... 10 Kerajinan Tangan Asal Lombok yang Terkenal: Ragam Seni Sulam & DIY yang Mengagumkan!

"Kerajinan Khas Lombok yang Mendunia"

Kain tenun rangrang

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (kiri) saat mencoba berbelanja kain tenun NTT secara daring dalam kegiatan Festival Exotic Tenun NTT 2021 di Kupang, NTT, Senin (22/3/2021).ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

Selain songket, kain tenun khas Lombok lainnya adalah tenun baris. Sama seperti kain tenun songket, kain tenun massal menggunakan metode tenun tradisional untuk membuatnya. Sementara kain tenun songket memiliki pola yang beragam, kain tenun baris memiliki pola zigzag dan bergelombang.

Hal ini dikarenakan kain tenun baris menggunakan lebih sedikit benang dibandingkan kain tenun songket. Kain ini sering dijual dalam bentuk lembaran yang bisa langsung digunakan sebagai selendang.

Kain Tenun Sasak

Masih ada satu lagi lho kain tenun khas pulau Lombok. Yaitu kain tenun sasak yang identik dengan pembuatan kain yang menggunakan benang dari sutra dan kapas. Hal ini membuat kain tenun sasak memiliki tekstur yang tebal, tidak mudah kusut, dan tidak mudah luntur. Kualitas tenun dari kain yang satu ini sangat baik dan memiliki kerapatan benang yang padat.

Nama sasak sendiri sesuai dengan nama suku asli yang mendiami pulau Lombok, yaitu suku Sasak. Suku ini terkenal dengan suku yang menjunjung tinggi budaya menenun, sehingga tidak heran jika kain tenun yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi.

Desa Pengrajin Ketak di Lombok

Desa Beleka adalah salah satu desa yang terletak di arah timur kota Praya, kecamatan Praya Timur, kabupaten Lombok Tengah ini merupakan salah satu pusat kerajinan anyaman ketak dalam berbagai bentuk dan ukuran.

Selain kerajinan ketak, kerajinan lain yang diproduksi adalah kerajinan kayu, keris dan keramik. Warga desa Beleka sendiri jumlahnya mencapai ratusan kepala keluarga.

Hampir 85 persen dari keseluruhannya merupakan pengrajin anyaman ketak, karena kerajinan anyaman ketak memang merupakan warisan turun temurun nenek moyang semenjak puluhan tahun lalu.

Tidak heran di usia yang masih terbilang muda para gadis dan remaja warga desa Beleka sudah terampil membuat kerajinan ketak dengan kreasi unik dan tentunya menarik.

Kerajinan ketak rotan adalah salah satu seni yang banyak diminati para wisatawan. Kreasi kerajinan anyaman ketak Lombok dibuat dari bahan baku dari alam yang sudah tersedia.

Sehingga untuk ketersediaan bahan baku tidak perlu dipikirkan lagi. Anyaman ketak adalah jenis kerajinan yang dibuat tanpa bantuan mesin sama sekali atau hanya mengandalkan tangan pengrajin sendiri.

‌Kebudayaan Suku Sasak

Apa budaya khas suku sasak? Suku Sasak memiliki budaya dan tradisi yang unik. Mereka memiliki beragam kesenian tradisional, seperti tarian, musik, dan seni kerajinan tangan.

1. Gendang Beleq

Tarian tradisional Sasak yang terkenal adalah "Gendang Beleq," yang menampilkan gerakan energik dan semangat masyarakat Sasak.

2. Kerajinan Tangan

Seni kerajinan tangan, seperti anyaman bambu dan tenun ikat, juga menjadi bagian penting dari warisan budaya suku Sasak.

3. Atap Bale Lumbung

Dalam kebudayaan suku Sasak di Lombok Tengah, terdapat keunikan dalam arsitektur tradisional mereka. Salah satu ciri khas yang menonjol adalah Atap Bale Lumbung.

Atap Bale Lumbung adalah salah satu elemen paling mencolok dalam arsitektur tradisional suku Sasak.

Atap ini memiliki bentuk khas seperti kerucut dengan puncak yang menonjol. Dibuat dari jerami atau alang-alang yang disusun rapat, atap ini memberikan perlindungan yang baik terhadap cuaca eksternal seperti hujan dan panas matahari.

Desainnya yang unik dan serbaguna juga memberikan ventilasi alami yang baik di dalam struktur bangunan.

Bangunan dengan Atap Bale Lumbung biasanya terdiri dari beberapa bilik terpisah yang dihubungkan oleh teras.

Material bangunan yang digunakan, seperti bambu dan kayu, mencerminkan keberlanjutan alam dan kearifan lokal suku Sasak serta tahan gempa bumi.

Keunikan Anyaman Ketak

Produk kerajinan tangan ketak ini dibuat secara tradisional untuk mepertahankan tradisi turun temurun, dan terus dilestarikan dengan terus diajarkan kepada para generasi mudanya.

Sebelum dianyam menjadi barang-barang yang cantik bahan bakunya terlebih dulu dijemur selama 3 hari agar menghasilkan warna yang sesuai, kemudian dilanjutkan dengan proses pengeringan selama tiga hari tiga malam.

Sehingga menghasilkan produk kerajinan yang aman dari jamur, rayap, bebas bahan kimia, ditambah dengan semakin lama kerajinan ketak itu disimpan warnanya akan semakin terbentuk dan eksotis.

Hal inilah yang membuat kerajinan ketak sangat unik, sehingga banyak wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal yang tertarik mengikuti proses pembuatannya secara langsung.


Tags: kerajinan yang adalah lombok

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia