... Teknik Kreatif DIY: 4 Cara Membuat Kerajinan Keramik Tanpa Jarum yang Harus Anda Coba

Teknik Kreatif yang Membentuk Kecantikan - Eksplorasi Seni Keramik di Dunia DIY

5 Teknik Pembuatan Keramik beserta Contoh Kerajinannya

Blog single post caption 1

Table Of Contents

  • Mengenal Teknik Pembuatan Keramik
    • 1. Teknik Lempeng
    • 2. Teknik Pijat (Pinching)
    • 3. Teknik Pilin
    • 4. Teknik Putar
    • 5. Teknik Cetak (Press)
    • 1. Pengolahan bahan
    • 2. Pembentukan
    • 3. Pengeringan
    • 4. Pembakaran
    • 5. Pengglasiran
    • 6. Pendekorasian
    • 1. Ubin Keramik Berlapis Kaca
    • 2. Ubin Keramik Tanpa Kaca

    Seperti apakah teknik pembuatan keramik yang digunakan untuk menghasilkan material dengan daya tahan bagus dan terlihat menarik?

    Ini menjadi pertanyaan banyak orang ketika melihat keramik yang banyak digunakan untuk melapisi lantai, dinding, kamar mandi, ataupun anak tangga.

    Akibat penggunaannya yang sudah lumrah ini, lantas tidak heran jika ada yang ingin mencari tahu teknik pembuatannya termasuk Anda.

    Agar tidak semakin penasaran, Anda dapat menyimak informasi mengenai cara atau teknik pembuatan keramik berikut ini. Dapatkan juga pengetahuan lainnya seputar keramik di sini.

    Alat & Bahan Seni Keramik

    1. Bahan Seni Keramik

    Tanh liat yakni suatu bahan utama yang dipakai dalam pembuatan keramik. Tanah liat ini mempunyai sifat penting yang biasa dikenal dengan sifat plastisitas, yaitu dengan kemampuan dibentuk tanpa membuatnya mudah retak. Tanah liat juga mempunyai suatu kemampuan dilebur yang disebut dengan fusibiltas.

    Yang harus diketahui tentang tanah sebelum membuat keramik adalah kandungan yang ada di dalam tanah liat itu sendiri. Ada setidaknya 4 kandungan utama yang ada di dalamnya, yaitu kaolinite, halloysite, montmorillinote dan illite. Perbedaan kandungan ini sudah pasti akan membuat sifat tanah liat jadi berbeda pula.

    Pasir memiliki fungsi utama yakni sebagai pengikat, tapi jika terlalu banyak penambahan silika didalamnya justru bisa berakibat fatal karena hasil keramik akan mudah retak saat proses pembakaran.

    Feldspar yakni suatu bahan yang memiliki fungsi sebagai pengikat sekaligus berfungsi untuk dapat menurunkan temperature saat proses pembakaran. Dimana, bahan feldspar ini sendiri terdiri dari berbagai jenis, diantaranya adalah Ca-feldspar, K-feldspar dan Na-feldspar.

    Kaolin ini yakni suatu tanah liat putih yang mempunyai fungsi penting saat proses pengeringan dan pembakran karena mempunyai mutu penyusutan yang baik sekaligus sebagai pemberi warna.

    Kuarsa yakni suatu bahan yang berasal dari batuan beku asam metamorf dan sedimen digunakan untuk dapat mencegah penyusutan pada bodi tanah liat serta memudahkan penguapan air saat proses pengeringan dan pembakaran.

    Selain bahan, dalam pembuatan seni keramik juga membutuhkan alat khusus yang akan dapat membantu dalam pembentukan keramik itu sendiri.

    2. Alat Seni Keramik

    • Cetakan model, digunakan untuk membuat bentuk keramik yang diinginkan.
    • Kayu penggiling, digunakan untuk membentuk lempengan tanah liat.
    • Tali pemotong, digunakan untuk mengambil tanah liat yang masih dalam keadaan basah dari meja putar atau untuk memotong tanah liat.
    • Pisau pahat, digunakan untuk membuat hiasan pada permukaan keramik.
    • Tungku pembakaran, digunakan untuk membakar keramik yang sebelumnya sudah dikeringkan.
    • Butsir, digunakan untuk membantu membentuk tanah liat.Meja putar, berbentuk lingkaran atau silinder untuk membuat keramik.

    Teknik Pembuatan Keramik

    Pengrajin keramik juga perlu menguasai sejumlah teknik untuk membuat sebuah kerajinan keramik. Berikut penjelasan setiap teknik dalam pembuatan keramik yang perlu diketahui.

    1. Teknik pilin

    Teknik pertama yang perlu dipelajari adalah teknik pilin atau coiling . Teknik pilin adalah pembuatan keramik dengan cara dipilin di atas meja berputar. Kamu hanya perlu melakukan pilihan sedikit demi sedikit untuk membentuk tanah liat menjadi keramik yang diinginkan.

    Agar lebih rapi, kamu perlu menyatukan pilinan dengan menekan tanah liat dari atas ke bawah. Teknik pilin juga bisa dipakai untuk menumpuk tanah liat sehingga menjadi kerajinan keramik yang lebih tinggi dan besar.

    2. Teknik putar

    Untuk melakukan teknik putar, tentu saja kamu butuh alat pemutar elektrik supaya memudahkan dalam membuat kerajinannya. Tanah liat yang ingin dibentuk dengan teknik putar perlu ditaruh di atas meja dan dibentuk sambil memutarnya.

    Tangan kamu hanya perlu menekan untuk membuat bentuk keramik yang diinginkan. Biasanya, teknik putar ini dipakai untuk membuat kerajinan keramik berbentuk bulat, lonjong, atau tabung yang tinggi.

    3. Teknik lempeng

    Kamu tidak membutuhkan meja putar untuk melakukan teknik lempeng dalam pengerjaan keramik. Teknik lempeng atau slabbing membuat tanah liat dipipihkan sebelum diolah. Selanjutnya, lempengan tanah liat ini diproses dengan menggunakan rolling pin .

    Barulah tanah liat dibentuk sesuai dengan keinginan. Tidak jarang teknik ini membentuk keramik dengan hasil jadi yang tidak simetris atau rumit.

    4. Teknik cetak

    Seperti namanya, teknik cetak membutuhkan alat cetak untuk membuat hasil jadi keramik berbentuk rapi, simetris, dan sesuai dengan keinginan. Teknik cetak ini sering kali dipakai untuk industri dalam skala menengah hingga besar.

    Jenis Ubin Keramik

    Keindahan, daya tahan, kepraktisan, dan serba guna adalah beberapa hal yang bisa mendeskripsikan sebuah keramik.

    Anda bisa dengan mudah menemuinya di dapur, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi hingga garasi kendaraan. Hal ini menunjukkan bahwa Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu di rumah dengan material ini.

    Memahami bagaimana keramik bisa mendapatkan bentuk akhirnya mampu memberi Anda pengetahuan tentang material ini. Hal ini menjadikan informasi tersebut untuk dapat menggunakan keramik dengan lebih baik lagi.

    Salah satunya memahami dan mengevaluasi aspek kinerjanya. Anda akan menemukan mengapa beberapa produk keramik lebih mudah dibersihkan daripada yang lain, atau mengapa beberapa lebih tahan lama dan kuat.

    Selain itu, dengan informasi tersebut maka Anda bisa menjadi konsumen yang lebih baik. Hal ini dapat mempermudah dalam menentukan nilai keramik sehingga bisa merancang pembiayaan mengenai renovasi atau pembuatan rumah baru jika diperlukan.

    Anda harus tahu bahwa ada 2 jenis ubin keramik, yaitu yang berlapis kaca atau glazed dan tanpa kaca atau un-glazed.

    1. Ubin Keramik Berlapis Kaca

    Pada keramik berlapis kaca, Anda akan melihat 2 lapisan. Bagian tubuh ubin (bisque), lalu lapisan di atasnya berbentuk glazed. Ubin berlapis kaca ini memiliki permukaan keras yang tidak berpori dan kedap air. Selain itu juga tahan noda dibandingkan ubin yang tidak memiliki glazed.

    2. Ubin Keramik Tanpa Kaca

    Keramik tanpa glazed mampu memberikan kesan keindahan yang berbeda pada bagian rumah. Keramik ini memiliki warna solid dan tidak memiliki lapisan kaca di atasnya.

    Tanpa adanya aplikasi permukaan tambahan membuatnya lebih padat dan tahan lama daripada ubin berlapis kaca. Sehingga lebih cocok untuk aplikasi interior dan eksterior di mana daya tahan menjadi perhatian utama Anda.

    Untuk membuat dua jenis keramik ini, maka proses yang dilalui berbentuk seperti berikut ini.


    Tags: kerajinan yang teknik

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia