... Apa yang Dimaksud dengan Tenun Ikat? Panduan Lengkap untuk Pemula - Pekerjaan Jarum dan DIY

"Arti dari Tenun Ikat - Memahami Kesenian Kain Tradisional"

Ragam Kain Tenun yang Berasal dari Daerah Indonesia

Kain tenun Indonesia adalah kain yang proses pembuatannya dengan cara menenun benang secara manual menggunakan alat tenun tradisional. Tenun ikat Indonesia memiliki beragam motif, ciri khas, makna, dan cara pembuatan yang bervariasi tergantung dari daerah asalnya.

  • Tenun Berasal dari Daerah Mana?
  • Jenis Kain Tenun Indonesia
  • Teknik Pembuatan Tenun
  • Tahap Pembuatan Kain Tenun
  • Kegunaan Tenun Secara Adat Tradisional
  • Fungsi Kain Tenun di Era Modern
  • Desainer Fashion yang Menggunakan Tenun

Indonesia memiliki beragam jenis kain tenun yang terkenal di dunia, seperti batik, ikat, songket, tenun ulos, dan masih banyak lagi. Setiap jenis tenun memiliki ciri khas dan teknik pembuatan yang berbeda-beda, tergantung pada budaya dan kebiasaan masyarakat di daerah pembuatnya.

Weaving is a method of textile production in which two distinct sets of yarns or threads are interlaced at right angles to form a fabric or cloth. Pengertian tenun menurut Wikipedia

Kerajinan Tenun: Pengertian, Sejarah, dan Jenisnya

Sejumlah perempuan menenun di baawah rumah Desa Gumananon, Kecamatan Mawasangka, Buton Tengah. Sulawesi Tenggara. Desa Gumananon menjadi tempat warisan leluhur turun temurun terkait tenun Kamohu. (Dok. KemenKopUKM)

Oleh: Ani Rachman, Guru SDN No.111/IX Muhajirin, Muaro Jambi, Provinsi Jambi KOMPAS.com - Kerajinan tenun menjadi salah satu kekayaan budaya, berupa kerajinan tangan, yang dimiliki Indonesia. Apa itu kerajinan tenun?

Proses Pembuatan Tenun Ikat Pakan

Tenun ikat pakan adalah tenun ikat yang benang dalam pada sehelai kain tenun letaknya searah dengan lebar kain atau tenun ini pembuatan motifnya dengan cara mengikat motif benang pakannya agar zat warna tidak masuk. Seperti inilah proses pembuatan tenun ikat pakan yang perlu sobat griya tenun ketahui.

1. Proses Plangkan

Proses plangkan pada tenun ikat pakan yaitu menyusun benang pakan dari bentuk streng atau kones ke dalam plangkan. Benang-benang ini tak perlu dikres karena akan dibuat untuk benang pakan. Benang-benang disusun secara teratur, dari streng pertama sampai streng terakhir, dari arah kiri ke kanan.

Jumlah susunan streng disesuaikan dengan lebar dan panjang kain yang akan dibuat, serta kerapatan sisir yang akan digunakan.

2. Proses Pengikatan

Proses yang menentukan pembuatan motif, apabila salah pada proses ini akan berakibat fatal yaitu akan merusak motif. Motif yang terbentuk jadi gak karuan atau abstrak. Sebelum mengikat, kita harus membuat pola lebih dulu di atas benang yang sudah diplangkan.

Pengikatan dilakukan mengikuti pola atau motif yang sudah digambar. Talinya menggunakan tali plastik atau tali rafia. Teknik ikatan harus benar, ikatan yang bagus adalah ikatan yang tepat pada garis pola dan ikatannya padat, sehingga warna tidak tembus pada benang yang sudah diikat. Mengingat tujuan pengikatan adalah untuk menghalangi zat pewarna masuk ke dalam benang.

3. Proses Pewarnaan

Cara pewarnaan benang pada tenun ikat pakan ini, secara prinsip tidak jauh berbeda dengan cara pewarnaan pada pembuatan tenun lurik, baik campuran zat pewarnanya maupun proses pencelupannya.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah cara pewarnaan pada tenun ikat harus dimulai dari warna tertua terlebih dahulu, karena teknik penghalang zat pewarnanya dengan teknik membuka ikatan, jangan sampai keliru ya.

