Ikat Kepala Tenun Lombok - Keindahan dan Kreativitas dalam Kerajinan Sulaman Tradisional
Budaya Pernikahan Suku Sasak
Bicara soal budaya, Lombok dikenal dengan suku Sasak sebagai suku asli dari Pulau 1000 Masjid ini. Mayoritas masyarakat Suku Sasak beragama Islam, tetapi uniknya, ada beberapa praktik keagamaan yang berbeda dengan ajaran Islam pada umumnya. Itu karena Suku Sasak masih memegang teguh adat istiadat secara turun-temurun.
Adat Suku Sasak yang paling mudah ditemukan adalah saat menjelang resepsi perkawinan. Dimana jika perempuan mau dinikahkan, maka harus mengikuti prosesi “kawin lari” atau “kawin culik”. Perempuan akan diculik oleh pihak lelaki selama beberapa hari, dengan catatan gadis tersebut harus sudah siap untuk dinikahkan oleh pihak lelaki.
Budaya kawin culik ini selalu dilakukan sampai saat ini, terutama bagi masyarakat asli Sasak yang tinggal di Desa Sasak Sade, Kabupaten Lombok Tengah. Di sini pihak lelaki tidak bisa sembarangan menculik, karena tetap ada aturan yang perlu ditepati. Lelaki yang akan meminang harus membawa beberapa kerabat sebagai saksi.
Selepas melakukan penculikan terhadap gadis yang akan dipinang, selanjutnya rombongan pria melakukan prosesi ‘nyelabar’ yang jumlahnya terdiri dari 5 orang, dan wajib mengenakan pakaian adat. Prosesi ini dilakukan untuk memberitahukan kepada keluarga perempuan bahwa anak gadisnya sedang diculik di suatu tempat untuk dinikahkan. Budaya yang unik bukan?
Jual Kain Tenun Etnik Berbagai Model dan Motif di Daerah Malang
Anda mencari Kain tenun dengan berbagai Model dan Motif di daerah Malang? Kami Agen sekaligus Distributor Kain Tenun Etnik Khas Indonesia
untuk pemesanan Hubungi Whatsapp kami di : 081317041474
Kami juga menerima Reseller dan Dropship Untuk Wilayah Seluruh Indonesia.
kami juga menyediakan :
- jual Tas Tenun Etnik Motif Lombok
- jual Ikat Kepala Tenun Motif Dayak
- Jual Ikat Kepala Tenun Motif Baduy
- Jual Ikat Kepala Tenun Motif Batak
- Jual Ikat kepala Tenun Motif Toraja
- Jual Blanket Tenun Motif Toraja
- Jual Blanket Tenun Motif Jepara- Jual Blanket Tenun Motif Lombok
- Jual Syal Tenun Motif Toraja
- Jual Syal Tenun Motif Lombok
kami juga menjual Di :
Makna Filosofis 14 Motif Tenun dari Nusa Tenggara
Seperti halnya puisi yang sarat makna, tiap lembaran kain tenun pun berusaha menyampaikan suatu kisah, nilai-nilai, atau makna filosofis kepada dunia luas. Dan kisah masing-masing tenun itu, tidak akan pernah sama antara yang satu dengan yang lainnya.
Hampir di setiap pelosok bumi nusantara ini menghasilkan kain tenun yang indah dengan beragam makna di dalamnya. Dari mulai Jawa, Sumatera, Maluku, Papua, Kalimantan dan seterusnya.
Pekerjaan menenun merupakan seni kerajinan tangan turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang. Keragaman suku, etnis, budaya, adat, keyakinan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, turut memperkaya khasanah ragam motif kain tenun di Indonesia.
Joseph Fisher, seorang pengamat tekstil dunia menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara penghasil seni tenun yang paling kaya dan canggih yang pernah ada di dunia.
Umumnya, motif tenun berupa benda hidup naturalistis seperti manusia, hewan dan tumbuhan yang ada di sekitar para penenun.
Motif manusia digambarkan melalui sosok tubuh dan anggota tubuh dan biasanya diwujudkan secara utuh. Motif hewan dilukiskan dengan dua cara, baik secara utuh maupun hanya anggota badan saja (bagian ekornya, sayap atau kepala). Sedangkan ragam hias atau corak tenun, biasanya berupa tangkai kembang, suluran, belah ketupat, ujung tombak, tanda silang, titik-titik, persegi empat, dll.
Bagi saya yang awam, memahami masing-masing motif dan ragam hias tenun, bukanlah pekerjaan mudah.
Terkadang, saking rumit dan abstraknya, saya sampai perlu memicingkan mata dan mengerutkan kening untuk bisa memahami motif dan ragam hias kain tenun. Apalagi memahami pesan atau maknanya.
Namun di luar hal tersebut, melihat beragam warna, motif dan rajutan benang yang membentuk garis, titik-titik, lengkungan, segi empat, dan lainnya, di dalam sehelai kain tenun, sanggup mempesona dan mencuri hati saya.
Suku Bayan, Pusat Budaya Lombok Tertua
Sebelum berkunjung ke Kecamatan Bayan, Lombok Utara ada baiknya Anda mengetahui hal-hal seputar Suku Bayan ini, supaya saat berkunjung Anda paham berbagai tradisi dan adat istiadat disana.
Mengutip dari Wikipedia, Suku Bayan adalah suatu komunitas yang merupakan bagian khusus dari masyarakat suku bangsa Sasak yang lebih luas, dan dikenal sebagai pusat budaya Lombok tertua. Seperti yang sudah disebutkan di atas, Suku Bayan berasal dari Kecamatan Bayan sehingga mereka sering dipanggil dengan Suku Bayan.
Suku Bayan juga sering disebut dengan Suku Sasak Bayan, mengapa demikian? Ya, karena di Lombok tidak hanya terdapat satu suku, melainkan ada bermacam-macam suku di Lombok, salah satu yang paling terkenal adalah Suku Sasak. Nah pada dasarnya Suku Bayan ini adalah bagian dari Suku Sasak, sehingga sering disebut sebagai Suku Sasak Bayan.
Meskipun begitu, Suku Bayan tetap memiliki beberapa perbedaan dengan Suku Sasak. Misalnya saja dari segi pakaian adatnya.
Tags: tenun ikat lombok