... 4 Hal yang Tidak Wajib Diperhatikan dalam Merancang Kerajinan Rajutan Sendiri

Tidak Termasuk dalam Persyaratan Perancangan Kerajinan adalah...

B. Jenis dan Karakteristik Bahan Serat

Jenis bahan serat alam adalah bahan organik yang tidak diolah kembali melalui proses dan penambahan bahan kimiawi sehingga keasliannya tetap terjaga dan diutamakan.

Jadi, bahan serat tersebut murni dari alam.

Bahan serat alam dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu serat dari tumbuhan, hewan, dan mineral.

1. Serat dari Tumbuhan

Serat yang berasal dari tumbuhan dapat dilihat berdasarkan bagian-bagian tumbuhan.

Syarat agar bagian serat tumbuhan bisa digunakan sebagai testil yakni harus kuat, tahan lama, bentuknya tetap (tidak susut), permukaan yang halus ataupun bertekstur sesuai persyaratan produk.

Serat yang Berasal dari Tumbuhan dapat Diklasifikasikan 4 Bagian

a. Serat dari Biji
b. Serat dari Batang

Jenis batang yang menghasilkan serat alam dapat berupa jenis batang yang berkambium ataupun tidak berkambium.

Contoh: batang pohon anggrek, melinjo/ganemon, mahkota dewa, beringin, yonkori, flax, jute, rosella, henep, rami, urena, kenaf, dan sunn.

c. Serat dari Daun
Banyak orang yang memanfaatkan serat dari daun sebagai bahan baku produk tekstil.

Contoh: serat daun mendong (purun tikus), daun nanas, daun pandan berduri, daun eceng gondok, daun abaka, daun sisal, dan daun henequen.

d. Serat dari Buah
Buah yang sudah dimanfaatkan sebagai bahan serat adalah kelapa.

2. Serat dari Hewan

Tahapan-tahapan Penerapan Design Thinking

Design thinking biasanya melibatkan sejumlah stage (tahapan), yang dapat bervariasi tergantung pada sumber dan interpretasinya.

Namun secara umum, tahapan-tahapan design thinking adalah sebagai berikut:

Empathize (Berempati)

Tahapan pertama dalam design thinking adalah empathize. Pada tahap ini, fokus utama teman-teman adalah untuk memahami seperti apa pengalaman, pandangan, dan kebutuhan user atau pihak-pihak lain yang terkait.

Kemudian orang atau tim yang bertanggungjawab terhadap design thinking berusaha melihat dunia dari perspektif user, mengidentifikasi masalah yang dihadapi, dan merasakan emosi serta tantangan yang mereka alami.

Dalam tahap empathize, berbagai metode mungkin saja untuk diterapkan, seperti wawancara, observasi, hingga studi kasus. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai user.

Apa tujuan metode-metode itu dilaksanakan?

Tujuan utamanya adalah untuk membangun empati yang kuat terhadap orang-orang yang terlibat, sehingga solusi yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Empathize menciptakan pondasi dasar yang kokoh untuk solusi inovatif yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap user.

Define (Definisi)

Define merupakan tahapan kedua dalam proses design thinking. Pada tahap ini, Anda akan menggunakan pemahaman yang diperoleh dari tahap empathize untuk merumuskan secara jelas permasalahan atau solusi yang ingin dipecahkan.

Tugas utama pada tahap define adalah mengartikan data yang diperoleh dari tahap empathize menjadi sebuah pernyataan masalah yang spesifik dan dapat dipahami.

Pernyataan masalah ini harus menggambarkan esensi dari apa yang ingin dicapai dan menetapkan batasan-batasan untuk fokus pada solusi.

Unsur Ergonomis Karya Kerajinan

Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah seperti berikut:

  1. Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
  2. Kenyamanan (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan
    adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
  3. Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Produk terap/pakai dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.

Ragam Hias Kerajinan

Ragam hias Kerajinan Tekstil Tradisional dan Modern pada kerajinan tekstil, estetika atau keindahannya dimunculkan oleh bentuk kerajinan, tekstur material, warna serta yang paling menonjol adalah ragam hiasnya. Ragam hias dan warna pada tekstil tradisional umumnya memiliki simbol dan makna tertentu, sedangkan pada tekstil modern ragam hias cenderung berfungsi sebagai nilai tambah estetika atau keindahan.

  1. Ragam hias murni, ialah ragam hias yang hanya berfungsi untuk memberi nilai tambah estetika pada benda tersebut dan tidak berhubungan dengan nilai fungsi benda tersebut. contoh : ragam hias pada pakaian (bordir dan batik), benda-benda rumah tangga seperti ukiran pada pintu, lukisan dsb.
  2. Ragam hias simbolis, ialah ragam hias yang selain berfungsi memperindah juga memiliki makna tertentu yang bersumber dari adat istiadat, agama maupun sistem sosial, yang harus ditaati norma-normanya untuk menghindari salah pengertian bagi pengguna ragam hias tersebut. Contoh ragam hias ini di antaranya kaligrafi, ragam hias pohon hayat, ragam hias burung phoenix, ragam hias swastika, dan sebagainya.contoh : kaligrafi, motif burung garuda sebagai perlambang kekuatan, motif pohon hayat sebagai lambang kehidupan dll.

Tags: kerajinan yang adalah syarat

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia