Tidak Termasuk dalam Persyaratan Perancangan Kerajinan adalah...
Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Keras
Produk kerajinan dari bahan keras merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat keras. Bahan keras alami adalah bahan yang diperoleh dilingkungan sekitar kita dan kondisi fisiknya keras, seperti kayu, bambu, batu, dan rotan.
Bahan keras buatan adalah bahan – bahan yang diolah menjadi keras sehingga dapat digunakan untuk membuat barang – barang kerajinan seperti berbagai jenis logam dan fiberglass. Kerajinan ukir kayu adalah karya kerajinan yang menggunakan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir.
Produk kerajinan sangat beraneka ragam. Berikut ini contoh produk kerajinan dari bahan keras.
Kerajinan logam
Kerajinan logam menggunakan bahan logam seperti besi, perunggu, emas, perak, dan lain-lain. Teknik yang digunakan biasanya menggunakan sistem cor, ukir, tempa atau sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Bahan logam banyak dibuat sebagai perhiasan atau aksesoris, kemudian berkembang pula sebagai benda hias dan benda fungsional lainnya, seperti: gelas, kap lampu, perhiasan, wadah serbaguna bahkan sampai piala sebagai simbol kejuaraan.
Logam memiliki sifat keras, sehingga dalam pengolahannya memerlukan teknik yang tidak mudah, seperti diolah dengan teknik bakar/pemanasan dan tempa.
Kerajinan kayu
Negara Indonesia merupakan daerah tropis yang sebagian besar wilayahnya diisi oleh lautan dan juga hutan. Hutan yang tersebar di banyak tempat di Indonesia tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi para perajin. Karya kerajinan ukir kayu adalah karya kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir.
Kerajinan ukiran memang lebih banyak menggunakan bahan baku kayu sebagai bahan utamanya. Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka, dan lain-lain.
Estetika
Perancangan benda kerajinan harus memperhatikan nilai estetika dari benda tersebut. Dalam hal ini, estetika tidak hanya dilihat dari segi keindahan tetapi juga fungsionalitasnya. Sebuah benda kerajinan harus mampu menarik perhatian dengan bentuknya yang unik, desain yang menawan, dan kreativitas yang tinggi.
Syarat utama dalam perancangan benda kerajinan adalah keunikan desain yang dimiliki, sehingga dapat membedakan satu produk dengan produk lainnya. Selain itu, desain yang dihasilkan harus mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan nilai estetika benda tersebut.
Desain benda kerajinan juga harus mampu mencerminkan identitas budaya Indonesia. Sebagai sebuah negara dengan keanekaragaman budaya yang luar biasa, Indonesia memiliki karakteristik yang unik dalam setiap daerahnya. Sebuah benda kerajinan yang baik harus mampu merefleksikan karakteristik budaya tersebut agar dapat diterima secara luas oleh masyarakat.
Estetika juga harus diperhatikan dari segi fungsionalitas. Sebuah benda kerajinan harus mampu memenuhi fungsi yang diinginkan, sehingga menjadi nilai tambah bagi konsumen. Oleh karena itu, dalam perancangan benda kerajinan harus mempertimbangkan faktor ergonomis dan kepraktisan penggunaan.
Selain itu, dalam perancangan benda kerajinan juga harus mempertimbangkan faktor ekonomi. Sebuah benda kerajinan harus mampu diproduksi dengan biaya yang efisien dan memiliki nilai jual yang sesuai dengan kualitas yang ditawarkan. Dalam hal ini, keberhasilan desain yang baik akan berdampak pada efisiensi produksi dan kemampuan bersaing di pasar.
Secara keseluruhan, estetika merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan benda kerajinan. Dalam hal ini, estetika harus dipandang secara holistik, yaitu tidak hanya dilihat dari segi keindahan, tetapi juga fungsionalitas, identitas budaya, faktor ergonomis, dan ekonomi. Sebuah desain yang baik dan menarik dapat meningkatkan nilai estetika benda tersebut, sehingga dapat bersaing di pasar dan menjadi pilihan yang diinginkan oleh konsumen.
Pemilihan Bahan
Memilih bahan untuk pembuatan benda kerajinan adalah hal penting yang harus diperhatikan. Bahan yang dipilih harus sesuai dengan jenis benda kerajinan yang akan dibuat, memiliki kekuatan yang cukup, dan juga cocok dengan desain yang hendak dihasilkan.
Jenis Bahan Kerajinan
Jenis bahan kerajinan yang dipilih menjadi faktor utama dalam pembuatan suatu benda kerajinan, karena setiap bahan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Seperti kain, kayu, kertas, logam, atau bahkan barang bekas seperti botol atau kaleng. Sangat penting untuk memilih bahan yang tepat untuk membuat suatu benda kerajinan yang bermutu baik. Pastikan bahan yang dipilih mudah ditemukan di sekitar lokasi Anda, sehingga bisa menghemat biaya pembuatan benda kerajinan.
Kekuatan Bahan Kerajinan
Kekuatan bahan kerajinan sangat penting diperhatikan agar hasil kerajinan yang dihasilkan dapat bertahan lama. Pastikan bahan yang digunakan kuat dan tahan lama, terutama jika hendak digunakan untuk benda-benda yang sering digunakan atau ketika diharapkan untuk berfungsi sebagai benda praktis seperti tempat pensil atau taplak meja. Sebaiknya gunakan bahan yang tidak mudah rusak, retak, atau rapuh agar kerajinan tetap bagus.
Kecocokan Desain dengan Bahan
Kecocokan antara desain kerajinan dengan bahan yang akan digunakan harus dipertimbangkan dengan baik. Pilih bahan yang dapat diedit atau diukir agar bisa disesuaikan dengan desain. Jangan lupa untuk mempertimbangkan tampilan keseluruhan dari kerajinan yang akan dibuat. Pilihlah bahan yang sesuai dengan warna atau efek yang diinginkan, bahan yang digunakan akan menentukan hasil akhir dari benda kerajinan yang Anda buat.
Desain Ragam Hias
Desain ragam hias yang terdapat di wilayah Indonesia ini beberapa di antaranya sudah merupakan pola baku ragam hias wilayah tertentu. Desain ragam hias dapat dikelompokkan dalam jenis pola sebagai berikut.
- Jenis pola tunggal (pattern), yaitu bentuk pola yang disusun dengan ukuran yang berdiri sendiri tanpa diberi bentuk yang lain.
- Jenis pola ulang himpunan (assemblage), yaitu bentuk pola yang tiap bagian merupakan suatu kelompok dan kumpulan dari beberapa bentuk atau unsur yang masih bersifat satu-kesatuan.
- Jenis pola ulang menyeluruh, yaitu ragam hias dengan kombinasi-kombinasi ulangan disertai dengan membubuhkan bentuk lain yang tidak tercakup dalam kelompok tanpa merusak bentuk pokok dari ragam hias tersebut.
Pola pada ragam hias biasanya terdiri atas ragam hias pokok, ragam hias pendukung, dan ragam hias isian atau pelengkap. Proses penataan ragam hias secara garis besar dapat dikelompokkan dalam proses sebagai berikut:
- Proses pengulangan sejajar, baik secara vertikal maupun horizontal, disusun dalam posisi yang sama, jarak dan ukuran yang sama. Proses tersebut sangat mudah dijumpai dalam ragam hias geometris sebagai desain tepi maupun dalam susunan diagonal dan sudut.
- Proses pengulangan berpotongan, yaitu pada proses pembuatan motif saling bertumpangan dan berpotongan terhadap bidang gambar. Ragam hias pada tekstil tradisional pada umumnya menggunakan proses pengulangan yang disusun simetris. Pada tekstil modern, proses pengulangan ragam hias, baik yang sejajar maupun yang berpotongan, selain disusun secara simetris sering pula digunakan secara asimetris, bahkan bersifat acak.
Contoh Perusahaan yang Menerapkan Design Thinking
Berikut adalah sejumlah contoh perusahaan yang dikenal menerapkan prinsip-prinsip design thinking dalam berbagai aspek bisnis mereka:
GOJEK
Mereka menggunakan pendekatan ini untuk merancang pengalaman pengguna yang intuitif dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Apa solusi yang GOJEK berikan?
Yap, menjembatani antara pengguna ojek dan tukang ojek, cukup sederhana namun sangat terasa sekali manfaatnya.
GoPay
Sebagai penyedia layanan pembayaran digital, GoPay menggunakan design thinking dalam mengembangkan fitur dan layanan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan para pengguna mereka, khususnya bagi pengguna GOJEK pada awalnya.
Mereka berfokus pada menciptakan pengalaman pembayaran yang lebih aman, cepat, dan nyaman bagi pelanggan mereka.
Tokopedia
Tokopedia fokus pada memahami kebutuhan pengguna untuk menciptakan pengalaman berbelanja online yang lebih menyenangkan, efisien, dan tentunya aman.
Sebelum ada Tokopedia, orang-orang sering melakukan jual beli di forum ternama dan terbesar di Indonesia, tapi sayangnya forum tersebut tidak menghadirkan rasa aman karena adanya oknum penipu di dalamnya.
Bukalapak
Mirip dengan Tokopedia, ada Bukalapak yang juga turut menerapkan design thinking di dalam produknya
Dengan memahami kebutuhan pengguna dengan lebih baik, Bukalapak mampu meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan kepuasan serta jumlah pelanggan meskipun kini namanya kurang begitu terkenal lagi seperti di awal-awal kemunculannya.
Tags: kerajinan yang adalah syarat