4. Proses Pemaletan

Pemaletan adalah memindahkan benang pakan dari bentuk streng ke dalam kelenting sehingga menjadi benang dalam bentuk paletan dengan menggunakan alat pintal (erek). Benang yang dipalet tidak boleh melewati ujung kelenting karena dapat mengakibatkan benang dari teropong susah ditarik atan keluar.

Sejarah dan perkembangan kerajinan tenun di Indonesia

diskominfo.kaltimprov.go.id Kain Tenun Ulap Doyo dari Kalimantan Timur

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Kain Tenun bermotif Songke menjadi daya tarik menggaet wisatawan Nusa tara dan mancanegara untuk belajar menenun, identitas, nilai, makna dibalik motif-motif, Senin, (15/8/2022). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

Jenis kain tenun Asal daerah
Kain tenun Sambas Kalimantan Barat
Kain tenun Donggala Sulawesi Tengah
Kain tenun Gringsing Bali
Kain Hinggi Nusa Tenggara Timur
Kain tenun Toraja Sulawesi Selatan
Kain tenun songket Sukarara Nusa Tenggara Barat
Kain songket Palembang Sumatera Selatan
Kain tapis Lampung
Kain tenun Ulos Sumatera Utara
Kain songket Minangkabau Sumatera Barat
Kain tenun Troso Jepara Jawa Tengah
Kain tentun Doyo Kalimantan Timur

Suka baca tulisan-tulisan seperti ini? Bantu kami meningkatkan kualitas dengan mengisi survei Manfaat Kolom Skola

Sejarah Tenun Troso

Desa Troso, terletak 15 km ke arah tenggara dari pusat kota Jepara. Dari sinilah proses perkembangan sentra industri tenun berawal, berkembang dan mengalami pasang surut dari tahun ke tahun. Menurut legendanya, sejarah Kain Tenun Troso dimulai saat masuknya Agama Islam di wilayah Jawa tengah dan sekitarnya. Yaitu pada masa berdirinya Kerajaan Mataram Islam.

Kain ini dipakai pertama kali oleh Mbah Senu dan Nyi Senu saat menemui Ulama Besar Mbah Datuk Gunardi Singorojo saat sedang berdakwah di Desa Troso. Kemudian pada masa awalnya kain tenun ini dibuat khusus sebagai pelengkap pakaian raja. Sejak saat itulah keterampilan membuat kain tenun troso dimiliki oleh warga Desa Troso dan diwariskan secara turun temurun.

Pada sekitar tahun 1935, sebelum masa kemerdekaan Indonesia, para pengrajin Tenun Troso membuat Kain Tenun Gedong. Kemudian saat keahlian mereka semakin berkembang, mereka mulai membuat kain Tenun Pancal, yaitu pada sekitar tahun 1943.

Pada saat tahun 60-an terjadi sebuah perkembangan signifikan pada industri tenun di daerah ini. Dimana saat itu para perajin tenun secara besar-besaran mulai beralih menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) menggantikan alat tenun tradisional. Produksi kain tenun lurik, mori dan sarung ikat mengalami perkembangan pesat secara jumlah maupun kualitas.

Saat itu adalah masa keemasan dan kejayaan Kain Tenun Troso. Namun pada akhir tahun 70-an industri tenun Troso mulai mengalami kelesuan ekonomi. Banyak perusahaan tenun mengalami gulung tikar. Peristiwa ini diakibatkan karena mulai berdirinya perusahaan tenun besar di Indonesia yang menggunakan Alat Tenun Mesin (ATM).

Pengrajin tradisional tak mampu bersaing dalam hal harga sehingga industri tenun tradisional tidak berkembang dan bahkan banyak mengalami kebangkrutan.

Pada awal tahun 80-an, industri Tenun Troso sempat mengalami kebangkitan. Unit-unit usaha di pedesaan sempat tumbuh kembali. Produksi tenun tradisional Troso muncul kembali di pasaran.


Tags: yang tenun dimaksud ikat

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia