Teknik Kreatif yang Membentuk Kecantikan - Eksplorasi Seni Keramik di Dunia DIY
Proses Pembuatan Keramik
Setidaknya kamu membutuhkan waktu satu hingga dua hari untuk membuat keramik dari awal hingga akhir. Berikut proses yang harus dilalui dalam pembuatan keramik.
1. Mempersiapkan bahan dasar
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan seluruh bahan dasar dan perlengkapannya. Kamu perlu tahu dulu kebutuhan tanah liat untuk membuat kerajinan atau keramik lantai. Siapkan juga ruang yang cukup luas untuk mengeringkan dan membakar keramik. Makin luas, makin banyak jumlah keramik yang bisa dikerjakan dalam satu waktu.
2. Mengolah bahan
3. Pembentukan keramik
4. Proses pengeringan
Dalam proses pembentukan, kamu akan membutuhkan banyak air supaya tanah liat bisa diolah dan dibentuk. Proses selanjutnya adalah menghilangkan kandungan air di dalam keramik supaya kokoh dan tidak mudah pecah. Proses ini menggunakan teknik penguapan atau membiarkannya diruang terbuka. Melakukan proses pengeringan ini juga menurunkan risiko keramik retak atau pecah.
5. Pembakaran keramik pertama
Langkah selanjutnya adalah proses pembakaran untuk membuat keramik mengeras dan kokoh. Proses pembakaran pertama ini akan memasukkan keramik yang sudah dibentuk ke dalam tungku pembakaran. Suhu pun diatur sangat tinggi hingga mencapai 1.000 derajat Celsius.
Pembakaran akan berlangsung selama 9—10 jam, lalu dibiarkan hingga suhu di dalam tungku dan keramik turun menjadi normal kembali. Pendiaman ini biasanya berlangsung hingga 2 malam supaya keramik tidak mengalami perubahan suhu yang drastis yang menyebabkan keretakan.
6. Pemberian motif keramik
Proses selanjutnya adalah memberikan motif pada keramik supaya tidak polos. Kamu bisa mengamplasnya untuk membuat keramik lebih halus dan mudah diberi warna.
Untuk keramik lantai, proses penghalusan ini biasanya menggunakan cairan glasir. Teknik yang digunakan bisa dalam berbagai cara, mulai dari disemprot, dioleskan, hingga dicelupkan. Cairan ini akan membuat warna lantai keramik lebih cerah dan menyala.

Pengertian Seni Keramik
Seni keramik merupakan suatu jenis karya seni rupa yang perwujudan objeknya dapat dilakukan dengan menggunakan material non logam dan anorganik berbentuk padat melalui dilakukannya proses pembakaran bersuhu cukup tinggi. Pada mulanya, keramik lebih dikenal sebagai suatu benda-benda yang terbuat dari bahan tanah liat yang dibakar dengan suhu tinggi, seperti gerabah, genteng, porselin, dan sebagainya.
Teknik pijit tekan (pinch) yakni suatu teknik pembentukan badan keramik secara manual. Teknik pijat tekan dapat dilakukan dengan cara tanah liat yang dipijit tekan dari bentuk bola menjadi bentuk yang akan diinginkan dengan menggunakan jari-jari tangan. Adapun cara membuat keramik dengan teknik pijit tekan, yaitu sebagai berikut:
1. Pijit tanah dengan ibu jari
2. Tekan tanah kemudian diputar
3. Bentuk leher dengan ibu jari
4. Membuat tutup dengan cara yang sama
5. Mengukur tutup dengan badan
Teknik pilin (coil) yakni suatu teknik pembentukan badan keramik yang dapat dilakukan secara manual caranya dengan menggunakan tanah liat yang digulung hingga akan membentuk pilinan tanah. Adapun cara untuk membuat keramik dengan teknik pilin, yaitu sebagai berikut:
1. Buat pilinan di atas meja.
2. Buat lempengan lingkaran sebagai alas.
3. Lilitkan pilinan di atas lempengan. Selanjutnya, rapikan menggunakan butsir.
4. Selesaikan bentuk dengan pilinan.
Teknik lempengan (slab) yakni suatu teknik pembentukan badan keramik yang dapat dilakukan secara manual dengan membentuk lempengan menggunakan rol yang tersedia. Dimana lempengan yang terbentuk dapat digunakan untuk membuat karya keramik yang berbentuk persegi atau silinder. Adapun cara untuk membuat keramik dengan teknik lempengan bentuk persegi, yaitu sebagai berikut:
1. Gulung lempengan dengan cetakan silinder.
2. Potong kelebihan tanah menggunakan butsir.
3. Ratakan tanah dan beri alas lingkaran.
4. Satukan 3 sisi lempengan dengan lem tanah.
5. Tambahkan sisi lainnya dan satukan dengan cara yang sama.
6. Menggunakan butsir rapikan bentuk persegi dengan hati-hati.

Fungsi Seni Keramik
Keramik dapaat dijadikan sebagai sebuah hasil karya seni tidak hanya digunakan sebagai pajangan atau dekorasi saja. Salah satu jenis karya seni kriya ini juga dibuat dengan lebih mengutamakan kegunaannya sebagai benda yang dapat dipakai. Contohnya piring, cangkir, vas bunga dan lain sebagainya.
Fungsi utama dari seni yang terbuat dari keramik ini tentu saja untuk digunakan sebagai dekorasi. Guci, pajangan dinding hingga vas yakni beberapa contoh benda yang terbuat dari bahan keramik yang sering dijumpai untuk mempercantik tampilan ruangan.
Benda yang terbuat dari keramik tidak hanya dianggap memiliki nilai seni sehingga dijadikan sebagai dekorasi ruang di dalam rumah. Ada pula yang menggunakannya untuk ritual keagamaan atau penyembahan seperti yang dilakukan oleh manusia di jaman dulu.

Tags: kerajinan yang teknik