... 4 Hal yang Tidak Wajib Diperhatikan dalam Merancang Kerajinan Rajutan Sendiri

Tidak Termasuk dalam Persyaratan Perancangan Kerajinan adalah...

Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Keras

Produk kerajinan dari bahan keras merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat keras. Bahan keras alami adalah bahan yang diperoleh dilingkungan sekitar kita dan kondisi fisiknya keras, seperti kayu, bambu, batu, dan rotan.

Bahan keras buatan adalah bahan – bahan yang diolah menjadi keras sehingga dapat digunakan untuk membuat barang – barang kerajinan seperti berbagai jenis logam dan fiberglass. Kerajinan ukir kayu adalah karya kerajinan yang menggunakan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir.

Produk kerajinan sangat beraneka ragam. Berikut ini contoh produk kerajinan dari bahan keras.

Kerajinan logam

Kerajinan logam menggunakan bahan logam seperti besi, perunggu, emas, perak, dan lain-lain. Teknik yang digunakan biasanya menggunakan sistem cor, ukir, tempa atau sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Bahan logam banyak dibuat sebagai perhiasan atau aksesoris, kemudian berkembang pula sebagai benda hias dan benda fungsional lainnya, seperti: gelas, kap lampu, perhiasan, wadah serbaguna bahkan sampai piala sebagai simbol kejuaraan.

Logam memiliki sifat keras, sehingga dalam pengolahannya memerlukan teknik yang tidak mudah, seperti diolah dengan teknik bakar/pemanasan dan tempa.

Kerajinan kayu

Negara Indonesia merupakan daerah tropis yang sebagian besar wilayahnya diisi oleh lautan dan juga hutan. Hutan yang tersebar di banyak tempat di Indonesia tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi para perajin. Karya kerajinan ukir kayu adalah karya kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir.

Kerajinan ukiran memang lebih banyak menggunakan bahan baku kayu sebagai bahan utamanya. Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka, dan lain-lain.

Unsur Ergonomis Karya Kerajinan

Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah seperti berikut:

  1. Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
  2. Kenyamanan (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan
    adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
  3. Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Produk terap/pakai dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.

Ragam Hias Kerajinan

Ragam hias Kerajinan Tekstil Tradisional dan Modern pada kerajinan tekstil, estetika atau keindahannya dimunculkan oleh bentuk kerajinan, tekstur material, warna serta yang paling menonjol adalah ragam hiasnya. Ragam hias dan warna pada tekstil tradisional umumnya memiliki simbol dan makna tertentu, sedangkan pada tekstil modern ragam hias cenderung berfungsi sebagai nilai tambah estetika atau keindahan.

  1. Ragam hias murni, ialah ragam hias yang hanya berfungsi untuk memberi nilai tambah estetika pada benda tersebut dan tidak berhubungan dengan nilai fungsi benda tersebut. contoh : ragam hias pada pakaian (bordir dan batik), benda-benda rumah tangga seperti ukiran pada pintu, lukisan dsb.
  2. Ragam hias simbolis, ialah ragam hias yang selain berfungsi memperindah juga memiliki makna tertentu yang bersumber dari adat istiadat, agama maupun sistem sosial, yang harus ditaati norma-normanya untuk menghindari salah pengertian bagi pengguna ragam hias tersebut. Contoh ragam hias ini di antaranya kaligrafi, ragam hias pohon hayat, ragam hias burung phoenix, ragam hias swastika, dan sebagainya.contoh : kaligrafi, motif burung garuda sebagai perlambang kekuatan, motif pohon hayat sebagai lambang kehidupan dll.

Ketahanan Benda

Benda kerajinan juga harus memiliki ketahanan yang baik, tidak hanya terhadap penggunaan sehari-hari, namun juga terhadap cuaca dan lingkungan. Salah satu syarat perancangan benda kerajinan adalah keawetan atau ketahanan benda. Karena sebuah benda diproduksi dengan harapan bisa digunakan dan bertahan lama oleh pembelinya atau konsumen.

Untuk menciptakan kerajinan yang tahan lama, maka perlu mempertimbangkan pemilihan bahan dan teknik pembuatan yang tepat. Bahan yang dipilih harus memiliki kualitas terbaik dan mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Misalnya, untuk kerajinan kayu, pemilihan kayu yang terbaik dan terbebas dari kerusakan akan membantu menciptakan kerajinan yang tahan lama.

Selain menggunakan bahan yang bagus, teknik pembuatan juga harus memperhatikan ketahanan benda. Dalam teknik pembuatan kerajinan, harus diperhitungkan bentuk, struktur, dan keseimbangan benda. Setiap detail yang terdapat pada kerajinan harus dirancang dengan baik agar mampu bertahan lama. Teknik pembuatan yang buruk akan membuat produk kerajinan menjadi lebih mudah rusak dan tidak tahan lama.

Tanggung jawab pembuat kerajinan juga sangat penting untuk memastikan ketahanan benda. Pembuat kerajinan harus memastikan bahwa semua langkah pembuatan dilakukan dengan benar dan standar serta bahan baku yang digunakan adalah bahan berkualitas tinggi. Selain itu, pengujian kualitas produk sebelum menjual juga penting untuk memastikan setiap produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas.

Ketahanan benda kerajinan yang baik akan membuat konsumen merasa puas dengan pembelian mereka, sehingga akan meningkatkan citra produk dan meraih kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, syarat untuk menciptakan kerajinan yang tahan lama harus menjadi perhatian utama dalam proses perancangan kerajinan.


Tags: kerajinan yang adalah syarat

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia