutuhan pengguna saat memasak atau menyajikan makanan.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah karakter pengguna. Benda kerajinan yang baik merupakan benda yang sesuai dengan karakter pengguna. Karakter pengguna mencakup selera, gaya hidup, maupun kebiasaan. Sebagai contoh, seorang pengguna yang memiliki karakter modern akan lebih suka menggunakan benda kerajinan dengan bentuk minimalis dan warna-warna cerah, sedangkan pengguna yang memiliki karakter klasik akan lebih suka menggunakan benda kerajinan dengan bentuk yang rumit dan warna-warna netral.

Kesesuaian dengan pengguna tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan pengguna, tetapi juga untuk memperkuat identitas dan citra produk kerajinan itu sendiri. Dengan kerajinan yang sesuai dengan karakter pengguna, produk kerajinan akan lebih mudah diterima dan diminati oleh masyarakat.

Jadi, dalam perancangan benda kerajinan, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan fungsional dan estetika pengguna, serta karakter pengguna itu sendiri.

Apa itu Design Thinking?

Pengertian design thinking adalah suatu mindset (pola pikir) dan pendekatan terhadap problem-solving (pemecahan masalah) dan inovasi desain yang berorientasi pada manusia.

Meskipun metode ini sudah ada sejak lama, namun design thinking ini tetap memiliki daya tarik di dunia bisnis modern.

Design thinking berbeda dari proses inovasi dan ide-ide lainnya, karena pemikiran ini berbasis pada solusi dan berorientasi pada user, bukan berbasis masalah.

Artinya, fokusnya adalah pada penyelesaian suatu masalah, bukan pada masalah itu sendiri.

Jika tim Anda merasa kesulitan saat menjalani pekerjaan remote (jarak jauh), maka metodologi design thinking ini bisa teman-teman gunakan untuk mencari bagaimana cara meningkatkan produktivitas mereka.

Di sini Anda akan lebih fokus terhadap solusinya daripada fokus pada masalahnya, yaitu produktivitas yang menurun.

Inti dari design thinking adalah berorientasi atau terfokus pada manusia dan user, tentang apa masalah dan solusinya.

Seperti pertanyaan “Siapa yang akan menggunakan produk ini?” dan “Apa manfaat yang akan dirasakan oleh orang-orang jika produk/sistem ini ada?”


Tags: kerajinan yang adalah syarat

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia