... Kain Tenun Khas Lombok: Panduan Lengkap dan Ide DIY

Keindahan dan Keterampilan - Mengungkap Kain Tenun Khas Lombok dalam Dunia Kerajinan dan DIY

3. Motif Keker atau Merak

Bentuk motif keker atau merak ini meyerupai bentuk sepasang burung merak yang sedang bertengger di sebuah pohon. Seperti halnya motif yang lain, warna dasar yang biasa digunakan ialah warna warna gelap seperti biru tua atau hitam. Sedangkan warna motifnya sendiri akan menggunakan warna yang kontras dengan warna dasar seperti warna kuning cerah atau emas. Motif keker atau merak ini biasanya menutupi sebagian dari kain utama. Pola yang digunakan adalah pola berangkai dimana motif saling terhubung berarah horizontal. Prinsip pola yang diterapkan adalah prinsip pengulangan linier dimana motif mengalami pengulangan dari garis yang pasti. Isian juga ditambahkan di beberapa bagian kain dengan motif geometris untuk mengisi area kain. Motif isian tersebut merupakan gabungan motif geometris yang menyerupai bunga. Motif geometris juga terdapat pada pinggiran kain yang digunakan sebagai hiasan pinggir kain songket. Motif yang digunakan adalah motif geometris bentuk meander dan pilin serta gabungan bentuk garis yang membentuk segi tiga. Terkadang penenun akan menempatkan motif hiasan pinggir di bagian bawah atau pun samping kain.

Merak merupakan salah satu jenis burung yang sangat indah. Keindahan burung merak bisa dilihat ketika ekor burung merak sedang mekar. Hal ini akan terjadi ketika burung merak akan memasuki masa kawin. Keindahan bentuk dan warna burung merak sangat indah dengan sebuah mahkota diatas kepalanya menjadikan burung merak terlihat seperti seorang putri atau pangeran dengan gaun yang menawan. Keindahan burung merak menginspirasi masayarakat Desa Sukarara membuat songket motif keker atau merak.

Motif keker atau merak juga sering disebut sebagai motif bulan madu karena motif ini merupakan motif yang melambangkan cinta suci yang abadi. Perlambangan cinta yang abadi bagi masyarakat Desa Sukarara diungkapkan dengan motif sepasang burung merak yang sedang memadu kasih. Kain songket keker atau merak ini biasa digunakan masyarakat saat pergi ke pesta. Sebagian besar masyarakat juga percaya jika pasangan pengantin menggunakan kain ini saat prosesi adat perkawinan akan membuat hubungan cinta mereka abadi selamanya.

Filosofi Pembuatan Kain Tenun Lombok, Syarat Perempuan Sasak Boleh Menikah

Para perempuan Suku Sasak belajar membuat kain tenun Lombok sejak remaja. Keahlian ini kemudian dijadikan syarat agar mereka bisa menikah.

Menilik kain tradisional asli Indonesia, ada banyak sekali ragamnya, Bunda. Sebut saja ulos, songket, tenun, hingga batik. Hampir setiap wilayah di Indonesia menghasilkan kain khas tradisional di mana proses pembuatan dan fungsinya berkaitan erat dengan adat istiadat yang berlaku di wilayah tersebut. Seperti halnya kain tenun Lombok yang wajib bisa dibuat perempuan Suku Sasak sebagai syarat untuk bisa menikah.

Penasaran seperti apa penjelasannya? Yuk, simak di sini!

7 Jenis Motif Kain Tenun Khas Desa Sade, Lombok Tengah dan Makna Motifnya

Desa Sade, Lombok Tengah, NTB merupakan salah satu desa wisata yang masih mewarsi kebudayaan Sasak sejak zaman Kerajaan Penjanggik di Praya Kabupaten Lombok Tengah. Salah satu warisan turun temurun masyarakat desa sade adalah kegiatan Nyesek atau menenun. Kegiatan menenun atau nyesek menjadi keterampilan wajib bagi perempuan Desa Sade. Zaman dahulu, perempuan Suku Sasak belum boleh menikah jika belum bisa menenun karena menenun merupakan indikator kedewasaan perempuan Suku Sasak.

Dari zaman dahulu sampai saat ini pewarna yang digunakan untuk mewarnai kain tenun khas Desa Sade adalah berbahan dasar alami yang diambil dari sekitar tempat tinggal. Sumber bahan pewarna mereka yaitu dari tumbuhan berupa daun, buah, akar, maupun kulit pohon. Pewarna alam yang pertama diketahui oleh masyarakat Desa Sade untuk mewarnai kain tenun mereka adalah daun Nila (Taum) yang terdapat disekitaran sawah. Daun Nila menghasilkan warna hitam. Kemudian seiring dengan berjalannya waktu masyarakat Desa Sade mencari bahan alami yang lainnya yang dapat memperoleh warna yang berbeda agar mereka dapat membuat kain tenun dengan warna-warna yang sesuai keinginan namun tetap berbahan dasar dari alam diantaranya warna kuning yang dihasilkan dari kunyit, warna merah yang berasal dari tumbuhan Mengkudu, warna hijau berasal dari daun Kecipir, dan warna merah muda berasal dari serabut kelapa. Sampai saat ini Desa Sade masih mempertahankan kealamian tenunan mereka dengan berbagai warna.

Pada dasarnya motif kain tenun yang ada di Desa Sade memiliki motif garis yang memiliki arti kehidupan yang pada saat memulai rumah tangga bisa diluruskan segala urusan tanpa adanya gangguan dan seperti halnya dengan garis yang lurus. Garis lurus dimaknai dalam kehidupan mereka ialah ketika dalam berkehidupan yang tetap abadi dan makmur, segala urusan yang dikerjakan akan mulus dan lancar seperti garis yang lurus. Motif Kain Tenun khas Desa Sade diantaranya adalah: Selolot, Tapok Kemalo, Batang Empat, Ragi Genap, Kembang Komak, dan Kain Bereng (Hitam).


Tags: tenun lombok

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia