Keindahan dan Keterampilan - Mengungkap Kain Tenun Khas Lombok dalam Dunia Kerajinan dan DIY
1. Motif Selolot
Motof Selolot berasal dari kata selolok (Bahasa Sasak) yang bisa dikatakan perjalanan. Kain Selolot memiliki motif garis berwarna hijau yang dipercayai oleh masyarakat Desa Sade memiliki kesejukan, Kain Tenun Motif selolot diberi lima warna mengacu pada rukun Islam yang banyaknya ada LIma. Oleh sebab itu untuk mendapatkan surga yang dijanjikan oleh Allah SWT maka orang Islam harus mengerjakan rukun-rukun islam tersebut.
Pada zaman dahulu kain tenun motif selolot digunakan untuk alas pada mayat, mereka percaya bahwa kain selolot akan memberikan rasa sejuk dan nyaman kepada seseorang yang meninggal tersebut. Akan tetapi dengan perubahan zaman, masyarakat setempat beralih dalam penggunaan kain tersebut yaitu digunakannya kain Selolot pada saat upacara adat Nyongkolan (salah satu prosesi pernikahan adat Lombok). Kain ini juga biasa dipergunakan untuk bawahan perempuan dan bisa juga untuk bawahan laki-laki saat menggunakan pakaian adat Suku Sasak. Dan bisa juga untuk menggantikan kain pelung yang digunakan untuk bebengkung (ikat pinggang).
Motif Bereng (Hitam)
Kain tenun bereng ini dinamakan kain bereng atau hitam dikarenakan warnanya yang dominan hitam. Kain tenun Bereng merupakan kain yang tidak memiliki motif, akan tetapi pada saat dilihat dengan jarak dekat, kain bereng memiliki motif garis yang berwarna abu-abu sehingga ketika dilihat dengan jarak jauh kain ini terlihat polosan saja. Bentuk kain ini hanya menggunakan warna hitam polos digunakan oleh para orang tua dan orang yang lagi sakit sebagai selimut untuk menghangatkan badan mereka dan kain tenun bereng ini juga digunakan waktu perayaan orang menikah. Kain Bereng menyimbolkan bahwa manusia adalah ciptan Tuhan yang berasal dari tanah maka manusiapun akan kembali ke tanah juga. Pada konteks ini tanah itu disimbolkan dengan warana hitam.
Desa tenun Suku Sasak
Terdapat dua desa penghasil tenun terbaik di Pulau Lombok, yakni Desa Sukarara dan Desa Sade. Kedua desa tersebut juga menjadi pusat budaya asli sasak. Sehingga para wisatawan yang mengunjungi Lombok bisa belajar dan mengetahui adat-istiadat Suku Sasak di sana. Di kedua desa ini para wisatawan bisa mengetahui cara pembuatan kain tenun tradisional suku sasak, juga bisa mencoba langsung terlibat dalam pembbuatannya.
Demikian ulasan terkait dengan kain tenun khas yang berasal dari Lombok, yakni kain tenun sasak. Menarik bukan? Kain tenun ini biasa dijadikan oleh-oleh khas yang selalu diburu oleh para wisatawan. Informasi lainnya tentang oleh-oleh khas Lombok bisa Anda baca lebih lanjut di sini. Di Lombok, selain bisa belajar budaya sasak, Anda bisa melihat sendiri proses pembuatan kain tenun sasak dari dekat dengan mengunjungi Desa Sukarara dan Desa Sade. Disamping itu, Anda juga bisa langsung terlibat dalam pembuatan kain tersebut.
Tags: tenun lombok