... Bahan Menghaluskan Kerajinan Kayu dalam Seni Jahit dan DIY

Bahan-Bahan yang Digunakan untuk Menghaluskan Kerajinan Kayu dalam Seni Jahit dan DIY

Alat Penghalus Tradisional: Cobek, Lesung, dan Lumpang

Cobek memiliki nama lain, yaitu layah atau lemper. Dalam bahasa Sunda dikenal dengan sebutan coét atau cowét, dan dalam bahasa Jawa disebut cowek atau coek. Alat penghalus tradisional ini dilengkapi dengan alat penghancur yang disebut ulekan. Dalam bahasa Sunda, ulekan disebut mutu, sementara dalam bahasa Jawa disebut munthu, uleg-uleg, atau ulegan.

Cobek terbuat dari macam-macam bahan, di antaranya batu, semen, kayu keras, tanah liat, keramik, atau logam (kuningan atau baja antikarat). Biasanya bahan yang lazim digunakan adalah batu alam, batu kali, atau batu andesit (batu vulkanik gunung berapi).

Bentuknya ada yang menyerupai mangkuk besar, ada pula yang berbentuk piring.

Alat semacam ini ternyata sudah digunakan oleh manusia sejak zaman batu (sekitar 35.000 tahun SM). Cobek merupakan salah satu alat tertua yang digunakan manusia sejak Zaman Batu.

Di Yunani, ditemukan artefak dari sekitar kurun waktu 3.200 sampai 2.800 SM yang menunjukkan bahwa alat yang digunakan untuk mengekstraksi atau menumbuk zat pigmen pewarna diambil dari batu-batuan.

Di Amerika, penumbuk aneka bahan disebut guacamole, sementara di Spanyol disebut gazpacho. Dalam Bahasa Inggris cobek disebut mortar, dan ulekan disebut pestle.

Macam-Macam Cobek

Cobek Batu

Karena terbuat dari batu, alat penghalus tradisional ini biasanya berat. Ada bermacam-macam batu yang bisa dipakai sebagai bahan, yaitu batu kali, batu gunung, maupun batu candi. Ukurannya bervariasi, tetapi biasanya berdiameter sekitar 17-60 cm.

Bentuknya agak cekung dengan ulekan dari batu sebagai pasangannya. Jenis ini banyak disukai masyarakat karena bahan-bahan segera halus bila ditumbuk di wadah ini lantaran permukaan cobek yang kasar dan keras serta ulekannya yang kuat dan berat.

Cobek yang baru ada baiknya digunakan untuk menghaluskan garam. Dengan cara ini kita dapat mengetahui apakah cobek tersebut dari batu asli atau hanya lapisan. Dengan menghaluskan garam akan terkikis lapisan warnanya. Jika cobek batu asli maka warnanya tidak berubah.

Cara kedua, kucurkan air keran ke cobek untuk beberapa saat. Dengan cara ini, lapisan batu pada cobek yang kualitasnya kurang baik akan terlepas dan tidak akan tercampur dalam bumbu yang akan dihaluskan.

Salah satu daerah di Indonesia yang menjadi sentra perajin cobek dan ulekan batu adalah Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, lokasinya dekat Candi Borobudur.

Cobek Kayu

Cobek kayu jelas lebih ringan dari cobek batu. Ukuran diameternya mulai dari 12 cm, biasanya terbuat dari kayu jati, sonokeling, dan palem.

Jenis cobek ini dapat menghasilkan sambal yang sedap. Namun, ada kekurangannya juga. Jika sudah dipakai lama, kayu akan terkikis dan serpihannya bisa saja bercampur dengan sambal. Selain itu, bila terlalu lama terkena cairan, cobek kayu ini dapat lembap mengembang dan bahkan berjamur.

Cobek Semen

Cobek jenis ini adalah cobek yang sebisa mungkin dihindari oleh banyak orang. Sebab, permukaannya sering kali ikut terkikis bersama bahan-bahan yang tengah dihancurkan. Oleh karena itu, para penjual menaruhnya berjajar dengan cobek batu guna memperoleh dampak yang samar-samar dalam pandangan para pembeli.


Tags: kerajinan dari bahan yang adalah kayu digunakan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia