Keindahan dan Keterampilan - Mengungkap Kain Tenun Khas Lombok dalam Dunia Kerajinan dan DIY
Filosofi Pembuatan Kain Tenun Lombok, Syarat Perempuan Sasak Boleh Menikah
Para perempuan Suku Sasak belajar membuat kain tenun Lombok sejak remaja. Keahlian ini kemudian dijadikan syarat agar mereka bisa menikah.
Menilik kain tradisional asli Indonesia, ada banyak sekali ragamnya, Bunda. Sebut saja ulos, songket, tenun, hingga batik. Hampir setiap wilayah di Indonesia menghasilkan kain khas tradisional di mana proses pembuatan dan fungsinya berkaitan erat dengan adat istiadat yang berlaku di wilayah tersebut. Seperti halnya kain tenun Lombok yang wajib bisa dibuat perempuan Suku Sasak sebagai syarat untuk bisa menikah.
Penasaran seperti apa penjelasannya? Yuk, simak di sini!
2. Motif Subahnale
Prinsip pola dimana – mana juga digunakan untuk membuat permukaan kain terisi seragam. Prinsip pola penyusuna berlawanan juga diterapkan dengan cara berlawanan dalam pengulangan warna. Di bagian bawah atau samping kain songket, terdapat beberapa gabungan motif geometris yang dijadikan sebagai pembatas tepi kain. Bentuk geometris gabungan tersebut menyerupai bentuk segitiga dan belah ketupat. Warna dasar yang digunakan dalam membuat songket motif subahnale ini adalah hitam dan merah marun.
Masyarakat Desa Sukarara percaya nama songket subahnale diangkat dari sebuah cerita yang sangat terkenal. Konon ada sebuah kisah yang menceritakan tentang seorang gadis penenun yang sedang membuat songket subahnale ini. Ketika proses menenun, gadis itu sangat lelah dan harus bersabar menunggu ketika kain songket ini selesai. Karena kerumitan motifnya, kain songket ini butuh waktu yang cukup lama dalam penyelesaiannya. Ketika proses menenun selesai, gadis itu terheran melihat keindahan kain yang dibuatnya sehingga mengucapkan kata subhanallah atau subahnale sebagai ungkapan pujian atas kekuasaan Allah Swt. Cerita inilah yang dipercaya masyarakat luas tentang sejarah awal mula kain songket subahnale.
Kain Tenun Lombok
Indonesia terkenal dengan negara yang kaya akan budaya. Salah satu bukti nyata keragaman budaya tersebut adalah keragaman kain tradisional. Di Lombok terdapat satu kain tradisional yang terkenal hingga manca negara, yakni kain tenun Lombok. Kain tradisional ini menjadi incaran banyak kolektor kain dan para pelancong karena keindahannya. Ingin tahu rahasia dibalik keindahan kain tradisional asli Lombok ini? Demikian ulasan dari tim First Lombok Tour untuk Anda.
Kain tenun Lombok dibuat dari bahan-bahan yang alami. Bahan utamanya berupa kapas pilihan yang dipintal menjadi gulungan benang. Kemudian pintalan benang tersebut mulai diwarnai. Bahan pewarna yang digunakan bukanlah pewarna sintetis seperti pada umumnya. Bahan-bahan pewarna tersebut berasal dari hasil kekayaan alam Pulau Lombok. Hal ini menjadi salah satu dari keunikan Pulau Lombok.
Bahan pewarna kain tenun berasal dari dedaunan, akar-akaran, biji-bijian, kulit pohon, dan lain sebagainya. Warna merah diperoleh dari biji pinang, akar mengkudu, kulit kayu dan lain sebagainya. Dari tanaman indigofera tinctoria dapat diperoleh warna biru. Sedangkan daun suji dan daun mangga bisa memberikan efek warna biru atau abu-abu. Begitu seterusnya, semua bahan pewarna alami dapat diperoleh dari alam sekitar masyarakat setempat. Hal ini yang sering membuat para wisatawan takjub dan memutuskan untuk membeli.
Motif Kain Tenun Lombok Simbol Budaya dan Kreativitas Unik
Tenunan ini dibuat dengan menggunakan tenun tradisional yang dikenal dengan sebutan “songket”. Kain tenun khas Lombok memiliki corak yang khas dan motif yang indah, mencerminkan keindahan alam dan kehidupan sehari-hari masyarakat Lombok. Proses pembuatannya melibatkan tenaga terampil perajin lokal yang menghasilkan kain tenun berkualitas tinggi.
Keunikan Motif Kain Tenun Lombok
Motif kain tenun Lombok sangat beragam dan unik. Salah satu motif yang terkenal adalah “ikat pahikung”, yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Lombok seperti pertanian, perikanan, dan kehidupan di desa. Motif ini memberikan sentuhan budaya lokal yang kuat pada kain tenun Lombok. Selain itu, terdapat juga motif-motif geometris yang rumit dan cantik, serta motif flora dan fauna yang menghiasi kain tenun Lombok. Setiap motif menceritakan cerita dan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kain tenun Lombok juga memiliki keunikan dalam penggunaan warna. Warna-warna yang digunakan dalam kain tenun Lombok umumnya berasal dari pewarna alami yang dihasilkan dari tanaman lokal seperti daun indigo, kulit kayu, dan akar pohon. Pewarna alami ini memberikan nuansa alami dan keaslian pada kain tenun Lombok, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kain tenun Lombok tidak hanya memiliki nilai estetika yang tinggi, tetapi juga nilai historis dan sosial yang penting bagi masyarakat Lombok. Tenunan ini merupakan simbol identitas budaya dan kebanggaan lokal. Selain itu, industri kain tenun Lombok juga memberikan penghidupan bagi banyak perajin lokal dan mendukung perekonomian lokal.
Tags: tenun lombok