Tidak Termasuk dalam Persyaratan Perancangan Kerajinan adalah...
Motif Ragam Hias
Ragam hias merupakan karya seni rupa yang diambil dari bentuk-bentuk flora, fauna,figuratif, dan bentuk geometris. Ragam hias tersebut dapat diterapkan pada media dua dan tiga dimensi.
Bentuk ragam hias umumnya memiliki pola atau susunan yang diulang-ulang. Pada bentuk ragam hias yang lain, pola yang ditampilkan dapat berupa pola ragam hias yang teratur, terukur, dan memiliki keseimbangan. Pola ragam hias geometris dapat ditandai dari bentuknya seperti persegi empat, zigzag, garis silang, segitiga, dan lingkaran.
Pola bidang tersebut merupakan pola geometris yang bentuknya teratur. Bentuk lain dari pola geometris adalah dengan mengubah susunan pola ragam hias tak beraturan dan tetap memperhatikan segi keindahan.
Ragam hias di Indonesia, berdasarkan pada pola dan bentuk visualnya, dibagi dalam klasifikasi sebagai berikut.
- Ragam hias geometris adalah ragam hias yang mengulang suatu bentuk baku tertentu dengan ukuran tertentu dalam komposisi yang seimbang pada seluruh sisinya.
- Ragam hias Tumbuh-tumbuhan adalah ragam hias yang mengambil inspirasi dari tumbuh- tumbuhan pada wilayah tertentu untuk dimodifikasi menjadi ragam hias yang mencerminkan ciri khas wilayah tersebut.
- Ragam hias makhluk hidup adalah ragam hias yang mengambil inspirasi dari makhluk hidup di darat, laut, dan udara pada wilayah tertentu dan dimodifikasi menjadi ragam hias khas wilayah tersebut. Ragam hias ini biasanya dimasukkan dalam kelompok ragam hias untuk menggambarkan dunia tengah.
- Ragam hias Dekoratif adalah ragam hias yang bersifat artifisual dan biasanya merupakan penggabungan dari beberapa inspirasi ragam hias pada kelompok yang ada sebelumnya yang dimodifikasi sehingga menjadi sebuah bentuk ragam hias yang baru dan memiliki nilai estetika tersendiri.
Tahapan-tahapan Penerapan Design Thinking
Design thinking biasanya melibatkan sejumlah stage (tahapan), yang dapat bervariasi tergantung pada sumber dan interpretasinya.
Namun secara umum, tahapan-tahapan design thinking adalah sebagai berikut:
Empathize (Berempati)
Tahapan pertama dalam design thinking adalah empathize. Pada tahap ini, fokus utama teman-teman adalah untuk memahami seperti apa pengalaman, pandangan, dan kebutuhan user atau pihak-pihak lain yang terkait.
Kemudian orang atau tim yang bertanggungjawab terhadap design thinking berusaha melihat dunia dari perspektif user, mengidentifikasi masalah yang dihadapi, dan merasakan emosi serta tantangan yang mereka alami.
Dalam tahap empathize, berbagai metode mungkin saja untuk diterapkan, seperti wawancara, observasi, hingga studi kasus. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai user.
Apa tujuan metode-metode itu dilaksanakan?
Tujuan utamanya adalah untuk membangun empati yang kuat terhadap orang-orang yang terlibat, sehingga solusi yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Empathize menciptakan pondasi dasar yang kokoh untuk solusi inovatif yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap user.
Define (Definisi)
Define merupakan tahapan kedua dalam proses design thinking. Pada tahap ini, Anda akan menggunakan pemahaman yang diperoleh dari tahap empathize untuk merumuskan secara jelas permasalahan atau solusi yang ingin dipecahkan.
Tugas utama pada tahap define adalah mengartikan data yang diperoleh dari tahap empathize menjadi sebuah pernyataan masalah yang spesifik dan dapat dipahami.
Pernyataan masalah ini harus menggambarkan esensi dari apa yang ingin dicapai dan menetapkan batasan-batasan untuk fokus pada solusi.
Ragam Hias Kerajinan
Ragam hias Kerajinan Tekstil Tradisional dan Modern pada kerajinan tekstil, estetika atau keindahannya dimunculkan oleh bentuk kerajinan, tekstur material, warna serta yang paling menonjol adalah ragam hiasnya. Ragam hias dan warna pada tekstil tradisional umumnya memiliki simbol dan makna tertentu, sedangkan pada tekstil modern ragam hias cenderung berfungsi sebagai nilai tambah estetika atau keindahan.
- Ragam hias murni, ialah ragam hias yang hanya berfungsi untuk memberi nilai tambah estetika pada benda tersebut dan tidak berhubungan dengan nilai fungsi benda tersebut. contoh : ragam hias pada pakaian (bordir dan batik), benda-benda rumah tangga seperti ukiran pada pintu, lukisan dsb.
- Ragam hias simbolis, ialah ragam hias yang selain berfungsi memperindah juga memiliki makna tertentu yang bersumber dari adat istiadat, agama maupun sistem sosial, yang harus ditaati norma-normanya untuk menghindari salah pengertian bagi pengguna ragam hias tersebut. Contoh ragam hias ini di antaranya kaligrafi, ragam hias pohon hayat, ragam hias burung phoenix, ragam hias swastika, dan sebagainya.contoh : kaligrafi, motif burung garuda sebagai perlambang kekuatan, motif pohon hayat sebagai lambang kehidupan dll.
Unsur Ergonomis Karya Kerajinan
Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah seperti berikut:
- Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
- Kenyamanan (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan
adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi. - Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Produk terap/pakai dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.
Pemilihan Bahan
Memilih bahan untuk pembuatan benda kerajinan adalah hal penting yang harus diperhatikan. Bahan yang dipilih harus sesuai dengan jenis benda kerajinan yang akan dibuat, memiliki kekuatan yang cukup, dan juga cocok dengan desain yang hendak dihasilkan.
Jenis Bahan Kerajinan
Jenis bahan kerajinan yang dipilih menjadi faktor utama dalam pembuatan suatu benda kerajinan, karena setiap bahan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Seperti kain, kayu, kertas, logam, atau bahkan barang bekas seperti botol atau kaleng. Sangat penting untuk memilih bahan yang tepat untuk membuat suatu benda kerajinan yang bermutu baik. Pastikan bahan yang dipilih mudah ditemukan di sekitar lokasi Anda, sehingga bisa menghemat biaya pembuatan benda kerajinan.
Kekuatan Bahan Kerajinan
Kekuatan bahan kerajinan sangat penting diperhatikan agar hasil kerajinan yang dihasilkan dapat bertahan lama. Pastikan bahan yang digunakan kuat dan tahan lama, terutama jika hendak digunakan untuk benda-benda yang sering digunakan atau ketika diharapkan untuk berfungsi sebagai benda praktis seperti tempat pensil atau taplak meja. Sebaiknya gunakan bahan yang tidak mudah rusak, retak, atau rapuh agar kerajinan tetap bagus.
Kecocokan Desain dengan Bahan
Kecocokan antara desain kerajinan dengan bahan yang akan digunakan harus dipertimbangkan dengan baik. Pilih bahan yang dapat diedit atau diukir agar bisa disesuaikan dengan desain. Jangan lupa untuk mempertimbangkan tampilan keseluruhan dari kerajinan yang akan dibuat. Pilihlah bahan yang sesuai dengan warna atau efek yang diinginkan, bahan yang digunakan akan menentukan hasil akhir dari benda kerajinan yang Anda buat.
Tags: kerajinan yang adalah syarat