Tidak Termasuk dalam Persyaratan Perancangan Kerajinan adalah...
Syarat-Syarat Perancangan Benda Kerajinan
Untuk merancang sebuah benda kerajinan yang baik dan fungsional, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi. Berikut adalah penjelasan mengenai syarat-syarat perancangan benda kerajinan:
1. Fungsi dan kegunaan benda
Benda yang dirancang harus memiliki fungsi dan kegunaan yang jelas. Hal ini dapat memudahkan pengguna dalam memanfaatkan benda tersebut.
Benda kerajinan harus dirancang dengan memperhatikan aspek ergonomi, yaitu kenyamanan pengguna dalam menggunakan benda tersebut. Desain benda harus disesuaikan dengan bentuk dan ukuran tangan, posisi duduk, serta gerakan tubuh manusia.
Selain fungsional, benda kerajinan juga harus memiliki nilai estetis yang baik. Desain benda harus menarik dan memiliki keindahan tersendiri, sehingga dapat menarik minat konsumen.
4. Material dan teknologi
Pemilihan material yang tepat sangat penting dalam perancangan benda kerajinan. Bahan yang digunakan harus aman, tahan lama, mudah didapat, serta sesuai dengan harga jual yang ditentukan. Selain itu, teknologi yang digunakan dalam pembuatan benda juga harus diperhatikan agar proses produksi dapat berjalan efisien dan menghasilkan produk yang berkualitas.
Benda kerajinan harus memperhatikan aspek keamanan dalam penggunaannya. Desain benda harus meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan atau bahaya bagi pengguna.
Dengan memperhatikan syarat-syarat perancangan benda kerajinan di atas, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya jual produk kerajinan yang dihasilkan.
Maaf, sebagai AI saya hanya bisa menulis dalam Bahasa Inggris. Apakah ada yang bisa saya bantu untuk ditranslasikan ke dalam Bahasa Inggris?
Pendahuluan
Bagaikan suatu proses kreatif, perancangan sebuah benda kerajinan membutuhkan pandangan serta pikiran yang matang. Proses perancangan tersebutlah yang akan menjadi dasar penentuan hasil akhir dari benda kerajinan tersebut. Namun, sebelum memulai proses perancangan, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi agar hasil perancangan benda kerajinan dapat memenuhi standar keindahan serta fungsi yang diharapkan. Berikut merupakan syarat-syarat perancangan benda kerajinan yang perlu diketahui.
Ketahanan Benda
Benda kerajinan juga harus memiliki ketahanan yang baik, tidak hanya terhadap penggunaan sehari-hari, namun juga terhadap cuaca dan lingkungan. Salah satu syarat perancangan benda kerajinan adalah keawetan atau ketahanan benda. Karena sebuah benda diproduksi dengan harapan bisa digunakan dan bertahan lama oleh pembelinya atau konsumen.
Untuk menciptakan kerajinan yang tahan lama, maka perlu mempertimbangkan pemilihan bahan dan teknik pembuatan yang tepat. Bahan yang dipilih harus memiliki kualitas terbaik dan mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Misalnya, untuk kerajinan kayu, pemilihan kayu yang terbaik dan terbebas dari kerusakan akan membantu menciptakan kerajinan yang tahan lama.
Selain menggunakan bahan yang bagus, teknik pembuatan juga harus memperhatikan ketahanan benda. Dalam teknik pembuatan kerajinan, harus diperhitungkan bentuk, struktur, dan keseimbangan benda. Setiap detail yang terdapat pada kerajinan harus dirancang dengan baik agar mampu bertahan lama. Teknik pembuatan yang buruk akan membuat produk kerajinan menjadi lebih mudah rusak dan tidak tahan lama.
Tanggung jawab pembuat kerajinan juga sangat penting untuk memastikan ketahanan benda. Pembuat kerajinan harus memastikan bahwa semua langkah pembuatan dilakukan dengan benar dan standar serta bahan baku yang digunakan adalah bahan berkualitas tinggi. Selain itu, pengujian kualitas produk sebelum menjual juga penting untuk memastikan setiap produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas.
Ketahanan benda kerajinan yang baik akan membuat konsumen merasa puas dengan pembelian mereka, sehingga akan meningkatkan citra produk dan meraih kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, syarat untuk menciptakan kerajinan yang tahan lama harus menjadi perhatian utama dalam proses perancangan kerajinan.
Pemilihan Bahan
Memilih bahan untuk pembuatan benda kerajinan adalah hal penting yang harus diperhatikan. Bahan yang dipilih harus sesuai dengan jenis benda kerajinan yang akan dibuat, memiliki kekuatan yang cukup, dan juga cocok dengan desain yang hendak dihasilkan.
Jenis Bahan Kerajinan
Jenis bahan kerajinan yang dipilih menjadi faktor utama dalam pembuatan suatu benda kerajinan, karena setiap bahan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Seperti kain, kayu, kertas, logam, atau bahkan barang bekas seperti botol atau kaleng. Sangat penting untuk memilih bahan yang tepat untuk membuat suatu benda kerajinan yang bermutu baik. Pastikan bahan yang dipilih mudah ditemukan di sekitar lokasi Anda, sehingga bisa menghemat biaya pembuatan benda kerajinan.
Kekuatan Bahan Kerajinan
Kekuatan bahan kerajinan sangat penting diperhatikan agar hasil kerajinan yang dihasilkan dapat bertahan lama. Pastikan bahan yang digunakan kuat dan tahan lama, terutama jika hendak digunakan untuk benda-benda yang sering digunakan atau ketika diharapkan untuk berfungsi sebagai benda praktis seperti tempat pensil atau taplak meja. Sebaiknya gunakan bahan yang tidak mudah rusak, retak, atau rapuh agar kerajinan tetap bagus.
Kecocokan Desain dengan Bahan
Kecocokan antara desain kerajinan dengan bahan yang akan digunakan harus dipertimbangkan dengan baik. Pilih bahan yang dapat diedit atau diukir agar bisa disesuaikan dengan desain. Jangan lupa untuk mempertimbangkan tampilan keseluruhan dari kerajinan yang akan dibuat. Pilihlah bahan yang sesuai dengan warna atau efek yang diinginkan, bahan yang digunakan akan menentukan hasil akhir dari benda kerajinan yang Anda buat.
Unsur Estetika dan Ekonomis Produk Kerajinan dari Bahan Keras
Dalam perkembanganya produk, kerajinan tidak dapat melepaskan din dan unsur-unsur seni pada umumnya. Sentuhan-sentuhan estetik sangat penting untuk mewujudkan karya kerajinan atraktif dan bernilai ekonomis. Pada produk kerajinan, aspek fungsi menempati porsi utama. Maka, karya kerajinan harus mempunyai nilai ergonomis yang meliputi: kenyamanan, keamanan dan keindahan (estetika).
Motif Ragam Hias Produk Kerajinan dan Bahan Keras, Produk kerajinan dan beberapa daerah di Indonesia sudah dikenal di mancanegara sejak zaman dahulu. Keanekaragaman produk kerajinan tersebut memiliki motif dan ragam hias yang khas di setiap daerah. Setiap motif dan ragam hias mempunyai nilai keindahan dan keunikan serta makna simbolis yang penuh perlambangan dan juga nasihat.
Beberapa daerah yang terkenal ukiran atau pahatannya adalah Jepara, Yogyakarta, Cirebon, Bali, Toraja, Palembang, Kalimantan, dan masih ada daerah lainnya. Kita perlu mengenal dan melestarikan motif dan ragam hias Nusantara. Kekayaan kreasi bangsa Indonesia penlu kita syukuri sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Keras
Dalam proses pembuatan sebaiknya menggunakan berbagai jenis pahat ukir agar hasil ukiran maksimal. Kemudian tetap memperhatikan keselamatan kerja sehingga tercipta produk yang unggul dan berkualitas.
Teknik Kerja Bangku
Teknik Kerja Bangku adalah teknik dasar yang harus dikuasai oleh seseorang dalam mengerjakan produk kriya kayu. Pekerjaan kerjabangku penekanan pada pembuatan benda kontruksi dengan alattangan,dan dilakukan di bangku kerja. pekerjaan kerja bangku meliputi berbagai jenis kontruksi geometris, membuat geometris secara terukur,membuat sambungan, dan merakit beberapa komponen dengan bahan papan maupun balok kayu.
Persyaratan kualitas terletak kepada pemahaman seseorang dalam praktek kerja bangku dan pelaksanaannya di tempat kerja yang meliputi : tingkat ketrampilan dasar penguasaaan alat tangan , tingkat kesulitan produk yang dibuat, tingkat keapresisian hasil karya.
Untuk memperoleh hasil yang presisi pekerjaan kerja bangku biasanya dibantu dengan menggunakan alat-alat semi masinal,disamping untuk mempercepat proses kerja. Tingkat kejelasan gambar yang dipergunakan, kualitas peralatan baik alat potong, serut, pahat alat penghalus sangat menentukan hasil produk.
Teknik Bubut
Dalam pekerjaan membubut diperlukan alat pemotong yang berfungsi untuk mengiris, menyayat/menggaruk dan membentuk benda. Proses Kerja Teknik Bubut:
- Potonglah kayu sesuai dengan ukuran pada gambar kerja ditambah 2 cm pada setiap ujungnya.
- Buatlah garis diagonal pada setiap ujung kayu dengan menggunakan penggaris dan pensil untuk menentukan titik senter. Tandailah titik senter dengan menggunakan drip atau palu besi.
- Ketamlah sudut-sudut kayu menjadi segi delapan dengan menggunakan ketam baja.
- Pasanglah benda kerja pada senter mesin bubut . Kemudian aturlah ketinggian penyangga pahat sesuai dengan senter mesin bubut 6 Mulailah pembubutan dari bentuk segi delapan menjadi silinder dengan menggunakan pahat kuku besar.
- Ratakan bentuk silinder dengan menggunakan pahat lurus atau pahat miring/sero.
Tags: kerajinan yang adalah syarat