...
Kain tenun dengan Motif Tapok Kemalo biasanya digunakan untuk bebengkung atau dodot yaitu semacam ikat pinggang yang memiliki panjang 30 cm dan lebar 25 cm, pada saat Suku Sasak bergembira karena hasil panennya yang melimpah dan pada upacara adat lain nya.
Dengan demikian, keahliannya menenun bisa menjadi alternatif untuk menopang perekonomian keluarganya, serta menunjang aktivitas keharian mereka seperti digunakan dalam acara adat, beribadah, membedong bayi, selimut, serta penutup jenazah.
Dari berbagai jenis produk kerajinan tangan yang dihasilkan memiliki ciri khas Lombok, walaupun memiliki kesamaan produk dengan daerah lain, tetapi dengan ciri khas mulai dari bentuk, motif, hingga bahan yang digunakanlah yang membuat perbedaan produk kerajinan tangan dari Lombok dengan daerah lain yang ada di Indonesia.
Dengan demikian, keahliannya menenun bisa menjadi alternatif untuk menopang perekonomian keluarganya, serta menunjang aktivitas keharian mereka seperti digunakan dalam acara adat, beribadah, membedong bayi, selimut, serta penutup jenazah.
Dengan demikian, keahliannya menenun bisa menjadi alternatif untuk menopang perekonomian keluarganya, serta menunjang aktivitas keharian mereka seperti digunakan dalam acara adat, beribadah, membedong bayi, selimut, serta penutup jenazah.
Bukan itu saja, mutiara di Lombok termasuk ke dalam jajaran mutiara Laut Selatan yang bisa dikatakan mutiara terbaik di dunia, karena kepopulerannya, banyak orang yang ingin membeli mutiara tersebut.
Adapun pemahaman dari berbagai informan bahwa motif batang empat ini memiliki makna menjaga persatuan antar suku sesama manusia karana asal mula dikatakan Batang Empet itu Batang artinya penjaga sedangkan Empet itu artinya menutup.
Kain dengan motif batang empat biasa digunakan dalam kegiatan adat seperti dalam pelaksanaan ajen-ajen, digunakan sebagai bebengkung sabuk pada saat Nyongkolan dan Nyelabar yaitu mendatangi keluarga sang perempuan pada prosesi pernikahan adat Suku Sasak.
Kreatif Lokal Award 2020 merupakan bagian dari Festival Kreatif Lokal 2020 yang menjadi kegiatan Corporate Social Responsibility CSR dari Adira Finance bekerjasama dengan Kemenparekraf RI bertemakan BangkitBersamaSahabat.
Dengan demikian, keahliannya menenun bisa menjadi alternatif untuk menopang perekonomian keluarganya, serta menunjang aktivitas keharian mereka seperti digunakan dalam acara adat, beribadah, membedong bayi, selimut, serta penutup jenazah.