Bahan Pewarna Mengkilap untuk Kerajinan Keramik
5) Teknik Putar
Teknik pembentukan badan keramik dengan menggunakan alat putar kaki (kickwheel) dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris.
Hasil karya tanah liat dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Jika sudah kering, karya dapat dibakar menggunakan tungku keramik, dengan bahan bakar yang bervariasi seperti gas, kayu, minyak tanah atau listrik. Keramik yang dibentuk sudah dapat diberi dekorasi pada saat setengah kering atau saat sudah mengalami pembakaran pertama (bisque). Dekorasi bertujuan agar keramik tampak lebih indah dan kuat. Keramik dari tanah liat bakaran tinggi, dapat dihias dengan pewarna glasir. Glasir adalah lapisan keras yang berkilap pada lapisan produk keramik. Jika menggunakan pewarna glasur, keramik harus dibakar secara khusus, yaitu dibakar dua kali, pertama pembakaran bisquit hingga 900oC, lalu diglasir dan dibakar kembali hingga suhu 1.200o-1.300oC.
Demikian pembahasan mengenai eknik dalam pembuatan kerajinan keramik pijit tekan, pilin, lempengan, cetak, dan putar, rangkuman materi prakarya kelas 7 semester 1. Pelajari juga materi selanjutnya. Sekian, terimakasih.
2) Alat Pembuatan Keramik
Teknik pijit tekan (pinch) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual. Caranya tanah liat dipijit tekan dari bentuk bola menjadi bentuk yang diinginkan dengan menggunakan jari-jari tangan.
Teknik pilin (coil) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual caranya tanah liat digulung hingga terbentuk pilinan tanah.
Teknik lempengan (slab) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual dengan membentuk lempengan menggunakan rol. Lempengan digunakan untuk membuat karya keramik yang berbentuk persegi atau silinder.
Teknik pembentukan dengan acuan alat cetak dapat digunakan untuk memproduksi produk kerajinan keramik dalam jumlah yang banyak, dan waktu relatif singkat dengan bentuk dan ukuran yang sama pula. Teknik cetak meliputi: cetak padat dengan teknik press (tekan) dan cetak basah atau cair dengan teknik cor.
Persiapan Glasir
A. Proses Pencampuran Bahan Glasir
Proses pencampuran bahan glasir melibatkan beberapa langkah penting.
Pertama, bahan-bahan seperti silika, oksida logam, kaolin, feldspar, dan alumina harus diukur dengan tepat sesuai dengan resep glasir yang diinginkan.
Proses pencampuran ini sangat penting untuk menciptakan glasir yang memiliki konsistensi dan warna yang tepat.
B. Penyesuaian Konsistensi Glasir
Sebaliknya, jika glasir terlalu encer, bisa ditambahkan lebih banyak bahan glasir kering untuk mengentalkannya. Penyesuaian konsistensi ini penting untuk memastikan bahwa glasir dapat diterapkan dengan mudah dan merata pada permukaan keramik.
C. Pengujian Warna dan Kilap
Sebelum glasir diterapkan pada keramik, penting untuk melakukan pengujian warna dan kilap. Pengujian ini biasanya dilakukan dengan cara membuat sampel glasir kecil dan membakarnya dalam kiln.
Jika hasil pengujian tidak sesuai dengan yang diharapkan, resep glasir dapat disesuaikan dan diuji kembali hingga mendapatkan hasil yang diinginkan.
Tags: kerajinan bahan yang produk pada