Keindahan dan Keterampilan - Mengungkap Kain Tenun Khas Lombok dalam Dunia Kerajinan dan DIY
Motif Bereng (Hitam)
Kain tenun bereng ini dinamakan kain bereng atau hitam dikarenakan warnanya yang dominan hitam. Kain tenun Bereng merupakan kain yang tidak memiliki motif, akan tetapi pada saat dilihat dengan jarak dekat, kain bereng memiliki motif garis yang berwarna abu-abu sehingga ketika dilihat dengan jarak jauh kain ini terlihat polosan saja. Bentuk kain ini hanya menggunakan warna hitam polos digunakan oleh para orang tua dan orang yang lagi sakit sebagai selimut untuk menghangatkan badan mereka dan kain tenun bereng ini juga digunakan waktu perayaan orang menikah. Kain Bereng menyimbolkan bahwa manusia adalah ciptan Tuhan yang berasal dari tanah maka manusiapun akan kembali ke tanah juga. Pada konteks ini tanah itu disimbolkan dengan warana hitam.
Filosofi Pembuatan Kain Tenun Lombok, Syarat Perempuan Sasak Boleh Menikah
Para perempuan Suku Sasak belajar membuat kain tenun Lombok sejak remaja. Keahlian ini kemudian dijadikan syarat agar mereka bisa menikah.
Menilik kain tradisional asli Indonesia, ada banyak sekali ragamnya, Bunda. Sebut saja ulos, songket, tenun, hingga batik. Hampir setiap wilayah di Indonesia menghasilkan kain khas tradisional di mana proses pembuatan dan fungsinya berkaitan erat dengan adat istiadat yang berlaku di wilayah tersebut. Seperti halnya kain tenun Lombok yang wajib bisa dibuat perempuan Suku Sasak sebagai syarat untuk bisa menikah.
Penasaran seperti apa penjelasannya? Yuk, simak di sini!
Desa tenun Suku Sasak
Terdapat dua desa penghasil tenun terbaik di Pulau Lombok, yakni Desa Sukarara dan Desa Sade. Kedua desa tersebut juga menjadi pusat budaya asli sasak. Sehingga para wisatawan yang mengunjungi Lombok bisa belajar dan mengetahui adat-istiadat Suku Sasak di sana. Di kedua desa ini para wisatawan bisa mengetahui cara pembuatan kain tenun tradisional suku sasak, juga bisa mencoba langsung terlibat dalam pembbuatannya.
Demikian ulasan terkait dengan kain tenun khas yang berasal dari Lombok, yakni kain tenun sasak. Menarik bukan? Kain tenun ini biasa dijadikan oleh-oleh khas yang selalu diburu oleh para wisatawan. Informasi lainnya tentang oleh-oleh khas Lombok bisa Anda baca lebih lanjut di sini. Di Lombok, selain bisa belajar budaya sasak, Anda bisa melihat sendiri proses pembuatan kain tenun sasak dari dekat dengan mengunjungi Desa Sukarara dan Desa Sade. Disamping itu, Anda juga bisa langsung terlibat dalam pembuatan kain tersebut.
Motif Kain Tenun Lombok Simbol Budaya dan Kreativitas Unik
Tenunan ini dibuat dengan menggunakan tenun tradisional yang dikenal dengan sebutan “songket”. Kain tenun khas Lombok memiliki corak yang khas dan motif yang indah, mencerminkan keindahan alam dan kehidupan sehari-hari masyarakat Lombok. Proses pembuatannya melibatkan tenaga terampil perajin lokal yang menghasilkan kain tenun berkualitas tinggi.
Keunikan Motif Kain Tenun Lombok
Motif kain tenun Lombok sangat beragam dan unik. Salah satu motif yang terkenal adalah “ikat pahikung”, yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Lombok seperti pertanian, perikanan, dan kehidupan di desa. Motif ini memberikan sentuhan budaya lokal yang kuat pada kain tenun Lombok. Selain itu, terdapat juga motif-motif geometris yang rumit dan cantik, serta motif flora dan fauna yang menghiasi kain tenun Lombok. Setiap motif menceritakan cerita dan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kain tenun Lombok juga memiliki keunikan dalam penggunaan warna. Warna-warna yang digunakan dalam kain tenun Lombok umumnya berasal dari pewarna alami yang dihasilkan dari tanaman lokal seperti daun indigo, kulit kayu, dan akar pohon. Pewarna alami ini memberikan nuansa alami dan keaslian pada kain tenun Lombok, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kain tenun Lombok tidak hanya memiliki nilai estetika yang tinggi, tetapi juga nilai historis dan sosial yang penting bagi masyarakat Lombok. Tenunan ini merupakan simbol identitas budaya dan kebanggaan lokal. Selain itu, industri kain tenun Lombok juga memberikan penghidupan bagi banyak perajin lokal dan mendukung perekonomian lokal.
Tags: tenun lombok