Membuat Kemeja Tenun Lombok Pria - Panduan Praktis untuk Kerajinan Sulam Sendiri
Budaya Pernikahan Suku Sasak
Bicara soal budaya, Lombok dikenal dengan suku Sasak sebagai suku asli dari Pulau 1000 Masjid ini. Mayoritas masyarakat Suku Sasak beragama Islam, tetapi uniknya, ada beberapa praktik keagamaan yang berbeda dengan ajaran Islam pada umumnya. Itu karena Suku Sasak masih memegang teguh adat istiadat secara turun-temurun.
Adat Suku Sasak yang paling mudah ditemukan adalah saat menjelang resepsi perkawinan. Dimana jika perempuan mau dinikahkan, maka harus mengikuti prosesi “kawin lari” atau “kawin culik”. Perempuan akan diculik oleh pihak lelaki selama beberapa hari, dengan catatan gadis tersebut harus sudah siap untuk dinikahkan oleh pihak lelaki.
Budaya kawin culik ini selalu dilakukan sampai saat ini, terutama bagi masyarakat asli Sasak yang tinggal di Desa Sasak Sade, Kabupaten Lombok Tengah. Di sini pihak lelaki tidak bisa sembarangan menculik, karena tetap ada aturan yang perlu ditepati. Lelaki yang akan meminang harus membawa beberapa kerabat sebagai saksi.
Selepas melakukan penculikan terhadap gadis yang akan dipinang, selanjutnya rombongan pria melakukan prosesi ‘nyelabar’ yang jumlahnya terdiri dari 5 orang, dan wajib mengenakan pakaian adat. Prosesi ini dilakukan untuk memberitahukan kepada keluarga perempuan bahwa anak gadisnya sedang diculik di suatu tempat untuk dinikahkan. Budaya yang unik bukan?
Tips Merawat Baju Adat Lombok
Baju adat Lombok merupakan warisan budaya yang berharga dan perlu dirawat dengan baik agar dapat terus digunakan dan dinikmati oleh generasi mendatang. Berikut adalah beberapa tips merawat baju adat Lombok:
Tip 1: Cuci dengan Tangan
Baju adat Lombok sebaiknya dicuci dengan tangan menggunakan deterjen lembut. Jangan gunakan mesin cuci karena dapat merusak kain dan motif songket.
Tip 2: Jemur di Tempat Teduh
Tip 3: Setrika dengan Suhu Rendah
Jika perlu disetrika, gunakan suhu rendah dan setrika bagian dalam kain saja. Jangan menyetrika langsung pada bagian motif songket.
Tip 4: Simpan di Tempat Kering
Baju adat Lombok harus disimpan di tempat yang kering dan tidak lembab. Gunakan lemari atau kotak penyimpanan yang berventilasi baik.
Tip 5: Hindari Bahan Kimia
Jangan gunakan bahan kimia seperti pemutih atau pewarna pada baju adat Lombok karena dapat merusak kain dan motif songket.
Tip 6: Bersihkan Secara Profesional
Jika baju adat Lombok sangat kotor atau bernoda, sebaiknya dibersihkan secara profesional oleh ahli pembersih pakaian tradisional.
Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat membantu menjaga keindahan dan kualitas baju adat Lombok agar dapat terus diwariskan ke generasi mendatang.
Desa Penghasil Kain Tenun Lombok
Foto: Datu Lombok Tour
Saat jalan-jalan ke Lombok banyak orang mengincar untuk mendatangi pulau Gili untuk menyelam atau naik ke Gunung Rinjani. Lombok memang memiliki banyak destinasi alam yang luar biasa.
Tapi satu lagi yang tidak boleh Anda lewatkan adalah mampir ke Desa Sade dan Desa Sukarara, dua desa terbaik penghasil kain tenun Lombok. Kedua desa ini juga disebut sebagai rumah bagi Suku Sasak, suku asli pulau Lombok. Jarak Desa Sade sendiri hanya 5 kilometer dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, nih, Bunda.
Tags: tenun baju pria lombok