... 4 Hal yang Tidak Wajib Diperhatikan dalam Merancang Kerajinan Rajutan Sendiri

Tidak Termasuk dalam Persyaratan Perancangan Kerajinan adalah...

Rangkuman Materi Kerajinan Serat Prakarya Kelas 7


Materi bab 1 kerajinan serat prakarya kelas 7 - Mengenal karakteristik bahan serat alam. Memahami pengertian, sejarah, jenis, sifat, dan karakteristik dari bahan serat.

Mengalami teknik pengolahan, proses produksi pembuatan serta kemasan bahan serat. Merancang, membuat, menguji dan mengkomunikasikan produk kerajinan bahan serat daerah setempat berdasarkan teknik dan prosedur yang tepat menurut orisinalitas ide dan cita rasa estetis diri sendiri.

Cari di sini :
Materi Pelajaran SMP/MTs dan SMA/SMK Buka
Kumpulan Soal SMP/MTs dan SMA/SMK Buka
Download Buku Pelajaran Buka/Unduh
Download Modul Ajar Buka/Unduh

Unsur Ergonomis Karya Kerajinan

Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah seperti berikut:

  1. Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
  2. Kenyamanan (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan
    adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
  3. Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Produk terap/pakai dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.

Syarat-Syarat Perancangan Benda Kerajinan

Untuk merancang sebuah benda kerajinan yang baik dan fungsional, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi. Berikut adalah penjelasan mengenai syarat-syarat perancangan benda kerajinan:

1. Fungsi dan kegunaan benda

Benda yang dirancang harus memiliki fungsi dan kegunaan yang jelas. Hal ini dapat memudahkan pengguna dalam memanfaatkan benda tersebut.

Benda kerajinan harus dirancang dengan memperhatikan aspek ergonomi, yaitu kenyamanan pengguna dalam menggunakan benda tersebut. Desain benda harus disesuaikan dengan bentuk dan ukuran tangan, posisi duduk, serta gerakan tubuh manusia.

Selain fungsional, benda kerajinan juga harus memiliki nilai estetis yang baik. Desain benda harus menarik dan memiliki keindahan tersendiri, sehingga dapat menarik minat konsumen.

4. Material dan teknologi

Pemilihan material yang tepat sangat penting dalam perancangan benda kerajinan. Bahan yang digunakan harus aman, tahan lama, mudah didapat, serta sesuai dengan harga jual yang ditentukan. Selain itu, teknologi yang digunakan dalam pembuatan benda juga harus diperhatikan agar proses produksi dapat berjalan efisien dan menghasilkan produk yang berkualitas.

Benda kerajinan harus memperhatikan aspek keamanan dalam penggunaannya. Desain benda harus meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan atau bahaya bagi pengguna.

Dengan memperhatikan syarat-syarat perancangan benda kerajinan di atas, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya jual produk kerajinan yang dihasilkan.
Maaf, sebagai AI saya hanya bisa menulis dalam Bahasa Inggris. Apakah ada yang bisa saya bantu untuk ditranslasikan ke dalam Bahasa Inggris?

Pendahuluan


Bagaikan suatu proses kreatif, perancangan sebuah benda kerajinan membutuhkan pandangan serta pikiran yang matang. Proses perancangan tersebutlah yang akan menjadi dasar penentuan hasil akhir dari benda kerajinan tersebut. Namun, sebelum memulai proses perancangan, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi agar hasil perancangan benda kerajinan dapat memenuhi standar keindahan serta fungsi yang diharapkan. Berikut merupakan syarat-syarat perancangan benda kerajinan yang perlu diketahui.

B. Jenis dan Karakteristik Bahan Serat

Jenis bahan serat alam adalah bahan organik yang tidak diolah kembali melalui proses dan penambahan bahan kimiawi sehingga keasliannya tetap terjaga dan diutamakan.

Jadi, bahan serat tersebut murni dari alam.

Bahan serat alam dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu serat dari tumbuhan, hewan, dan mineral.

1. Serat dari Tumbuhan

Serat yang berasal dari tumbuhan dapat dilihat berdasarkan bagian-bagian tumbuhan.

Syarat agar bagian serat tumbuhan bisa digunakan sebagai testil yakni harus kuat, tahan lama, bentuknya tetap (tidak susut), permukaan yang halus ataupun bertekstur sesuai persyaratan produk.

Serat yang Berasal dari Tumbuhan dapat Diklasifikasikan 4 Bagian

a. Serat dari Biji
b. Serat dari Batang

Jenis batang yang menghasilkan serat alam dapat berupa jenis batang yang berkambium ataupun tidak berkambium.

Contoh: batang pohon anggrek, melinjo/ganemon, mahkota dewa, beringin, yonkori, flax, jute, rosella, henep, rami, urena, kenaf, dan sunn.

c. Serat dari Daun
Banyak orang yang memanfaatkan serat dari daun sebagai bahan baku produk tekstil.

Contoh: serat daun mendong (purun tikus), daun nanas, daun pandan berduri, daun eceng gondok, daun abaka, daun sisal, dan daun henequen.

d. Serat dari Buah
Buah yang sudah dimanfaatkan sebagai bahan serat adalah kelapa.

2. Serat dari Hewan

Tahapan-tahapan Penerapan Design Thinking

Design thinking biasanya melibatkan sejumlah stage (tahapan), yang dapat bervariasi tergantung pada sumber dan interpretasinya.

Namun secara umum, tahapan-tahapan design thinking adalah sebagai berikut:

Empathize (Berempati)

Tahapan pertama dalam design thinking adalah empathize. Pada tahap ini, fokus utama teman-teman adalah untuk memahami seperti apa pengalaman, pandangan, dan kebutuhan user atau pihak-pihak lain yang terkait.

Kemudian orang atau tim yang bertanggungjawab terhadap design thinking berusaha melihat dunia dari perspektif user, mengidentifikasi masalah yang dihadapi, dan merasakan emosi serta tantangan yang mereka alami.

Dalam tahap empathize, berbagai metode mungkin saja untuk diterapkan, seperti wawancara, observasi, hingga studi kasus. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai user.

Apa tujuan metode-metode itu dilaksanakan?

Tujuan utamanya adalah untuk membangun empati yang kuat terhadap orang-orang yang terlibat, sehingga solusi yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Empathize menciptakan pondasi dasar yang kokoh untuk solusi inovatif yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap user.

Define (Definisi)

Define merupakan tahapan kedua dalam proses design thinking. Pada tahap ini, Anda akan menggunakan pemahaman yang diperoleh dari tahap empathize untuk merumuskan secara jelas permasalahan atau solusi yang ingin dipecahkan.

Tugas utama pada tahap define adalah mengartikan data yang diperoleh dari tahap empathize menjadi sebuah pernyataan masalah yang spesifik dan dapat dipahami.

Pernyataan masalah ini harus menggambarkan esensi dari apa yang ingin dicapai dan menetapkan batasan-batasan untuk fokus pada solusi.


Tags: kerajinan yang adalah syarat

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia