... Cara Mudah Membuat Ikat Kepala Tenun Lombok Sendiri | Panduan DIY

Ikat Kepala Tenun Lombok - Keindahan dan Kreativitas dalam Kerajinan Sulaman Tradisional

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Suku Bayan : Pusat Budaya Lombok Tertua

Pulau Lombok merupakan salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Pulau yang berada di Kepulauan Nusa Tenggara Barat, dan terletak sebelah timur Pulau Bali ini terkenal dengan jajaran pantainya yang begitu indah. Namun, selain memiliki kekayaan alam yang indah, Lombok juga kaya akan suku budaya yang masih ada sampai saat ini loh, salah satunya adalah Suku Bayan.

Suku Bayan ini merupakan pusat budaya Lombok yang tertua, dan terletak di Kabupaten Lombok Utara. Suku ini masih melestarikan adat istiadat dari nenek moyangnya, baik dari struktur bangunan rumah, pakaian sehari-hari, sampai berbagai upacara adat masih mereka pertahankan hingga saat ini. Meskipun demikian, hal tersebut tidak membuat Suku Bayan menutup diri dari dunia luar.

Jika Anda berkunjung ke Pulau Lombok, Anda bisa mampir ke daerah Lombok Utara, Kecamatan Bayan, tempat Suku Bayan berada. Anda bisa menambah informasi dan belajar mengenai warisan budaya nenek moyang disana.

Pakaian Adat Suku Sasak

Itulah sekilas tentang adat Lombok yang perlu diketahui. Setiap suku dan budaya, tentu memiliki pakaian adat masing-masing dengan keunikan yang dimiliki. Begitupun dengan Suku Sasak di Lombok. Tenun dan songket tak pernah lepas dari budaya masyarakat Suku Sasak. Jika kamu penasaran dengan budaya di Lombok, yuk ketahui pakaian adat Lombok!

1. Pegon untuk Laki-Laki

Pakaian adat Suku Sasak Lombok untuk laki-laki, dikenal dengan nama Pegon. Baju adat ini merupakan hasil adaptasi antara budaya Jawa dan Eropa yang kemudian dibawa ke wilayah Nusa Tenggara Barat. Pegon sering digunakan saat upacara adat besar, sehingga disebut juga sebagai sebuah kebesaran dan keagungan bagi masyarakat Suku Sasak.

Inilah komponen pakaian adat bagi laki-laki Suku Sasak :

  • Sapuq : Ikat kepala yang terbuat dari songket khas Lombok. Sapuq menjadi pelindung kepala yang menutupi bagian ubun-ubun. Motif sapuq dan songket yang menjadi bawahan harus sama. Penggunaan sapuq dimaksudkan untuk menjaga pikiran dari hal-hal yang tidak baik.
  • Leang : Kain yang menutupi bagian luar pakaian. Leang biasanya dipasangkan dengan kain yang dipakai di bagian dalam, atau biasa disebut slewoq. Kain ini terbuat dari songket yang pada bagian depan dibentuk dengan pola khas Suku Sasak, bagian ujungnya dibiarkan menjulur ke bawah sebagai simbol kerendahan hati.
  • Selepan : Senjata tajam yang di selipkan ke dalam leang.
  • Pegon : Jas khas Suku Sasak yang menutupi bagian punggung. Kemudian di bagian depan dikancingkan secara penuh, kecuali kancing paling bawah. Menandakan keagungan seorang pria dan kesopanan terhadap sesame.
  • Slewoq : Kain yang diikat pada bagian pinggang dan digulung seperti sarung. Bagian ujungnya dibuat melancip dan terlipat seperti kipas.

Tari Suling Dewa

Sama halnya dengan budaya dari suku-suku yang lain, suku yang satu ini juga memiliki tarian adat tradisional yang biasa disebut Tari Suling Dewa. Tarian ini biasanya dilakukan saat musim kemarau panjang dengan tujuan untuk meminta hujan.

Tarian ini dilakukan oleh 2 pasang penari pria dan Wanita, satu pemain suling, dan satu orang pembaca hikayat. Pembacaan hikayat ini diyakini sebagai media permohonan turunnya hujan ke bumi. Dalam tarian ini disiapkan juga sesaji yang berupa kembang, makanan, dan kapur sirih.

Tari Suling Dewa ini merupakan tarian adat yang sakral, oleh sebab itu tarian ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang di etnis Bayan. Tarian ini hanya bisa dilakukan oleh pimpinan tokoh adat ataupun sesepuh desa. Suling yang dipakai pun harus menggunakan suling yang dikeramatkan secara turun temurun.

Sampai saat ini, Tari Suling Dewa juga masih dilakukan oleh masyarakat Bayan. Namun kini tidak hanya digunakan sebagai tarian meminta hujan, masyarakat Bayan juga menggunakan Tari Suling Dewa untuk menyambut tamu penting ataupun upacara kenegaraan.


Tags: tenun ikat lombok

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia